Senin, 25 Mei 2009

"RUMAHKU ADALAH SURGAKU"

"Sebagai orang Islam, harus bisa membuat "rumah"nya menjadi "surga". Anggota keluarga akan merasa kerasan tinggal di "rumah"."



"Rumah" adalah tempat tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Setiap "rumah" diharapkan dapat memberikan kenyamanan, ketenteraman, kedamaian, bagi seluruh penghuninya dalam melakukan interaksi antar anggota keluarga.


Konsep "rumah" ideal yang diajarkan oleh Rasulullah adalah "Baiti Jannati" atau "rumahku adalah surgaku". Permasalahannya sekarang adalah bagaimana caranya agar "rumah" yang kita tempati menjadi "surga" bagi kita dan keluarga, bukan malah sebaliknya, seolah menjadi neraka.


Beberapa ayat dalam Al-Qur'an, bahwa "jannah" hanya diperuntukkan bagi manusia yang memenuhi 2 (dua) syarat utama, yaitu Ilahiyah dan Basyariah. Syarat Ilahiyah misalnya beriman, bertaqwa, berikhlas dan berikhsan. Sedangkan syarat Basyariyah antara lain berakhlaq mulia, jujur, tidak suka menyakiti teman atau tetangga, tidak sering ghibah (suka mempergunjingkan kejelekan orang lain), tidak bakhil, suka menghargai orang lain, yaitu memahami segala kelebihan dan kekurangan orang lain.


Apabila "rumah" yang kita huni telah dikonstruksi - baik infra-struktur maupun supra-struktur - menjadi jannah dengan dua syarat utama tersebut, maka Insya'Allah penghuninya akan merasakan kenyamanan, kenikmatan dan ketenteraman serta yang tidak kalah pentingnya adalah "rumah" itu akan memancarkan sinar kedamaian dan terciptanya ekosistem yang seimbang antara alam kosmos dan keadaan batin dalam radius yang jauh. "Rumah" besar yang mewah mungkin menjadi dambaan setiap orang, akan tetapi suasana "rumah" yang menjadi "jannah" mungkin lebih didambakan.


Setelah "rumah" yang bernilai dan bersuasana "Jannah" dengan fenomenanya memberikan kenyamanan, kedamaian dan ketenteraman bagi penghuninya, maka pada gilirannya setiap orang yang tinggal di dalamnya akan krasan, tidak suka keluar "rumah" dengan tujuan yang tidak bermanfaat.


"Rumah" yang bernilai jannah berbeda dengan "rumah" yang bersuasana neraka yang penuh dengan ketidaknyamanan dan ketidaktenteraman bisa terjadi karena tidak ada keseimbangan dalam suasana batin penghuninya. Gejala penghuni "rumah" panas dapat dilihat dari wajahnya yang selalu cemberut, tidak pernah cocok dengan orang lain. menganggap orang lain lebih rendah, lebih bodoh, lebih miskin, lebih jelek dan sebagainya. Sikap dan tingkah lakunya serta ucapannya tidak mencerminkan sebagai orang yang berakhlaq mulia, kalau berbicara selalu kasar atau tidak menyenangkan lawan bicaranya.


Menciptakan suasana "rumah" menjadi "jannah" memerlukan proses pembelajaran yang dimulai dari diri sendiri, untuk selanjutnya ditularkan kepada anak-anak. Misalnya mengucap salam saat masuk "rumah" atau menghindari kata-kata kotor dan jorok, dalam berkomunikasi harus diberi contoh terlebih dahulu oleh orang-tuanya. Jika kita sebagai orang tua tidak pernah mengucap salam saat masuk "rumah" atau sering misuh saat berkomunikasi dengan orang lain, maka kebiasaan itulah yang ditiru oleh anak-anak. Semoga "rumah" kita betul-betul menjadi "jannah" sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Allah sangat menyukai keindahan.......


Dan Allah mewujudkan bagimu" rumah-rumah"mu sebagai tempat tinggal.........
(Al-Qur'an Surat An-Nahl ayat 80)


Jadikanlah "rumah"mu sebagai "surga" dengan ketenangan, bukan arena kebisingan.
Sesungguhnya ketenangan adalah nikmat........

Sebagai orang Islam,
harus bisa membuat "rumah"nya menjadi "surga".
Anggota keluarga akan merasa kerasan tinggal di "rumah".
Ciptakan suasana "rumah" dengan penuh kedamaian,


Jadikanlah cinta dan kasih sayang bermula dari "rumah"mu, menjadi sumber amalan yang baik dan berkah.

Tetaplah di "rumah"mu kecuali karena urusan yang penting.
"Rumah"mu adalah rahasia kebahagiaanmu.
"Berdiam dirilah kalian di "rumah" kalian............" (A;-Qur'an Surat Al-Ahzaab Ayat 33).


Kamu akan dapatkan kebahagiaan di dalam "rumah"mu.

"Rumahku
adalah surgaku"...................


"Wahai Tuhan, bangunkan untukku sebuah "rumah" di "surga" yang dekat dengan-Mu."


Let's go home !
Meski tidak ada sambutan meriah ketika saya membuka pintu pagar dan yang bisa saya berikan hanya helaan nafas karena letih terjebak macet di jalan, tetapi kembali ke "rumah" sungguh membahagiakan. (Sumber : Well-Being . Memories . Family Vol. 2/2008 - citibank).


Sesungguhnya "rumah" yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. (Surat Al-Imran ayat 96).




























































0 komentar: