Kamis, 24 November 2011

"Cinta Dunia - Salah Satu Sebab Su'ul Khatimah"

"Apabila manusia telah merasa "cinta" terhadap "dunia", kesenangan birahi, hiburan dan pernik-perniknya, maka hatinya akan terasa berat untuk berpisah darinya. Sehingga hatinya enggan untuk berpikir tentang kematian yang menjadi sebab perpisahan dengannya."


Setiap yang membenci sesuatu maka ia akan menolaknya dari dirinya, manusia itu akan sibuk dengan perandai-andaian yang batil, dirinya akan berharap selamanya terhadap apa yang sesuai dengan kehendaknya untuk kekal di "dunia".

Asal dari semua perandai-andaian ini adalah "cinta dunia" dan senang dengannya, dan lalai dari sabda Nabi SAW: "Cinta"ilah apa yang kamu kehendaki, tapi ingatlah bahwa kamu akan berpisah darinya."

Ibnu Abbas RA berkata: "Dunia" datang pada Hari Kiamat dalam bentuk orangtua yang berambut abu-abu kebiruan, gigi taringnya nampak, buruk rupanya, lalu dilihatkan kepada semua makhluk, dan dikatakan kepada mereka, "Tahukah kalian apa itu?"

Mereka menjawab, "Kami berlindung kepada Allah dari mengetahui hal demikian!" Lalu dikatakan, "Inilah "dunia" yang karenanya kalian saling membunuh, memutuskan tali kasih sayang, saling mendengki, saling mendendam, dan kalian terperdaya, kemudian "dunia" dilemparkan ke Neraka Jahanam, lalu memanggil-manggil, "Hai Tuhanku, di mana pengikut setiaku?" Lalu Allah Azza wa Jalla berfirman, "Susulkan pengikut setianya kepadanya."
Yahya bin Mu'adz berkata: "Dunia" adalah minuman keras setan, siapa yang mabuk karenanya maka tidak akan sadar kecuali dalam kesusahan detik kematian, menyesal di antara orang-orang yang rugi,"

Pe"cinta dunia" adalah manusia yang paling pedih siksanya. Dia disiksa dalam tiga fase; Disiksa di "dunia", pengerahan tenaga dan pertikaian dengan sesamanya. Disiksa di alam barzakh karena kehilangan "dunia" dan rugi karenanya. Ia dipisahkan dari apa yang di"cinta"inya dan tiada harapan berkumpul dengannya selamanya; Dan disiksa pada hari pertemuan dengan Tuhannya. Allah Ta'ala berfirman dalam Surat At-Taubah ayat 55:

"Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di "dunia" dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir."

Al-Qurthubi berkata, "Hal semacam ini banyak terjadi pada manusia yang tersibukkan masalah "dunia" dan yang mencita-citakannya. Bahkan, telah diceriterakan kepada kita bahwa ada makelar yang dalam detik kematiannya dikatakan padanya, "Katakan Laa ilaha illallah," namun dia mengatakan. "Tiga setengah, empat setengah." Dia telah dikuasai "cinta" kerja sebagai makelar.

Ibnul Qayyim berkata, "Saya diberitahu oleh orang yang menghadiri kematian peminta-minta bahwa ia mengatakan, "Sungguh Kasihanilah, berilah uang sekadarnya," sampai meninggal.

Mahasuci Allah, berapa banyak orang menyaksikan hal-hal ini yang semestinya dijadikan pelajaran. Juga, masih sangat banyak hal-hal yang tidak mereka ketahui dari keadaan orang-orang yang dijemput maut lebih banyak dan lebih hebat dari hal-hal itu."

Luqman berkata kepada anaknya, "Juallah "dunia"mu dengan "akhirat" niscaya engkau mendapatkan keduanya. Dan jangan engkau jual "akhirat"mu dengan "dunia" niscaya engkau akan rugi keduanya."

Mutharrif bin Syakhkhir berkata, "Jangan engkau memperhatikan kemudahan kehidupan raja-raja dan kemegahan perabotan mereka, tetapi perhatikan begitu cepat kepergian mereka dan begitu buruk tempat kembali mereka."

Ibnu Abbas berkata, "Sesungguhnya Allah menjadikan "dunia" ini tiga bagian; Satu bagian untuk orang mukmin, satu bagian untuk orang munafik, dan satu bagian untuk orang kafir. Orang mukmin berbekal, orang munafik berhias, dan orang kafir bersenang-senang dengan "dunia"

(Sumber: Tamasya Ke Negeri "Akhirat", oleh Syaikh Mahmud Al-Mishri).

Hal "dunia"wi jangan dijadikan tujuan. Hanya sebagai sampingan saja. Supaya kita tidak terbebani.

Allah berfirman dalam Surat Huud ayat 15:

"Barangsiapa yang menghendaki kehidupan "dunia" dan perhiasannya, niscaya Kami sempurnakan pekerjaannya di "dunia", dan mereka tidak dirugikan."

Surat Huud Ayat 16:

"Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di "akhirat" kecuali neraka dan lenyaplah apa yang mereka telah usahakan (di "dunia"), dan sia-sialah apa yang mereka kerjakan."

0 komentar: