Sabtu, 10 Maret 2012

"Memelihara Diri Dari Sifat Kikir"

"Apakah anda ingin menjadi orang yang tidak "kikir"?  - Tunaikanlah zakat, tampunglah tamu,dan memberilah di saat tertimpa musibah".


Menunaikan zakat hakikatnya mensucikan "diri" dan "memelihara" "diri" dari sifat "kikir" (bakhil) (Al-Qur'an, Surat at-Taubah [9]: 103). Dengan demikian, solidaritas sesama Muslim dapat di"pelihara" dan terus-menerus ditingkatkan. 

 Hal itu sebagaimana dijelaskan juga dalam Hadits Riwayat Ath-Thabrani, bahwa Rasulullah bersabda:

"Ada tiga hal yang jika seseorang melakukannya, ia akan ter"pelihara" dari ke"kikir"an (yaitu): menunaikan zakat, menampung tamu, dan memberi di saat tertimpa musibah".

Mengapa kita perlu "memelihara" "diri" dari sifat "kikir" yang dalam Alquran disebut bakhil?
Allah membenci orang "kikir" (bakhil). “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil ("kikir")dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa kebakhilan (ke"kikir"an) itu baik bagi mereka.

Sebenarnya, kebakhilan (ke"kikir"an) itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan  ("kikir"kan) itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan, kepunyaan Allahlah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan, Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Qur'an Surat Ali Imran [3]: 180).

0 komentar: