Jumat, 11 Juni 2010

"AISYAH ISTRI RASULULLAH YANG PALING CERDAS"

"Di antara Ummahat Al Mukminin, "Aisyah" yang paling cerdas, petah lidah dan tajam ingatan. Bahkan lebih pandai dari sebagian kaum laki-laki."



"Rasulullah" SAW menikahi "Aisyah" sewaktu "Aisyah" masih gadis murni. "Aisyah" satu-satunya istri "Rasulullah" SAW dari sebelas istri "Rasulullah" yang suci yang "Rasulullah" nikahi pada masa perawannya. Yang lain tidak. Di antara Ummahat Al Mukminin, "Aisyah" adalah yang paling cerdas, petah lidah dan tajam ingatan. Bahkan lebih pandai dari sebagian kaum laki-laki. Banyak ulama-ulama sahabat besar yang bertanya pada "Aisyah" tentang sebahagian hukum yang tidak mereka ketahui. Lalu "Aisyah" yang menjelaskan.


Hadits Riwayat dari Abu Musa Al Asy'ary r.a., bahwa dia berkata:

"Tiada sesuatupun hadits yang terasa sulit bagi kami para sahabat "Rasulullah" SAW, kemudian kami tanyakan kepadanya, melainkan kami dapati bahwa ia memang benar-benar memiliki tentang pengetahuan hadits tersebut."


Abu Al Dhuha meriwayatkan dari Masruq, katanya:

"Aku tiada pernah menemui seorang perempuan yang pandai tentang ilmu thib (pengobatan), fiqh dan syair, melainkan "Aisyah"."


Dan yang lebih menakjubkan lagi, kitab-kitab hadits menjadi saksi akan kedalaman ilmu dan keluasan akal "Aisyah". Dan tidak ada riwayat seorang sahabat laki-laki dalam kitab shahih yang melebihi riwayat "Aisyah", kecuali dua orang sahabat, yaitu Abu Hurairah dan Abdullah bin Umar.


"Rasulullah" mencurahkan kasih sayang beliau kepada "Aisyah" melebihi dari istri "Rasulullah" yang lain. Dan tentang pembagian giliran waktu antara mereka, "Rasulullah" lakukan secara adil "Rasulullah" berdo'a:

"Ya Allah ! Inilah upayaku melaksanakan sesuatu yang menurut kemampuanku. Dan jangan Engkau salahkan diriku dalam hal apa yang aku tidak mampu melakukannya."


Pada saat turun ayat Takhyir (pilihan antara kehidupan dunia dengan Allah dan RasulNya), "Rasulullah" mulai terlebih dahulu dengan "Aisyah" dan bersabda kepada "Aisyah":

"Aku sampaikan padamu satu perkara, dan usah kau terburu-buru memutuskannya sebelum engkau minta pertimbangan kedua orang tuamu!".


Kata "Aisyah", padahal "Rasulullah" tahu bahwa mereka tidak pernah menyuruhku berpisah (cerai) dengannya. Kemudian "Rasulullah" membaca Surat Al-Ahzab Ayat 28:

"Wahai Nabi! KAtakan kepada para istrimu, jika kamu sekalian menghendaki kehidupan dunia berikut perhiasannya......."

Maka "Aisyah" berkata:

"Apakah untuk ini aku harus minta pertimbangan kedua orang tuaku? Sungguh aku benar-benar menghendaki Allah, RasulNya dan kampung akhirat!".


Perbesanan "Rasulullah" SAW dengan Abu Bakar Al Shiddiq sesungguhnya merupakan satu karunia dan balasan yang paling besar baginya dalam kehidupan di dunia ini. Sebagaimana Abubakar bagi "Rasulullah" merupakan perantara yang terbagus untuk pengembangan sunnahnya yang suci, kemudian jiwanya, hukum-hukum syari'atnya, dan utama sekali yang berkaitan dengan wanita.

0 komentar: