Jumat, 11 Januari 2013

"TANDA PENGENAL MANUSIA PADA SIDIK JARI"

"Setiap orang, termasuk mereka yang terlahir kembar identik, memiliki pola "sidik-jari" yang khas untuk diri mereka masing-masing, dan berbeda satu sama lain". 

 
Dengan kata lain, tanda "pengenal" manusia tertera pada ujung "jari" mereka. Sistem pengkodean ini dapat disamakan dengan sistem kode garis (barcode) sebagaimana yang digunakan saat ini.

Saat dikatakan dalam Al Qur'an bahwa adalah mudah bagi Allah untuk menghidupkan manusia setelah kematiannya, pernyataan tentang "sidik-jari" manusia secara khusus ditekankan:

"Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun (kembali) ujung "jari"-"jari"nya dengan sempurna." (Al Qur'an, 75:3-4)

Penekanan pada "sidik-jari" memiliki makna sangat khusus. Ini dikarenakan "sidik-jari" setiap orang adalah khas bagi dirinya sendiri. Setiap orang yang hidup atau pernah hidup di dunia ini memiliki serangkaian "sidik-jari" yang unik dan berbeda dari orang lain.

Itulah mengapa "sidik-jari" dipakai sebagai kartu identitas yang sangat penting bagi pemiliknya dan digunakan untuk tujuan ini di seluruh penjuru dunia.

Akan tetapi, yang penting adalah bahwa keunikan "sidik-jari" ini baru ditemukan di akhir abad ke-19. Sebelumnya, orang menghargai "sidik-jari" sebagai lengkungan-lengkungan biasa tanpa makna khusus.

Namun dalam Al Qur'an, Allah merujuk kepada "sidik-jari", yang sedikitpun tak menarik perhatian orang waktu itu, dan mengarahkan perhatian kita pada arti penting "sidik-jari", yang baru mampu dipahami di zaman sekarang.
 

Penelitian terus dilakukan dan hasilnya adalah dengan analisa "sidik-jari" anda juga bisa mendapatkan analisa bakat, potensi dan keperibadian anak anda.

Setiap negara yang ada di dunia ini memiliki aturan-aturan tetap kelembagaan, diantaranya sebuah lembaga yang menangani aturan mengenai pengambilan "sidik-jari" bagi setiap orang yang ingin memasuki negara tertentu.

Maksud dari pengambilan "sidik-jari" tersebut adalah untuk mengenal ciri-ciri khusus setiap orang, yang mana ciri-ciri khusus tersebut dimiliki oleh setiap orang dan tidak seorang pun dalam masalah itu yang memiliki kesamaan secara persis dengan orang lain. Salah satu dari kekhususan tersebut adalah garis dan guratan ujung "jari" telunjuk masing-masing orang. Guratan itu menunjukkan gambaran bahwa garis tersebut tidak mengarah kepada "sidik-jari" orang lain.

Pengambilan "sidik-jari", dimulai dengan mewarnai ujung "jari" telunjuk dengan tinta warna hitam kemudian jari tersebut dilengketkan di atas kertas putih sampai "jari" telunjuk tersebut meninggalkan bekas, dan menunjukkan reflexinya di atas kertas. Kemudian gambar tersebut, disimpan dan dijadikan sebagai arsip. "Sidik-jari" setiap orang sangat bernilai dari sekian "sidik-jari" yang dimiliki orang lain dan masing-masing manusia memilki guratan atau garis khusus di ujung "jari" telunjuknya sendiri.

Tak ada seorangpun memiliki "sidik-jari" yang sama meskipun  mereka satu sama lainnya adalah kembar; apakah itu dua pribadi yang sama atau berbeda, apakah itu saudara laki-lakinya atau saudara perempuannya, ataukah dia seorang berkebangsaan Ethopia atau Roma, apakah dia seorang yang berkulit hitam ataukah berkulit putih, ataukah kuning dan merah, dan apakah dia anak-anak atau orang tua.

Orang-orang dahulu juga mempunyai "sidik-jari" yang berbeda-beda, orang-orang yang ada sekarang ini pun demikian, dan orang-orang yang akan datang juga akan demikian halnya. Dari hari pertama manusia menginjakkan kakinya di muka bumi ini dan tiba pada suatu saat manusia akan meninggalkan muka bumi, tak satupun dari dua manusia satu sama lainnya memiliki "sidik-jari" yang sama dan untuk selamanya akan demikian.

Rumus yang telah ditetapkan dalam gambar setiap dari "jari"-"jari" tersebut tidaklah satu macam rumus melainkan menggunakan berbagai macam rumus. Dibutuhkan pakar matematika yang handal dan komputer yang sangat canggih untuk menunjukkan gambar yang sama sekali tidak mengalami pengulangan dalam membedakan setiap "sidik-jari" sehingga tidak terjadi kesalahan. Di antara bermilyard-milyard "sidik-jari" manusia dalam ribuan tahun tidak satu pun orang yang mempunyai "sidik-jari" yang sama dengan "sidik-jari" orang lain.

Qudrat besar bagaimanakah yang mampu menemukan rumus yang rumit ini dari sekian banyaknya "sidik"-"sidik-jari" setelah ribuan tahun berlalu?! Fenomena yang demikian ini, apakah  selamanya dapat tercipta dengan sendirinya? Apakah akal dapat menerima bahwa sebuah materi yang tidak berakal dan tidak berilmu dengan sendirinya dapat melakukan pekerjaan yang dia sendiri tidak mengetahuinya? Itupun juga secara berangsur-angsur dan berulang, sama sekali tidak!

Jika anda mengira-ngira bahwa telunjuk seseorang memiliki jumlah garis sekitar lima puluh garis dan jumlah manusia sekarang ini berkisar satu milyard. Kemudian anda kalikan lima puluh milyard dengan jumlah manusia yang dahulu, maka berapakah hasil dari perkalian yang anda akan capai?

Jika usia manusia sepuluh ribu tahun dan dalam setiap seratus tahunnya kita temukan tiga priode generasi, maka seharusnya dikalikan antara lima puluh milyard dengan tiga ratus, dan hasilnya bisa mencapai lima belas ribu milyard dan jika jumlah janin yang telah gugur dan  anak-anak yang masih menyusu pada ibunya dan anak-anak yang masih belum mencapai pase produksi, kita jumlahkan pase ini dengan jumlah pase yang dahulu kemudian kita jumlahkan secara keseluruhan maka jumlahnya akan mencapai tiga puluh ribu milyard.

Dan jika sekiranya usia manusia yang akan datang sepuluh ribu tahun dan kita tambahkan dengan hasil perkalian "jari"-"jari" mereka, maka hasilnya adalah enam puluh ribu milyard. 

Sistem apakah yang dibutuhkan sehingga mampu mencetak enam puluh ribu milyard gambar yang berbeda-beda?

Terletak dimanakah sistem yang canggih ini? Apakah dia terletak di dalam rahim para ibu? Ataukah di punggung para ayah? Berapakah jumlah arsitek yang dibutuhkan? Dan berapa pula jumlah pekerja yang diinginkan? Dimanakah pertamakali dibuat dan dicetak "sidik-jari" manusia-manusia yang hidup di dunia ini? Dengan rumus dan sistem apakah yang digunakannya? 

Ciri-ciri setiap orang itu adalah sangat banyak bahkan ratusan. Jika kita tinjau jumlah mereka di antara kehidupan manusia-manusia, dan di antara anggota-anggota setiap specis dari  silsilah makhluk hidup, dan juga kita tinjau silsilah tumbuh-tumbuhan, maka seluruh kekuatan komputer dan kemampuan berpikir tidak akan sanggup menghitungnya, apatah lagi untuk  menciptakan mereka semuanya.

Padahal keadaan ini telah ribuan tahun berjalan dan jutaan bahkan milyaran anggota dari setiap specis dalam ribuan specis, tapi tidak sadikitpun terjadi kesalahan dan tidak satupun terdapat kesamaan di antara anggota-anggota masing-masing specis itu. Sedemikian hebatnya sistem penciptaan ini, qudrat yang tak terbatas, ilmu yang luas, dan hikmat yang tak terhingga. Anda dapat menyebut Dia sesuai yang Anda inginkan.

Sekarang, arah perkembangan
"sidik-jari" bukan hanya sebagai pengenal identitas namun juga mulai mengarah ke arah kondisi bakat,potensi dari masing-masing manusia. Setiap manusia adalah unik dan berbeda, begitupun soal potensi dan bakat yang ada padanya. Tiap manusia memiliki " alasan " kenapa dia ada disini di bumi ini sekarang. Anda tahu alasan anda sekarang ? Bisa jadi anda mulai berpikir. Berpikir adalah proses dari stimulus lingkungan anda.
 
Sumber:
1. www.keajaibanalquran.com/biology_10.html
2. fingerprint-madiun.blogspot.com/.../tanda-pengenal-manusia-ada-pada.html
 
3. situsangkakala.blogspot.com
4. laely.widjajati.photos.facebook.com/NARSIS-dulu-sm-MBAKKU...../
5. laely.widjajati.photos.facebook.com/Shared-Isna-Fitria-Agustina-photo/

0 komentar: