Kamis, 26 November 2009

"IDUL ADHA DAN KETELADANAN NABI IBRAHIM"

"Idul Adha" adalah merupakan Hari Raya Islam yang pada hari ini diperingati suatu peristiwa besar, yaitu hari dimana "Nabi Ibrahim" harus melaksanakan perintah Allah yang sangat berat."
 

Hari dimana "Nabi Ibrahim" diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih putranya yaitu Nabi Ismail. Dengan penuh cinta dan ketaatannya yang luar biasa kepada Allah, "Nabi Ibrahim " melaksanakan perintah itu tanpa menawar sedikitpun.

Ada beberapa hikmah yang bisa kita ambil pada "Idul Adha" ini. Kita bisa mencontoh keteladanan "Nabi Ibrahim" as, yaitu :

1. Keteguhan Iman "Nabi Ibrahim". Allah memerintahkan "Nabi Ibrahim" untuk menyembelih putranya, Ismail putra yang sangat dicintainya. Betapa berat perintah itu, namun "Nabi Ibrahim" tetap melaksanakan perintah itu karena cintanya kepada Allah. Cinta kepada anaknya tidak pernah mengalahkan cintanya kepada Allah.

2. Ketaatan yang luar biasa. Walau bagaimanapun beratnya perintah Allah, Nabi Ibrahim tidak pernah menolak perintah Allah. "Nabi Ibrahim" siap melaksanakan perintah itu tanpa menawar sedikitpun. Begitu taatnya "Nabi Ibrahim" as, dia tidak risau walaupun perintah itu resikonya akan kehilangan anaknya. Anak adalah amanah, dan amanah itu diambil oleh Allah, "Nabi Ibrahim" dengan rela menyerahkan kembali kepada Allah.

3. Melaksanakan perintah dengan sabar. Pada saat menerima perintah ini, "Nabi Ibrahim" banyak menerima godaan dari setan. Setan menghalang-halangi "Nabi Ibrahim" agar jangan menyembelih anaknya yang sangat dicintainya itu. Tapi "Nabi Ibrahim" dengan sabar menolak godaan setan itu. Apapun alasannya "Nabi Ibrahim" lebih mencintai Allah dari pada anaknya.


4. Keteladanan "Nabi Ibrahim" sebagai orang tua. "Nabi Ibrahim" sebagai orang tua selalu mendoakan anak-anaknya agar anak-anaknya menjadi anak yang shalih; agar anak-anaknya menjadi anak yang beriman dan selalu taat kepada perintah Allah. Maka dari itu pada saat "Nabi Ibrahim" menceritakan perintahnya untuk menyembelih Ismail, Ismail langsung menerima dan memohon kepada ayahnya agar ayahnya segera melaksanakan perintah Allah tersebut.

Begitu taatnya bapak dan anak ini, sehingga pada saat keduanya melaksanakan perintah yang sangat berat ini, Allah segera menebusnya dengan seekor domba, sebagai pengganti Nabi Ismail; Seekor domba ini disembelih yang kemudian dagingnya dibagikan kepada orang yang sangat membutuhkan.

Rasulullah SAW melakukan salat "Idul Adha", menekuninya dan memerintahkan untuk melaksanakannya serta menyuruh wanita dan anak-anak mengikutinya. Idul Adha merupakan salah satu syiar Islam dan perwujudan yang lahir dari iman dan taqwa.

Waktu salat : Mulai terbit matahari setinggi satu tombak sampai tergelincir matahari. Salat "Idul Adha" sebaiknya dilakukan pada awal waktunya agar memberi kesempatan yang luas kepada masyarakat untuk memotong korban mereka.

Kaum Muslimin hendaknya keluar dari rumahnya menuju tempat salat Id sambil bertakbir. Tatkala matahari naik beberapa meter, imam pun berdiri, lalu salat dua rakaat, tanpa azan dan iqamat. Pada rakaat pertama bertakbir tujuh kali termasuk takbiratul ihram dan makmum bertakbir mengikuti imam. Kemudian imam membaca Fatihah dan Surah Al-A'la dengan suara keras. Pada rakaat kedua bertakbir enam kali termasuk takbir berdiri, lalu membaca Fatihah dengan Surah Al-Gasyiah atau Asy-Syams. Setelah salam, imampun berdiri di hadapan hadirin lalu berkhutbah.

Bila telah selesai imam berkhutbah, maka bubarlah semuanya, karena tak ada salat sunah sebelum dan sesudahnya, kecuali orang yang luput mengerjakan salat Id, maka hendaklah ia salat empat rakaat, berdasar hadits dari Ibn Mas'ud, Ia berkata : "Siapa yang luput dari salat Id, hendaklah ia salat empat rakaat. Adapun siapa yang ikut salat bersama imam walaupun hanya dapat tasyahud, maka hendaklah ia berdiri sesudah salam menambah kekurangannya."

Prinsip-prinsip dalam "Idul Adha" adalah:

1. Ibadah Haji dan Kurban.
Dalam "Idul Adha" mengandung prinsip-prinsip kemanusiaan atau humanitas. Ibadah Haji merupakan Rukun Islam yang ke lima yang wajib dilaksanakan oleh Umat Islam yang mampu. Sedangkan Kurban wajib dilaksanakan Umat Islam yang mampu yang sedang tidak melaksanakan Ibadah Haji.

2. Hakikat Egalitarianisme.
"Idul Adha" mengandung prinsip egalitarianisme, yaitu bahwa manusia derajatnya sama di hadapan Allah SWT. Yang menentukan tinggi rendahnya derajat seseorang di hadapan Allah adalah tingkat keimanan dan ketakwaan seseorang.

3. Adil.
Dalam "Idul Adha" mengandung prinsip keadilan atau mabadi'ul dalalah. Bahwa Allah selalu memperlakukan umat-Nya dengan adil.

4. Nilai Solidaritas Sosial.
"Idul Adha" mengandung nilai-nilai solidaritas sosial, kaum Muslim yang mampu membantu yang miskin. Dalam penyembelihan hewan kurban, dagingnya dibagikan kepada orang yang membutuhkan. 

1 komentar:

sony tian mengatakan...

Sεlαmατ hαŗi ŗαчα iεϑul Adha
10 Dzuhhijjah 1433H
Harum Idhul Adha, tercium sdh...
Salah ϑάπ Khilaf, mhn dimaafkan..!!
Bunga Terangkai, Terikat Tali...
Lama Di pandang, indah sekali...
Idhul Adha tinggal stegah hari lagi, šémȍǥα kami sekeluarga jadi tamu pertama, ƴğ mengucapkan Mohon Maaf Setulus Hati...!

Sёmõgα pengorbanan ϑάπ ketauladanan Nabi Ibrahim ϑάπ Nabi Ismail menjadi tauladan bagi kehidupan kita. Al Fatihah.
آمين ....... آمين ....... آمين ....... ​​ ​​آمين يارب العالمين
 
     
  
  
 Happy 
<3  Ied
ALL OF <3
 YOU!! 
 :* 
  ({})  
 <3 
  
 HAPPY 
<3 Ied!! <3
 :* 
 ({}) 
 <3 
  ("_umi tian_")