Rabu, 25 Februari 2015

"ADIL ITU BAGAIMANA SIIIIH"

"Adil" terdiri dari dua suku kata, tapi berjuta kesulitan untuk melaksanakannya". 


Bahkan hampir tidak ada manusia yang bisa melaksanakan "Adil" dengan sempurna. Entah kenapa "Adil" sangat sulit dilakukan. Islam sangat menjunjung tinggi ke"Adil"an dalam setiap aspek kehidupan. Ke"Adil"an merupakan ciri atau kunci ajaran Islam. Setiap kaum muslimin memperoleh hak dan kewajiban yang sama. Hak disini dimaknai bahwa setiap muslim akan mendapatkan ke"Adil"an hukum yang sama. Dengan ke"Adil"an, orang akan merasa aman dan nyaman.

Ke
"Adil"an ini tersurat dalam landasan hukum Islam baik Al-Qur'an maupun Hadits. Ke"Adil"an kehidupan sosial, politik, keamanan dan lainnya. Banyak di dalam sendi kehidupan kita harus meletakkan ke"Adil"an seperti pernikahan, perceraian, rujuk, menetapkan putusan dan lain-lain.

Tidak bisa dibayangkan jika didunia ini tanpa ada ke
"Adil"an. Semua manusia akan saling curiga dimana tidak ada orang yang bisa dipercaya. Akhirnya sebuah kekacauan akan terjadi. Peran seorang pemimpin dalam memimpin kepemimpinannya akan diuji apakah pemimpin itu "Adil" atau tidak.

"Adil" adalah dimana semua orang mendapat hak menurut kewajibannya. "Adil" adalah suatu Perbuatan yang mengindahkan ketentuan-ketentuan atau aturan-aturan yang berlaku didalam kehidupan sehari-hari. Kebanyakan kita berpikir bahwa "Adil" itu bisa terjadi apabila terdapat lebih dari satu objek, berulah "Adil" itu bisa terlahir. tapi sebenarnya itu adalah persepsi yang salah. Karena "Adil" tidak membutuhkan lebih dari satu objek untuk melahirkannya.

"Adil" adalah memberikan sesuatu sesuai dengan haknya. Ada pula yang mengatakan, bahwa "Adil" berarti tidak memihak (agak ambigu dengan arti netral kayaknya).Tapi apapun artinya, yang jelas "Adil" punya definisi dan tujuan yang bagus. Hanya saja, untuk bisa menjadi "Adil" itu tidaklah mudah. Karena ukuran masing-masing individu dalam menentukan apakah sesuatu atau seseorang telah diperlakukan secara "Adil" akan menjadi berbeda-beda. Ukuran itulah yang sering kali menjadi hal yang memicu adanya pertentangan tentang ke"Adil"an. Karena ukuran yang digunakan dalam setiap kacamata orang untuk menilai juga berbeda.
 
Kalau kita tidak pandai bersyukur atas segala yang terjadi pada kita, baik itu untuk hal-hal yang sesuai dengan harapan kita maupun tidak maka kita akan selalu terpaku pada hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan kita. Walhasil, kita akan merasa gagal. Ketika perasaan gagal itu ada, biasanya kita akan berusaha mencari-cari apa penyebabnya. Pertama kita akan mencari dalam diri kita sendiri, tapi jika tidak menemukan, maka kita biasanya akan beralih ke orang sekitar kita. Kita akan mencari kambing hitam penyebab kegagalan itu. Alhasil, pikiran kita akan selalu dipenuhi dengan pikiran-pikiran jelek. Prasangka-prasangka buruk. Dan jelas itu akan meracuni pikiran dan hati kita. Kalau pikiran dan hati sudah teracuni, jangan harap hidup akan bisa tenang. Hidup dengan prasangka hanya akan membebani hidup kita.


Jadi , menjadi orang yang pandai bersyukur, sabar dan ikhlas adalah yang bisa kita lakukan jika memang ingin hidup tenang. Segala di dunia ini tidak ada yang 100% "Adil". Pasti akan ada saja yang membuat beda dalam memandang ke"Adil"an. Yang penting kita bisa selalu berusaha untuk bertindak se"Adil"-"Adil"nya, agar diri sendiri dan orang lain tidak menjadi korban kedzaliman kita.

Dan apabila disuatu masa, kita diperlakukan secara "Adil" menurut ukuran pribadi kita. Bersyukur, senang boleh saja. Tapi bertindak dan berpikirlah secara arif juga, karena bisa jadi di balik ke"Adil"an yang kita terima itu, ada pihak lain yang merasa diperlakukan secara tidak "Adil".

Sumber:
1. https://sartikahinata.wordpress.com/.../kewajiban-berla...
2. kouzinet.blogspot.com/2010/03/pengertian-adil.html

0 komentar: