Jumat, 09 Maret 2012

"Jabat Tangan Hilangkan Dendam"

"Apakah anda menginginkan tidak ada "dendam" di hati anda? Ber"jabat-tangan"lah dengan saudara anda!"


Hal itu sebagaimana Hadits Riwayat Ibn Adi, yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW. bersabda:
"Ber"jabat-tangan"lah kalian, karena hal itu dapat meng"hilang"kan rasa "dendam" dalam hati kalian."


Jadi ber"jabat-tangan" bukan merupakan perbuatan bid'ah, karena Rasulullah SAW. sendiri menganjurkannya, sebagaimana  hadits berikut:

Dari Anas bin Malik berkata: Kami berkata, “Wahai Rasulullah, apakah hendaknya sebagian kami membungkuk kepada sebagian yang lain?” Beliau menjawab, “Tidak.” Kami bertanya lagi, “Apakah hendaknya sebagian kami memeluk sebagian yang lain?” Beliau menjawab, “Tidak, tetapi saling ber"jabat-tangan"lah kalian.” [Sunan Imam Ibn Majah hadits no.3702 dengan sanad Shahih dari Ali bin Muhammad, dari Waki', dari Jarir bin Hazim, dari Hanzholah bin Abdurrahman as-Sadusi dari Anas bin Malik]

Dijelaskan pula dalam hadits lain:
Dari ‘Atho-i bin Abdullah al-Khurasani berkata: Rasulullah SAW. bersabda, “Ber"jabat-tangan"lah, "dendam" akan "hilang". Berikanlah hadiah satu sama lain, maka kalian akan saling cinta satu sama lain dan permusuhan akan "hilang". [Muwattha' Imam Malik hadits no.1617]

Sabda Nabi, “Ber"jabat-tangan"lah, "dendam" akan "hilang", merupakan anjuran umum yang tidak dibatasi oleh pertemuan. Ber"jabat-tangan" ini dianjurkan ketika bertemu, ketika akan berpisah, ketika selesai shalat, dan keadaan lainnya. Kita juga dianjurkan ber"Jabat-tangan" ketika meminta maaf, berterimakasih, dan lainnya. Itu semua atas dasar keumuman hadits tersebut. Dan keutamaannya adalah meng"hilang"kan "dendam", meng"hilang"kan permusuhan, dan mempererat persaudaraan.

Jika ada seseorang yang baru saja mendapat kebahagian, kita biasa men"jabat-tangan"nya dan berkata, “Selamat!” Dan ini merupakan doa. Dan doa adalah hadiah terbaik dari seorang Muslim kepada Muslim lainnya.

Referensi:
1. Amalan-Amalan Berbuah Surga. Oleh: Ibnu Ahmad 'Alimi.
2. sunnahrasul.com/2011/06/15/ii-15-bersalaman-bidah/

0 komentar: