Jumat, 30 November 2012

"SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN"

"Sosiologi" mempunyai dua pengertian dasar, yaitu sebagai "ilmu" dan sebagai metode. 




Sebagai "Ilmu", "Sosiologi" merupakan kumpulan "Pengetahuan" tentang masyarakat dan kebudayaan yang disusun secara sistematis berdasar analisis berpikir logis. Sedang sebagai metode,  "Sosiologi" adalah cara berpikir untuk mengungkapkan realitas sosial yang ada dalam masyarakat dengan prosedur dan teori yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

PENGERTIAN "SOSIOLOGI".

Istilah "Sosiologi" berasal dari kata “socious” (bahasa latin) yang artinya teman atau kawan, dan “logos” (bahasa Yunani) yang artinya "Ilmu Pengetahuan". Secara harfiah "Sosiologi" berarti "Ilmu Pengetahuan" yang mempelajari hubungan antar teman. Yang dimaksud hubungan antar teman meliputi antara orang yang satu dengan orang yang lain, baik yang bersungguh-sungguh teman atau sahabat maupun lawan atau musuh. Pengertian ini diperluas sedikit menjadi “"Sosiologi" adalah "Ilmu Pengetahuan" yang mempelajari interaksi manusia di dalam masyarakat.”

Istilah "Sosiologi" digunakan pertama kali oleh seorang filosof dari Perancis yang bernama Auguste Marie Francois Savier Comte, ini terkenal dengan sebutan Auguste Comte pada tahun (1798 – 1857), dalam bukunya “Course de Philosophie Positive”. Karena jasanya maka Auguste Compte disebut sebagai Bapak "Sosiologi"

Berikut ini definisi "Sosiologi" menurut para ahli :

1. Allan Jhonson.
"Sosiologi" adalah "Ilmu" yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan satu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi sistem itu.

2. Anthony Giddens.
"Sosiologi" merupakan studi tentang kehidupan sosial manusia, kelompok dan masyarakat.

3. Hassan Shadily.
"Sosiologi" adalah "Ilmu" yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat, dan menyelidiki ikatan – ikatan antara manusia yang menguasai kehidupan dengan mencoba mengerti sifat dan maksud hidup bersama, cara terbentuk dan tumbuh, serta berubahnya perserikatan – perserikatan hidup serta kepercayaan dan keyakinan, memberi sifat tersendiri kepada cara hidup bersama dalam tiap persekutuan hidup manusia.

4. Pitirim A. Sorokin.
"Sosiologi" adalah suatu "Ilmu" yang mempelajari :
1)    Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial, misalnya gejala ekonomi dan agama, keluarga dan moral, hukum dan ekonomi, gerak masyarakat dan politik, dan sebagainya.
2)    Hubungan dan saling pengaruh antara gejala – gejala sosial dan gejala – gejala non sosial, misalnya gejala geografis, biologis dan sebagainya, serta
3)    Ciri – ciri umum semua jenis gejala sosial.

5. Mayor Polak.
"Sosiologi" adalah "Ilmu Pengetahuan" yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan, yakni hubungan diantara manusia, manusia dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, baik kelompok formal maupun kelompok material atau kelompok statis maupun kelompok dinamis.

6. Roucek dan Warren.
"Sosiologi" adalah "Ilmu" yang mempelajari hubungan antar manusia dengan kelompok.

LAHIRNYA "SOSIOLOGI".

"Sosiologi" lahir berkaitan dengan terjadinya perubahan sosial masyarakat di Eropa Barat pada masa Revolusi Industri (di Inggris) dan Revolusi Sosial ( di Perancis).

Menurut Auguste Comte (1798 – 1857), istilah "Sosiologi" pertama kali dikemukakan oleh Auguste Comte seorang ahli filsafat Perancis pada tahun 1839, yang kemudian dikenal sebagai Bapak "Sosiologi".

Sumbangannya terhadap "Sosiologi" antara lain sebagai berikut :
1)    "Sosiologi" harus didasarkan pada pengamatan, perbandingan, eksperimen, dan metode historis secara sistematik. Objek yang dikaji harus berupa fakta, onjektif, bermanfaat, serta mengarah pada kepastian dan kecermatan.

2)    Auguste Comte menjelaskan bahwa dalam menjelaskan gejala alam dan gejala sosial, manusia akan melewati tiga jenjang yang dikenal dengan hukum tiga jenjang yaitu :
a)    jenjang teologi
b)    jenjang metafisika dan
c)    jenjang positif

3)    Auguste Comte  mengatakan bahwa "Sosiologi" merupakan ratu "ilmu""ilmu" sosial dan menempati peringkat teratas dalam hierarki "ilmu""ilmu" sosial.

4)    Auguste Comte membagi "Sosiologi" ke dalam dua bagian, yaitu statistika sosial (sosial statics) dan dinamika sosial (sosial dinamics).

"SOSIOLOGI" SEBAGAI "ILMU" (SIFAT HAKIKAT). 

Menurut Soerjono Soekanto, "Ilmu" dapat didefinisikan sebagai kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran (logika). "Pengetahuan" harus bersifat objektif, artinya selalu dapat diperiksa dan diuji secara kritis oleh orang lain. Tidak semua "Pengetahuan" dapat disebut "ilmu". Hanya "Pengetahuan" yang tersusun secara sistematis dan teruji kebenarannya yang dapat disebut sebagai "Ilmu".

"Sosiologi" dapat disebut sebagai "Ilmu" karena sudah memenuhi syarat – syarat tersebut. "Sosiologi"merupakan "Ilmu" yang berdiri sendiri yang objeknya adalah masyarakat.
"Sosiologi" dapat disebut memenuhi syarat sebagai "Ilmu Pengetahuan" karena memiliki sifat – sifat :
  1. "Sosiologi" bersifat empiris, artinya "Sosiologi" didasarkan pada observasi (pengamatan) dan penalaran terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif melainkan objektif;
  2. "Sosiologi" bersifat teoritis, artinya selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil – hasil observasi, merupakan unsur – unsur yang tersusun secara logis serta bertujuan untuk menjelaskan antar hubungan dan sebab akibat sehingga menjadi teori;
  3. "Sosiologi" bersifat kumulatif, artinya teori – teori "Sosiologi" terbentuk atas dasar teori – teori yang sudah ada;
  4. "Sosiologi" bersifat nonetis, artinya yang menjadi inti persoalan dalam "Sosiologi" bukanlah persoalan baik buruknya suatu fakta, melainkan tujuan yang hendak dicapai dengan menjelaskan fakta – fakta tersebut secara analitis.
  5. Ciri-ciri "Sosiologi" sebagai berikut :
    1. "Sosiologi" merupakan "Ilmu" sosial (bukan "Ilmu" alam atau kerohanian)
    2. "Sosiologi" bersifat kategoris (bukan normatif)
    3. "Sosiologi" merupakan "Ilmu" murni (bukan terapan)
    4. "Sosiologi" bersifat abstrak (bukan konkret)
    5. "Sosiologi" bertujuan untuk mendapatkan pola-pola umum terinteraksi.
    6. "Sosiologi" merupakan "Ilmu Pengetahuan" empiris – rasional.
    7. "Sosiologi" merupakan "Ilmu Pengetahuan" yang umum (bukan khusus)
    8. Objek "Sosiologi"
      1. Objek material "Sosiologi" adalah kehidupan sosial, gejala – gejala dan proses  hubungan antar manusia yang mempengaruhi kesatuan hidup manusia itu sendiri.
      2. Objek formal "Sosiologi" lebih ditekankan pada manusia sebagai mahkluk sosial atau masyarakat yaitu hubungan antar manusia serta proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.
    9. Cabang-cabang "Sosiologi"
Menurut Robert K. Merton dan kawan – kawan dalam bukunya Sociology Today Problem and Prospects, cabang-cabang "Sosiologi" terdiri atas :
  1. "Sosiologi" Politik
"Sosiologi" politik adalah suatu cabang "Sosiologi" yang mengkaji hubungan antara gejala – gejala kemasyarakatn dengan politik.
  1. "Sosiologi" Hukum
"Sosiologi" hukum adalah cabang "Sosiologi" yang mempelajari hubungan antara  gejala – gejala kemasyarakatan dengan hukum.
  1. "Sosiologi" Pendidikan
"Sosiologi" pendidikan adalah cabang "Sosiologi" yang mengkaji hubungan gejala – gejala kemasyarakatan dengan pendidikan.
  1. "Sosiologi" Agama
"Sosiologi" agama adalah bagian dari "Ilmu Sosiologi" yang mempelajari hubungan gejala kemasyarakatan dengan agama.
  1. "Sosiologi" Kekeluargaan
"Sosiologi" kekeluargaan adalah cabang "Sosiologi" yang membahas hubungan gejala – gejala kemasyarakatan dengan keluarga.
  1. "Sosiologi" Kesenian
"Sosiologi" kesenian adalah cabang sosiologi yang membahas hubungan gejala – gejala kemasyarakatan dengan seni.
  1. "Sosiologi" Kedokteran
"Sosiologi" kedokteran adalah cabang "Sosiologi" yang membahas hubungan gejala – gejala kemasyarakatan dengan kedokteran.
  1. "Sosiologi Ilmu Pengetahuan".
"Sosiologi Ilmu Pengetahuan" adalah cabang "Sosiologi" yang membahas hubungan gejala – gejala kemasyarakatan dengan "Ilmu  Pengetahuan".
  1. "Sosiologi" Ekonomi
"Sosiologi" ekonomi adalah cabang "Sosiologi" yang membahas hubungan gejala-gejala kemasyarakatan dengan ekonomi.
  1. "Sosiologi" Persengketaan
"Sosiologi" persengketaan adalah cabang "Sosiologi" yang membahas hubungan gejala – gejala kemasyarakatan dengan persengketaan.
  1. Manfaat "Sosiologi"
Manfaat "Sosiologi" antara lain sebagai berikut :
  1. "Sosiologi" dapat membantu kita untuk mengontrol atau mengendalikan setiap tindakan dan perilaku kita dalam kehidupan bermasyarakat.
  2. "Sosiologi" mampu mengkaji status dan peran kita sebagai anggota masyarakat, serta dapat menilai ‘dunia’ atau ‘budaya’ lain yang belum kita ketahui.
  3. Dengan bantuan "Sosiologi" kita akan makin memahami nilai, norma, tradisi, dan keyakinan yang dianut oleh masyarakat lain, serta memanfaatkan perbedaan –perbedaan yang ada tanpa menyebabkan timbulnya konflik diantara anggota masyarakat yang berbeda.
  4. Bagi kita sebagai generasi penerus, mempelajari "Sosiologi"  membuat kita lebih tanggap, kritis, dan rasional dalam menghadapi gejala-gejala sosial masyarakat yang makin kompleks  dewasa ini, serta mampu mengambil sikap dan tindakan yang tepat dan akurat terhadap setiap situasi sosial yang kita hadapi sehari – hari.
  5. Metode – metode "Sosiologi"
Sebagai suatu metode "Sosiologi"menggunakan metode ilmiah dalam mempelajari gejala – gejala alamiah khususnya gejala kemasyarakatan. Teknik dasar dalam metode ilmiah adalah observasi ilmiah atau disebut juga penalaran.
Menurut Paul B. Horton, teknik riset dalam "Sosiologi", antara lain sebagai berikut :
  1. Study Cross – sectional dan longitudinal, yakni suatu pengamatan yang meliputi suatu daerah yang luas dan dalam suatu jangka waktu tertentu. Sedangkan studi longitudinal adalah studi yang berlangsung sepanjang waktu yang menggambarkan suatu kecenderungan atau serangkaian pengamatan sebelum dan sesudahnya.
  2. Eksperimen laboratorium dan eksperimen lapangan. Dalam eksperimen laboratorium, subjek orang dikumpulkan dalam suatu tempat laboratorium kemudian diberi pengalaman sesuai dengan yang diinginkan peneliti, kemudian dicatat dan ditarik kesimpulan.
  3. Penelitian pengamatan, hampir sama dengan eksperimen, tetapi dalam penelitian ini peneliti tidak mempengaruhi terjadinya suatu kejadian.
Menurut Soerjono Soekanto, ada dua jenis metode yang digunakan dalam "Sosiologi", sebagai berikut :
  1. Metode Kualitatif
Metode kualitatif mengutamakan bahan atau hasil pengamatan yang sukar diukur dengan angka. Metode ini meliputi :
1)    Metode historis, yaitu menganalisis peristiwa – peristiwa masa lalu untuk merumuskan prinsip – prinsip umum;
2)    Metode komparatif, yaitu membandingkan antara bermacam – macam – macam masyarakat;
3)    Metode studi kasus, alat-alat yang diperlukan :
a)    wawancara
b)    daftar pertanyaan
c)    pengamatan partisipasi
  1. Metode Kuantitatif
Metode kuantitatif mengutamakan bahan – bahan keterangan dengan angka atau gejala – gejala yang diteliti dapat diukur dengan skala, indeks, tabel, dan formula. Termasuk dalam metode ini adalah metode statistik, dimana gejala – gejala masyarakat sebelum dianalisis dikuantifikasi terlebih dahulu.

KEDUDUKAN "SOSIOLOGI" DI ANTARA "ILMU" LAIN.

Kedudukan "Sosiologi" di Antara "Ilmu" Lain: 

1. "Sosiologi" dengan Politik; "ilmu" politik mempelajari cara memperoleh, mempertahankan, dan menggunakan kekuasaan. Bagi "Sosiologi" kekuasaan salah satu bentuk persaingan. 

2. "Sosiologi" dengan ekonomi; "ilmu" ekonomi berusaha memecahkan masalah bagaimana menaikkan rupiah terhadap dolar. Bagi "Sosiologi", bagaimana melibatkan usaha kecil dan pemberdayaan ekonomi rakyat. 

3. "Sosiologi" dan Sejarah; Sejarah melihat peristiwanya, "Sosiologi" melihat hubungan proses kemasyarakatan yang timbul dari hubungan antar manusia dalam situasi berbeda. 

4. "Sosiologi" dengan Antropologi; Antropologi melihat bagaimana kebudayaan muncul, "Sosiologi" melihat bagaimana manusia perilaku manusia terhadap kebudayaan. 

5. "Sosiologi" dengan "ilmu" pasti; matematika memiliki angka-angka, "Sosiologi" memiliki uji statistik yang berhubungan dengan angka-angka.

Sumber:
1. sosiologi.fisip.uns.ac.id/...sosiologi/.../sosiologi-sebagai-ilmu-pengetahuan/ - Cache
2. www.slideshare.net/.../sosiologi-sebagai-ilmu-13490694 - Cache
3. www.authorstream.com/.../aSGuest139612-1474507-sosiologi-sebagai-ilmu-pengetahuan/ - Cache
4. Laely's facebook Photo /kumpul-keluarga-besar/121115/

0 komentar: