Sabtu, 14 Maret 2015

"RASA MENGANTUK ADALAH ANUGERAH"

"Rasa mengantuk" yang kadang-kadang dianggap sebagai fenomena biasa, naluri bahkan dianggap remeh itu merupakan rahmat dari Allah kepada hambaNya dan tentu tidak setiap orang Allah kurniakan "Rasa mengantuk" tersebut kecuali mereka yang dikehendakiNya.
 

Kitab suci Al Quran memang sungguh lengkapnya sampai soal "mengantuk" saja dibahas didalamnya, khususnya pada Surat Al Anfaal ayat 11. yang berbunyi:

(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu
"mengantuk" sebagai suatu penentraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan setan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki (mu).

Ulasan tentang firman dia atas menurut Abu Jidan dan Roni Isroni adalah
"mengantuk" itu merupakan salah satu "anugerah" atau kenikmatan dari Allah SWT untuk kita. Lalu Nikmat mana lagi yang akan kalian dustakan? Kata Allah dalam QS Ar Rahman. Tentu hal ini harus kita syukuri begitu banyak kenikmatan yang Allah SWT berikan kepada kita termasuk nikmat "mengantuk" ini. Tapi apakah cara bersyukur kita adalah dengan melampiaskannya untuk selalu tidur melulu? Tentu saja tidak. Pernah terfikir kalau tidur melulu apa tidak sebaiknya mati sekalian? Tidur berkepanjangan tanpa harus bangun-bangun lagi... Nikmaat!!. Pasti pada tidak mau kecuali sudah siap dengan bekalnya.

Jadi bagaimana menyikapi "anugrah mengantuk" ini?

Mari kita lihat sama-sama apa yang terjadi di bulan Ramadhan. Ada beberapa pola yang berubah selama bulan Ramadhan ini sebagai berikut:

1. Pola makan. Pola makan bepindah menjadi lebih kurang di malam hari pada saat berbuka dan pada saat sahur. Belum lagi pada saat berbuka yang terjadi adalah balas dendam segala dimakan sampai betul-betul kekenyangan. Apa akibat yang terjadi? Tentu saja
"mengantuk" dan ingin tidur.

2. Pola tidur. Pola tidur berubah karena malam harus bangun untuk sahur minimal apalagi kalau ditambah Qiyamul Lail untuk menghidupkan malam. Maka jumlah jam tidur menjadi sedikit. Apa akibat yang terjadi? Tentu saja sama "mengantuk" dan ingin tidur.
  
Bagaimanapun dua pola tersebut pola yang memberikan Kenikmatan yang amat sangat baik pola makan maupun pola tidur. Dan biasanya yang berbau Kenikmatan ini adalah selalu terkait dengan apa yang namanya Hawa Nafsu. Maka pada akhirnya tentu saja menjadi terkait dan berhubungan dengan perjuangan kita melawan hawa Nafsu ini terutama di bulan Ramadhan ini sebagai bulan pelatihannya.

Meskipun di dalam sebuah penelitian,
"mengantuk" dapat disebabkan oleh sebuah GEN "NGANTUK", papar Profesor Katsushi Tokunaga dari Departemen Ilmu Genetika Universitas Tokyo. `Gen "ngantuk"` ini ditemukan di antara gen-gen CPT1B dan CHKB, yang keduanya berhubungan dengan kelainan tersebut. CPT1B mengatur enzim yang menyebabkan "kantuk", sedangkan CHKB berhubungan di siklus tidur.

Kita harus dapat melawan "kantuk" ini? Lalu apa kiat untuk melawannya? Ini adalah tips-tipsnya dari Abu Jidan dan Roni Isroni

1. Kita harus belajar mengendalikan makan. Lebih tertib dan teratur. Kalau di bulan Ramadhan pastikan pada saat berbuka bukan sebagai ajang balas dendam. Makanlah secukupnya pada saat berbuka. Bisa juga dilanjutkan makan setelah taraweh. 

2. Sebaiknya tidak merubah pola tidur di bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya. Jika pola tidur terbaik adalah di bulan Ramadhan yaitu dengan mengurangi jumlah jam tidur dan banyak menghidupkan malam. Maka di bulan selain bulan Ramadhan seharusnya sama. 

3. Menanamkan semangat yang tinggi, misalnya dengan selalu mengingat keutamaan-keutamaan Ramadhan terutama dalam menghidupkan malam-malamnya. Pahala yang berlipat ganda. Keridhaan Allah dalam genggaman dan lain-lain.

Sedangkan dari eramuslim, yaitu : berolahraga secara teratur, sering tersenyum, tidur miring ke sebelah kanan, berbekam (hijamah) dan mengatasi penyakit yang diderita, juga dengan berwudhu, serta lakukan suatu aktivitas.

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air. Sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).
 

Sumber:
1. detikislam.blogspot.com/.../mengantuk-adalah-anuger...
2. celetukansegar.blogspot.com/.../enaknya-mengantuk-..
5. laely.widjajati.facebook/NGANTUUUUUUUkkk............
6. laely.widjajati.facebook/TIDUR-DULU-AH..........

0 komentar: