Minggu, 19 Februari 2012

"Infaq dan Sedekah Sebagai Kunci Pembuka Gembok Rezeki"

"Infaq" berasal dari kata anfaqa yang berarti ’mengeluarkan sesuatu (harta) untuk kepentingan sesuatu." 


Termasuk ke dalam pengertian ini, "infaq" yang dikeluarkan orang-orang kafir untuk kepentingan agamanya (lihat QS Al-Anfal:36). Sedangkan menurut terminologi syariat, "infaq" berarti mengeluarkan sebagian dari harta atau pendapatan/penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan ajaran Islam. 

"Sedekah" berasal dari kata shadaqa yang berarti ’benar’. Orang yang suka ber"sedekah" adalah orang yang benar pengakuan imannya. Menurut terminologi syariat, pengertian "sedekah" sama dengan pengertian "infaq", termasuk juga hukum dan ketentuan-ketentuannya. Hanya saja, jika "infaq" berkaitan dengan materi, sedangkan "sedekah" memiliki arti lebih luas menyangkut hal yang bersifat non materiil. Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Dzar,  Rasullullah menyatakan bahwa jika tidak mampu ber"sedekah" dengan harta maka membaca tasbih, membaca takbir, tahmid, tahlil, berhubungan suami-istri, dan melakukan kegiatan amar ma’ruf nahi munkar adalah "sedekah".

Ada beberapa nash dalam Al-Qur'anul Karim dan Al-Hadits Asy-Syarif yang menunjukkan bahwa orang yang ber"infaq" di jalan Allah akan diganti oleh Allah di dunia. Di samping tentunya apa yang disediakan oleh Allah baginya dari pahala yang besar di akhirat. Diantara dalil-dalil itu adalah sebagai berikut:

1.Firman Allah dalam Surat Saba' ayat 39:
'Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi "Rezeki" yang sebaik-baiknya.'

Al-Kalby, mengatakan: 'Tidaklah kalian "sedekah"kan suatu "sedekah" atau kalian "infaq"kan suatu harta melainkan Allah akan mengganti bagi orang yang meng"infaq"kannya, adakalanya ganti itu dipercepat di dunia atau disimpan baginya di akhirat.'

Dalam menafsirkan ayat di atas, Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata: 'Betapapun sedikit apa yang kamu "infaq"kan dari apa yang diperintahkan Allah kepadamu dan apa yang diperbolehkannya, niscaya Dia akan menggantinya untukmu di dunia, dan di akhirat engkau akan diberi pahala dan ganjaran.'

2. Dalil lain adalah Firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 268:
'Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir) sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (Karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.'

Menafsirkan ayat ini, Ibnu Abbas berkata: 'Dua hal dari Allah dan dua hal dari setan. 'Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan.' Setan itu berkata: 'Jangan kamu "infaq"kan hartamu, peganglah untukmu sendiri karena kamu membutuhkannya'. 'Dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir).' (Dan dua hal dari Allah adalah): 'Allah menjanjikan untukmu ampunan daripadaNya,' yakni atas maksiat yang kamu kerjakan, dan 'karunia berupa "rezeki".    

Al-Qadhi Ibnu Athiyah menafsirkan ayat ini, berkata: 'Maghfirah (ampunan Allah) adalah janji Allah bahwa Dia akan menutupi kesalahan segenap hambaNya di dunia dan di akhirat. Sedangkan al-fadl (karunia) adalah "rezeki" yang luas di dunia, serta pemberian nikmat di akhirat, dengan segala apa yang telah dijanjikan Allah.

Imam Ibnu Qayim Al-Jauziah dalam menafsirkan ayat ini, berkata:
'Demikianlah, peringatan setan bahwa orang yang meng"infaq"kan hartanya, bisa mengalami kefakiran bukanlah suatu bentuk kasih sayang setan kepadanya, juga bukan suatu bentuk nasihat baik untuknya. Adapun Allah, maka Ia menjanjikan kepada hambaNya ampunan dosa-dosa daripadaNya, serta karunia berupa penggantian yang lebih baik dari pada yang ia "infaq"kan, dan akan dilipat-gandakan baik di dunia saja atau di dunia dan di akhirat.'

3. Dalil lain adalah Hadits Riwayat Muslim dari Abu Hurairah, Nabi memberitahukan kepadanya:
'Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman: 'Wahai anak Adam, ber"infaq"lah, niscaya Aku ber"infaq" (memberi "rezeki") kepadamu'

Imam An-Nawawi berkata: 'Firman Allah, ber"infaq"lah, niscaya Aku ber"infaq" (memberi "rezeki") kepadamu' adalah makna Firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Saba' ayat 39:
'Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi "Rezeki" yang sebaik-baiknya.'

Ayat ini mengandung anjuran untuk ber"infaq" dalam berbagai bentuk kebaikan, serta berita gembira bahwa semua itu akan diganti atas karunia Allah.

4. Dalil lain bahwa ber"infaq" di jalan Allah adalah diantara kunci-kunci "rezeki" yaitu apa yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dari Abu Huraitah, bahwasanya Nabi bersabda:
'Tidaklah para hamba berada di pagi hari kecuali di dalamnya terdapat dua malaikat yang turun. Salah satunya berdo'a, 'Ya Allah, berikanlah kepada orang yang ber"infaq" ganti (dari apa yang ia "infaq"kan)'. Sedang yang lain berkata, 'Ya Allah berikanlah kepada orang yang menahan (hartanya) kebinasaan (hartanya).'

Dalam Hadits ini, Nabi yang mulia mengabarkan bahwa terdapat malaikat yang berdo'a setiap hari kepada orang yang ber"infaq" agar diberikan ganti oleh Allah. Maksudnya adalah ganti yang besar. Yakni ganti yang baik, atau ganti di dunia dan di akhirat. Hal itu berdasarkan Firman Allah dalam Surat Saba' ayat 39.

Dan, diketahui secara umum bahwa do'a malaikat adalah dikabulkan, sebab tidaklah mereka mendo'akan bagi seseorang melainkan dengan izinNya, Allah berfirman dalam Surat Al-Anbiya' ayat 28:
'Dan mereka tiada memberi syafa'at melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepadaNya.'

5. Dalil lain adalah apa yang diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi bersabda:
'Ber"infaq"lah wahai Bilal! Jangan takut dipersedikit (hartamu) oleh Dzat Yang Memiliki Arsy.'

Al-Mulla Ali-AlQari menjelaskan kata 'dipersedikit' dalam hadits tersebut berkata, 'Maksudnya dijadikan miskin dan tidak punya apa-apa'. Artinya, 'Apakah  engkau takut akan disia-siakan oleh Dzat yang mengatur segala urusan dari langit ke bumi?' Dengan kata lain, 'Apakah kamu takut untuk digagalkan cita-citamu dan disedikitkan "rezeki"mu oleh Dzat yang rahmatNya meliputi penduduk langit dan bumi, orang-orang mukmin dan orang-orang kafir, burung-burung dan binatang melata?'  

Referensi:
1. bisniskeuangan.kompas.com/.../Apa.Beda.Zakat.Infaq.dan.Sedekah.
2. 9 Kunci Pembuka Gembok "Rezeki" - Menjadi Milyuner Silent Tanpa Hubbuddunya. Oleh: Dr. M. Mufti Mubarok.

0 komentar: