Sabtu, 26 Oktober 2013

"KEUTAMAAN MEMPUNYAI ANAK PEREMPUAN (WANITA) MENURUT ISLAM"

"Anak" adalah anugerah terindah yang diberikan oleh Sang Pencipta kepada setiap pasangan suami isteri". 



Keberadaan mereka di tengah-tengah kehidupan rumah tangga sangat didambakan. Rumah terasa sepi jika tidak ada "anak" yang bisa diajak bercanda dan bermain. Uang yang dicari dengan susah payah terasa tidak ada artinya. 

Kehadiran "anak" dalam rumah tangga muslim merupakan nikmat yang besar dari Allah Ta’ala. Namun, sebagian orang ada yang lebih mendambakan kehadiran "anak" laki-laki dari pada "anak perempuan"
 
"Anak" laki-laki dianggap lebih mulia dari pada "anak perempuan". Mereka bangga dan bergembira tatakala dikaruniai "anak" laki-laki. Sebaliknya, bagi sebagian orang kehadiran "anak perempuan" merupakan aib dan dianggap bencana. Mereka sedih dan kecewa jika dikaruniai "anak perempuan". Padahal kehadiran "anak perempuan" juga termasuk nikmat dari Allah. Bahkan "Islam" secara khusus menjelaskan tentang "Keutamaan anak perempuan" dan ganjaran bagi orangtua yang memelihara dan mendidik "anak"-"anak perempuan" mereka.

Al Imam Muslim rahimahullah membuat sebuah bab dalam kitab shahihnya dengan judul (باب فَضْلِ الإِحْسَانِ إِلَى الْبَنَاتِ) Keutamaan" Berbuat Baik kepada "Anak"-"anak perempuan". Beliau membawakan tiga hadits sebagai berikut :
Pertama. Hadits dari  ‘Aisyah ra., beliau berkata, 

جَاءَتْنِى امْرَأَةٌ وَمَعَهَا ابْنَتَانِ لَهَا فَسَأَلَتْنِى فَلَمْ تَجِدْ عِنْدِى شَيْئًا غَيْرَ تَمْرَةٍ وَاحِدَةٍ فَأَعْطَيْتُهَا إِيَّاهَا فَأَخَذَتْهَا فَقَسَمَتْهَا بَيْنَ ابْنَتَيْهَا وَلَمْ تَأْكُلْ مِنْهَا شَيْئًا ثُمَّ قَامَتْ فَخَرَجَتْ وَابْنَتَاهَا فَدَخَلَ عَلَىَّ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- فَحَدَّثْتُهُ حَدِيثَهَا فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « مَنِ ابْتُلِىَ مِنَ الْبَنَاتِ بِشَىْءٍ فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ »

Ada seorang "wanita" yang datang menemuiku dengan membawa dua "anak perempuan"nya. Dia meminta-minta kepadaku, namun aku tidak mempunyai apapun kecuali satu buah kurma. Lalu aku berikan sebuah kurma tersebut untuknya. "Wanita" itu menerima kurma tersebut dan membaginya menjadi dua untuk diberikan kepada kedua "anak"nya, sementara dia sendiri tidak ikut memakannya. Kemudian "wanita" itu bangkit dan keluar bersama "anak"nya. Setelah itu Nabi SAW. datang dan aku ceritakan peristiwa tadi kepada beliau, maka Nabi SAW. bersabda, “Barangsiapa yang diuji dengan "anak"-"anak perempuan", kemudian dia berbuat baik kepada mereka, maka "anak"-"anak perempuan" tersebut akan menjadi penghalang dari siksa api neraka” (H.R Muslim 2629)

Kedua. Diriwayatkan juga dari ‘Aisyah ra., beliau berkata,

جَاءَتْنِى مِسْكِينَةٌ تَحْمِلُ ابْنَتَيْنِ لَهَا فَأَطْعَمْتُهَا ثَلاَثَ تَمَرَاتٍ فَأَعْطَتْ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا تَمْرَةً وَرَفَعَتْ إِلَى فِيهَا تَمْرَةً لِتَأْكُلَهَا فَاسْتَطْعَمَتْهَا ابْنَتَاهَا فَشَقَّتِ التَّمْرَةَ الَّتِى كَانَتْ تُرِيدُ أَنْ تَأْكُلَهَا بَيْنَهُمَا فَأَعْجَبَنِى شَأْنُهَا فَذَكَرْتُ الَّذِى صَنَعَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَوْجَبَ لَهَا بِهَا الْجَنَّةَ أَوْ أَعْتَقَهَا بِهَا مِنَ النَّارِ »

Seorang "wanita" miskin datang kepadaku dengan membawa dua "anak perempuan"nya, lalu  aku memberinya tiga buah kurma. Kemudian dia memberi untuk "anak"nya masing-masing satu buah kurma, dan satu kurma hendak dia masukkan ke mulutnya untuk dimakan sendiri. Namun kedua "anak"nya meminta kurma tersebut. Maka si ibu pun membagi dua kurma yang semula hendak dia makan untuk diberikan kepada kedua "anak"nya. Peristiwa itu membuatku takjub sehingga aku ceritakan perbuatan "wanita" tadi kepada Rasulullah SAW. Maka Nabi SAW. bersabda, : Sesungguhnya Allah telah menetapkan baginya surga dan membebaskannya dari neraka” (H.R Muslim 2630)

Ketiga. Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik ra., dia berkata  bahwa Rasulullah SAW. bersabda,

مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ وَضَمَّ أَصَابِعَهُ

“Barangsiapa yang mengayomi dua "anak perempuan" hingga dewasa maka ia akan datang pada hari kiamat bersamaku” (Anas bin Malik berkata : Nabi menggabungkan jari-jari jemari beliau). (HR Muslim 2631)

Masih banyak lagi hadist yang meriwayatkan "keutamaan" mempunyai "anak perempuan", diantaranya sebagai berikut: 

1. Hadist Abu Said al-Khudri r.a. Rasulullah SAW. bersabda "Barangsiapa diantara kalian mempunyai tiga orang "anak" gadis atau tiga orang saudari "perempuan" kemudian berbuat baik kepada mereka, niscaya akan masuk surga" (H.R. Tirmidzi, beliau meragukan sanadnya karena ada rawi lain yang dimasukkan).

2. Dari Uqbah bin Amir r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa diantara kalian mempunyai tiga orang "anak" gadis lalu ia sabar merawatnya, memberi makan, memberi minum dan pakaian dari jerih payahnya, maka mereka akan menjadi pelindung dari api di hari kiamat" (H.R. Abnu Majah). 

3. Dari Abu Harairah r.a. Rasulullah SAW. bersabda ""Barangsiapa diantara kalian mempunyai tiga orang "anak" gadis lalu ia sabar merawatnya dalam keadaan susah dan senang, maka Allah akan memasukkan dia surga berkat kasih sayang orang itu kepada ketiganya", lalu seseorang bertanya:"Bagaimana dengan dua wahai Rasulullah?", beliau menjawab "Demikian juga dengan dua", lalu orang itu bertanya lagi: "Bagaimana dengan satu wahai Rasulullah?" beliau menjawab "Demikian juga dengan satu" (H.R. Ahmad).

4. Dari Anas bin Malik r.a., "Barangsiapa diantara kalian merawat dan mendidik mempunyai dua atau tiga "anak perempuan", saudari "perempuan" hingga mereka meninggal dunia atau dia meninggal dunia, maka aku dan dia (orang tersebut) seperti dua jari ini", beliau menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah" (H.R. Ahmad).

5. Hadist Abu Said al-Khudri r.a. Rasulullah SAW. bersabda "Barangsiapa diantara kalian merawat dan mendidik dua atau tiga orang"anak perempuan"  lalu menikahkannya dan berbuat baik kepada mereka, niscaya akan masuk surga" (H.R. ABu Dawud).

Jadi menurut pandangan "Islam", "anak perempuan" mempunyai kedudukan yang penting dalam kehidupan orang tuanya kelak di akhirat, tanpa mengecilkan arti seorang anak laki-laki. Sebagaimana yang diungkapkan dalam Hadist-hadits di atas. Maha Besar Allah yang memberikan derajat yang tinggi bagi para muslimah. Mungkin ini merupakan “hadiah” bagi kita para orang tua yang mempunyai "anak perempuan", karena Allah tahu bahwa tantangan dan cobaan membesarkan dan mendidik "anak perempuan" itu lebih berat dibandingkan dengan "anak" laki-laki. "Anak perempuan" yang dididik dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan Ajaran "Islam", akan tumbuh menjadi serang "wanita" yang berakhlak mulia dan shalihah, yang kemudian juga akan menghasilkan generasi2 mulia. Aamiin YRA.....
 
Sumber:
1. www.pesantrenvirtual.com/index.php?...keutamaan...a...
2. muslim.or.id/.../ganjaran-memelihara-dan-mendidik-a...
3. inspiring-renianggraini.blogspot.com/.../keutamaan-an...
4. yeni.muly.yana.photos.facebook/keutamaan-anak-perempuan.....
5. muji.kusrini.photos.facebook/mekarsari.....
6. ida.amy.photos.facebook/Buah-n-sayur-menu-malam-nanti..

0 komentar: