Minggu, 06 September 2009

"A I R = W A T T E R" (AIR MINUM) - AIR HANGAT"

"Usahakanlah minum dengan "air hangat". "Air hangat" dalam tubuh akan membuat tubuh berkeringat."


"Air"
merupakan salah satu kebutuhan manusia yang sangat vital. Seseorang tidak makan selama seminggu, mungkin masih kuat. Akan tetapi apabila tidak minum selama seminggu, mungkin orang tersebut akan pingsan.


"Air"
mempunyai peranan yang sangat penting bagi tubuh manusia, maka dari itu kecukupan "air" dalam tubuh harus dijaga supaya tidak kekurangan.


Tubuh manusia terdiri dari kurang lebih 70 % unsur "air". Dalam tubuh manusia ada yang bergerak bagaikan "air sungai" yang mengalir secara terus menerus siang dan malam. "Air sungai" dapat digunakan untuk mengangkut suatu benda dari hulu ke hilir, demikian juga "air" yang terdapat dalam tubuh manusia berfungsi sebagai pengangkut semua bahan-bahan makanan yang akan dibentuk menjadi sel-sel hidup yang dibutuhkan oleh seluruh organ tubuh, dan mengangkut sel-sel mati untuk dibawa ke tempat pembuangannya. Begitulah tugas "air" sebagai alat angkut yang berjalan sepanjang hari di dalam tubuh manusia itu sendiri.


Fungsi "air" mempunyai peranan yang sangat penting bagi tubuh manusia, maka dari itu kecukupan "air" dalam tubuh harus dijaga supaya tidak kekurangan. Sewaktu "air" bertugas mengangkut zat-zat makanan dari tempat produksi (pencernaan makanan), untuk dikirim ke segala bagian organ-organ tubuh, untuk menjadi sel-sel hidup baru menggantikan sel-sel yang sudah mati, "air" tersebut juga bertugas untuk mengangkut semua kotoran menuju ke pembuangan setelah melalui saringan ginjal. Berarti peran "air" dalam tubuh adalah berfungsi ganda, disamping mengangkut makanan juga mengangkut semua kotoran tubuh ke tempat pembuangannya.


Apabila suatu organ tubuh mulai terganggu, yang paling sering terjadi adalah karena kurang minum "air", maka dengan jalan minum secukupnya, terutama "air" bersih hangat, maka sel-sel yang sudah rusak (mati) pada organ tubuh tersebut akan segera lepas keluar dari tempatnya dan digantikan oleh sel-sel hidup baru melalui zat-zat makanan yang diangkut oleh "air" setiap saat, maka penyakitpun akan cepat sembuh. Bagi orang sakit, minum "air hangat" adalah lebih tepat dan Insya'Allah merupakan suatu obat yang mujarab. Namun bila "air" dalam tubuh semakin berkurang tidak lagi mencukupi, maka penyakitpun akan semakin bertambah parah. Untuk memperoleh "air" bersih dan hangat adalah sangat mudah. Gunakanlah "air minum" yang bersih, jangan dikotori dengan teh atau kopi dan lain-lain, karena hal ini tidak menyehatkan tubuh, dan juga minum-minuman berwarna (pakai bahan pewarna) dan minum-minuman keras harus dujauhkan sama sekali, karena semua itu sangat merusak kesehatan.


Pemakaian "air hangat" untuk diminum adalah jauh lebih baik, dianjurkan untuk tidak menggunakan "air" dingin (dari kulkas) untuk diminum, karena hal ini akan merugikan atau merusak tubuh, karena semua organ tubuh memerlukan kehangatan dalam temperatur tertentu yang diciptakan oleh tubuh itu sendiri, supaya semua organ dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Tetapi apabila harus didinginkan melalui "air" es yang diminum, maka disamping daya kerja organ-organ tubuh berkurang, daya tahan tubuh untuk melawan berbagai penyakit dari dalam maupun dari luar tubuh pun akan menjadi berkurang.


Ketika seseorang minum "air" dingin atau "air" es, panas tubuhnya akan diserap untuk memanaskan "air" dingin di dalam lambung yang membuat sumber tenaga dalam tubuh menjadi semakin berkurang, sehingga penyakit-penyakitpun akan lebih mudah agresif, terutama akan melemahkan kerja pankreas yang menyebabkan timbulnya penyakit diabetes. "Air minum" yang dingin hanya enak di kerongkongan tapi tidak menyehatkan.


Meminum minuman yang terlalu panas juga tidak baik karena akan melemahkan lambung. Janganlah membiasakan diri meminum minuman yang terlalu panas dengan cara meniup-niup terlebih dahulu. Lebih baik dibiarkan dulu panasnya berkurang sampai dapat diminum dengan suhu yang cocok dengan temperatur mulut.


Pemakaian "air minum" yang bersih dan "hangat" sangat penting untuk menjaga kesehatan. "Air" disamping sebagai sumber energi, juga berfungsi sebagai oli untuk melumasi seluruh tubuh, juga mempercepat pembuangan kotoran-kotoran berupa penyakit-penyakit yang harus dikeluarkan dari dalam tubuh secepat mungkin.


"Air" dapat disebut bersih dan layak diminum, harus memenuhi 3 (tiga) syarat utama, yaitu tidak berbau, tidak berwarna dan tidak berasa.


Hidup manusia yang sehat adalah suatu hal yang tak dapat dinilai harganya. Kita harus menyadari bahwa betapa pentingnya mengurus persediaan "air" dalam tubuh kita sendiri demi untuk menjamin keawetan tubuh, kesehatan tubuh dan panjang umur. Namun hal yang sangat penting ini terlalu sering dilalaikan oleh banyak orang, sehingga timbullah berbagai penyakit yang tak terduga sebelumnya, dan semua ini terjadi karena kekurangan "air minum". Oleh sebab itu aturan minum yang tepat setiap hari harus diperhatikan.


"Air minum" yang harus kita konsumsi ke dalam tubuh paling sedikit 2 (dua) liter dalam satu hari. Jumlah ini dapat tercapai kalau kita minum dengan cara teratur, yakni setiap kira-kira 1 (satu) jam minumlah 1 (satu) gelas. Maka "air" dalam tubuh sudah sangat mencukupi untuk melaksanakan tugasnya, sebagai transportasi darah dalam tubuh, untuk mencuci (mengangkat) sel-sel yang sudah mati, dan membawanya ke tempat pembuangan, melalui saringan ginjal, lalu diteruskan ke kantong kemih sebagai penampungan sementara, kemudian dikeluarkan dengan cara buang "air" kecil.


Usahakanlah minum dengan "air hangat". "Air hangat" dalam tubuh akan membuat tubuh berkeringat. Dalam hal berkeringat ini, proses pergantian sel-sel mati dengan sel-sel hidup yang baru akan lebih cepat. Minumlah untuk sehat bukan hanya untuk pengobat dahaga.


Waktu minum yang paling tepat adalah minum kira-kira 1 (satu) jam sebelum atau setelah makan. Jangan minum pada saat makan, karena campuran "air" ludah dengan makanan yang sudah sempurna akan menjadi rusak, sehingga sari-sari makanan tidak akan terserap seluruhnya, banyak yang terbuang percuma karena tidak tercerna.


Apabila cara minum tadi diikuti dengan baik, maka 2 (dua) liter "air" di dalam tubuh dapat keluar masuk setiap hari, ini sudah cukup untuk kebutuhan tubuh setiap hari, termasuk memproduksi "air" liur yang dibutuhkan setiap waktu untuk makan. Dengan demikian kita tidak perlu lagi harus minum pada waktu makan, karena persediaan air (termasuk "air" liur) di dalam tubuh sudah mencukupi sebelum makan.


Kita dianjurkan tidak minum pada waktu makan--- Karena pada saat kita sedang makan, makanan dikunyah sampai lumat sebelum ditelan. Makanan dikunyah tujuannya bukan hanya supaya makanan itu semua menjadi lumat, tapi ada tujuan yang tidak kalah pentingnya, yaitu membuat semua makanan bercampur debgan "air" liur secara sempurna sebelum ditelan. Campuran makanan dengan kelenjar ludah ini adalah sangat penting perannya untuk pencernaan. Jika makanan tidak bercampur sempurna dengan kelenjar liur, maka pencernaan akan banyak yang gagal, banyak sari makanan terbuang percuma karena tidak dapat diserap ke dalam tubuh.


Dalam keadaan terpaksa, karena kita lupa atau karena terlalu sibuk kerja sehingga cara minum yang benar tidak dapat terlaksana dengan baik, hal ini akan memaksanya minum pada waktu makan, karena persediaan "air" untuk "air" liur sudah sangat sedikit. Apabila minum pada saat makan seperti ini harus dilakukan, minumlah 1 (satu) atau 2 (dua) teguk, setelah "air minum" tersebut dikunyah-kunyah terlebih dahulu (jangan langsung ditelan). tujuannya agar "air" yang diminum terlebih dahulu bercampur secara sempurna dengan "air" liur.


Betapa pentingnya "air" liur--- "Air" liur bermanfaat untuk membunuh kuman-kuman yang masuk melalui mulut. Berfungsi pula untuk menetralisir racun-racun dengan dosis kemampuan terbatas.

0 komentar: