Senin, 18 Mei 2009

"KIAT KIAT UNTUK SENANTIASA BERSYUKUR".

"Dibalik rasa "bersyukur" akan nikmat Allah yang diberikan kepada kita semua, secara ilmiah akan meningkatkan kesehatan jasmani maupun rokhani pada diri kita."


Jadilah orang yang selalu "bersyukur" ketika senang,
dan bersabar ketika tertimpa musibah.
Allah telah banyak memberi kenikmatan yang tak terhingga kepada umat-Nya.


Alhamdulillah hirobbil 'alamiin.................
Allah memerintahkan kepada kita supaya kita selalu "bersyukur", seperti yang telah difirmankan dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 152 : "Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula kepadamu, dan "bersyukur"lah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku"


Allah Maha Pemurah, karena Allah juga akan memberikan balasan kepada hamba-Nya yang mau "bersyukur", seperti yang dijanjikan oleh Allah dalam Al-Qur'an Surat Ali Imran Ayat 145 : "....... Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang "bersyukur".


Bahkan Allah akan menambah nikmat-Nya kepada Ummat-Nya yang mau "bersyuku
r", seperti janji-Nya dalam Al-Qur'an Surat Ibrahim Ayat 7 : "Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan "Sesungguhnya jika kamu "bersyukur", pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih".


Sesungguhnya, kita dilahirkan di dunia ini, supaya kita bisa menjalankan perintah-Nya, yaitu agar kita menjadi orang yang selalu "bersyukur", hal ini sesuai dengan Firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat An Nahl Ayat 78 : "Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu "bersyukur".


Begitu cintanya Allah kepada orang-orang yang mau "bersyukur" kepada-Nya, sehingga Allah memilih hamba-Nya untuk ditunjukkan ke jalan yang lurus, seperti janji-Nya dalam Al-Qur'an Surat An Nahl Ayat 121 :"(lagi) yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah, Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus".
Subhanallah...... Begitu besar Rahmat-Mu. Hanya orang kafir yang tidak mau men"syukur"i nikmat-Mu. Sungguh pantas kalau adzab Allah sangat pedih bagi orang-orang yang tidak mau "bersyukur" terhadap nikmat Allah. Semoga kita termasuk orang-orang yang pandai "bersyukur" terhadap nikmat-Mu.

Kiat-kiat untuk senantiasa "bersyukur" adalah :

1. Hati, tidak merasa memiliki dan tidak merasa dimiliki. Hal ini amat sulit, karena sudah fitrahnya manusia memiliki kecintaan terhadap materi. Kalau kita sudah pernah merasa memiliki, susah hati ini untuk ikhlas pada saat kita kehilangan orang terdekat maupun materi. Jalan terbaik adalah memohon pertolongan kepada Allah untuk memudahkan hati kita selalu tenang dan ikhlas.


2. Lisan, "bersyukur" dengan lisan terhadap apa yang kita miliki.

3. Berterima kasih atau "bersyukur" terhadap sesama, tidak cukup dengan ucapan "terima kasih", juga senantiasa mengingat kebaikannya sekecil apapun dan berusaha membalasnya dengan kebaikan yang lebih baik. Menghargai orang lain setulusnya, memperlakukan orang lain sebagai orang yang penting serta membuat setiap orang merasa berarti adalah bentuk "syukur" terhadap sesama.


4. Menggunakan nikmat yang ada untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kita dianugerahi nikmat sehat, seyogyanya setiap waktu sehat kita untuk berbuat yang baik dan bermanfaat, tidak menyia-nyiakan, tidak menimbulkan mudharat dan berusaha menjaga kesehatan.


Dibalik rasa "bersyukur" akan nikmat Allah yang diberikan kepada kita semua, secara ilmiah akan
meningkatkan kesehatan jasmani maupun rokhani pada diri kita. Karena orang yang setiap waktu mengumandangkan rasa "bersyukur" dalam setiap tarikan nafasnya, tercermin dalam perilakunya yang mudah memaafkan, saling menyayangi dan menghormati sesama, memiliki semangat hidup, dapat dipastikan akan selalu optimis dalam menatap masa depannya. Maka, dari rasa "bersyukur" itulah Insya'Allah kesuksesan akan dengan mudah dan cepat untuk kita dapatkan. (Sumber : Ahmad Zainuri, SH dalam tulisannya yang berjudul "Siapkah Kita Untuk Mati? Men"syukur"i Hidup Dengan Penuh Ikhlas." Dalam Majalah d'Medivo Edisi 2. Juli 2009).


Dalam "bersyukur" kepada Allah, akan menimbulkan perasaan dalam diri kita :
1. Kita merasa bodoh di hadapan Allah SWT.

2. Kita merasa lemah di hadapan Allah SWT.

3. Kita merasa fakir/miskin di hadapan Allah SWT.


Kita harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, dan selalu "bersyukur", kalau kita ingin selalu mendapat limpahan ilmu, kekuatan dan rezki-Nya.

"Bersyukur" juga dapat meruntuhkan segala penderitaan. Mengapa kita merasa menderita? Itu disebabkan kita tidak pandai "bersyukur". Apapun yang kita terima, kalau kita terima dengan senang hati, maka tidak ada derita dalam hidup ini. Sakit misalnya, kalau kita mengetahui hikmah yang terkandung di dalamnya, kita akan "bersyukur". Demikian juga dengan kemiskinan dan segala sesuatu yang kita anggap sebagai kekurangan, semuanya mengandung hikmah yang sangat besar.

Penderitaan hadir ketika keinginan kita tidak terwujud. Semakin kuat keinginan kita atau semakin kuat ambisi kita mencapai sesuatu dan tidak tercapai, maka semakin membuat kita menderita. Islam mengajarkan kepada umatnya supaya senantiasa menerima dan men"syukur"i apapun yang diberikan oleh Allah karena apabila kita sangat bernafsu dan cenderung meminta lebih tanpa kita sadari terjangkit penyakit visrus kerakusan. Apabila virus rakus menyebar, maka kita akan merasa dengki apabila ada orang lain mendapatkan rezeki yang berlimpah dan ujung-ujungnya kita selalu cemas dan was-was atas setiap hasil yang kita dapatkan tidak akan dapat mencukupi kebutuhan kita.

Allah memerintahkan umat-Nya supaya selalu "bersyukur" seperti yang difirmankan dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 185:

"Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah engkau mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu supaya kamu "bersyukur".

Salah satu ibadah yang mengajarkan supaya kita "bersyukur" adalah puasa. Puasa berarti kita menanamkan rasa "syukur" di dalam hati kita. Bila kita diselubungi dengan rasa "syukur" akan menaungi semua ruang hati kita, sehingga memunculkan kelapangan dan optimisme, maka dengan demikian puasa kita mampu meruntuhkan tembok derita dengan kemampuan untuk senantiasa men"syukur"i apapun yang Allah berikan pada diri kita. Karena itu dalam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan dapat dijadikan sebagai momen untuk meruntuhkan tembok derita yang ada pada diri  kita  dengan "bersyukur". Seseorang dapat menderita sepanjang hidupnya bila dirinya dikuasai oleh rakus, dengki dan cemas, maka lawanlah dengan rasa "syukur". Rasa "syukur" diekspresikan dengan mengucapkan terima kasih dan mengucap Alhamdulillah ketika mendapatkan nikmat. Puncak ekspresi "syukur" yang paling nyata adalah berbagi. Alangkah indahnya dunia ini apabila kita mampu berbagi untuk sesama.



0 komentar: