Sabtu, 15 Januari 2011

"TARI BARONG DAN KERIS --- DARI BALI"

"Tarian "Barong" adalah tarian yang berasal dari Bali yang menggambarkan pertarungan antara 'Kebajikan' melawan 'Kebatilan'"


Pada saat itu tepatnya bulan Desember Tahun 2008 saya beserta rombongan wisata ke Bali. Salah satu wisata yang kami kunjungi adalah salah satu tempat, Celuk - Sukowati - Gianyar, dimana disitu disuguhkan tari-tarian yang menggunakan dialog Bahasa Bali. Saat itu kami disuguhi Tari "Barong"

Sekelumit tentang kisah "Barong":

"Barong" adalah makhluk mithologi melukiskan 'Kebajikan' dan Rangda adalah yang maha dahsyat menggambarkan 'Kebatilan'.

"Barong" dan kera sedang berada di dalam hutan yang lebat, kemudian datang tiga orang bertopeng yang menggambarkan sedang membuat keributan dan merusak ketenangan hutan. Mereka bertemu dengan kera dan akhirnya berkelahi. Kera dapat memotong hidung salah seorang dari mereka.


BABAK PERTAMA.
Dua orang penari muncul dan mereka adalah pengikut-pengikut dari Rangda sedang mencari pengikut-pengikut Dewi Kunti yang sedang dalam perjalanan untuk menemui patihnya.


BABAK KEDUA.
Pengikut-pengikut Dewi Kunti tiba. Salah seorang pengikut Rangda berubah menjadi setan. (Semacam Rangda) dan memasukkan roh jahat kepada pengikut Dewi Kunti yang menyebabkan mereka bisa menjadi marah. Keduanya menemui Patih dan bersama-sama menghadap Dewi Kunti.


BABAK KETIGA.
Muncullah Dewi Kunti dan anaknya Sahadewa. Dewi Kunti telah berjanji kepada Rangda untuk menyerahkan Sahadewa sebagai korban. Sebenarnya Dewi Kunti tidak sampai hati mengorbankan anaknya kepada Rangda. Tetapi setan (semacam Rangda) memasukkan roh jahat kepadanya yang menyebabkan Dewi Kunti bisa menjadi marah dan berniat mengorbankan anaknya serta memerintahkan kepada Patihnya untuk membuang Sahadewa ke dalam hutan. Dan Patih inipun tidak luput dari kemasukkan roh jahat oleh setan ke dalam hutan dan mengikatnya di muka Istana Sang Rangda.
BABAK KEEMPAT.
Turunlah Dewa Siwa dan memberikan keabadian kepada Sahadewa dan keabadian ini tidak diketahui oleh Rangda. Kemudian datanglah Rangda, untuk mengoyak-koyak dan membunuh Sahadewa. Namun tidak dapat dibunuhnya karena kekebalan yang dianugerahkan oleh Dewa Siwa. Rangda menyerah kepada Sahadewa dan memohon untuk diselamatkan supaya dengan demikian dia dapat masuk surga. Permintaan ini dipenuhi oleh Sahadewa dan Sang Rangda mendapat Surga.


BABAK KELIMA.
Kalika adalah seorang pengikut Rangda menghadap Sahadewa, namun ditolak oleh Sahadewa. Penolakan ini menimbulkan perkelahian, dan Kalika berubah rupa menjadi Babi Hutan. Dalam pertarungan antara Sahadewa melawan Babi Hutan, Sahadewa mendapat kemenangan. Kemudian Kalika (Babi Hutan) ini berubah menjadi Burung, tetapi tetap dikalahkan. Dan akhirnya Kalika (Burung) berubah rupa lagi menjadi Rangda. Oleh karena saktinya Rangda ini maka Sahadewa tidak dapat membunuhnya dan akhirnya Sahadewa berubah rupa menjadi "Barong".


Karena sama saktinya, maka pertarungan antara "Barong" melawan Rangda ini tidak ada yang menang dan dengan demikian pertarungan dan perkelahian ini berlangsung terus abadi -- 'Kebajikan' melawan 'Kebatilan'. Kemudian muncullah pengikut-pengikut "Barong" masing-masing dengan kerisnya yang hendak menolong "Barong" dalam pertarungan melawan Rangda. Mereka ini semuanya pun tidak berhasil melumpuhkan kesaktian Sang Rangda.

0 komentar: