Sabtu, 24 Agustus 2013

"JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN"

"Pernahkah kalian melihat orang yang mem"buang sampah" dengan santainya di jalan? mungkin sebagian besar jawabannya adalah YA".
 

Sekedar mengingatkan, kira-kira apa saja dampak yang timbul akibat tidak terkontrolnya "sampah" yang bertebaran di sekitar kita. Ya, memang betul, "sampah", walau hanya satu bungkus permen saja jika kita biarkan ada di tempat yang tidak seharusnya bisa saja menjadi penyebab bencana banjir. Mungkin saja kita berpikir ‘ Ah, cuma bungkus permen aja, toh juga tak menimbulkan pengaruh apa apa ke lingkungan’ meremehkan sampah" seperti itu jelas jelas merupakan hal yang berbahaya. misalnya, ada 3 orang di suatu tempat, orang pertama mem"buang" plastik es "sembarangan". orang kedua akan berpikir ‘ Dia kok "buang sampah sembarangan"? berarti saya bisa juga kan?’. lalu orang ketiga juga akan demikian.
 
"Sampah" merupakan masalah yang tak pernah terselesaikan hingga saat ini, meskipun beberapa negara maju telah menindak tegas orang-orang yang suka mem"buang sampah sembarangan", namun belum juga membuat para pem"buang sampah sembarangan" menjadi jera, apalagi dengan negara berkembang yang bahkan belum memiliki undang-undang yang jelas mengenai permasalah ini. 
PENGERTIAN "SAMPAH".

Ada banyak jawaban jika kita ditanya "apakah "sampah" itu?".  Menurut rumusan beberapa ahli :"Sampah" adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau "buang"an". (Kamus Istilah Lingkungan, 1994).
"Sampah" adalah sesuatu yang tidak berguna lagi, di"buang" oleh pemilikya atau pemakai semula". (Tandjung, Dr. M.Sc., 1982)
 "Sampah" adalah sumberdaya yang tidak siap pakai". (Radyastuti, W. Prof. , Ir, 1996).
"Sampah" adalah suatu bahan yang ter"buang" atau di"buang" dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis." (Istilah Lingkungan untuk Manajeman, Ecolink, 1996).
JENIS-JENIS "SAMPAH".

Jenis "Sampah" yang ada di sekitar kita cukup beraneka ragam, ada yang berasal dari rumah tangga, "Sampah" industri, "Sampah" dari pasar, "Sampah" rumah sakit, "Sampah" pertanian, perkebunan dan peternakan serta "Sampah" dari institusi/kantor/sekolah dll.

Berdasarkan komposisi/ asalnya "Sampah" dapat digolongkan menjadi 2 (dua) yaitu :


1. "Sampah" organik.

"Sampah" organik adalah "Sampah" yang dihasilkan dari bahan-bahan hayati yang dapat didegradasi oleh mikroba atau bersifat biodegradable. "Sampah" ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. "Sampah" rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Termasuk "Sampah" organik, misalnya "Sampah" dari dapur, sisa-sisa makanan, pembungkus (selain ketas, karet dan plastik), tepung, sayuran, kulit buah, daun dan ranting.

2. "Sampah" Anorganik (non-organik).

"Sampah" anorganik yakni "Sampah" yang dihasilkan dari bahan-bahan non hayati, baik sebagai produk sintetik maupun hasil pengolahan teknologi bahan tambang, hasil olahan bahan hayati dan sebagainya. 
"Sampah" anorganik dibedakan menjadi :
·                     "Sampah" logam dan produk-produk olahanya,
·                     "Sampah" plastik,
·                     "Sampah" kertas,
·                     "Sampah" kaca dan keramik,
·                     "Sampah" deterjen,
·                     dan lain-lain.
Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diurai oleh alam/mikroorganisme (unbiodegradable). Sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang lama. "Sampah" jenis ini pada tingkat rumah tangga misalnya botol plastik, botol gelas, tas plastik dan kaleng.

Berdasarkan sifat fisiknya, "Sampah" digolongkan atas lima kategori, antara lain :

1.  "Sampah"  Basah (Garbage).
Terdiri dari bahan-bahan organik yang mempunyai sifat mudah membusuk (sisa makanan, buah atau sayuran). Sifat utama dari
"Sampah" basah ini banyak mengandung air dan cepat membusuk terutama pada daerah tropis seperti Indonesia.
2.  "Sampah"   Kering (Rubbish).
Tersusun dari bahan organik maupun anorganik yang sifatnya lambat atau tidak mudah membusuk.
"Sampah" kering ini terdiri atas dua golongan:
>>
 Metalic Rubbish - misalnya pipa besi tua, kaleng-kaleng bekas.
>> Non Metalic Rubbish - misalnya kertas, kayu, sisa-sisa kain, kaca, mika, keramik, dan batu-batuan
3.  "Sampah"   Lembut.
Terdiri dari partikel-partikel kecil, ringan dan mempunyai sifat mudah beterbangan, yang dapat membahayakan dan mengganggu pernafasan serta mata.
 
>> Debu, berasal dari penyapuan lantai rumah atau gedung, debu pengrajin kayu, debu pabrik kapur,pabrik semen, pabrik tenun, dan lain-lain.
>> Abu berasal dari sisa pembakaran kayu, abu rokok, abu sekam,
"Sampah" yang terbakar, dan lain-lain.
4. "Sampah"   Besar (Bulky Waste).
Merupakan
"Sampah" yang berukuran besar, misal : bekas furnitur (kursi, meja), peralatan rumah tangga (kulkas, TV), dan lain-lain.
5. "Sampah"   Berbahaya dan Beracun (Hazardous Waste).
Merupakan
"Sampah" yang berbahaya baik terhadap manusia, hewan maupun tanaman, yang terdiri dari:
>> 
"Sampah" patogen, berupa sampah yang berasal dari rumah sakit dan klinik.
>>
"Sampah" beracun, berupa sisa-sisa pestisida, insektisida, kertas bekas pembungkus bahan beracun, baterei bekas, dan lain-lain.
>> 
"Sampah"  radioaktif, berupa sampah bahan-bahan nuklir.
>> 
"Sampah"   ledakan, berupa petasan, mesiu dari sampah perang, dan sebagainya.


DAMPAK NEGATIF "SAMPAH" DALAM BERBAGAI BIDANG

Dampak terhadap Kesehatan
1.  Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari "Sampah" dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum. Penyakit demam berdarah (haemorhagic fever) dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan "Sampah"nya kurang memadai.
2.  Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit).
3. Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita (taenia). Cacing ini sebelumnya masuk ke dalam pencernaaan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/"Sampah".
           4.  "Sampah" beracun.
Telah dilaporkan bahwa di Jepang kira-kira 40.000 orang meninggal akibat mengkonsumsi ikan yang telah terkontaminasi oleh raksa (Hg). Raksa ini berasal dari "Sampah" yang di"buang" ke laut oleh pabrik yang memproduksi baterai dan akumulator.
 
PENGARUH  "SAMPAH"  TERHADAP KESEHATAN  LINGKUNGAN

"Sampah" merupakan salah satu penyebab tidak seimbangnya lingkungan hidup, yang umumnya terdiri dari komposisi sisa makanan, daun – daun, plastik, kain bekas, karet dan lain – lain.
Bila di"buang" dengan cara ditumpuk saja maka akan menimbulkan bau dan gas yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Bila dibakar akan menimbulkan pengotoran udara.
Selain itu tradisi mem"buang sampah" disungai dapat mengakibatkan pendangkalan yang demikian cepat, banjir juga mencemari sumber air permukaan karena pembusukan "sampah"  tersebut.
Jadi pada kenyataannya,
"Sampah" telah mencemari tanah, badan air dan udara dalam kota.
Berdasarkan asalnya
"Sampah" digolongkan dalam dua bagian yakni "Sampah" organik ( "Sampah" basah ) dan "Sampah" an-organik ( "Sampah" kering ).

Selain itu juga
"Sampah" dihasilkan dari beberapa sumber utama antara lain :
1. Rumah tangga;
"Sampah" domestik yang dihasilkan berupa sisa makanan, bahan dan peralatan yang sudah tidak dipakai lagi, bahan pembungkus, kertas, plastik dsb.
2. Tempat perdagangan Seperti pasar, supermarket, toko, warung.
"Sampah" yang dihasilkan berupa bahan dagangan yang rusak, buah, sayur, kertas, plastik, karton dsb.
3. Industri
"Sampah" industri yang dihasilkan tergantung dari macam dan jumlah bahan. Industri sering kali membuang "Sampah" disekitar pabrik, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Tentu saja yang demikian dapat meresahkan penduduk yang bertempat tinggal disekitarnya.

Berdasarkan uraian diatas maka dampak
"Sampah" terhadap kesehatan lingkungan :
1. Dampak Terhadap Kesehatan Pembuangan
"Sampah" yang tidak terkontrol dengan baik merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menimbulkan penyakit.
Potensi bahaya yang ditimbulkan adalah sebagai berikut :
- Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur dengan air minum. Penyakit DBD dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan
"Sampah"nya kurang memadai.
- Penyakit jamur dapat juga menyebar ( misalnya jamur kulit ).
-
"Sampah" beracun; Telah dilaporkan bahwa di Jepang kira – kira 40.000 orang meninggal akibat mengkonsumsi ikan yang telah terkontaminasi oleh raksa ( Hg ). Raksa ini berasal dari "Sampah"  yang dibuang ke laut oleh pabrik yang memproduksi baterai dan akumulator.
2. Dampak Terhadap Lingkungan Cairan terhadap rembesan
"Sampah" yang masuk ke dalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan lenyap dan hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis.
3. Dampak Terhadap Sosial Ekonomi - Pengelolaan
"Sampah" yang kurang baik dapat membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat, bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena "Sampah" bertebaran dimana – mana.
- Memberikan dampak negatif bagi kepariwisataan USAHA PENGENDALIAN "SAMPAH" untuk menangani permasalahan
"Sampah" secara menyeluruh perlu dilakukan alternativ pengolahan yang benar. Teknologi yang paling tepat untuk pemecahan masalah adalah teknologi pemusnahan "Sampah" yang hemat dalam penggunaan lahan dengan cara pembakaran yang terkontrol atau Insinerasi dengan cara memakai Incenerator.

Selain itu juga memakai prinsip reduksi bersih yang diterapkan dalam keseharian misalnya dengan menerapkan prinsip 4 R yaitu ( Reduce, Reuse, Recycle dan Replace ). Dalam keseharian, dan dapat dilakukan oleh siapa saja untuk mengurangi volume
"Sampah" dan mencegah penularan penyakit dapat dilakukan antara lain :
- Belanja jangan boros, perhitungkan keperluan dengan cermat.
- Bawalah keranjang belanja yang dapat dipakai berulang kali sehingga mengurangi
"Sampah" plastik.
- Upayakan daun sebagai pembungkus karena
"Sampah" daun hancur di tanah.
- Jangan masukan
"Sampah" ke dalam got sungai atau laut.
-
"Sampah" dapur dan dedaunan untuk kompos, kertas untuk daur ulang, kaleng untuk pot.  

Sumber:
1. mulyananarezani.blogspot.com/Akibat-Pembuangan-Sampah-Sembarangan.....
2. imaisfree.wordpress.com/buang-sampah-sembarangan/
3. beritasekitar19.blogspot.com/.../dampak-buang-sampa...
4. laely.widjajati.photos.facebook/ALHAMDULILLAH....Sehari-Halal-Bi-Halal-Dua-Kali........
5. laely.widjajati.photos.facebook/Mau-Nyeberang-ke-Pulau-Marina......
6. laely.widjajati.photos.facebook/
ALHAMDULILLAH-atas-kekuatan-yg-telah-ENGKAU ......

0 komentar: