Senin, 09 Januari 2012

"Menjebak Si Pembohong"

"Haruskah menggunakan alat pendeteksi ke"bohong"an untuk membuktikan ke"bohong"an seseorang? Tidak perlu!"


Berterimakasihlah pada sebuah temuan yang fantastis di bidang psikologi. Dengan temuan ini, seorang penipu ulung sekalipun tidak bisa seratus persen menutupi ke"bohong"annya. Sinyal-sinyal yang muncul secara spontan lewat bahasa tubuhnya saat otak mulai merekayasa sebuah cerita, dapat langsung terdeteksi.
Bagaimana memancing si "pembohong" agar mengaku. Ikuti tips dari Mandy Creswell berikut ini:

1. Jangan main tuduh dengan pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan seperti ini, "Kenapa tidak datang?" atau, "Kamu "bohong" ya?". Dia malah akan bersikap defensif dan mempertahankan ke"bohong"annya. Ajukan pertanyaan terbuka seperti ini, "Jam berapa kamu kembali ke rumah?"
2. Tunjukkan bahasa tubuh yang benar. Tatap matanya langsung, miringkan kepala anda ke satu sisi dan majukan tubuh ke arahnya. Jangan silangkan tangan ke depan tubuh. Bahasa tubuh yang terbuka akan mendorongnya berkata jujur.

3. Minta dia mengulang cerita. Simak baik-baik kata demi kata, apakah ada yang meleset dari cerita sebelumnya.

4. Beri dia kesempatan sekali lagi. Kalau dia masih mengulang cerita yang sama, tapi anda tetap tidak yakin, gunakan tak-tik seolah-olah anda tidak peduli lagi pada ke"bohong"annya. Katakan saja begini, "Oke, sekarang bagaimana saya bisa tahu tidak akan terjadi seperti ini lagi?" Ucapan ini mengesankan anda memberinya kesempatan untuk memperbaiki diri. Walhasil, dia jadi lebih percaya diri untuk mengaku.

(Sumber: Majalah Cosmopolitan, edisi Agustus 2002).

0 komentar: