Rabu, 01 Desember 2010

"MENCUCI PAKAIAN DENGAN BIJAK"

"Men"cuci" "pakaian" kotor termasuk rutinitas harian yang dilakukan setiap rumah tangga. Demi memperoleh "pakaian" bersih layak pakai, ratusan liter air bersih digunakan plus limbah sabun dihasilkan sehingga berpotensi mencemari lingkungan."


Tidak hanya itu, pemakaian listrik untuk mengaktifkan mesin "cuci" pun tidak dapat dihindari. Nah....... Bagaimanakah kiat meminimalisir dampak negatifnya?


TAKARAN PASTI PAS!
Sesuaikan takaran sabun, detergen, pemutih maupun pewangi dengan petunjuk pada kemasan guna meminimalisir air limbah yang masuk ke dalam tanah. Biasanya, kita dapat menggunakan tutup botol produk tersebut sebagai wadah takaran. Tanpa disadari, sumber limbah rumah tangga terbanyak berasal dari dapur dan service area. Zat kimia hasil limbah rumah tangga turut andil mencemari berbagai tempat penampungan air semisal air tanah, sungai dan laut sehingga merusak keseimbangan mineral, kesuburan tanah, bahkan ekosistem dalam jangka panjang.

DETERJEN RAMAH LINGKUNGAN.
Pemakaian deterjen atau sabun "cuci" telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun apakah kita sudah yakin deterjen yang digunakan aman dan ramah lingkungan. Pilih sabun yang mudah terurai dalam air. Apabila masih ragu-ragu, berikut tips singkat:
- Cobalah menyiramkan air sisa bilasan ke tanaman. Pastikan tidak tertinggal noda sabun dan tanaman masih tetap hidup.
- Tidak panas apabila digenggam tangan. Apabila terasa panas menunjukkan ada reaksi dari soda campuran sabun cair tersebut terhadap lemak di bawah lapisan kulit - dapat digunakan natrium hidroksida (NaOH).
- Sedikit menghasilkan busa. Dengan demikian pemakaian air untuk membilas jauh lebih irit, waktu men"cuci" lebih cepat, dan tenaga tidak perlu ekstra.


OPTIMALKAN KAPASITAS MESIN "CUCI".
Menghemat listrik dapat dilakukan antara lain menggunakan mesin "cuci" secara optimal. Caranya adalah "cuci" "pakaian" setelah terkumpul hingga mencapai batas maksimal kapasitas penggunaan mesin yang dianjurkan. Ini dimaksudkan supaya kita tidak perlu sering men"cuci". Artinya, [emakaian air plus listrik lebih hemat. Apabila hanya ada 1-2 baju kotor, "cuci" saja dengan tangan.

MESIN "CUCI" BERLABEL "ENERGY-EFFICIENT".
Mesin "cuci" berlabel energy efficient atau hemat energi akan lebih hemat energi sampai 50 % dan irit pemakaian air hingga 60 % dari pada mesin "cuci" biasa. Meski mesin "cuci" tutup atas (toploader) biasanya memiliki kapasitas men"cuci" yang banyak, namun mesin "cuci" berlabel energy efficient umumnya dimiliki oleh mesin "cuci" tutup depan yang lebih irit penggunaan air dan energi listrik. Oleh karena itu, kini saatnya kita mempertimbangkan untuk mengganti mesin "cuci" yang bekerja efisien andai hendak membeli baru. Selain itu, pilihlah yang memiliki waktu putar bervariasi.


VARIASI PILIHAN.
Pilihlah mesin "cuci" yang memiliki waktu putar maupun kekuatan putar bervariasi sehingga kita dapat menyesuaikannya dengan jenis bahan "pakaian" yang di"cuci". Misalnya, untuk jenis jeans dapat dipilih wash program strong. Atau wash program gentle untuk "pakaian" dalam. Info tambahan, kian cepat putaran yang dipilih maka makin banyak air yang dibutuhkan; Artinya, semakin lama pula waktu pengeringan yang diperlukan.

PENGERING "PAKAIAN".
Beberapa tips mesin pengering menyedot energi lebih besar dibanding peralatan rumah tangga lainnya. Oleh karena itu, gunakan mesin pengering hanya untuk "pakaian" berbahan tebal. misalnya handuk, selimut atau sprei. "Pakaian" berbahan ringan sebaiknya dikeringkan secara alami dengan sinar matahari dan angin. Apalagi aroma alam yang fresh membuat wangi baju terasa lebih nyaman dikenakan. Supaya kering lebih cepat, gantungkan "pakaian" dengan hanger. Balikkan "pakaian" saat dijemur supaya warnanya lidak cepat pudar.

0 komentar: