Sabtu, 22 Februari 2014

"MEMBENTAK DAPAT MEMBUNUH SEL OTAK ANAK"

"Tahukan Anda di dalam setiap kepala seorang "anak" terdapat lebih dari 10 trilyun "sel otak" yang siap tumbuh".  

 
Satu bentakan atau makian mampu membunuh lebih dari 1 milyar "sel otak" saat itu juga. Satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar "sel otak" saat itu juga.

Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun
"sel otak" saat itu juga."

Dari beberapa artikel dan penelitian disebutkan bahwa, satu bentakan merusak milyaran "sel"-"sel otak anak" kita. Hasil penelitian Lise Gliot, berkesimpulan pada
"anak" yg masih dalam pertumbuhan "otak"nya yakni pada masa golden age (2-3 tahun pertama kehidupan, red), suara keras dan membentak yang keluar dari orang tua dapat menggugurkan "sel otak" yang sedang tumbuh.

Sedangkan pada saat ibu sedang memberikan belaian lembut sambil menyusui, rangkaian "otak" terbentuk indah.

Penelitian Lise Gliot ini sendiri dilakukan sendiri pada
"anak"nya dengan memasang kabel perekam otak yang dihubungkan dengan sebuah monitor komputer sehingga bisa melihat setiap perubahan yang terjadi dalam perkembangan "otak anak"nya.

“Hasilnya luar biasa, saat menyusui terbentuk rangkaian indah, namun saat ia terkejut dan sedikit bersuara keras pada "anak"nya, rangkaian indah menggelembung seperti balon, lalu pecah berantakan dan terjadi perubahan warna. Ini baru teriakan,” ujarnya.

Dari hasil penelitian ini, jelas pengaruh marah terhadap
"anak" sangat mempengaruhi perkembangan "otak anak". Jika ini dilakukan secara tak terkendali, bukan tidak mungkin akan mengganggu struktur "otak anak" itu sendiri. “Makanya, kita harus berhati-hati dalam memarahi "anak"nya,” Tidak hanya itu, juga mengganggu fungsi organ penting dalam tubuh. Tak hanya "otak", tapi juga hati, jantung dan lainnya.

Teriakan dan bentakan menghasilkan gelombang suara. Ya, hampir semua orang mengetahui itu.


Yang belum banyak diketahui orang banyak adalah, bentakan yang disertai emosi seperti marah menghasilkan suatu gelombang baru.

Emosi negatif seperti marah mempunyai gelombang khusus yang merupakan gelombang yang dipancarkan dari
"otak".

Gelombang ini dapat bergabung dengan gelombang suara orang yang berteriak. Nah, gabungan gelombang suara dan gelombang emosi marah ini menghasilkan gelombang ketiga dengan efek yang khusus.


Efek dari gelombang ketiga ini adalah sifat destruktifnya terhadap "sel"-"sel otak" orang yang dituju. Dalam satu kali bentakan saja, sejumlah "sel"-"sel otak" orang yang dijadikan target akan mengalami kerusakan saat dia terkena gelombang ini, baik bila dia mendengar suaranya atau pun tidak. Hal ini karena gelombang ketiga ini tetap merambat sebagaimana dia gelombang suara tapi langsung ditangkap oleh "otak" sebagaimana gelombang "otak". Efek kerusakan pada "sel"-"sel otak" akan lebih besar pada "anak"-"anak" yang jadi sasaran bentakan ini.

Pada remaja dan orang dewasa mengalami kerusakan yang tidak sebesar
"anak"-"anak" tapi tetap terjadi kerusakan.

Efek jangka panjangnya dapat dilihat pada orang-orang yang sering mengalami bentakan di masa lalu. Mereka lebih banyak melamun serta termasuk lambat dalam memahami sesuatu. Orang-
"anak" ini biasanya mudah meluapkan emosi negatif seperti marah, panik atau sedih.  Mereka biasanya sering mngalami stress hingga depresi dalam hidup, karena kesulitan memahami pola-pola masalah yang mereka hadapi.

Semuanya akibat dari "sel"-
"sel otak"nya yang aktif lebih sedikit dari yang seharusnya. Oleh karena itu, sebagai orang tua, pendidik, ataupun orang yang lebih tua dari 'mereka', sebaiknya memilih sikap yang lebih kreatif dalam menghadapi tingkah "anak" yang mungkin kurang baik. Sering orang tua bukan mencegah, mengarahkan dan membimbing sebelum kesalahan terjadi. Seharusnya orang tua mempertimbangkan tingkat perkembangan kejiwaan "anak", sebelum membuat aturan. Jangan menyamakan "anak" dengan orang dewasa. Orang tua hendaknya menyadari bahwa dunia "anak" jauh berbeda dengan orang dewasa. Jadi, ketika menetapkan apakah perilaku "anak" dinilai salah atau benar, patuh atau melanggar, jangan pernah menggunakan tolok ukur orang dewasa.

Info dari Mailist Rekan Kami, semoga manfaat.
Dapatkan info menarik di www.pendidikankarakter.com

Yuk kita jadi orangtua dan guru yang ramah "anak" dan ramah "otak".

Silakan di share pada yang mau saling belajar dan memahami...dan hidup ini bukan kompotisi.Kita semua adalah Guru dan murid di bumi ini.

Sumber:
1. Komunitas HomeEducation MamaNina's photo....
2. laely.widjajati.photos.facebook/nyantai-dg-"Anak"-Lanang-(02022014)...
3. laely.widjajati.photos.facebook/Tour-(31012014)-at-Seririt,-Singaraja,-Bali.
4. laely.widjajati.photos.facebook/Tour-(31012014)-at-Pantai-Lovina-Bali....

0 komentar: