Sabtu, 26 September 2009

"D H U H A" (SHALAT DHUHA)"

"Shalat dhuha" adalah ibadah "shalat" yang dianjurkan oleh Allah dan Rasul-Nya. "Shalat" sunnah ini yang dilakukan seorang muslim saat waktu "dhuha".


Waktu "dhuha" tiba saat matahari mulai naik, kira-kira tujuh hasta sejak terbitnya.


Sebuah hadits riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi (sanadnya baik): "Sesungguhnya Allah berfirman : "Hai anak Adam, "shalat"lah engkau empat raka'at pada permulaan hari, niscaya Aku beri kecukupan bagimu sampai akhir hari."


Hadits yang riwayat Muslim, Dari 'Aisyah, Ia berkata : Adalah Rasulullah SAW. "shalat dhuha" empat (raka'at) dan ia tambah sebanyak yang dikehendaki oleh Allah. Maksudnya seberapa yang seseorang suka kerjakan.


Hadits riwayat Tirmidzi, Dari Zaid bin Arqam, bahwasanya Rasulullah SAW, telah bersabda : "Shalat" orang yang banyal bertaubat itu ialah ketika anak-anak onta kepanasan.


Dari terbit matahari hingga gelincirnya ada kira-kira enam jam. Waktu "dhuha " adalah kira-kira dua jam di pertengahan enam jam itu, yaitu kira-kira jam 8 sampai 10 : di waktu anak-anak onta mulai merasa kepanasan matahari.


Hadits riwayat Ibnu Hibban di (kitab) Shahihnya, Dari 'Aisyah, Ia berkata : Rasulullah SAW masuk ke rumah saya lalu ia"shalat dhuha" delapan raka'at.


Catatan :

1. Sunnah "dhuha" itu kira-kira antara jam 8 sampai jam 10 siang.


2. Raka'atnya tidak ditetapkan oleh Rasulullah SAW, tetapi riwayat-riwayat menunjukkan bahwa Rasulullah SAW, mengerjakan "dhuha" empat, delapan atau dua belas raka'at.


3. Riwayat-riwayat tidak menunjukkan bahwa Rasulullah SAW, mengerjakannya dengan tetap.


Do'a setelah" shalat dhuha" adalah sebagai berikut :

ALLAHUMMA INNADH "DHUHA"-A "DHUHA"-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHALIHIN.

Artinya: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu "dhuha" adalah waktu "dhuha"-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran "dhuha"-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang shaleh”.

0 komentar: