Rabu, 21 Juli 2010

"SEKILAS BERITA TENTANG WAKTU"

"Waktu" adalah sangat penting bagi kita. Dalam kehidupan ini, dalam segala kegiatan kita butuh "waktu" untuk melaksanakannya."


Di bawah ini Sekilas Berita Tentang "Waktu", sebuah renungan memasuki "waktu" puasa bulan Ramadhan, karya yang ditulis oleh Soeryadi Setiawan; (Sumber: Buletin Jembatan No. 28-02 Desember 2007) :

1. Setelah pensiun beberapa lama, nampaknya kita merasa punya banyak "waktu".

2. Untuk suami atau untuk istri, untuk anak, untuk cucu, untuk buyut juga ada cukup "waktu".

3. Dan jangan lupa pula, untuk orang tua dan mertua sediakan "waktu".

4. Jalan-jalan ke toko, ke pasar, ke tempat loakan juga ada "waktu".

5. Tapi ingat, bagaimanapun juga jangan terlalu banyak buang-buang "waktu".

6. Kita harus bisa menghargai "waktu".

7. Kita harus bisa mengendalikan "waktu".

8. Kita juga harus bisa membagi "waktu", mengatur "waktu", menyempatkan "waktu", menunda "waktu" dan apa saja yang berhubungan dengan "waktu".

9. Menggunakan "waktu" harus hemat "waktu" dan tepat "waktu".

10. Harus mulai dibuat itu yang namanya rencana "waktu".

11. Bahkan kegiatan harian kalau perlu dibuat pula jadwal "waktu".

12. Tentu tidak termasuk kegiatan yang se"waktu"-"waktu".

13. Karena satu ini datangnya sering tidak tahu "waktu".

14. Pertama berangan-angan membuat rencana "waktu" yang juga perlu "waktu".

15. Juga mengatur "waktu" untuk membuat jadwal "waktu".

16. Nah, mulai corat-coret menghitung kebutuhan "waktu".

17. Misalnya berapa lama tidur malam butuh "waktu".

18. Bangun malam, ke kamar mandi, gosok gigi dll berapa lama perlu "waktu".

19. Sholat dan berdoa: Prinsipnya, perlu cukup "waktu".

20 Untuk kegiatan pagi juga disiapkan "waktu".

21. Jalan pagi, senam, bersepeda atau apa saja perlu juga mengatur "waktu".

22. Kemudian mandi pagi, buat orang tua juga perlu cukup "waktu".

23. Sarapan berilah kelonggaran "waktu".

24. Sudah itu, pikir-pikir dulu apalagi yang perlu "waktu".

25. Membaca koran, nonton TV, menulis, tidur lagi rencanakan berapa perlu "waktu".
26. Dan jangan lupa meski sudah tua, untuk suami-istri sisihkan juga cukup "waktu".

27. Bahkan karena sudah tua perlu ada spesial "waktu".

28. Ya untuk bercengkerama yang kadang-kadang sudah tidak ada "waktu".

29. Jangan lupa juga untuk bertemu tetangga dan teman-teman, kapan ada "waktu".

30. Jalan-jalan ke Mal atau tempat hiburan dan tempat lain kayaknya perlu juga pengaturan "waktu".

31. Nah, sepertinya sehari penuh sudah terpakai semua "waktu".

32. Awas jangan lupa, untuk Tuhan harus selalu ada cukup "waktu".

33. Dan bagi yang beragama Islam tidak boleh sampai lupa lima "waktu".

34. Kapan "waktu" untuk sholat, sahur, buka puasa dll masing-masing sudah punya ketentuan "waktu".

35. Tidak boleh diubah menjadi se"waktu"-"waktu".

36. Untuk Tuhan tidak boleh ada jawaban: "tidak punya "waktu".

37. Ingat bahwa Tuhan telah kasih kita banyak "waktu".

38. Karena itu sekali lagi sisihkan untuk Tuhan itu cukup "waktu".

39. Sebab ingat sama Tuhan itu seharusnya sepanjang "waktu".

40. Sehari, sebulan, setahun, ...dst berlalulah sudah semua "waktu".

41. Maka pikir sekali lagi apa yang belum kebagian "waktu".

42. Ternyata tiap hari sudah terlalu banyak kita gunakan dan hambur-hamburkan itu "waktu".

43. Karena itu kini harus benar-benar kita bisa memanfaatkan "waktu".

44. Meski tinggal sedikit "waktu", anggap saja masih cukup "waktu".

45. Jangan sampai kita menyia-nyiakan lagi masalah "waktu".

46. Dan kini senjapun mulai kelam yang akan mengakhiri kita punya jatah "waktu".

47. Maka habislah sudah semua "waktu".

48. Karena tidak mustahil Malaikat sudah siap-siap untuk bertugas menjemput kita pada saat yang tepat "waktu".

49. Maka kita pun harus selalu bersiap pula karena dia akan datang se"waktu"-"waktu".

50. Ajakanku, luangkan sedikit "waktu".

51. Merenungkan ulang perjalanan "waktu".

52. Dan akhirnya tamatlah sudah berita tentang "waktu".........
======================================

Disamping itu masih banyak lagi berita tentang "waktu" yang perlu diperhatikan dalam kehidupan ini, antara lain:

* Dalam kehidupan ada 3 hal yang tidak akan bisa kembali : "waktu", ucapan dan kesempatan.

* Wahai "waktu", jika engkau punya sedikit "waktu" sisa, dan dianggap tak berguna, maka relakanlah.

* Tanyakan kepada yang mencemooh kita karena "waktu" yang berlalu, bukankah hanya orang yang menantang "waktu" yang akan mendapat bahaya?

* Setiap "waktu" Dia dalam kesibukan.

* Dua nikmat yang tidak dipergunakan dengan baik oleh kebanyakan manusia, adalah kesehatan dan "waktu" luang.

* Kalian menakut-nakutiku dengan "waktu", dan aku tak apa. Tak jarang yang ditakutkan itu tak pernah terjadi.

"Waktu" yang tidak digunakan untuk mengasihi adalah "waktu" yang sia-sia. (Torquato Tasso).

* Memahami pasangan anda secara bersungguh-sungguh - yang membutuhkan "waktu" untuk mendengarkan dan menenangkan dengan empati- adalah bagian yang penting dari hubungan yang romantis dan hangat.

* Satu kata yang diucapkan terburu-buru dapat menyebabkan luka pada hati pasangan anda yang memerlukan "waktu" berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk menyembuhkannya. (A.E. Davis).

* Ibu akan semakin baik seiring berjalannya "waktu". Saat ia dan anda semakin matang.

* Ayah percaya orang harus tepat "waktu"--- Itu sebabnya ia selalu menunggu anggota keluarga lain datang.

* Ayah menghabiskan "waktu" berkualitas bersama anak-anaknya.

* Menjadi menang bukanlah sesuatu hal yang kadang-kadang terjadi, tetapi terjadi setiap "waktu". Kau tidak menang sesekali "waktu", kau tidak melakukan hal yang benar sesekali "waktu", kau melakukannya setiap "waktu". Menjadi menang merupakan kebiasaan. Sayangnya, menjadi kalah pun merupakan suatu kebiasaan. (Vince Lombardi).

* Kita harus memanfaatkan "waktu" dengan kreatif -- dan selalu ingat bahwa "waktu" merupakan harapan untuk melakukan hal-hal yang besar. (Martin Luther King. Jr.).

* Satu hal yang paling kuat dari apa pun di dunia ini, yaitu sebuah gagasan yang telah tiba "waktu"nya untuk diwujudkan. (Victor Hugo).

* "Waktu" yang sulit tidak pernah berkesudahan, tapi orang yang tegar terus maju!

* Apakah anda membutuhkan pelangi hari ini? Maka:
1. Harapkan satu.
2. Luangkan "waktu" untuk melihatnya.
3. Nikmati peristiwanya.
4. Bersyukurlah kepada Tuhan.

* Jangan pernah membuat negatif yang tak dapat dibatalkan pada "waktu" jatuh!

* Kenalilah Allah di "waktu" senang, maka Allah akan mengenalimu di "waktu" susah.

* Jangan kau habiskan "waktu"mu untuk keinginan nafsu.

* Tidak ada "waktu" untuk banyak bicara.

* Membagi "waktu" demi kewajiban.

* Kata-kata yang meliputi "waktu" dan tempat. Wahai Zat tempat orang yang mengadu dan meminta pertolongan. Engkau yang mempersiapkan segala sesuatu yang diharapkan terjadi.

* Tempat paling terhormat di dunia adalah pelana kuda (untuk berjihat). Dan sebaik-baik teman sepanjang "waktu" adalah buku.

* Awas, "waktu"mu terbuang sia-sia hanya untuk mendengarkan musik atau hanya sekedar menonton sinetron. Setiap detik dari umurmu akan dicatat, maka investasikan umurmu untuk keridhaan Allah. 

* Kita sering menyia-nyiakan "waktu" bahagia untuk sesuatu yang tidak berguna.

* PEMBAGIAN "waktu" DALAM SEHARI (24 jam), dapat dibagi menjadi 4: (Laely Widjajati)

1. "Waktu" untuk hidup di alam nyata (9 jam).
"Waktu" ini adalah "waktu"-"waktu" yang kita pergunakan untuk bekerja mencari nafkah untuk diri sendiri maupun keluarga. Disamping untuk bekerja, "waktu"-"waktu" ini juga kita pergunakan untuk bermasyarakat, yaitu dalam rangka beribadah pendekatan dengan manusia (Hablum Minannas). 

2. "Waktu" untuk hidup di alam maya (4 jam).
"Waktu" ini adalah "waktu"-"waktu" yang kita manfaatkan untuk mencari ilmu dalam rangka menambah wawasan, memberikan makanan untuk otak kita supaya tidak mandeg. Allah menjanjikan akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu (ilmu yang bermanfaat tentunya).

3. "Waktu" untuk hidup di alam gaib (6 jam).
"Waktu" ini adalah "waktu"-"waktu" yang kita pergunakan untuk beribadah dalam rangka lebih mendekatkan diri kepada Allah (Hablum Minallah), yaitu "waktu"-"waktu" kita melaksanakan sholat, berdo'a, membaca Al-Qur'an dan Hadits. Hal ini bukan berarti pada "waktu"-"waktu" yang lain kita tidak dekat dengan Allah, akan tetapi pada "waktu" ini kita sebagai hamba Allah lebih memfokuskan diri untuk mengabdi dan menyembah Allah dan hanya kepada Allah kita menyerahkan diri kita. Walaupun Allah tidak nampak di mata kita (gaib), kita selalu yakin bahwa Allah itu ada dan Allah dekat dengan kita.    

4. "Waktu" untuk hidup di alam mimpi (5 jam).
"Waktu" ini adalah "waktu" kita untuk tidur, yakni memberikan kesempatan kepada organ-organ tubuh kita untuk beristirahat. Dan pada "waktu" kita tidur ini, kita selalu berharap supaya kita mengalami mimpi-mimpi yang indah, sehingga "waktu" kita bangun dari tidur, raga maupun jiwa kita dalam keadaan fresh.

Pembagian "waktu" di atas, masing-masing orang tidak akan sama. Tergantung dari kebutuhan masing-masing orang. Namun demikian, "waktu"nya sama, yaitu selama 24 jam dalam sehari, tidak kurang dan tidak lebih. Alangkah indahnya dunia ini kalau semua orang di dunia ini mau dan mampu memanfaatkan "waktu" yang hanya 24 jam ini dengan sebaik-baiknya. (Laely Widjajati).

* Hai orang-orang yang beriman, hendaklah meminta izin kepada kamu hamba-hamba sahaya kamu dan anak-anak yang belum baligh di antara kamu, tiga ("waktu"), yaitu sebelum salat subuh, "waktu" kamu menukar pakaian kamu tengah hari, dan sesudah salat 'isya, (itulah) tiga ("waktu") aurat 1) bagi kamu. Tidak ada dosa atas kamu dan atas mereka selain (tiga "waktu") itu mereka melayani keperluan kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) atas sebahagian yang lain. 2) Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatNya bagi kamu dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Al-Qur'an, Surat An Nuur, Ayat 58). 

1). "Waktu"-"waktu" tersebut biasanya aurat tidak selalu tertutup. sebab itu diharuskan minta izin sebelum memasuki ruangan mereka. Itulah salah satu contoh tata-krama Islam dalam kehidupan berkeluarga.

2). "Waktu"-"waktu" tersebut sering terjadi penggantian pakaian yang dengan sendirinya aurat terbuka.

0 komentar: