Jumat, 24 Juli 2009

"K E J U J U R A N NIAT, LISAN DAN AMAL PERBUATAN"

"Kejujuran" dalam amal perbuatan ini adalah merupakan implementasi dari "kejujuran niat" dan "kejujuran lisan".


Kejujuran adalah suatu hal yang sangat mahal dan sulit didapatkan karena mencari "kejujuran" bagaikan mencari barang langka yang sangat mahal harganya namun banyak diinginkan oleh banyak orang.


Kejujuran di tengah kedustaan bagaikan mutiara yang sangat diminati oleh banyak orang. Makanya dalam kehidupan sehari-hari saking sulitnya mengimplementasikan sebuah "kejujuran", sering diplesetkan menjadi "Jujur Kacang Ijo".

Namun bagi umat Islam, sesulit apapun dan selangka apapun, kita harus selalu berusaha untuk menegakkan sebuah kejujuran.


"Kejujuran" dalam Al-Qur'an dijelaskan dalam Surat AT-Taubah Ayat 119 : "Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar ("jujur")."


Betapa pentingnya sebuah "kejujuran", seperti halnya yang dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat Al Anfaal Ayat 58 : "Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang "jujur". Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat."


Bicara masalah "kejujuran", ada 3 (tiga) hal penting yang perlu direalisasikan, yaitu :


1." Kejujuran Niat". Rasulullah SAW. pernah bersabda bahwa amal seseorang sangat tergantung pada niatnya. (H.R. Imam Bukhari dan Muslim). Jadi nilai amalan seseorang tergantung niat yang ada dalam hati seseorang tersebut. Untuk mewujudkan "kejujuran hati" ini, perlu adanya kebersihan hati nurani seseorang. Apabila dalam hati ada penyakit seperti iri, dengki, marah, dendam dan seterusnya, maka akan sulit bisa terwujud hati nurani yang bersih. Kita harus memberi menu hati nurani kita supaya selalu bersih, yaitu dengan dzikir kepada Allah, selalu mendekatkan diri kepada Allah pada setiap aspek kehidupan.


2. "Kejujuran Lisan". Ucapan yang baik adalah ucapan yang "jujur", tidak dusta dan tidak pernah menyakitkan hati orang lain. Ucapan dusta akan merusak manusia. Orang yang berdusta adalah orang yang berucap tidak sesuai dengan hatinya, bisa dikatakan sebagai orang munafik. Ciri orang munafik ada 3 (tiga), yaitu kalau berbicara dusta, kalau berjanji taidak pernah ditepati dan kalau dipercaya akan ingkar. Bagi orang muslim, berkata "jujur " adalah merupakan perintah yang harus dilaksanakan. Dalam Al-Qur'an dijelaskan dalam Surat Al-Ahzaab Ayat 70 : "Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar". "Jujur" adalah merupakan harga diri yang harus selalu dipertahankan bagi seluruh umat muslim.


3. "Kejujuran Amal Perbuatan". Point ketiga adalah segala-galanya. "Kejujuran" dalam amal perbuatan ini adalah merupakan implementasi dari "kejujuran niat" dan "kejujuran lisan". Keserasian "kejujuran" apabila niat yang diucapkan dan dilaksanakan dalam bentuk amalan tidak berbeda. Jadi antara niat, ucapan dan amal perbuatan harus berbanding lurus. Hal ini merupakan perintah Allah SWT seperti yang difirmankan dalam Al-Qur'an Surat Ash-Shaff Ayat 1 dan 2 : " Hai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?. Amat besar kemurkaan di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat."


Salah satu cara untuk menegakkan "kejujuran" adalah usaha yang akhir-akhir ini marak dilaksanakan di dunia pendidikan, yaitu dengan didirikannya kantin "kejujuran" di sekolah-sekolah. Kantin "kejujuran" merupakan Laboratorium Moral dalam rangka mengembangkan pendidikan anti korupsi di sekolah untuk mengembangkan aspek afeksi yang berkolerasi dengan pembentukan sikap, kesadaran dan keyakinan bahwa anti korupsi harus dilakukan dalam berbagai bidang di setiap saat dan kesempatan. Adapun aplikasinya dalam bentuk mendirikan kantin yang proses transaksi jual belinya tanpa pengawasan dan dilakukan oleh para pembeli sendiri hanya dengan bermodalkan "kejujuran". Tujuan dari pelaksanaan Kantin "Kejujuran" itu sendiri adalah:


1. Ikut mensukseskan program pemerintah dalam pemberantasan korusi.


2. Menyiapkan generasi muda untuk berbudaya "jujur" sejak dini di lingkungan sekolah dan masyarakat.


3. Sebagai wadah untuk mensosialisasikan "kejujuran" siswa di lingkungan sekolah.
4. Mengaplikasikan pengetahuan tentang berwirausaha yang "jujur".



Dengan adanya kantin "kejujuran", diharapkan para siswa menjadi terbiasa dengan melakukan tindakan "jujur" dan menjadikan "kejujuran" sebagai budaya, kemudian dapat menularkan benih "kejujuran" pada orang lain. Dengan begitu, hal ini secara tidak langsung dapat meningkatkan sportivitas dan "kejujuran" di berbagai bidang.


Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu berani menegakkan "kejujuran" di tengah-tengah kehidupan yang penuh kedustaan ini. Marilah kita introspeksi kepada diri kita masing-masing. Apakah saya dan para pembaca tulisan ini, selama ini sudah termasuk orang yang selalu menjaga "kejujuran"? Baik itu "kejujuran niat", "kejujuran lisan" maupun amal perbuatan? Semoga Allah SWT memberi kesempatan kepada kita untuk menjadi orang yang selalu menjaga keserasian "kejujuran". Amiin..... Ya Robbal alamiin............

0 komentar: