Jumat, 07 Desember 2012

"SOSIOLOGI EKONOMI"

"Ilmu "Sosiologi Ekonomi" oleh Max Weber dan Emile Durkheim didefinisikan sebagai fenomena "Ekonomi" yang dilihat dari perspektif "Sosiologi". 
 
Smelser menambahkan tentang perspektif "Sosiologi" dari interaksi personal, kelompok, struktur sosial (kelembagaan), dan kontrol sosial( yang terdiri dari sanksi-sanksi, norma-norma, dan yang paling utama adalah nilai-nilai). "Sosiologi Ekonomi" mempelajari berbagai macam kegiatan yang sifatnya kompleks dan melibatkan produksi, distribusi, pertukaran dan konsumen barang dan jasa yang bersifat langka dalam masyarakat. Yang fokus pada kegiatan "Ekonomi", dan mengenai hubungan antara variable-variabel "Sosiologi" yang terlibat dalam konteksnon-"Ekonomis". Pola dan sistem yang berlaku dalam mekanisme pasar-interaksi   yang dilakukan oleh antar individu dan masyarakat-sebenarnya berawal  dari hubungan yang sederhana antara individu dan masyarakat (interaksi sosial) dalam rangka mengatasi kelangkaan. Lebih lanjut dijelaskan bahwa, "Ekonomi" tidak dapat dipisahkan dari aspek sosial. Bahkan aktivitas "Ekonomi" selalu melekat dalam sosialitas tempat kejadian "Ekonomi" itu berlangsung. Meskipun "Sosiologi" juga menempatkan manusia dan masyarakat sebagai objek material bersama dengan "Ekonomi" namun "Sosiologi" memiliki perangkat dan wilayah analisis yang berbeda dengan ilmu "Ekonomi". "Sosiologi" berusaha memberikan kategorisasi, diferensiasi, simplifikasin dan generalisasi terhadap fakta sosial yang diamati. Dengan demikian dapat disusun variabel-variabel yang dapat dioperasionalisasikan dalam analisis. Elemen-elemen observasinya berupa regularitas, orientasi sosial individu dan kelompok, struktur sosial, sanksi-sanksi, norma-norma, dan nilai-nilai.. Jadi, pada "Ekonomi" "Sosiologi" fenomena-fenomena "Ekonomi" yang ada akan dilihat dan dianalisa melalui perspektif "Sosiologi"
Untuk membandingkan antara Mainstream "Ekonomi" dengan "Ekonomi" "Sosiologi" dapat dibedakan melalui: 
1.Konsep pelaku,  
2.Konsep tindakan "Ekonomi",  
3.Batasan-Batasan dalam Tindakan "Ekonomi"
4.Hubungan "Ekonomi" dengan Masyarakat,  
5.TujuanAnalisa,  
6. Model yang dipakai, dan 
7. Kebiasaan-kebiasaan Intelektual.  
 Ilmu "Ekonomi" "Sosiologi" mencapai puncaknya pada tahun 1890-1920 dengan tokoh-tokoh klasik, dan juga pada awal 1980an hingga sekarang, dimana tetap menggabungkan antara analisa "Ekonomi" dengan analisa hubungan-hubungan sosial. Berikut ini adalah beberapa tokoh ahli "Ekonomi" "Sosiologi" Klasik antara lain: 
1.Karl Marx(1818-1883). Beliau berpendapat daya tarik materi juga menentukan struktur dan proses dalam masyarakat. Poin utama yang diangkat oleh Marx adalah tenaga kerja dan produksi, tiap orang harus bekerja untuk bertahan hidup. Marx sering mengkritik Adam Smith atasteori Invisible Hand-nya.
2. Max Weber(1864-1920). Beliau banyak sekali menghasilkan tulisan-tulisan, seperti yang paling terkenal antara lain The protestant ethic and the spirit of capitalism, dan "Economy" and Society
.
3. Emile Durkheim (1858-1917). Tidak seperti Weber, Emile tidak banyak mengetahui tentang ilmu "Ekonomi", tidak banyak membuat tulisan dan tidak memberikan kontribusi yang banyak pada "Sosiologi Ekonomi". Pada bukunya The Division of Labor in society yang memiliki banyak keterkaitan pada "Sosiologi Ekonomi", dimana pada buku tersebut disebutkan bahwa perubahan struktur sosial sebagaimana perkembangan masyarakat dari status yang tidak dibedakan pada masa primodialisme untuk sebuah langkah yang dikarakteristikkan dengan pembagian tenaga kerja yang kompleks pada dunia yang modern.
 4.Goerg Simmel (1858-1918). Fokus pada analisa-analisa ketertarikan.Biasanya menunjukkan fenomena "Ekonomi". Sementara tokoh-tokoh setelah era Klasik antara lain: 
1.Joseph Schumpeter (1883-1950). 
2.Karl Polanyi(1886-1964). 
3.Talcott Parsons(1902-1979). 
Sejak masa penerapan ilmu "Sosiologi Ekonomi" sebagai salah satu pilihan dalam menjela PERKEMBANGAN KEILMUAN. Ada beberapa periode perkembangan keilmuan seiring berkembangnya "Sosiologi Ekonomi", yaitu yang  pertama Yunani kuno, yang kedua pada sekitar abad-XIV  agama mengalami perkembangan yang sangat pesat, namun yang terjadi dengan keilmuan justru sebaliknya, zaman ini disebut zaman Skolastik. Skolastik disebut juga dengan zaman kegelapan, di Eropa agama Kristen mengalami perkembangan  yang sangat pesat, pada zaman ini kaum pemuka agama dianggap sebagai yang mengetahui segalanya, sehingga jika ada yang bertentangan dengan Gereja maka harus minta maaf dan tidak boleh mempertahankan anggapannya meskipun benar,atau akan dihukum mati. Salah satu contohnya adalah Galileo Galilei, salah satui  lmuwan besar Italia yang dihukum dengan dikucilkan sampai akhirnya mati karena mempertahankan pendapat bahwa bumi beredar mengitari matahari, beliau dianggap merusak iman, sementara Gereja beranggapan Matahari yang beredar mengitari Bumi. Karena banyak ilmuwan yang berbeda pendapat dan tidak mauminta maaf banyak ilmuwan yang dihukum mati, sehingga pada masa tersebut keilmuwan tidak berkembang, justru mengalami kemunduran karena banyak ilmuwan  yang  mati.Yang ketiga yaitu pada sekitar abad-XVII, era Renaissance atau pencerahan kembali, dimana zaman Skolastik tersebut menimbulkan adanya  kekuatan secara berlebihan untuk menguasai dunia. Hal tersebut menimbulkan gejolak Conselior oleh Marthin Luther King, sehingga akhirnya hak memeluk agama tidak lagi terkekang. Perlahan tapi pasti keilmuan mulai berkembang lagidan hingga sekarang pada budaya barat antara urusan kenegaraan dengan agama dipisah untuk menghindari terjadinya hal seperti pada zaman skolastik yang secara  langsung  menyebabkan  matinya  keilmuan.
"Sosiologi Ekonomi" menganalisa fenomena "Ekonomi" seperti pasar, perusahaan, hak atas kekayaan, dan kerja menggunakan perangkat keilmuan "Sosiologi". "Sosiologi Ekonomi" menekankan pentingnya relasi sosial dan institusi sosial. "Sosiologi Ekonomi" mempelajari dampak sosial dan penyebab sosial berbagai fenomena "Ekonomi".  
Kajian "Sosiologi Ekonomi" terbagi menjadi dua periode, yaitu klasik dan kontemporer.

Terma spesifik tentang "Sosiologi Ekonomi" pertama kali muncul pada tahun 1879 oleh William Stanley Jevons. Selanjutnya terma tersebut digunakan oleh Emile Durkheim, Max Weber, dan George Simmel antara tahun 1980 hingga 1920. Karya-karya Max Weber tentang fenomena "Ekonomi" di masyarakat dianggap sebagai ikon dari pendekatan periode klasik "Sosiologi Ekonomi".

Periode "Sosiologi Ekonomi" kontemporer, yang juga terkenal sebagai "Sosiologi Ekonomi" baru pertama kali dimunculkan pada tahun 1985 melalui karya Mark Gravonetter berjudul "Economic" Action and Social Structure: the Problem Embeddedness.

"Sosiologi Ekonomi" Klasik.
"Sosiologi Ekonomi" muncul sebagai pendekatan baru terhadap fenomena "Ekonomi". "Sosiologi"  menekankan pada peran struktur dan institusi "Ekonomi" di masyarakat serta bagaimana masyarakat mempengaruhi struktur dan institusi "Ekonomi". Relasi antara kapitalisme dan modernitas menjadi isu penting yang digambarkan dua tokoh penting dalam "Sosiologi Ekonomi", Weber dan Simmel melalui buku mereka The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalsm (1905) dan The Philosophy of Money (1900). Pendekatan Karl Marx juga memberikan sumbangan pada cabang "Sosiologi" ini. Gagasan Marx tentang materialisme historis hendak memperlihatkan bagaimana tekanan per"ekonomi"an berpengaruh pada struktur masyarakat. Selain itu, sumbangan yang lain berasal dari Emile Durkheim, The Divison Labour in Society dan karya Max Weber "Economic" and Society yang terbit pada tahun 1922.

"Sosiologi Ekonomi" Kontemporer.
"Sosiologi Ekonomi" kontemporer memusatkan perhatian khususnya pada konsekuensi sosial dari pertukaran "Ekonomi". Tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam "Sosiologi Ekonomi" kontemporer di antaranya, Fred L Block, James S Coleman, Mark Gravonetter, Harrison White, Paul DiMaggio, Joel M Podolny, Richard Swedberg, dan Vaviana Zelizer di Amerika Serikat serta Luc Boltanski, Laurent Thevenot, dan Jens Beckett di Eropa.

Jadi dapat disimpulkan, bahwa "Sosiologi Ekonomi" merupakan pendekatan "Sosiologis" yang diterapkan pada fenomena "Ekonomi". Hal ini terbagi kedalam 3 kegiatan, dimulai dari kegiatan produksi (menciptakan), kegiatan distribusi (menyalurkan), dan kegiatan konsumsi (menggunakan atau menghabiskan). Dalam "Sosiologi" terdapat beberapa kajian, yaitu keterlekatan, jaringan, kepercayaan (trust) maupun kapital.
 
Sumber:
1.  ml.scribd.com/doc/21625531/sosiologi-ekonomi - Cache
2.  id.shvoong.com/social.../2228965-pengertian-sosiologi-ekonomi/ - Cache
3.  laely-widjajati-photos-facebook/...
4.  indudt.blog.fisip.uns.ac.id/2011/05/06/sosiologi-ekonomi/ - Cache


0 komentar: