Rabu, 11 Juli 2012

"Amal Yang Ikhlas"

"Ikhlas"lah dalam agamamu, meskipun kerjamu sedikit", nasihat Rasulullah SAW. Hadits ini dikeluarkan oleh Al-Hakim.


Ketahuilah, bahwa suatu pekerjaan dapat diterima Allah dengan baik, haruslah memiliki dua sifat:
1. Pekerjaan itu harus sesuai dengan syariat.
2. Pekerjaan itu harus dilakukan dengan "ikhlas", semata hanya karena Allah.

Jika salah satu dari keduanya yang terpenuhi, maka dia tidak dapat diterima-Nya, karena tidak memenuhi syarat-syarat. Artinya, jika sesuai dengan syariat, tetapi tidak "ikhlas" atau sebaliknya; dilakukan dengan "ikhlas", tetapi tidak sesuai dengan syariat, maka "amalan" itu tidak akan diterima di sisi Allah.

Seorang pernah bertanya kepada Al Fudhail bin Iyadh tentang maksud "Ahsanu "amala" dalam firman-Nya:
"Untuk menguji kamu, siapakah di antara kamu yang paling baik "amal"nya". (QS. Al Mulk ayat 2).

Jawab Al Fudhail:
"Ahsanu "amal" ialah "amal" yang paling "ikhlas" dan paling tepat. Sesungguhnya "amal" itu apabila "ikhlas", tetapi tidak tepat, tidak akan diterima-Nya. "Amal" seseorang tidak akan diterima, kecuali yang dilakukan dengan "ikhlas" dan tepat. Yang dimaksudkan dengan "ikhlas" ialah, yang dilakukan semata-mata karena Allah SWT, dan yang dimaksud tepat ialah, yang sesuai dengan syariat, seperti yang difirmankan Allah dalam Surat Al-Kahfi ayat 110, "Barangsiapa mengharap akan menemui Rabbnya, hendaklah ia ber"amal" dengan "amalan" saleh, dan janganlah mempersekutukan dalam menyembah Rabbnya dengan sesuatu apapun".

(Sumber: Nasihat Untuk Para Wanita. Oleh: DR. Najaat Hafidz).

0 komentar: