Jumat, 14 Mei 2010

"KEKUATAN CINTA ABADI - AGAPE"

"Benarkah anggapan bahwa "cinta" merupakan sebuah hasrat yang dipicu oleh suatu perasaan tertarik pada apa yang kita lihat, kita dengar atau kita sentuh?"



Barangkali memang itulah "cinta" yang selama ini banyak kita praktekkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita dibuat kesal dan marah apabila yang kita "cinta"i tidak memberikan apa yang kita inginkan. Padahal ini bukanlah merupakan "cinta" yang sesungguhnya. "Cinta" semacam ini bukanlah "agape".


"Cinta" yang penuh hasrat, nafsu (birahi), hanya akan membawa kita pada kehancuran akibat hilangnya energi kesucian "cinta". "Cinta" semacam ini yang kita praktekkan, sebaiknya segera kita buang jauh jauh dari jiwa kita.



"CINTA" TANPA PAMRIH - "AGAPE".


"Cinta" merupakan kata yang sudah biasa dibicarakan manusia sejak jaman dahulu kala.... Namun tentang kualitas "cinta", hanya minoritas orang yang mampu untuk mengungkapkannya. Telah berjuta-juta puisi ditulis untuk mengucapkan kata "cinta", namun belum mewakili arti dari "cinta" yang sesungguhnya. "Cinta" sendiri sangat sulit didefinisikan.


"Agape" adalah kata dalam bahasa Yunani, yang artinya Memberi Tanpa Pamrih. "Cinta" tanpa pamrih itulah "agape". Jenis "cinta" semacam inilah yang abadi dan tidak lekang dimangsa jaman. "Cinta" semacam ini akan tumbuh dan terus tumbuh meski dibenci ataupun dicaci maki.


"Agape" mengajarkan kepada kita sebuah ketulusan dalam menjalin hubungan, memberi tanpa pamrih, penuh kelimpahan dan kasih sayang yang tidak didasarkan oleh apapun, hanya men"cinta"i dengan tulus tanpa berharap apapun. Sulit memang, namun "agape" akan membawa berkah dalam hidup ini.....


"Agape" akan mengantarkan kita pada kebahagiaan yang tidak berbatas, karena mampu memberi dengan tulus. Tidak ada dendam, kebencian ataupun sesal dalam memberi. Hidup akan lebih berenergi dan akan menyebarkan kebaikan pada yang lain tanpa mengharap apapun dari yang kita beri.


"Cinta" tidak berbatas adalah "cinta" yang bersifat total dan konstan terhadap siapapun, tanpa terkecuali. "Cinta" Allah yang tidak berbatas barangkali merupakan kenyataan yang paling mendasar; Sedangkan "cinta" yang lain hanyalah pemahaman singkat manusia dan makhluk fana lainnya. Semua agama di dunia telah mengajarkan kepada kita bagaimana cara men"cinta"i dan mengabdikan diri.


"Cinta" yang berada di tingkat tertinggi dan tidak memiliki batasan, tidak pernah menuntut balasan apapun. "Cinta" yang tidak berbatas men"cinta"i dengan cara yang sederhana, atas nama "cinta". Ia tidak peduli dengan apa atau siapa ia men"cinta"i dan tidak mempersoalkan apakah "cinta"nya akan berbalas atau hanya bertepuk sebelah tangan.



"CINTA" SEBAGAI KEKUATAN SUCI.


"Cinta" tidak berbatas dapat dianggap sebagai kekuatan suci karena dapat memberikan jalan yang benar dan bermakna menuju suatu tempat dimana kita mampu melepaskan jubah pertarungan antara diri kita sendiri dan orang lain. Sebuah pertarungan yang seringkali menjadi akar dari segala kekacauan dan penderitaan umat manusia. Hidup ini sebenarnya memiliki keindahan alami yang tidak terbayangkan yang hanya akan bersinar dengan sangat terang saat kita membuang jauh segala pikiran sempit dan prasangka.


Kita barangkali dapat melihat "cinta" dalam perbuatan orang lain saat mereka mengekspresikan energi yang ada dalam diri mereka untuk melayani orang lain. "Cinta" adalah kekuatan tersimpan yang apabila dibiarkan untuk boleh diekspresikan dalam hidup seseorang, maka ia akan dapat merubah disharmoni, menyembuhkan penyakit, merubah kondisi negatif menjadi positif dalam kesatuan yang harmonis. "Cinta" akan selalu membawa dampak positif. ...... Namun jangan mencampuradukkan antara sentimen dan simpati dengan "cinta".


"Cinta"lah yang mendorong kita untuk melakukan segala sesuatu. Aktivitas yang kita lakukan adalah menifestasi dari satu kata ..... "CINTA".


Ketika hati kita dipenuhi oleh "cinta", kita tidak akan bersikap kritis atau mudah tersinggung, namun kita akan menjadi seseorang yang sangat menarik dan menyenangkan.


Dengan "cinta" yang tidak bertepi seseorang dapat masuk ke dalam dimensi kesatuan spiritualitas, keseluruhan dan penuh kedewasaan. "Cinta" yang dewasa dapat menjadi jalan dari pengaruh spiritual yang memecah tembok pemisah antara kita dengan yang lain. Spiritualitas "cinta" yang dewasa dapat menyatukan kita lebih dekat dengan Allah SWT dan dengan mereka yang berada di sekitar kita. Sesungguhnya dunia kita akan menjadi tempat yang lebih baik ketika kekuatan "cinta" menggantikan "cinta" akan kekuatan. Dapat dikatakan bahwa tidak ada kekuatan dalam alam semesta ini yang lebih besar dari pada "cinta", dan tidak ada kegiatan yang lebih penting kecuali men"cinta"i.



MEREALISASIKAN "AGAPE" -- "CINTA" TIDAK BERBATAS.


"Agape" adalah cinta pada sesama, memberi tanpa mengharapkan balasan. Ini adalah "cinta" yang tumbuh ketika kita memberikannya pada orang lain. "Agape" merupakan "cinta" yang tidak egois, memberikan dirinya tanpa mengharapkan balasan apapun.


Jauh lebih penting kita belajar bagaimana memberikan "cinta" dari pada menerimanya. Dunia seisinya bisa saja men"cinta"i kita dan kita masih tetap sedih. Tantangan terbesar bukanlah mendapatkan "cinta" melainkan memberikannya. Dan spirit kita yang diberikan berada di dalamnya.


Meski "cinta" tak berbatas ini mungkin sulit dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, sebenarnya sifatnya sangat sederhana dan biasa, yakni dengan rendah hati membuka diri sekaligus bersikap ramah pada setiap orang dengan tanpa syarat.


Kita sering melihat dengan jelas "cinta" yang tidak berbatas dalam permulaan dan akhir --- Pada kelahiran, kematian dan ketika pertama kali jatuh "cinta". Semua itu adalah waktu kita sedikit di bawah pengaruh pola-pola persepsi yang biasanya dan sudah terkondisikan.


Untuk menjaga hati tetap terbuka bukan berarti kita mengesampingkan semua kehati-hatian.


Ketika kita melakukan "agape", akan menjadi mudah bagi kita untuk men"cinta"i musuh kita, untuk bertoleransi kepada mereka yang menjengkelkan kita, dan untuk menemukan dalam diri setiap orang yang kita temui, sesuatu untuk kita hargai.



PERBEDAAN "CINTA" SUCI DAN "CINTA" MANUSIAWI.


1. "Cinta" suci didasarkan pada kesadaran spiritual akan kesatuan dan keutuhan seluruh umat manusia, sementara itu "cinta" manusiawi sepertinya difokuskan pada kebutuhan dan hasrat individu yang personal.


2. "Cinta" suci menanggapi dengan perasaan, sedangkan "cinta" manusiawi seringkali bergerak dari kekurangan perasaan.


3. "Cinta" suci dapat mengambil inisiatif yang penuh kasih, sedangkan "cinta" manusiawi dapat menjadi agresif ketika menginginkan "cinta" yang lain.


4. "Cinta" suci tidak berbatas dan menghasilkan kesabaran, pemaafan, toleransi, pemberian dan rasa syukur serta do'a; sedangkan "cinta" manusiawi dapat sebaliknya.


5. "Cinta" suci tidak meminta sesuatu dalam berhubungan, tidak mengharap imbalan; sedangkan "cinta" manusiawi kebanyakan sebaliknya.


"Agape" - "cinta" suci menuntut bahwa kita harus memberikan kebebasan kepada prang lain untuk membalas atau tidak membalas terhadap "cinta" kita.


"Cinta" suci dapat menemukan jalan untuk menyesuaikan, menyembuhkan atau memberikan solusi terhadap persoalan-persoalan atau situasi apapun.


Orang yang menjalankan "agape" menjadi lebih baik setiap waktu. Mereka menjadi baik hati, lebih sabar, lebih toleran dan peka.......


Sesungguhnya Allah men"cinta"i kita, melebihi apapun yang pernah kita bayangkan.......


(Sumber: agape "Cinta" Abadi Yang Tak Terbatas--Kekuatan Kreatif Abadi Yang Diberkahi, Oleh Sir John Templeton).


"Cinta" suci.........
"Cinta" abadi.........
Dambaan semua insan......
Untuk menumbuhkan perdamaian.....
Masih adakah dalam kehidupan fana....

0 komentar: