Jumat, 13 September 2013

"TANGISAN RASULULLAH SAW. SEPANJANG MALAM"


Pada suatu ketika,
"Rasulullah saw". shalat


"sepanjang malam" sambil


"menangis" hingga tiba


waktu shubuh.


Dalam


shalatnya, beliau membaca ayat dibawah ini:




"Jika Engkau mengadzab


mereka, maka


sesungguhnya mereka itu


adalah hamba-hamba-Mu.


Dan jika Engkau


mengampuni mereka, maka sesungguhnya.


Engkau


Maha Kuasa lagi Maha


Bijaksana."


(Qs. al Maaidah 5: 118)




"Ya Allah,


jika Engkau mengadzab mereka, maka


Engkaulah penentunya,


bahwa mereka adalah


hamba2-Mu, dan Engkaulah


pemiliknya.


Sedangkan pemilik berhak


menghukum hambanya


yang bersalah.


Tetapi jika


Engkau memaafkan


mereka, maka


sesungguhnya Engkau pulalah penentunya.


Engkau pun Maha


Bijaksana, maka


memaafkan mereka juga


sesuai dengan


kebijaksanaan-Mu." (Bayanul Quran)




Subhanallaah...




Sahabatku semua...


Demikianlah jiwa seorang


yang suci yang paling mulia


di antara golongan Jin dan


Manusia.


Karena begitu sayangnya beliau kepada umatnya


sampai beliau "menangis",


"menangis" bukan berarti


beliau belum selamat




<<


kafir>>>




Tapi memikirkan kita semua umatnya.


Suatu ketika seorang


sahabat bertanya kepada


Siti Aisyah r.a.,




"Ceritakanlah kepada kami


tentang amal-amal "Rasulullah


saw". yang aneh."


Siti Aisyah r.a. berkata,


"Tidak ada amal "Rasulullah


saw". yang aneh,


Suatu kali "Rasulullah saw".


datang kepadaku pada


malam hari, lalu beristirahat di tempat tidurku.


Tiba-tiba saja beliau bangun


sambil berkata,


'Biarkanlah aku beribadah


kepada Rabbku.'


Lalu "Rasulullah saw". pun berwudhu dan mendirikan


shalat sambil "menangis".


Terlihat air matanya


berlinang hingga menetes


ke dadanya yang mulia.


Demikian pula dalam ruku dan sujud.


"Sepanjang malam Rasulullah


saw. menangis" hingga


datangnya bilal


mengumandangkan adzan untuk shalat Shubuh.


Aku berkata,


'Wahai "Rasulullah", mengapa


engkau "menangis" padahal


engkau sudah diampuni?'


Jawab "Rasulullah saw".,


'Apakah tidak boleh aku


menjadi hamba yang


bersyukur kepada Allah?'


Selanjutnya beliau bersabda


lagi,


'Wahai Aisyah, bagaimana aku tidak "menangis"


sedangkan ayat-ayat ini diturunkan pada hari ini,


yakni ayat:




". . .(yaitu) orang-orang yang


berdzikir kepada Allah,


sambil berdiri, duduk atau


sambil berbaring. Dan


mereka memikirkan


tentang penciptaan langit dan bumi (lalu berdoa),


'Ya Rabb kami, tidaklah


Engkau menciptakan semua


ini dengan sia-sia. Maha Suci


Engkau, maka peliharalah


kami dari adzab api neraka."


(Qs. Ali Imran 3: 191)




Kemudian beliau bersabda,


'Alangkah celakanya orang


yang membaca ayat-ayat ini


tetapi tidak memikirkan


kandungannya.'"






Diriwayatkan bahwa Imamul A'zham Abu


Hanifah rah.a. pernah


"menangis" seperti ini sambil


membaca ayat berikut:




"Dan berpisahlah kamu


pada hari ini, hai orang-orang yang berdosa."


(Qs. Yaasiin 36: 59)




Ayat ini mengandung


makna bahwa pada hari kiamat orang-orang yang durhaka


diperintahkan untuk berpisah


dari orang-orang yang diberkati


kepada-Nya.


Maka membayangkan peristiwa


yang akan terjadi,


mereka sering "menangis"


karena takut dimasukkan


ke dalam golongan yang ingkar kepada Allah pada hari hisab kelak..




Astaqhfirullaahal 'adziim..






Sahabatku...


Rasa takut kepada Allah


Swt. adalah hiasan yang


paling sempurna dalam Islam.




"Rasulullah saw". bersabda,




"Akar dari kebijaksanaan adalah takut kepada Allah"




"Menangis" itu disebabkan


oleh tujuh hal:




1. Gembira,


2. Gila,


3. Sakit,


4. Terkejut,


5. Riya,


6. Mabuk,


7. Takut kepada Allah Swt.


Dan inilah "tangisan" yang


paling berharga.




"Setetes air mata yang dikeluarkan karena takut


kepada Allah akan


memadamkan api yang


sangat luas."




"Rasulullah saw". bersabda,


"Ada dua jenis tetesan yang


sangat disukai Allah Swt.,


Tetesan air mata karena


takut kepada-Nya dan


tetesan darah karena berjuang dijalan-Nya."




Tujuh golongan manusia


yang akan dilindungi


di bawah naungan Arasy


Ilahi pada hari kiamat.


Salah satunya adalah, Orang yang mengingat


Allah dalam kesunyian,


sehingga menetes air matanya.




Suatu hari beliau. melewati


seorang sahabat yang


sedang membaca al Quran.


Ketika pembaca tadi sampai


pada ayat:




"Maka apabila langit telah


terbelah dan menjadi merah


seperti kulit yang merah."


(Qs. 55: 37)




Maka bulu roma si pembaca


itu berdiri tegak dan dia


"menangis" terisak isak


sambil berkata,


"Aduh, apakah yang akan


terjadi pada diriku apabila langit terbelah (hari kiamat)?


Sungguh malang nasibku.


Nabi saw. berkata


kepadanya,




"Tangisanmu


menyebabkan malaikatpun ikut "menangis" bersamamu."




 
Zurarah bin Aufa r.a.


Suatu


hari sedang shalat di masjid,


dia terjatuh dan meninggal


dunia seketika setelah


membaca ayat berikut:




"Maka apabila ditiup


sangkakala, maka yang


demikian itu adalah suatu


hari yang sulit."


(Qs. 78: 8-9)




Khulaid rah.a. dalam


shalatnya dia membaca ayat


al Quran:




"Setiap jiwa pasti akan merasakan maut."


(Qs. 29: 57)




Dia mengulangi ayat diatas


beberapa kali, tiba-tiba


terdengar seseorang


berkata kepadanya,




"Berapa kali engkau akan


mengulangi ayat ini?


Bacaanmu telah


menyebabkan kematian


empat jin."




KEPADA ALLAH, RABB


SEMESTA ALAM KITA AKAN KEMBALI




Astaqhfirullaahal 'Adziim




Moga kita semua mati,


mampu mengucapkan




[Asyhadu Anlaa ilaaha illallaah wa Asyhadu anna Muhammadur "Rasulullaah"]




Aamiin...


Walhamdulillaahi Rabbil 'Aalamiin


~'Wassalam'~
 
Sumber: 
1. Usman.Gam'z.Facebook/Tangisan-Rasulullah-Sepanjang-Malam..... 
2. Laely.Widjajati.Photos.Facebook/Ayo KONDANGAN-dulu..........Smoga-Jalanx-Gk-Macet..........
3. Laely.Widjajati.Photos.Facebook/LOMBOK.........TOMAT.............
4. Laely.Widjajati.Photos.Facebook/TANAMAN-YG-SANGAT-BERMANFAAT......

0 komentar: