Selasa, 19 Mei 2009

"PEMBERIAN MAAF LEBIH UTAMA"

"Padamkan api kedengkian di dalam dadamu dengan me"maaf"kan semua yang pernah berbuat salah kepadamu, karena orang yang bersabar dan me"maaf"kan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan."
 


"Maaf"kanlah orang-orang yang salah kepada kita dengan cara yang baik. Perkataan yang baik dan pemberian "maaf" lebih baik dari pada sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima), Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. Allah Maha Pengasih dan Maha Peng"ampun" kepada hamba-Nya yang mau bertobat.


Allah berfirman dalam Surat Al-Baqarah Ayat 263: "Perkataan yang baik dan pemberian "maaf" lebih baik dari sedekah yang diiringi sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima), Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun."




Dalam Surat Al-Imran Ayat 134, dijelaskan: "......., dan orang-orang yang menahan amarahnya dan me"maaf"kan (kesaalahan) orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan."


Surat An-Nisaa' Ayat 149, Allah berfirman: "Jika kamu menyatakan suatu kebaikan atau menyembunyikan atau me"maaf"kan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pe"maaf" lagi Maha Kuasa."


Allah berfirman dalam Surat Al-Maa'idah Ayat 13: "......., maka "maaf"kanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik."


Firman Allah dalam Surat Al-A'raaf Ayat 199: "Jadilah engkau pe"maaf" dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh."


Firman Allah dalam Surat Al-Hijr Ayat 85: "Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar, maka "maaf"kanlah (mereka) dengan cara yang baik."


Surat An-Nuur Ayat 22, menjelaskan: "......., dan hendaklah mereka me"maaf"kan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin supaya Allah meng"ampun"imu? Dan Allah Maha Peng"ampun" lagi Maha Penyayang."


Firman Allah dalam Surat Asy-Syuura Ayat 37, menjelaskan :"dan bagi orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi "maaf".

Surat Asy-Syuura Ayat 40, juga dijelaskan: "......., maka barangsiapa me"maaf"kan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang dzalim."


Dalam Surat Asy-Syuura Ayat 43 juga disampaikan: "Tetapi orang yang bersabar dan me"maaf"kan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan."


Dalam Surat Al-Jaatsiyah Ayat 14, difirmankan: "Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka me"maaf"kan orang-orang yang tiada takut akan hari-hari Allah karena Dia akan membalas sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan."

Surat At-Taghaabu Ayat 14, menjelaskan: "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya diantara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap (mereka), dan jika kamu me"maaf"kan dan tidak memarahi serta meng"ampun"i (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Peng"ampun" Lagi Maha Penyayang."


Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi.....
Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa......
Dalam lautan khilaf ada samudra "maaf"......

Seorang Muslim memiliki toleransi yang sangat besar dan pe"maaf" atas kesalahan dan kekhilafan yang dilakukan oleh orang lain.


Sifat toleran dan pe"maaf" ini merupakan sifat yang disukai orang lain. Mengingat dan menyebut kesalahan dan kekhilafan orang lain hanya akan membuat orang lain tidak senang.

0 komentar: