Kamis, 13 Agustus 2009

"L A L A T - RACUN DAN PENYEMBUH"

"Salah satu sayap "lalat" itu beracun, sedang sayap yang lainnya obat penyembuh. Maka apabila "lalat" jatuh ke dalam makanan, hendaklah kamu celupkan "lalat" itu (ke dalam makanan)."


"Lalat" adalah salah satu serangga yang pada salah satu sayapnya terdapat penyakit, namun pada sayapnya yang lain terdapat penyembuhnya. Salah satu hadits menjelaskan, Nabi Muhammad SAW menunjukkan cara untuk mencegah timbulnya penyakit yang diakibatkan oleh "lalat" ; Dari Abu Hurairah ia berkata : "Rasulullah SAW bersabda : 'Apakah "lalat" jatuh ke dalam bejana (gelas) seseorang di antara kamu, maka rendamkanlah. Sesungguhnya pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayapnya yang lain terdapat penyembuh (obat)nya'." (HR. Bukhari).


Pada hadits yang lain juga menjelaskan, Dari Abi Sa'id Al Khudri, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: "Salah satu sayap "lalat" itu beracun, sedang sayap yang lainnya obat penyembuh. Maka apabila "lalat" jatuh ke dalam makanan, hendaklah kamu celupkan "lalat" itu (ke dalam makanan). Sesungguhnya racun itulah yang pertama dan penyembuhnya yang terakhir." (HR. Ibnu Majah).


Kedua hadits di atas mengungkapkan dua persoalan :

1. "Lalat" jika mati dan jatuh ke dalam air ataupun makanan yang lain hukumnya tidak najis.


2. "Lalat" mempunyai racun (kuman penyakit) yang terletak pada sengatnya yang merupakan senjata bagi dirinya. Jika ia jatuh atau hinggap pada sesuatu, maka yang pertama menyentuh adalah senjata tadi. Oleh sebab itulah Nabi Muhammad memerintahkan agar mencelupkan (menenggelamkan) "lalat" itu ke dalam makanan ataupun minuman yang dihinggapinya. Tujuannya agar kuman penyakit itu menjadi tawar (tidak berfungsi lagi) dan hilanglah kemudlaratannya.


Teori ini tidak pernah keluar dari para pemuka ahli kedokteran, melainkan ini merupakan percikan kemilaunya cahaya kenabian Muhammad SAW.


(Sumber : Achmad Sunarto, dalam tulisannya berjudul Pengobatan Penyakit Menurut Petunjuk Rasulullah SAW.)

0 komentar: