Minggu, 24 Juli 2011

Makam Mbah Dewi Sekardadu"

 BENANG MERAH "BATU AMPAR" II

 Setelah bertemu obor di "Batu Ampar", rasanya kami sekeluarga semakin ingin melakukan pencarian lebih jauh tentang keluarga dari "Mbah" Buyut Murtojo. "Mbah" Buyut Murtojo adalah anak dari "Mbah " Tambakyudo (= Pangeran Mertonegoro = KRT Ratmodjo) yang sekarang dimakamkan di Lumajang. "Mbah" Tambakyudo mempunyai 3 (tiga) orang anak; Yaitu "Mbah" Sayyed Husin (dimakamkan di Bangkalan, yang anak keturunannya di "Batu Ampar"), "Mbah" Murtojo (dimakamkan di Desa Banjarsari Selorejo Blitar), dan saudaranya yang ketiga adalah dimakamkan di Sidoarjo.

Khusus saudaranya yang ketiga ini, selama ini masih dalam pencarian. Dengan kemampuan batin, kami sekeluarga melacak terus siapa dan dimana keberadaan anak ketiga "Mbah" Tambakyudo ini. Ternyata tidak disangka dan tidak dinyana, ternyata anak ketiga dari "Mbah" Tambakyudo adalah "Mbah Dewi Sekardadu" yang menurut keyakinan masyarakat telah dimakamkan di Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo. "Mbah Dewi Sekardadu" ini mempunyai dua orang anak kembar, yaitu Raden Paku (dimakamkan di Pemakaman Islam di Sidoarjo) dan Sunan Giri (dimakamkan di Gresik).

Cerita yang selama ini diyakini oleh masyarakat adalah bahwa "Mbah Dewi Sekardadu" adalah anak dari Prabu Minak Sembuyu (Raja Blambangan Banyuwangi). "Mbah Dewi Sekardadu" mempunyai anak Raden Paku (atau Sunan Giri). Cerita ini perlu diluruskan.

Ternyata dengan kemampuan batin kami sekeluarga, kami merasa perlu untuk meluruskan cerita yang selama ini telah diyakini oleh masyarakat. "Mbah Dewi Sekardadu" adalah putri dari "Mbah" Tambakyudo = "Mbah" Mertonegoro = "Mbah"Ratmodjo (saudara kandung dari Pangeran Diponegoro, yang melarikan diri dari Kerajaan Yogyakarta). "Mbah Dewi Sekardadu" mempunyai dua orang kakak yaitu "Mbah" Sayyed Husin (Bangkalan) dan "Mbah" Murtojo (Blitar). "Mbah Dewi Sekardadu" mempunyai anak kembar, yaitu Raden Paku dan Sunan Giri.

Kami mohon maaf apabila dengan tulisan ini ada yang tidak berkenan, namun kami merasa perlu untuk meluruskan cerita yang selama ini telah diyakini oleh masyarakat. Tidak perlu diperdebatkan, karena hanya Allah yang tahu mana yang benar dan mana yang keliru. Merasa paling benar pun juga gak boleh.......... Wallahu 'alam, hanya Allah yang Maha Mengetahui Segalanya. Semoga Allah meridhai apa yang telah kami lakukan. Dan mudah-mudahan Allah mengampuni semua dosa-dosa beliau dan arwah beliau-beliau diterima di sisi Allah SWT. Amin Ya Rabbal Alamin...............
==========================================
BENANG MERAH "BATU AMPAR" IV

Kami sekeluarga ingin meyakinkan bahwa anak ketiga "Mbah" Mertonegoro, yaitu "Mbah Dewi Sekardadu" memang benar-benar dimakamkan di Dusun Kepetingan Desa Sawohan Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo.

Pada hari Jum'at tanggal 1 Oktober 2010, sekitar pukul 13. 00 WIB, kami berangkat menuju makam yang selama ini diyakini oleh masyarakat bahwa itu adalah makam "Mbah Dewi Sekardadu". Kami harus menempuh perjalanan dengan naik motor boat. Sekitar pukul 14..38 WIB, kami sampai di daratan. Dan kami harus berjalan kaki menuju ke lokasi makam, memakan waktu sekitar 10 menit.

Kebetulan kami berbarengan dengan rombongan dari Malang yang berziarah ke makam. Sekitar pukul 15.30 WIB, kami baru masuk makam, karena menunggu selesainya rombongan dari Malang. Makam ini juga banyak dikunjungi masyarakat yang ingin mencari berkah seperti halnya makam anak  cucu "Mbah" Hussen yang berada di "Batu Ampar".

Di pemakaman ini, kami melihat dengan kemampuan batin kami, ternyata makam ini kosong. seperti perkiraan kami sebelumnya Sedangkan yang ada di lokasi pemakaman ini hanyalah petilasan "Mbah Dewi Sekardadu", dimana beliau dahulu pernah tinggal. Pertanyaan yang memerlukan jawaban, dimana sebenarnya makam "Mbah Dewi Sekardadu" berada ? Ini yang perlu kami cari. Allahu Akbar, semoga Allah memberikan jalan kepada kami, sehingga kami dapat menemukan makam beliau yang sebenarnya.

Sekitar pukul 15.50 WIB, kami perjalanan pulang dengan menyusun rencana pencarian berikutnya. Sekitar pukul 16.30 WIB, kami sampai di daratan. Semoga Allah SWT meridhai semua usaha yang kami lakukan. Kami ingin menemukan keluarga kami, sebagaimana kami menemukan keluarga kami di "Batu Ampar".
========================================

BENANG MERAH "BATU AMPAR" V.

Hari ini bertepatan dengan tanggal merah tanggal 07 Desember 2010 yakni bertepatan dengan tanggal 01 Muharraam 1432 H, yaitu bertepatan dengan tahun baru Hijriah, Saya sampaikan SELAMAT TAHUN BARU HIJRIAH 1432 H...... Allahumma ,J'al awala hadzihis sanati sholahan, wa awsathaha sururan wa akhiraha  najahan..... Ya Allah.... Jadikan awal tahun ini perbaikan, pertengahannya kegembiraan dan akhirnya kesuksesan bagi kehidupan kami. Amin ya Rabbal Alamin........

Bertepatan dengan tahun baru ini pula saya dan ayah saya mengunjungi Makam Adik "Mbah" Murtojo  (yang anak turunnya di Blitar Jawa Timur) dan "Mbah" Sayyid Hussen (yang anak turunnya di "Batu Ampar" Pamekasan Madura), yaitu "Mbah Dewi Sekardadu". Makam beliau ini bukan di Dusun Kepetingan  Desa Sawohan Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo (seperti yang telah diyakini oleh masyarakat Sidoarjo selama ini); dan juga bukan di dekat Waduk Gondang di Desa Gondang Lor Kecamatan Sugio Lamongan seperti yang dipercayai oleh masyarakat Lamongan selama ini; Dan bukan pula di Gresik dekat makam Sunan Giri yang selama ini diyakini oleh sebagian masyarakat Gersik;  akan tetapi menurut trawangan  (mata batin) kami adalah berada di Pemakaman Islam Kampung Jasem Desa Bulu Sidokare Kecamatan Sidoarjo  di Kabupaten Sidoarjo. Makam beliau berada di satu lokasi berpagar besi,  disitu terdapat sejumlah 9 (sembilan) makam, yaitu makam "Mbah Dewi Sekardadu", Cantrik "Mbah Dewi Sekardadu", Raden Paku (anak "Mbah Dewi Sekardadu", yaitu saudara kembar Sunan Giri), 2 (dua) anak Raden Paku , 1 (satu) anak Sunan Giri dan 3 (tiga) cucu Raden Paku. Saya dan ayah saya mendo'akan arwah-arwah beliau semoga diterima di sisi-Nya dan dosa-dosa beliau-beliau mendapat ampunan Allah SWT. Dan mudah-mudahan anak keturunan beliau diridhai Allah SWT untuk meneruskan perjuangan beliau-beliau dalam membantu masyarakat.
Tidak perlu diperdebatkan.... Gak tau mana yang benar.... Merasa paling benar pun juga gak boleh.... Hanya Allah Yang Tahu mana yang benar.......... Allah Maha Mengetahui Segalanya.... Wallahu 'Alam.... Kebenaran hanya milik Allah.... Mudah-mudahan apa yang kami lakukan ini dapat bermanfaat bagi keluarga kami, baik keluarga yang berada di "Batu Ampar", Blitar maupun Sidoarjo.

==========================================

MENJELANG PUASA ROMADHAN DI MAKAM "MBAH DEWI SEKARDADU".


Hari Minggu tanggal 31 Juli 2011 sehari menjelang puasa Romadhan 1432 H, tepatnya pukul 16.00 WIB, kami sekeluarga berangkat ziarah ke makam "Mbah Dewi Sekardadu". Kompleks pemakaman ini ramai sekali banyak orang yang berziarah ke makam keluarganya. Di lokasi makam "Mbah Dewi Sekardadu" kelihatan bersih, mungkin habis dibersihkan oleh juru kunci. Belum ada peziarah yang datang ke makam ini, karena belum ada setangkai bunga pun yang ditaburkan di makam "Mbah Dewi Sekardadu".


Kami sekeluarga berdo'a di makam "Mbah Dewi Sekardadu" dan anak cucunya. Semoga dosa-dosa beliau diampuni oleh Allah SWT dan arwahnya diterima di sisi Allah SWT. Setelah itu kami taburi makam "Mbah Dewi Sekardadu" dan anak cucunya dengan bunga sedap malam dan bunga kamboja bali yang kami bawa dari rumah.  Serasa segar dan harum aroma di makam "Mbah Dewi Sekardadu". Mudah-mudahan beliau tenang dalam penantiannya di alam barzah. 


Kepada para pembaca, kami ucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Romadhan. Semoga kita selalu dikaruniai kekuatan yang prima sehingga dapat menunaikan ibadah puasa Romadhan Tahun ini tanpa halangan sedikitpun. Hidup ini indah..... Apabila kita saling memaafkan atas segala kesalahan dan kekhilafan... Supaya semakin indah.... Marilah kita hiasi dengan menunaikan Ibadah Puasa Romadhan.... Semoga keindahan ini dapat kita jumpai di surga kelak..... Amin.....
==============================

0 komentar: