Sabtu, 18 Juni 2011

"PERSAHABATAN - KEPERCAYAAN - KEJUJURAN"

"Tidak akan ada "persahabatan" tanpa "kepercayaan", dan tdak ada "kepercayaan" tanpa ada "kejujuran". Samuel Johnson).

Hatiku akan menjadi kompas yang "jujur", yang selalu mengarah padamu. (Dari kartu ucapan abad 19).

Kelemahan-kelemahan yang diungkapkan dengan "jujur" dan dorongan yang diberikan dengan penuh kasih dapat memperkuat perkawinan.

Cinta adalah "persahabatan" yang dijadikan api. (Jeremy Taylor).

Jangan "percaya" pada tidak pernah.

"Percaya"lah yang terbaik tentang orang lain dan jika anda salah dalam hal ini -- anda hanya membuat kesalahan di sisi kasih.

Tidak ada yang lebih penting dari pada "kepercayaan" diri dan citra diri yang tegas.

Komunikasi adalah melihat ke dalam mata orang seorang dengan tujuan menjalin "persahabatan".

Diriku yang kulihat adalah diriku kelak. Jika aku tidak dapat melihatnya, aku tidak pernah menjadi itu. Hingga aku mem"percaya"inya, aku tidak akan pernah mencapainya !

Lihatlah pada pengalaman dan pendidikan anda dan "percaya"lah bahwa anda apat memperoleh keahlian baru.

Orang yang "percaya" diri berani untuk rendah hati, karena kerendahan hati menuntut agar kita mau mengakui bahwa kita tidak mengetahui semua jawaban dan bahwa beberapa jawaban kita adalah salah.

Lihatlah pada kesalahan dan kelemahan anda dan "percaya"lah bahwa anda akan memperbaiki diri anda sendiri.

Orang yang sukses adalah pemimpi yang "percaya" akan mimpi-mimpinya.

Nun jauh disana, dalam cahaya mentari adalah aspirasiku yang tertinggi. Mungkin aku tak mampu meraihnya tetapi aku bisa memandang dan mengagumi keindahannya, "percaya" dan mencoba mengikuti ke arah mana akan menuju. (Louisa May Alcott).

Aku selalu "percaya" bahwa seseorang yang memiliki sedikit kemampuan, sedikit nyali dan keinginan untuk mengembangkan dirinya, pasti akan meraih keberhasilan. (Willie Shoemaker).

Ia yang "percaya" akan menjadi kuat, sedangkan ia yang ragu akan menjadi lemah. Keyakinan yang kuat akan melahirkan tindakan-tindakan hebat. (J.F. Clarke).

Aku berhasil karena kau "percaya" padaku. (Ulyses S.Grant kepada Abraham Lincoln).

Ada kejeniusan dalam keteguhan hati yang akan mengalahkan semua tantangan, memberikan rasa "percaya" diri, dan mengatasi semua rintangan. Orang "percaya" pada mereka yang memiliki ketetapan hati. Orang tahu bahwa saat mereka melakukan sesuatu, setengah pertempuran telah dimenangkan, karena peran mereka sebenarnya adalah untuk menyelesaikan apa pun yang mereka putuskan untuk lakukan. (Orison Swett Marden).

Satu hal penting untuk mencapai kesuksesan adalah "kepercayaan" diri. Hal penting untuk "kepercayaan" diri adalah persiapan yang mantap. (Arthur Ashe).

Iman adalah mem"percaya"i apa yang tidak anda lihat; Upah untuk iman ini adalah melihat apa yang anda "percaya"i. (Saint Augustine).

Akal anda akan berfungsi selama anda bekerja. Dengan kata lain, bersikaplah seolah-olah anda banyak akal. Jika anda mengikuti cara-cara orang yang "percaya" diri, rang akan menempatkan anda dalam kategori mereka. (David Seabury).

Anda harus "percaya" diri. Dan anda harus menjangkau jauh ke dalam jiwa anda, merasakan bahwa and dapat mengerjakan pekerjaan yang telah anda putuskan untuk anda kerjakan. (Eilliam Castle Devries).

Saya sukses karena anda "percaya" kepada saya. (Ulysses S. Grant).

Tidak ada yang mustahil bagi orang yang "percaya". (Markus 9:23).

Prestasi sempurna tak mungkin dicapai kecualioleh mereka yang berani "percaya" bahwa sesuatu di dalam dirinya lebih unggul dibandingkan dengan keadaan. (Bruce Barton).

Agar sukses, kita harus terlebih dulu "percaya" bahwa kita bisa sukses. (Michael Korda).

Tak ada yang lebih mudah dari pada menipu diri sendiri. Karena. apa yang diharapkan setiap orang, itulah juga yang di"percaya"i sebagai kebenaran. (Demosthenes).

Sudah lama sekali saya sadari bahwa keyakinan yang tidak muncul dari suatu ke"percaya"an kepada emosi bkanlah keyakinan sama sekali. (Evelyn Scott).

Untuk capai kesempurnaan, kita harusnya tidak hanya bertindak, tetapi juga bermimpi. tidak hanya berencana, tetapi juga yakin ("percaya"). (Antole Framce).

0 komentar: