Jumat, 01 Juli 2011

"MASJID TIBAN TUREN MALANG - NAN MEGAH"

"Pada tanggal 23 April 2011, sekitar pukul 11.30 WIB, rombongan kami sampai di "Masjid Tiban Turen Malang". Bagitu ramainya tempat wisata ini."


Ini bukan mimpi. saya dan rombongan benar-benar disana. Bangunan 10 lantai (tingkat)  yang nyata,10 tingkat yang menakjubkan. Aslinya bernama  Ponpes Bihaaru Bahri 'Asali Fadlaailir Rahmah, dan selayaknya pondokan, pastinya di dalamnya terdapat "masjid".  

Namun..... ini bukan “masjid" agung, ataupun “Masjid Tiban” sebagaimana cerita-cerita yang selama ini tersebar di masyarakat ataupun sebuah surat kabar lokal yang mengada-ada. Bangunan ini murni pondokan. Ini hanya sekedar pondok pesantren (ponpes), tapi arsitektur bangunan inilah yang membuat pondok pesantren ini lain dari pada yang lain.

Menurut guide yang mengantarkan rombongan saya keliling, Ponpes ini dibangun sejak tahun 1978 di areal tanah seluas 4 ha, dan kira-kira baru 1,5 ha dari luas tanah itu yang digunakan untuk bangunan utamanya. Arsitektur bangunannya sangat menawan. Sangat serius. Ini terlihat di setiap detail ornamennya. Banyak orang tidak menyangka, kalau di sebuah desa kecil, yaitu desa Sananrejo, "Turen", Kabupaten "Malang" berdiri sebuah bangunan yang arsitekturnya dapat membuat para pengunjung  terkagum-kagum. 

Arsitektur yang dipakai bukan hasil ilmu dan imajinasi seorang arsitek yang handal dan termashur. Namun merupakan hasil istikharah si pemilik pondok, yaitu KH Ahmad Bahru Mafdlaludin Soleh. “Jadi kita tak tahu kapan pembangunan ponpes ini selesai. Sekarang sudah 10 lantai dibangun, bisa jadi nanti ditambah atau bisa-bisa dikurangi. Semua tergantung istikharah Kyai Ahmad. Kyai Ahmad juga yang ngepaskan amalan-amalan. Mungkin karena itu, di luar sana muncul berita bahwa bangunan ini adalah "Masjid Tiban". Padahal ini bukan "masjid" tapi ponpes, “ tutur salah seorang santri yang bertugas untuk mengantarkan rombongan saya berkeliling gedung yang sangat "megah" ini.

Saya dan rombongan sangat menikmati indahnya keagungan bangunan "megah" yang sangat terkenal dengan nama  "Masjid Tiban" yang begitu "megah" ini. Alhamdulillah..... Saya masih diberi kesempatan untuk menikmati wisata religi yang sangat indah ini. Kita melaksanakan sholat Jama' Dhuhur dan Ashar di kompleks "Masjid Tiban". Setelah sholat, kami menikmati makan siang terlebih dahulu di kompleks wisata ini.  Setelah itu kita masuk untuk berkeliling "Masjid Tiban", yang terdiri dari 10 lantai (tingkat). Semua anggota sangat menikmati wisata religi ini. Kami berkeliling dan sambil menikmati wisata belanja di "Masjid Tiban" ini. Berbagai macam barang dijual di lantai 7,8 dan 9. Ada aksesoris, pakaian, mainan, makanan, minuman dan lain-lain. Rombongan kami sangat menikmati wisata ini.

Di pintu gerbang utama, terdapat dua buah bangunan mirip guci yang sangat besar dan tinggi berwarna oranye dan biru. Keduanya dipakai untuk pos. Di sisi kanan terletak sebuah taman yang dikelilingi pagar seperti taman bergaya Persia atau India. Di lantai dasar, memasuki pintu utama, lewat lorong yang di sisi kiri kanannya penuh ornamen. Ornamen itu mirip batik dipenuhi bentuk daun atau bunga. Di sisi lain juga ada kaligrafi. Di salah satu lantai juga ada beberapa ruang mirip gua, dipenuhi batu-batu yang diterangi lampu. Sementara di sisi kiri-kanannya beberapa akuarium berjajar dipenuhi berbagai ikan hias.

Semakin lama menyusuri bangunan ini semakin banyak  menemukan keindahan. Ada sebuah kolam lengkap dengan perahu yang penuh hiasan yang biasa digunakan untuk acara foto pre-wedding bagi pasangan calon pengantin. Di pinggir pondok juga ada taman margasatwa. Di situ ada beberapa pasang kijang dan beberapa ekor burung cendrawasih.Keindahan lingkungan gedung ini sangat diperhatikan. Hal ini untuk membuat para pengunjung merasa kerasan berada di tempat ini.

Konon ada cerita yang berkembang di masyarakat, mengapa bangunan ini dinamakan "Masjid Tiban". Pada suatu hari ada seorang dermawan yang menyumbangkan bahan material bangunan. Keesokan harinya bahan bangunan itu telah habis tidak tersisa. Ternyata.... Bahan-bahan bangunan tersebut telah dijadikan sebuah bangunan menyerupai sebuah "masjid" yang dikerjakan oleh seluruh santri di pondok ini dalam waktu semalam. Maka tersiarlah keesokan harinya bahwa di lokasi ini ada "Masjid Tiban". Wallahu'alam.......  Dan setelah itu berdatanganlah masyarakat dari berbagai penjuru untuk membuktikan bahwa di tempat ini ada "Masjid Tiban".

Satu lagi, sebagai ciri khas dari "Masjid Tiban" ini adalah dalam penggalian dana untuk pembangunannya, yaitu memiliki 3 (tiga) prinsip, yaitu:
1. Tidak minta-minta.
2. Tidak tamak'
3. Tidak hutang.
Jadi seluruh bahan bangunan dari "Masjid Tiban" ini adalah dari bantuan secara sukarela yang dikelola oleh pengurus Ponpes Bihaaru Bahri 'Asali Fadlaailir Rahmah. 

Berikut ini gambar-gambar yang berhasil saya ambil pada waktu berada di "Masjid Tiban" yang sangat "megah" ini:
 






 


 


 

 
 
 

 
  
 
 
 
 

 

 

 








Sabtu, tepatnya tanggal 2 Juli 2011, saya berkunjung yang kedua kalinya ke Ponpes Bihaaru Bahri 'Asali Fadlaailir Rahmah, yang terkenal dengan nama "Masjid Tiban" itu. Kali ini saya pergi bersama ayah saya dan teman-temannya. Wisata kali ini dengan tujuan untuk meyakinkan bahwa KH Ahmad Bahru Mafdlaludin Soleh (sang pendiri pondok) adalah sebenarnya masih ada hubungan darah keluarga dengan keluarga saya. Ternyata memang benar bahwa beliau adalah anak turun dari Mbah Syeh Husen (yang dimakamkan di Bangkalan) dari istri kedua. Perlu diketahui bahwa Mbah Syeh Husen mempunyai 3 (tiga) orang istri:
1. Istri Pertama, yang anak turunnya berada di Batu Ampar Pamekasan Madura.
2. Istri Kedua, yang anak turunnya antara lain berada di Turen Malang.
3. Istri Ketiga, yang anak turunnya antara lain berada di Singaraja Bali.

Mbah Syeh Husen, merupakan anak pertama dari Pangeran Mertonegoro (dimakamkan di Lumajang). Pangeran Mertonegoro (adik Pangeran Diponegoro) ini mempunyai 3 (tiga) orang anak:
1. Mbah Syeh Husen (dimakamkan di Bangkalan).
2. Mbah Moertodjo (dimakamkan di Blitar).
3. Mbah Dewi Sekardadu (dimakamkan di Sidoarjo).

Alhamdulillah..... Dari Ponpes Bihaaru Bahri 'Asali Fadlaailir Rahmah ini, bisa kami temukan lagi keluarga kami yang selama ini sebenarnya kami cari-cari. Kami tidak menyangka dibalik "Masjid Tiban" yang terkenal ini, kami dapat menemukan keluarga kami yang tercecer. Mudah-mudahan amalan beliau-beliau ini diridhai dan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Dengan adanya "Masjid Tiban" ini beliau dapat memberikan kesenangan/kebanggaan kepada masyarakat, terutama bagi umat Islam. Semoga anak cucu beliau menjadi pejuang-pejuang yang tangguh demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selasa, 28 Juni 2011

"HIDUP SANGAT BERARTI"

"Alam semesta adalah transformasi; "Hidup" kita adalah tergantung bagaimana kita memandangnya."(Marcus Aurelius Antonius).

Bayangkan diri anda di ambang pintu sukses yang tak tertandingi. Ke"hidup"an utuh yang penuh kemuliaan terhampar di hadapan anda. Capailah! Capailah! (Andrew Carnegie).

Visi yang anda muliakan dalam pikiran anda, idealisme yang anda hayati dalam hati anda.... ini akan membangn "hidup" anda. Menjadi inilah anda nantinya. (James Allen).
Di dalam diri kita masing-masing terdapat kuasa "hidup", roh, prinsip, inti, potens yang belum digenapi, yang tidak memberi kita istirahat, kedamaian, hingga dinyatakan. (Peter Nivio Zarlenga).
Prinsip ke"hidup"an adalah bahwa "hidup" ini memberi respons dengan menyesuaikan diri; ke"hidup"an anda akan menjadi seperti yang telah anda putuskan. (Raymond Charles Barker).

Mengatakan 'Ya' artinya bangun dan mengamalkan keyakinan bahwa anda dapat menciptakan makna dan tujuan dalam apapun yang anda alami dalam "hidup" ini. (Susan Jeffers, Ph. D).

Satu-satunya hal yang menghalangi seseorang untuk mendapatkan apa yang diinginkannya dalam "hidup" ini seringkali hanyalah kemauan untuk mencobanya dan iman untuk meyakini bahwa itu mungkin. (Richard M. Devos).

"Hidup" ini bukanlah terdiri terutama dari fakta-fakta dan kejadian-kejadian. "Hidup" ini terdiri terutama dari badai pikiran yang selamanya berkecamuk dalam kepala seseorang. (Mark Twain).

Hanya dengan satu gagasan besar saja, "hidup" anda dapat diubah total. (Earl Nightingale).

"Hidup" bukanlah semata-mata bernafas, melainkan bertindak; memanfaatkan organ-organ tubuh kita, indera kita, kemampuan-kemampuan kita, semua bagian diri kita yang memberikan perasaan eksis kepada kita. (Jean-Jacques Rousseau).

Belajar untuk "hidup" sedemikian rupa sehingga hasilnya membahagiakan anda.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberi anda kegembiraan yang tak disangka-sangka sebelum tiap matahari terbenam dalam "hidup" anda.

Jika anda dapat mengambil hari ini dan mengambil sedikit sinar matahari dan menaburkan ke dalamnya, akan mendapatkan berkah ke"hidup"an yang nyata --- walaupun hanya diri anda sendiri.

Biarkanlah impian anda, bukan penyesalan, yang memerinyah "hidup" anda.

Impian adalah tanda bahwa Tuhan bekerja dalam "hidup" anda. Khususnya jika immian itu untuk membantu orang lain atau melakukan sesuatu yang baik yang tidak dilakukan oleh orang lain.

Aku mencintaimu dalam nafasku, senyumku, air mataku, semua ke"hidup"anku. (Elizabeth Barrett Browning).

Hanya ada satu kebahagiaan dalam ke"hidup"an, untuk mencintai dan dicintai. (George Sand).

Aku mencintainya sehingga bersamanyaaku dapat menanggung semua penderitaan, tanpa dirinya ke"hidup"anku tidak ada artinya. (John Milton).

Tidak ada yang lebih indah dalam ke"hidup"an ini selain dari saat kita merasakan cinta, merasakan gerakan sayapnya yang lmbut. (Henry Wadsworth Longfellow).

Kualitas "hidup" seseorang akan tergantung pada komitmennya untuk meraih kesuksesan, tak peduli dalam bidang apa mereka melakukannya. (Vince Lombardi).

Aku tak bisa membayangkan seseorang yang tidak memberikan segala yang dia miliki dalam permainan "hidup" ini dapat meraih kesuksesan. (Walter Cronkite).

Tak ada hal lain dalam ke"hidup"an seseorang seperti suatu hari yang tidak penting. (Alexander Woollcott).

Tujuan utama kita dalam "hidup" adalah menjadi seseorang yang dapat membuat kita melakukan apa yang mampu dan bisa kita lakukan. (Ralph Waldo Emerson).

Satu jam dalam "hidup", yang dipenuhi oleh berbagai tindakan yang berisiko, sama berartinya dngan satu tahun dengan hanya mengamati tindakan serta sikap yang baik yang dilakukan oleh orang lain, di mana manusia mencari sesuatu melalui keberadaannya, seperti air yang mengalir perlahan di rawa, tanpa penghormatan tanpa pengamatan. (Sir Walter Scott).

Kenikmatan terbesar dalam "hidup" adalah melakukan hal-hal yang orang-orang pikir kita tak mampu melakukannya. (Walter Gagehot).

Hal terpenting dari seseorang adalah apa yang ia percaya akan keberadaannya. Hal ini yang membuatnya menjadi seseorang seperti ia saat ini, hal yang mengatur serta meng"hidup"inya, hal yang membuatnya terus maju dalam menghadapi situasi yang tak menentu, hal yang memberinya ketahanan dan semangat. (Hugh Stevenson Tigner).

Orang-orang yang dapat menghadapi "hidup" adalah mereka yang bangkit dan mencari keadaan seperti yang mereka inginkan, dan jika tidak menemukannya, mereka akan menciptakan keadaan tersebut. (George Bernard Shaw).

Jika kau ingin berhasil dalam "hidup", jadikan keteguhan hati sebagai sahabatmu, pengalaman sebagai penasihatmu yang bijaksana, kewaspadaan sebagai saudara tuamu dan harapan sebagai pelindungmu. (Joseph Addison).

"Hidup"lah dengan berani dan tak kenal rasa takut. Rasakan kenikmatan berada dalam sebuah kompetisi---dengan menunjukkan yang terbaik tang ada dalam dirimu. (Henry Kaiser).

Adalah hal yang lucu tentang "hidup" ini. Jika kau menolak menerima sesuatu, maka kau akan seringkali mengalaminya. (Somerset Mahgham).

Dia yang tak cukup berani mengambil risiko tak akan mencapai apa pun dalam "hidup" ini. (Muhammad Ali).

Sesungguhnya tak ada yang salah dalam "hidup" ini --- yang ada hanyalah pelajaran. (Anonim).

Apakah "hidup" ini akan berkerut atau berkembang akan sangat tergantung pada besarnya semangat seseorang. (Anasis Nin).

Ambillah kesempatan! "Hidup" ini adalah kesempatan. Ia yang melangkah paling jauh adalah seseorang yang mau bertindak dan berani. (Dale Carnegie).

Setiap tindakan yang kita lakukan dalam "hidup" akan menyentuh kawat-kawat yang akan bergetar dalam keabadian. (Edwin Hubbel Chapin).

Adalah perlu untuk selalu mencoba melakukan sesuatu lebih dari yang diharapkan, hal ini harus berlangsung terus dalam "hidup". (Christine, Ratu Swedia).

Kenikmatan tertinggi dalam "hidup" adalah mampu melakukan hal-hal yang kata orang kau tak mampu lakukan. (Anonim).

Kenyataannya adalah bahwa "hidup" ini berat dan memuaskan atau mudah dan tidak memuaskan. (Richard Leider).

Tak ada yang lebih mengagumkan dan menyenangkan dalam "hidup" ini dari pada melihat seseorang yang telah berubah --- tak sekedar berubah, tetapi berubah menjadi lebih baik. (Arthur Gordon).

Apa yang tampak sebagai sebuah kegagalan bisa saja merupakan hal yang nantinya sangat menentukan dalam  membantumu mencapai keberhasilan "hidup". (Srully Blotnick).

Tak ada sesuatu yang bagus dan hebat terjadi dalam "hidup" dan dalam atletik kecuali dengan kerja keras yang disertai usaha. Keberhasilan yang didapat dengan jalan pintas hanya bersifat sementara. (Roger Staubach).

Seseorang memiliki antusiasme selama 30 menit, yang lain selama 30 hari, tetapi orang yang memilikinya selama 30 tahunlah yang akan mencapai kesuksesan dalam "hidup". (Edward B. Butler).

Prestasi tertinggi manusia adalah dapat memanfaatkan kesempatan serta sarana yang ada dalam "hidup" ini. (Vauvenargues).

Orang yang memiliki keteguhan hati akan memulai keberhasilan "hidup" saat orang lain berakhir dalam kegagalan. (Edward Eggleston).

Janganlah "hidup" dalam ketakutan akan apa yang akan terjadi pada masa mendatang. "Hidup"lah dalam antisipasi akan kesempatan baru yang ada dalam masa depan tersebut. (Anonim).

Satu-satunya kenikmatan dalam "hidup" ini adalah memulai sesuatu. (Cesare Pavese).

Lakukanlah lebih dari sekedar ada di dunia ini, "hidup"lah. Lakukanlah lebih dari sekedar menyentuh, rasakan. Lakukanlah lebih dari sekedar melihat, perhatikan. Lakukanlah lebih dari sekedar membaca, serap. Lakukanlah lebih dari sekedar mendengar, simak. Lakukanlah lebih dari sekedar berpikir, pikirkan dengan mendalam. Lakukan lebih dari sekedar bicara, katakan sesuatu. (John H. Rhoades).

Satu dari kompensasi paling indah dalam "hidup" ini adalah bahwa tak ada orang yang secara tulus mendorong orang lain tanpa menolong dirinya sendiri. (Ralph Waldo Emerson).

Setiap panggilan "hidup" itu besar jika dikejar dengan baik. (Oliver Wendell Holmes). 

Sabtu, 25 Juni 2011

"DO'A KHATAM AL-QUR'AN"

"Do'a khatam Al-Qur'an" ini kami ambil dari "Al-Qur'an" Terjemah Indonesia, halaman 1283, Penyusun: Tim Disbintalad (Drs. H.A. Nazri Adlany, Drs. H. Hanafie Tamam, dan Drs. H.A. Faruq Nasution)", yang artinya:


- Ya Allah, Ya Tuhan kami, terimalah bacaan kami, sesungguhnya Engkau-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
- Dan terimalah taubat kami, ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau-lah yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
- Dan tunjukilah aku dan kami, pimpinlah kami menuju kebenaran dan jalan yang lurus dengan berkah "khatam Al-Qur'an" yang agung.
- Dan dengan kehormatan kecintaan dan Rasul-Mu yang mulia.
- Dan ma'afkanlah kesalahan kami wahai Tuhan Yang Maha Pemurah dan ma'afkanlah kekhilafan kami wahai Tuhan Yang Maha Penyayang.
-Dan ampunilah dosa-dosa kami dengan karunia kemurahan-Mu wahai Tuhan yang lebih Pemurah dari sekalian yang pemurah, hai Tuhan yang lebih Penyayang dari sekalian orang yang penyayang.
- Ya Allah hiasilah kami dengan hiasan "khatam Al-Qur'an".
- Dan berilah kami kehormatan dengan kehormatan "khatam Al-Qur'an".
- Dan pakaikanlah kami dengan pakaian "khatam Al-Qur'an".
- Dan masukkanlah kami ke dalam surga bersama "Al-Qur'an".
- Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kamikebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksaan neraka.
- Ya Tuhan kami. sesungguhnya kami mendengar seruan yang menyerukan kepada iman, yaitu: "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", maka kamipun beriman.
- Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbuat baik.
- Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau; dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesunggunya Engkau tidak menyalahi janji.
- Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri-diri kami, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan (tidak) mengasihani kai niscaya kami termsuk orang-orang yang merugi.
- Ya Tuhanku, jadikanlah aku penegak shalat dan dari anak cucuku.
- Ya Tuhan kami, terimalah "do'a"ku; Ya Tuhan kami, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku dan dosa-dosa orang-orang mukmin di hari berdirinya perhitungan (kiamat).
- Ya Tuhan kami, Engkau telah meluaskan rahmat dan ilmu pada setiap sesuatu, maka ampunilah dosa orang-orang yang taubat dan mengikuti jalan-Mu, dan hindarkanlah mereka darti siksaan neraka jahim.
- Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga Aden yang Engkau telah janjikan kepada mereka dan terhadap orang yang baik di antara bapak-bapak mereka dan keturunan mereka; sesungguhnya Engkau-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
- Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan telah mendengar, maka kembalikanlah kami supaya kami berbuat amal saleh; sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.
- Dan bebaskanlah kami dari tiap-tiap bala dunia dan azab akhirat dengan kehormatan "khatam Al-Qur'an".
- Dan berikanlah rahmat kepada seluruh umat Muhammad dengan kehormatan "khatam Al-Qur'an".
- Ya Allah, jadikanlah "Al-Qur'an" itu teman bagi kami di dunia.
- Dan menjadi pelipur lara di dalam kubur.
- Dan menjadi pembela di hari kiamat.
- Dan menjadi cahaya di atas jalan (titian).
- Dan menjadi pengiring menuju surga.
- Dan mnjadi penutup dan dinding dari api neraka.
- Dan menjadi petunjuk jalan dan imam menuju kebajikan seluruhnya.
- Dengan karunia, kemurahan dan kemuliaan-Mu, wahai Tuhan yang lebih pengasih dari sekalian yang pengasih.
- Ya Allah, berilah kami rezki dengan setiap huruf dari "Al-Qur'an" menjadi manis.
- Dan pada tiap-tiap kalimat berupa kemuliaan.
- Dan pada setiap ayat berupa kebahagiaan.
- Dan pada setiap surat berupa keselamatan.
- Dan pada setiap juz berupa balasan.
- Shalawat Allah atas junjungan kami Muhammad dan atas keluarga dan sahabatnya semua.
- Maha suci Tuhanmu, Tuhan yang memiliki kemuliaan dari pada apa yang mereka sifatkan.
- Dan keselamatan atas para Rasul.
- Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
*****

Semoga Allah menerima dan meridhai "do'a" kami dan "do'a"-"do'a" kaum Muslimin yang telah "khatam Al-Qur'an".  

Selasa, 21 Juni 2011

"DAUN DALAM AL-QUR'AN"

"...setelah mereka merasakan (buah) pohon (terlarang) itu tampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan "daun"-"daun" surga..." ("Al-Qur'an", Surat Al-'Araf (7), Ayat 22)."

Keduanya hijau "daun"-"daun"nya. ("Al-Qur'an", Surat Ar-Rahmaan (55), Ayat 64). 

maka Dia menjadikan mereka seperti "daun"-"daun" yang dimakan (ulat). ("Al-Qur'an", Surat Al-Fiil (105), Ayat 5)

Sabtu, 18 Juni 2011

"JAGALAH BUMI INI !"

"Kita tidak mewarisi "bumi" ini dari orang tua kita, tetapi kita meminjamnya dari anak-anak kita.(Pepatah Indian Kuno). Maka dari itu jagalah "bumi" ini demi anak-anak kita kelak."


"Bumi" adalah planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya. Diperkirakan usianya mencapai 4,6 miliar tahun. Jarak antara "Bumi" dengan matahari adalah 149.6 juta kilometer atau 1 AU (Inggris: astronomical unit). "Bumi" mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan magnet yang disebut (magnetosfer) yang melindung permukaan "Bumi" dari angin matahari, sinar ultraviolet dan radiasi dari luar angkasa. Lapisan udara ini menyelimuti "bumi" hingga ketinggian sekitar 700 kilometer. Lapisan udara ini dibagi menjadi Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer dan Eksosfer.

Lapisan ozon, setinggi 50 kilometer, berada di lapisan stratosfer dan mesosfer dan melindungi "bumi" dari sinar ultraungu. Perbedaan suhu permukaan "bumi" adalah antara -70 °C hingga 55 °C bergantung pada iklim setempat. Sehari dibagi menjadi 24 jam dan setahun di "bumi" sama dengan 365,2425 hari. "Bumi" mempunyai massa seberat 59.760 miliar ton, dengan luas permukaan 510 juta kilometer persegi. Berat jenis "Bumi" (sekitar 5.500 kilogram per meter kubik) digunakan sebagai unit perbandingan berat jenis planet yang lain, dengan berat jenis "Bumi" dipatok sebagai 1.

"Bumi" mempunyai diameter sepanjang 12.756 kilometer. Gravitasi "Bumi" diukur sebagai 10 N kg-1 dijadikan unit ukuran gravitasi planet lain, dengan gravitasi "Bumi" dipatok sebagai 1. "Bumi" mempunyai 1 satelit alami yaitu Bulan. 70,8% permukaan "bumi" diliputi air. Udara "Bumi" terdiri dari 78% nitrogen, 21% oksigen dan 1% uap air, karbondioksida dan gas lain.

"Bumi" diperkirakan tersusun atas inti dalam "bumi" yang terdiri dari besi nikel beku setebal 1.370 kilometer dengan suhu 4.500 °C, diselimuti pula oleh inti luar yang bersifat cair setebal 2.100 kilometer, lalu diselimuti pula oleh mantel silika setebal 2.800 kilometer membentuk 83% isi "bumi" dan akhirnya sekali diselimuti oleh kerak "bumi" setebal kurang lebih 85 kilometer.

Kerak "bumi" lebih tipis di dasar laut yaitu sekitar 5 kilometer. Kerak "bumi" terbagi kepada beberapa bagian dan bergerak melalui pergerakan tektonik lempeng (teori Continental Drift) yang menghasilkan gempa "bumi".

Titik tertinggi di permukaan "bumi" adalah gunung Everest setinggi 8.848 meter dan titik terdalam adalah palung Mariana di samudra Pasifik dengan kedalaman 10.924 meter. Danau terdalam adalah Danau Baikal dengan kedalaman 1.637 meter, sedangkan danau terbesar adalah Laut Kaspia dengan luas 394.299 km2. (Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas).

"BUMI" DALAM AL-QUR'AN.

"(Dia-lah) yang menjadikan untuk kamu "bumi" sebagai hamparan dan langit sebagai atap dan Dia menurunkan air hujan dari langit lalu Dia hasilkan dengan (air) itu buah-buahan sebagai rezeki untuk kamu karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, sedangkan kamu mengetahui." (Al-Qur'an, Surat Al-Baqarah, Ayat 22).

"Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di "bumi" untuk kamu dan Dia berkehendak menciptakan langit, lalu disempurnakan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (Al Qur'an, Al-Baqarah(2): 29) 

Jika kita hitung jumlah lapisan yang dinyatakan dalam sumber ilmiah tersebut, kita ketahui bahwa atmosfer tepat terdiri atas tujuh lapis, seperti dinyatakan dalam ayat tersebut.
1. Troposfer
2. Stratosfer
3. Ozonosfer
4. Mesosfer
5. Termosfer
6. Ionosfer
7. Eksosfer

"Bumi" memiliki seluruh sifat yang diperlukan bagi kehidupan. Salah satunya adalah keberadaan atmosfir, yang berfungsi sebagai lapisan pelindung yang melindungi makhluk hidup. Adalah fakta yang kini telah diterima bahwa atmosfir terdiri dari lapisan-lapisan berbeda yang tersusun secara berlapis, satu di atas yang lain. Persis sebagaimana dipaparkan dalam Al Qur’an, atmosfir terdiri dari tujuh lapisan. Ini pastilah salah satu keajaiban Al Qur’an.  (Sumber: Keajaiban Al-Qur'an).

“Dan Dia menancapkan gunung-gunung di "bumi" supaya "bumi" itu tidak mengguncangmu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk.” (Qs. Al-Nahl [16]:15)

“Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami menjalankan gunung-gunung dan kamu akan melihat "bumi" itu datar, serta Kami kumpulkan seluruh manusia dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka.” (Qs. Al-Kahf [18]: 47);

Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung. Maka katakanlah, “Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya.” (Qs. Thaha [20]:105);

“Langit yang tujuh, "bumi", dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (Qs. Al-Isra [17]:44)

“Dan Dia menancapkan gunung-gunung di "bumi" supaya "bumi" itu tidak mengguncangmu.” (Qs. Al-Nahl [16]:15)
 “Dan Kami telah jadikan di "bumi" ini gunung-gunung yang kokoh supaya "bumi" itu (tidak) mengguncang mereka.” (Qs. Al-Anbiya [21]:31)

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan "bumi" itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya?. ….” ( Q.S. Al-Anbiya’ : 30 )

Ayat ini menceritakan tentang gejala Ledakan Besar atau Teori Big Bang. Bayangkan apa yang kita baru ketahui sekarang, Alquran telah mengatakannya 1400 tahun yang lalu.

Alqur’an juga mengatakan dalam Surat Fussilat(41) ayat 11 :

“Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap(dukhon), lalu Dia berkata kepadanya dan kepada "bumi": "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".(Al-Qur'an, Fussilat(41) ; 11)

Perhatikan Surat Az-zumar(39) ayat 5, Allah SWT berfirman :

Dia menciptakan langit dan "bumi" dengan (perbandingan) yang benar; Dia menggulung(melewat-kawwara) malam keatas siang dan menggulung(melewati) siang keatas malam …”.(Al-Qur'an .Surat. Az-Zumar : 5 )

Lebih lanjut Dalam Alqur’an Surat An-Naaziat ayat 30 Allah berfirman :

“Dan sesudah itu "bumi" itu berbentuk telur[dhahaha].” (Al-Qur'an.Surat. An-Naziat : 30 )

Kata Arab “dahaha berasal dari kata “duhya” yang berarti berbentuk telur, dan itu tidak mengacu pada semua telur , itu mengacu secara spesifik adalah “telur burung unta”. Dan sekarang kita ketahui bahwa "Bumi" tidak Bundar seperti Bola tapi "bumi" berbentuk geosferical. Dan jika dianalisa , Telur Burung Unta berbentuk “Geosferikal” yaitu sedikit menyempit dari puncaknya dan menonjol dari pusatnya. Jadi Alquran menggambarkan bentuk tepat dari "bumi" yaitu Geosferical 1400 tahun yang lalu.

"MENGERTI"

"Mengerti" akan orang lain adalah kebijakan, "mengerti" diri sendiri adalah pencerahan." (Lao Tzu).

"PERSAHABATAN - KEPERCAYAAN - KEJUJURAN"

"Tidak akan ada "persahabatan" tanpa "kepercayaan", dan tdak ada "kepercayaan" tanpa ada "kejujuran". Samuel Johnson).

Hatiku akan menjadi kompas yang "jujur", yang selalu mengarah padamu. (Dari kartu ucapan abad 19).

Kelemahan-kelemahan yang diungkapkan dengan "jujur" dan dorongan yang diberikan dengan penuh kasih dapat memperkuat perkawinan.

Cinta adalah "persahabatan" yang dijadikan api. (Jeremy Taylor).

Jangan "percaya" pada tidak pernah.

"Percaya"lah yang terbaik tentang orang lain dan jika anda salah dalam hal ini -- anda hanya membuat kesalahan di sisi kasih.

Tidak ada yang lebih penting dari pada "kepercayaan" diri dan citra diri yang tegas.

Komunikasi adalah melihat ke dalam mata orang seorang dengan tujuan menjalin "persahabatan".

Diriku yang kulihat adalah diriku kelak. Jika aku tidak dapat melihatnya, aku tidak pernah menjadi itu. Hingga aku mem"percaya"inya, aku tidak akan pernah mencapainya !

Lihatlah pada pengalaman dan pendidikan anda dan "percaya"lah bahwa anda apat memperoleh keahlian baru.

Orang yang "percaya" diri berani untuk rendah hati, karena kerendahan hati menuntut agar kita mau mengakui bahwa kita tidak mengetahui semua jawaban dan bahwa beberapa jawaban kita adalah salah.

Lihatlah pada kesalahan dan kelemahan anda dan "percaya"lah bahwa anda akan memperbaiki diri anda sendiri.

Orang yang sukses adalah pemimpi yang "percaya" akan mimpi-mimpinya.

Nun jauh disana, dalam cahaya mentari adalah aspirasiku yang tertinggi. Mungkin aku tak mampu meraihnya tetapi aku bisa memandang dan mengagumi keindahannya, "percaya" dan mencoba mengikuti ke arah mana akan menuju. (Louisa May Alcott).

Aku selalu "percaya" bahwa seseorang yang memiliki sedikit kemampuan, sedikit nyali dan keinginan untuk mengembangkan dirinya, pasti akan meraih keberhasilan. (Willie Shoemaker).

Ia yang "percaya" akan menjadi kuat, sedangkan ia yang ragu akan menjadi lemah. Keyakinan yang kuat akan melahirkan tindakan-tindakan hebat. (J.F. Clarke).

Aku berhasil karena kau "percaya" padaku. (Ulyses S.Grant kepada Abraham Lincoln).

Ada kejeniusan dalam keteguhan hati yang akan mengalahkan semua tantangan, memberikan rasa "percaya" diri, dan mengatasi semua rintangan. Orang "percaya" pada mereka yang memiliki ketetapan hati. Orang tahu bahwa saat mereka melakukan sesuatu, setengah pertempuran telah dimenangkan, karena peran mereka sebenarnya adalah untuk menyelesaikan apa pun yang mereka putuskan untuk lakukan. (Orison Swett Marden).

Satu hal penting untuk mencapai kesuksesan adalah "kepercayaan" diri. Hal penting untuk "kepercayaan" diri adalah persiapan yang mantap. (Arthur Ashe).

Iman adalah mem"percaya"i apa yang tidak anda lihat; Upah untuk iman ini adalah melihat apa yang anda "percaya"i. (Saint Augustine).

Akal anda akan berfungsi selama anda bekerja. Dengan kata lain, bersikaplah seolah-olah anda banyak akal. Jika anda mengikuti cara-cara orang yang "percaya" diri, rang akan menempatkan anda dalam kategori mereka. (David Seabury).

Anda harus "percaya" diri. Dan anda harus menjangkau jauh ke dalam jiwa anda, merasakan bahwa and dapat mengerjakan pekerjaan yang telah anda putuskan untuk anda kerjakan. (Eilliam Castle Devries).

Saya sukses karena anda "percaya" kepada saya. (Ulysses S. Grant).

Tidak ada yang mustahil bagi orang yang "percaya". (Markus 9:23).

Prestasi sempurna tak mungkin dicapai kecualioleh mereka yang berani "percaya" bahwa sesuatu di dalam dirinya lebih unggul dibandingkan dengan keadaan. (Bruce Barton).

Agar sukses, kita harus terlebih dulu "percaya" bahwa kita bisa sukses. (Michael Korda).

Tak ada yang lebih mudah dari pada menipu diri sendiri. Karena. apa yang diharapkan setiap orang, itulah juga yang di"percaya"i sebagai kebenaran. (Demosthenes).

Sudah lama sekali saya sadari bahwa keyakinan yang tidak muncul dari suatu ke"percaya"an kepada emosi bkanlah keyakinan sama sekali. (Evelyn Scott).

Untuk capai kesempurnaan, kita harusnya tidak hanya bertindak, tetapi juga bermimpi. tidak hanya berencana, tetapi juga yakin ("percaya"). (Antole Framce).


MusicPlaylistView Profile