Sabtu, 27 Juni 2009

"BERSIH - HiJAU DALAM AL-QUR'AN"

"Bersih" adalah sifat yang sangat disukai oleh Allah SWT. ".... Dan Allah menyukai orang-orang yang "bersih". (Al-Qur'an Surat At Taubah Ayat 108).














Surga disediakan untuk
orang-orang yang "bersih" dari kekafiran dan kemaksiatan, seperti Firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat Thaahaa Ayat 76: "(yaitu) surga Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang "bersih" (dari kekafiran dan kemaksiatan)".











Air surgapun berwarna putih "bersih", sedap rasanya bagi orang-orang yang minum. (Al-Qur'an Surat Ash-Shaaffaat Ayat 46).












Agama Islam adalah agama yang "bersih". "Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang "bersih" (dari syirik). ....." (Al-Qur'an Surat Az-Zumar 3).


















Allah amat menyukai orang yang berpakaian "bersih", seperti perintah-Nya "dan pakaianmu "bersih"kanlah" (Al-Qur'an Surat Al-Muddatsir Ayat 4).


"Sesungguhnya beruntunglah orang yang mem"bersih"kan diri (denganberiman)". (Al-Qur'an Surat Al-A'laa Ayat 14).


"Yang menafkahkan hartanya (di jalan
Allah) untuk mem"bersih"kannya." (Al-Qur'an Surat Al-Lail Ayat 18).






Di dunia ini, Allah juga memberikan rahmat-Nya kepada alam semesta berupa air yang amat "bersih" , seperti Firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Al-Furqaan Ayat 48: "Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan), dan kami turunkan dari langit air yang amat "bersih."


Selain bersih, adalah hijau, yang menjadi icon lingkungan yaitu "hijau" dan "bersih" atau green and clean.


Tidak ada warna yang lebih banyak disebutkan dalam Al-Qur'an melebihi warna "hijau". Allah SWT menggambarkan keadaan penghuni surga dan segala kenikmatan yang melingkupinya dalam suasana yang penuh keceriaan, kebahagiaan, kenikmatan, dan ketenangan jiwa.


Allah SWT berfirman di dalam Surah Ar-Rahman: "Mereka bersandar pada bantal-bantal yang "hijau" dan permadani-permadani yang indah."



"Hijau" dan "bersih", kedua-duanya mer
upakan warna dan sifat yang ada dalam surga seperti ang digambarkan dalam Al-Qur'an Surat Al-Insaan Ayat 21 : "Mereka memakai pakaian sutera halus yang "hijau" dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang "bersih".


Archam (seorang psikiater) berpendapat bahwa pengaruh warna dalam diri manusia sangat mendasar. Hasil dari beberapa percobaan menunjukkan bahwa warna mempengaruhi keberanian dan pertahanan diri seseorang. Warna juga membuat seseorang mampu merasakan panas atau dingin, senang atau susah, bahkan warna dapat mempengaruhi kepribadian seseorang dan pandangannya mengenai kehidupan.


Besarnya pengaruh warna dalam diri manusia membuat beberapa rumah sakit menganjurkan para dokter spesialis untuk mengenakan pakaian dengan warna tertentu yang dapat mempengaruhi kesembuhan. Begitu pula dengan dinding kamar rumah sakit, dicat dengan warna tertentu yang berdampak baik bagi kesembuhan.


Beberapa penelitian menunjukkan bahwa warna kuning dapat mengaktifkan kembali urat-urat saraf dan meningkatkan semangat. Warna ungu cenderung pada suasana kemapanan. Sementara itu, warna biru memberikan rasa dingin pada seseorang. Hal ini berkebalikan dengan warna merah yang memberikan nuansa hangat atau panas. Para ilmuwan sendiri sepakat menyimpulkan bahwa warna "hijau" memberikan nuansa keceriaan, kebahagiaan, dan cinta kehidupan. Karena itu "hijau" menjadi warna dominan di ruang-ruang operasi serta pakaian para dokter dan perawat.


Warna "hijau" memberikan kesegaran bagi penglihatan karena luas pandang warna "hijau" lebih kecil dibandingkan luas pandang pada warna-warna lain. Selain itu, panjang gelombang warna "hijau" ukurannya sedang, tidak sepanjang warna merah atau sependek warna biru.


(Sumber: Ensiklopedi Kemukjizatan Ilmiah dalam Al-Qur'an dan Sunah).

0 komentar: