Senin, 07 Juni 2010

"WISATA RITUAL --- MAKAM MAKAM DI YOGYAKARTA"

"Yogyakarta" disamping terkenal sebagai kota pendidikan juga dikenal sebagai kota wisata. Disamping wisata alam yang indah, wisata budaya juga dikenal sebagai wisata ritual --- Banyak "makam" Raja-raja yang banyak dikunjungi oleh wisatawan."


"Makam-makam" yang banyak dikunjungi oleh wisatawan sebagai wisata ritual antara lain adalah:


1. "MAKAM" RAJA-RAJA MATARAM IMOGIRI.

"Makam" raja-raja Mataram ini dibangun oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo, raja terbesar pada masa Dinasti Mataram Islam (tahun 1613 - 1645). Areal "makam" yang terletak di atas bukit di Pajimatan, Girireja, kecamatan Imogiri, sekitar 17 km Selatan Kota "Yogyakarta" ini terdiri dari dua bagian, yakni "makam" kesultanan "Yogyakarta" dan "makam" kasunanan Surakarta. Untuk menuju kompleks "makam", pengunjung harus menaiki tangga berundak setinggi 345 tangga dan berpakaian tradisional Jawa di bagian utama "makam" tersebut. Pada hari Jum'at Kliwon atau Selasa Kliwon bulan Suro diadakan upacara tradisional Nguras Kong.


2. PESANGGRAHAN PRACIMOHARJO.

Pesanggrahan ini merupakan petilasan Sri Susuhunan Paku Buwono X sebagai obyek wisata minat khusus/ziarah. Berlokasi di Desa Paras Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali.


3. "MAKAM" YOSODIPURO.

"Makam" Yosodipuro ini lokasinya di Desa Bendan Kecamatan Banyudono kurang lebih 200 meter sebelah Utara Pemandian Umbul Pengging. R. Ng. Yosodipuro adalah seorang Pujangga Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Di lokasi "makam" ini setiap malam Jum'at Pahing diadakan upacara Sanggaran. Di sekitar obyek ini di bulan Sapar juga digelar tradisi Apem Kukus Keong Emas.


4. "MAKAM" GUNUNG TUGEL.

"Makam" Gunung Tugel berlokasi di Kecamatan Sambi Kabupaten Boyolali. Di "makam" ini terdapat obyek wisata Khasanah yang dikunjungi setiap malam Jum'at dan malam Selasa Kliwon. Lokasi "makam" Ki Ageng Singoprono yang menarik dengan letaknya yang sangat indah sebab berada di atas gunung yang berhawa sejuk.


5. "MAKAM" KI AGENG PANDANARAN.

"Makam" ini terletak di Bukit Jabalkab Desa Paseban Kecamatan Bayat kurang lebih 15 km ke arah Selatan Kota Klaten. Ki Ageng Pandanaran adalah Bupati Semarang yang diangkat Sunan Kalijogo atas nama Walisongo untuk penyebaran Agama Islam.


6. "MAKAM" GIRIGONDO.

"Makam" ini adalah "makam" Paku Alam V, VI, VII dan VIII beserta keluarganya. "Makam" ini berlokasi di Perbukitan, Desa Kaligintung Kecamatan Temon, kurang lebih 40 km dari "Yogyakarta" ke arah Barat.


7. "MAKAM" NYI AGENG SERANG.

"Makam" Nyi Ageng Serang beserta keluarga dan pengikutnya ini merupakan obyek wisata ziarah. "Makam" ini berlokasi di Desa Banjarharjo Kecamatan Kalibawang kurang lebih 30 km dari "Yogyakarta".


8. "MAKAM" KYAI TUK SANGA.

"Makam" ini berlokasi di Kelurahan Cacaban 1 km arah Barat kota Magelang, tepatnya di pinggir sungai Progo. Tradisi sadranan dan bersih "makam" oleh masyarakat setempat diselenggarakan setiap bulan Dzulhijah pada hari Jum'at Pon.


9. SENDANG SONO.

Tempat ziarah bagi pemeluk agama Roma Katholik dan merupakan Lourdress-nya Indonesia. Lokasi Sendang Sono ini di Banjaroyo Kecamatan Kalibawang, 10 km dari Candi Borobudur, 40 km dari "Yogyakarta". Perjalanan wisata dapat dikemas: Candi Borobudur - Candi Mendut - Sendang Sono, atau "Yogyakarta" - Naggulan - Sendang Sono.


10. KOTAGEDE.

Kotagede adalah sebuah kawasan di bagian Selatan "Yogyakarta" yang dahulu merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Mataram Islam pada pertengahan abad XVI M. Sekarang ini Kotagede sebagai tempat ziarah, di "makam" Panembahan Senopati, raja pertama Kerajaan Mataram Islam. Di lokasi ini juga dapat menyaksikan bangunan-bangunan kuna peninggalan masa kejayaan Mataram.


Itulah tadi "makam-makam" yang berada di "Yogyakarta" yang merupakan obyek wisata ritual yang sering dikunjungi oleh para wisatawan yang berkunjung ke "Yogyakarta".












0 komentar: