Minggu, 15 Maret 2015

"SUJUD SYUKUR MENURUT ISLAM"

"Sujud syukur" adalah "sujud" yang dilakukan karena mendapat nikmat dari Allah SWT. tetapi harus diingat bahwa "Sujud syukur" hanya sunat hukumnya apabila dilakukan karena mendapat nikmat YANG BESAR dan JARANG2 berlaku saja. 



Contohnya apabila dapat mendirikan rumah tangga atau mendapat pekerjaan. mendapat nilai yang bagus dalam ujian juga merupakan nikmat yang besar dan tidak selalu berlaku (?) 

TETAPI sekiranya nikmat tersebut adalah yang biasa-biasa saja seperti DAPAT MAKAN atau MENDAPAT BELI TOPUP misalnya maka hukum "Sujud syukur" tidaklah sunat tetapi BIDA'AH.

Jika hajat kita telah tercapai, maka hendaklah kita mendzahirkan rasa penghargaan kita terhadap Allah melalui "Sujud syukur". "Sujud syukur" bermaksud "Sujud" yang dilakukan karena men"syukur"i nikmat Allah. "Sujud syukur" ini disunatkan kepada seseorang yang terlepas dari bahaya atau orang yang mendapat nikmat dari Allah SWT.

Abi Bakrah meriwayatkan “bahwa Nabi SAW apabila datang kepadanya sesuatu yang mengembirakan atau khabar suka, baginda terus "Sujud" berterima kasih kepada Allah”.(Riwayat Abu Dawud dan Tarmizi).

Firman Allah SWT:
Dan (ingatlah juga), ketika Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu ber"syukur", pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Quran, surah Ibrahim, 14:7)

SEBAB-SEBAB "SUJUD SYUKUR" DILAKUKAN
 
Secara umumnya "Sujud syukur" itu dilakukan apabila seorang hamba itu mendapat nikmat atau terhindar dari suatu bencana atau mendapatkan kembali sesuatu yang telah hilang atau selamat dari merbahaya.

Dalam hal ini hukum "Sujud syukur" menurut madzhab Syafi'i dan Hanbali adalah sunat, sama ada nikmat yang diperolehi atau bencana yang dialami itu khas bagi dirinya atau bagi semua umat "Islam", seperti kemenangan atas musuh, hilangnya wabah yang merbahaya dan sebagainya. Tetapi terdapat suatu pandangan di kalangan madzhab Hanbali bahawa "Sujud syukur" hanya dilakukan bagi nikmat yang sifatnya umum untuk semua umat "Islam" dan bukan untuk nikmat yang khas.

SYARAT-SYARAT "SUJUD SYUKUR".

Menurut madzhab Syafi’i dan Hanbali disyaratkan sebagaimana hendak melakukan sholat yaitu thaharah, suci dari hadas kecil ataupun besar, menghadap kiblat dan menutup aurat.

KAIFIAT "SUJUD SYUKUR".

Cara pelaksanaanya adalah sebagai berikut:
1) Menghadap kiblat
2) Bertakbir kemudian
"Sujud" sekali dengan membaca doa sebagaimana doa "Sujud" di dalam sholat.
3) Bertakbir sekali lagi untuk bangkit dari
"Sujud", kemudian salam tanpa membaca doa tasyahud.
(untuk salam boleh dilakukan sekali)

HUKUM "SUJUD SYUKUR" PADA WAKTU YANG DILARANG MENGERJAKAN SHOLAT:

Makruh hukumnya mengerjakan "Sujud syukur" pada waktu-waktu yang dilarang mengerjakan sholat sunat seperti selepas sholat Subuh atau selepas sholat Ashar. Meskipun pada ketika itu berlaku sebab-sebab yang membolehkan mengerjakan sholat sunat. Begitu juga tidak dibenarkan mengerjakan "Sujud syukur" ketika mendengar khutbah Ju'mat.

RUKUN "SUJUD SYUKUR".

1) Berniat untuk "Sujud syukur" 
2) Membaca takbiratul ihram ketika hendak "Sujud" 
3) Satu kali "Sujud" 
4) Memberi salam sesudah "Sujud"

Sumber:
1. https://www.facebook.com/.../posts/57298272612383...
3. thelivelovela.blogspot.com/.../cara-cara-sujud-syukur-...

0 komentar: