Sabtu, 15 Desember 2012

"SOSIOLOGI SASTRA"

 "Sosiologi Sastra" merupakan pendekatan yang bertitik tolak dengan orientasi kepada pengarang".


PENGERTIAN "SOSIOLOGI SASTRA".

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia( 1989: 855 ). "Sosiologi Sastra" merupakan pengetahuan tentang sifat dan perkembangan masyarakat dari atau mengenai "sastra" karya para kritikus dan sejarawan yang terutama mengungkapkan pengarang yang dipengaruhi oleh status lapisan masyarakat tempat ia berasal, ideologi politik dan soaialnya, kondisi ekonimi serta khalayak yang ditujunya.
   
"Sosiologi" merupakan ilmu pengetahuan kemasyarakatan umum yang merupakan hasil terakhir dari pada perkembangan ilmu pengetahuan. "Sosiologi" lahir pada saat-saat terakhir perkembangan ilmu pengetahuan, oleh karena "sosiologi" didasarkan pada kemajuan-kemajuan yang telah dicapai ilmu-ilmu pengetahuan lainnya. Selanjutnya Camte berkata bahwa "sosiologi" dibentuk berdasarkan pengamatan dan tidak pada spekulasi-spekulasi perihal keadaan masyarakat dan hasil- hasil observasi tersebut harus disusun secara sistematis dan motodologis (Suekanto, 1982: 4 ).

"Sastra" dapat dipandang sebagai  suatu gejala sosial. "Sastra" yang ditulis pada suatu kurun waktu tertentu langsung berkaitan dengan norma-norma dan adat istiadat zaman itu. Pengarang mengubah karyanya selaku seorang warga masyarakat pula ( Luxenburg, Bal, dan Willem G. W. terjemahan Dick Hartoko. 1084: 23 ).

HUBUNGAN ANTARA "SASTRA" DENGAN MASYARAKAT.

Lebih lanjut dikatakan bahwa hubungan antara "sastra" dan masyarakat dapat diteliti dengan cara:
  1. Faktor – faktor di luar teks, gejala kontek "sastra", teks itu tidak ditinjau. Penelitian ini menfokuskan pada kedudukan pengarang dalam masyarakat, pembaca, penerbitan dan seterusnya. Faktor-faktor konteks ini dipelajari oleh "Sosiologi Sastra" empiris yang tidak dipelajari, yang tidak menggunakan pendekatan ilmu "sastra".
  2. Hal-hal yang bersangkutan dengan "sastra" diberi aturan dengan jelas, tetapi diteliti dengan metode-metode dari ilmu "sosiologi". Tentu saja ilmu sastra dapat mempergunakan hasil "Sosiologi Sastra", khususnya bila ingin meniti persepsi para pembaca.
  3. Hubungan antara  (aspek-aspek ) teks "sastra" dan susunan masyarakat sejauh mana system masyarakat serta jaringan sosial dan karyanya, melainkan juga menilai pandangan pengarang.
Pendekatan "Sosiologi Sastra" jelas merupakan hubungan antara "sastra" dan masyarakat,  literature is an exspreesion of society, artinya "sastra" adalah ungkapan perasaan masyarakat. Maksudnya masyarakat mau tidak mau harus mencerminkan dan mengespresikan hidup (  Wellek and Werren, 1990: 110 ). 

SASARAN PENELITIAN "SOSIOLOGI SASTRA".

Hubungan yang nyata antara "sastra" dan masyarakat oleh Wellek dan Werren dapat diteliti melalui:
1"Sosiologi" Pengarang.
Menyangkut masalah pengarang sebagai penghasil Karya "sastra". Mempermasalahkan status sosial, ideologi sosial pengarang, dan ketertiban pengarang di luar karya "sastra".

2"Sosiologi" Karya "Sastra".
Menyangkut eksistensi karya itu sendiri, yang memuat isi karya "sastra", tujuan, serta hal-hal lain yang tersirat dalam karya "sastra" itu sendiri, dan yang berkaitan masalah-masalah sosial.

3"Sosiologi" Pembaca.
Mempermasalahkan pembaca dan pengaruh sosial karya tersebut, yakni sejauh mana dampak sosial "sastra" bagi masyarakat pembacanya ( Wellek dan Werren, 1990: 111 ).

Beberapa pengertian dan pendapat di atas menyimpulkan bahwa pendekatan "Sosiologi Sastra" adalah pendekatan terhadap karya sastra dengan tidak meninggalkan segi-segi masyarakat, termasuk latar belakang kehidupan pengarang dan pembaca karya "sastra".
Karya "sastra" kita kenal sebagai karya imajinasi yang lahir bukan atas kekososngan jiwa namun juga atas realitas yang terjadi di sekeliling pengarang. Hal ini tentu tidak lepas dari unsur yang membangun karya "sastra" tersebut yang meliputi unsur intrinsik (unsur yang membangun karya "sastra" dari dalam dan unsur ekstrinsik (unsur yang membangun karya "sastra" dari luar). Salah satu contoh kajian ekstrinsik karya "sastra" adalag konflik sosial yang hal tersebut tercakup dalam kajian "Sosiologi Sastra".

"Sosiologi Sastra" merupakan kajian ilmiah dan objektif mengenai manusia dalam masyarakat , mengenai lembaga dan proses sosial . "Sosiologi" mengkaji struktur sosial dan proses sosial termasuk didalamnya perubahan-perubahan sosial yang mempelajari lembaga sosial. agama, ekonomi, politik dan sebagainya secara bersamaan dan membentuk struktur sosial guna memperoleh gambaran tentang cara­-cara manusia menyesuaikan diri dengan lingkungannya, mekanisme kemasyarakatan dan kebudayaan. "Sastra" sebagaimana "sosiologi" berurusan dengan manusia ; karena keberadaannya dalam masyarakat untuk dinikmati dan dimanfaatkan oleh masyarakat itu sendiri. "Sastra" sebagai lembaga sosial yang menggunakan bahasa sebagai mediumnya karena bahasa merupakan wujud dari ungkapan sosial yang menampilkan gambaran kehidupan.

Menurut Wolf terjemahan Faruk mengatakan, “Sosiologi" kesenian dan kesu"sastra"an merupakan suatu disiplin ilmu yang tanpa bentuk; tidak terdefinisikan dengan baik , terdiri dari sejumlah studi empiris dan berbagai percobaan pada teori yang agak lebih general; yang masing-masing hanya mempunyai kesamaan dalam hal bahwa semuanya berurusan dengan antara seni dan kesu"sastra"an dengan masyarakat (199 : 3).

RAGAM "SOSIOLOGI SASTRA".

Mengenai ragam pendekatan terhadap karya "sastra" kajian "sosiologis" mempunyai tiga klasifikasi (Wellek dan Warren: 1986) (a) "Sosiologi" pengarang (b) "Sosiologi" karya "sastra" (c) "Sosiologi Sastra" dalam "sosiologi" pengarang. Wilayahya mencakup dan memasukkan status sosial,  ideologi sosial dan lain sebagainya menyangkut pengarang, dalam hal ini berhubungan posisi sosial pengarang dalam masyarakat dan hubungannya dengan rnasyarakat "sastra": mengenai "sosiologi" karya "sastra", yaitu mempermasalahkan karya "sastra" itu sendiri dengan kata lain menganalisis struktar karya dalam hubungannya antara karya seni dengan kenyataan dengan tujuan menjelaskan apa yang dilakukan dalam proses membaca dan memahami karya "sastra" "Sosiologi Sastra", wilayah cakupannya dan mempermasalahkan pembaca sebagai penyambut dan penghayat karya "sastra" serta pengaruh sosial karya "sastra" terhadap pembaca atau dengan kata lain memasalahkan tentang pembaca dan pengaruh sosialnya terhadap masyarakat.
 
Penelaahan unsur "sosiologis" karya "sastra" khususnya roman  juga dikaitkan dengan sistem kemasyarakatan karena dalam sistem ini terjadi interaksi sosial yang cenderung menghasilkan suatu kebudayaan .Dimana di dalamnya mengatur cara manusia hidup berkelompok clan berinteraksi dalam jalinan hidup bermasyarakat. Hal ini berpengaruh terhadap kehidupan manusia yang mengalarni berbagai modernisasi. Manusia dalam menjalani kehidupan manusia harus menyadari akan kefanaan hidup itu sendiri.

Sumber:
1. pusatbahasaalazhar.wordpress.com/pesona-puisi/sosiologi-sastra/
2. repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17404/4/Chapter%20II.pdf
3. bocahsastra.wordpress.com/.../pendekatan-sosiologi-sastra-sebagai-alat-analisa-novel/
4. laely-widjajati/facebook.photos/Ayo-jalan2-dulu-biar-sehat/
5. laely-widjajati/facebook.photos/Nyantai-Sejenak/
6. laely-widjajati/facebook.photos/Foto-ini-waktu- lamaran-e-sopo-yoo-???/

0 komentar: