Sabtu, 05 Oktober 2013

"KATA ANU"

"Menurut kamus besar bahasa Indonesia, kata "anu" berarti :
yang tidak disebutkan namanya (orang, benda, dsb): simembeli — di toko
–; 2 (untuk menyebutkan) sesuatu yg namanya terlupa atau tidak diketahui: gedung — yg baru selesai dibangun itu akan diresmikan pemakaiannya besok
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
"Anu" dapat berarti :
  1. Kata tunjuk untuk sesuatu yang belum jelas
  2. Kata tunjuk untuk orang yang tidak diketahui, contoh : "Si "Anu" itu namanya siapa?".
  3. "Ānu", nama tokoh dalam Susastra Hindu, salah satu leluhur Pandawa dan Korawa
  4. "Anu", dewa bangsa Mesopotamia
  5. "ānu", kata dari bahasa Sanskerta yang berarti orang
  6. Anann, dewi bangsa Celtik
  7. Singkatan dari Universitas Nasional Australia (Australian National University/"ANU")
  8. Christine "Anu" (lahir 1970), seorang musisi Australia
  9. Mashua, sayuran Andean
  10. VC Bird International Airport, Antigua, dari kode bandara IATA
ENTAH mengapa orang suka memakai kata "Anu" bila bicara. "Anu" adalah sebuah kata bahasa Jawa yang sebenarnya tidak punya arti apa-apa. Kalau punya arti, itu tergantung pada orang itu sendiri yang mengartikannya.  Kata itu hanya berfungsi sebagai kata untuk menyebut sesuatu yang tidak diketahui istilah atau namanya.

Kadang kata "Anu" dipakai untuk menggantikan kata-kata panjang dan lawan bicara dianggap tahu obyek pembicaraan. Tapi tidak sedikit pula orang memakai kata "Anu" karena kemalasan berpikir.

Kata "Anu" bisa sebagai pengganti sesuatu yang mengganjal di ujung lidah untuk diucapkan. "Anu" adalah hasil pikiran bebas. "Anu" meski secara resmi tidak ada dalam bahasa dan kamus tapi punya peranan penting dalam keseharian.  "Anu" seolah bisul yang bisa datang dan menghilang pada siapa saja tanpa diundang dan tanpa meninggalkan bekas yang mengganggu.  Kata "Anu" adalah kata yang berkeliaran dengan bebas di udara dan siap dijemput oleh siapa saja.


Karena banyaknya tersedia dan gampang untuk dipakai, maka tidak sedikit jumlah orang yang menyukainya.  Ia bebas diperoleh bagi siapa saja. Sumbernya tidak terbatas. Tinggal petik di depan kepala. Seolah semua orang pernah pakai kata "Anu".

"Anu" yang sebenarnya netral, tidak kentara, tidak berbau, tidak kelihatan, tidak nyata, tidak resmi ternyata bisa meninggalkan jejak pengaruhnya jika digunakan tidak semestinya.  "Anu" dipakai dengan sengaja untuk hal-hal yang jelas dan sebenarnya bisa tanpa memakai kata "Anu".

Kata "Anu" telah diselewengkan menurut kepentingan. Ketidak pedulian orang lain dengan kata "Anu" telah dimanfaatkan golongan masyarakat tertentu demi kepentingan diri.  Memperlakukan sesuatu yang penting dan menyembunyikan dari orang lain sebagai sesuatu yang tidak ada manfaatnya dengan menyebutnya sebagai "Anu". Sesuatu yang digantikan oleh "Anu" tidak lagi akan mengundang pertanyaan, apalagi diutak-atik secara serius.  Paling cuma diganti dengan kata "Anu" lagi yang baru.

Banyak orang memperlakukan "Anu" sebagai anugerah. Orang hanya memicingkan sebelah mata pada kata "Anu". Kata "Anu" tidak dianggap penting karena demikian gampangnya diperoleh dan keberadaannya ada di mana-mana. Orang merasa tidak akan kekurangan, maka tak ada gunanya bertengkar karena masalah "Anu".

Banyak orang membutakan diri dengan eksistensi kata "Anu". Kata "Anu" dianggap tidak penting dan tidak punya peranan meski kata "Anu" selalu dan pasti ada. Tidak mungkin menghilang apapun perlakuan kita terhadap kata "Anu".  Ia tak akan pergi kemana-mana.  "Anu" akan tetap di situ dan tergantung pada keberadaannya. Jadi, kita merasa tidak perlu bersyukur atau berterimakasih pada siapapun atas keberadaan "Anu".

Di tangan orang-orang pemegang kekuasaan, banyak orang tidak tahu bahwa kata "Anu" ternyata bisa menguntungkan. Kata "Anu" bisa menjadi wakil sesuatu yang sebenarnya penting. Pemegang kekuasaan menyebutnya sebagai "Anu" agar terkesan tidak penting.

Seorang pejabat bilang, “Pokoknya kalau ada "Anu"nya pasti bereslah…”, katanya sambil bergurau.

Kata-kata yang diucapkan dengan seloroh itu ternyata mengejutkan dampaknya.  Beberapa hari kemudian, ia dapati rekening bank miliknya bertambah ratusan juta rupiah.

"Anu" yang di kalangan rakyat biasa tidak memberikan apa-apa selain kemudahan berpikir itu ternyata bisa berubah jadi sesuatu yang secara nyata menguntungkan di kalangan pejabat.  Mendapati cara mudah untuk mendapat keuntungan ini, maka berita bagus ini pun menyebar di kalangan orang-orang yang dekat dengannya dengan diam-diam.

Makin populerlah kata "Anu" ini dipakai di kalangan pejabat.  Kata "Anu" selain mudah diucapkan dan menghasilkan keuntungan, tapi ternyata juga amat luwes.  Kata "Anu" tidak kehilangan sifat dasar keluwesannya sejak semula dimanapun dan kapanpun dipakai.

Kata "Anu" bisa dipakai untuk menjelmakan berbagai hal menjadi berbagai macam bentuk. Tergantung bagaimana cara mengucapkan dan konteksnya.

“Sebenarnya mereka tidak mau. Tapi setelah saya sebut beberapa "Anu", dia kasih lebih besar,” kata seorang pejabat lainnya cerita pengalamannya saat berada di luar negeri membicarakan bantuan keuangan dengan donatur dari luar negeri sambil cengengesan.
“Kalau ada masalah, bilang saja kamu lagi "Anu",” kata pejabat lain.
“Yang penting dicantumkan saja "Anu"nya.  Yang sekian persen untuk anggaran kesehatan rakyat dan sisanya tulis saja buat "Anu".  Tidak ada yang bertanya kok. Beres semua.  Sudah aku "Anu",” nasehat pemimpin partai pada sekretarisnya.

“Saya tidak tahu kalau hal itu sebenarnya "Anu",” kata pejabat lainnya lagi berkelak saat menghadapi tuduhan miring padanya.
“Kemarin aku lihat "Anu"nya si "Anu" lagi di"Anu" sama "Anu"nya "Anu".  Kelihatannya kok "Anu" sekali. "Anu"nya juga cuma sebesar "Anu".  Tidak "Anu" kok,” kata pejabat lain tak mau kalah dalam bicara "Anu". "Anu" sering diborongnya sekaligus.

Karena seringnya dipakai dan dalam waktu lama, akhirnya kata "Anu" itu jadi liar dan ada dimana-mana. Para pejabat saling tanya maksud "Anu" dalam waktu tertentu.  Pejabat minta penjelasan maksud "Anu" pada pengusaha karena beda dengan apa yang dikehendakinya. Pejabat tanya pada sesama pejabat lewat rapat internal maksudnya "Anu".  Tapi di waktu lain, ketemu "Anu" lainnya.

"Anu" ada di anggaran keuangan, di rancangan hukum, APBN, rakernas, rapat proyek, sidang tahunan, majalah dinding, di WC, di kantin dan lain-lain tempat.  "Anu" ada di mana-mana.  "Anu" kadang juga ditulis sebagai **** kalau menyebut kata yang tidak ingin dibaca orang lain atau mengganti kata-kata yang tidak sopan. Di majalah dinding ada kalimat, “Dasar orang ********an!”.

Kata "Anu" bahkan menjelma jadi kata jorok, seperti yang terdapat di pintu WC. “"Anu"nya minta dientot”.  Banyak orang menjadi bingung dengan beribu jelmaan wajah "Anu". "Anu" bagai bakteri wabah, macam virus dengan cepat menyebar dan sulit terdeteksi. Bedanya dengan virus atau bakteri beneran, efek samping "Anu" tidak terasa dan tidak kelihatan. Efeknya pelan dan jangka panjang. Kalau tidak teliti orang bakal tidak tahu kalau sebenarnya ia sudah terjangkit bakteri atau virus akibat dari "Anu".

Pemimpin yang jujur dianggap sebagai munafik. Yang tidak sepaham disebut kafir.  Yang suka ceplas-ceplos dianggap tidak tahu adat. Yang mengajarkan kesamaan hak dianggap antek kapitalis.  Orang tegas menegakkan aturan dibilang kejam kayak Fir’aun.  Mengkritik demi kebaikan dianggap provokator. Orang rendah hati dibilang loyo. Atau kadang sebaliknya. Korupsi dianggap sedekah.  Menghujat dianggap pemberani.  Dan lain-lain kesimpang-siuran akibat "Anu".


Negara yang sebenarnya sudah gonjang-ganjing tidak dirasakan oleh rakyatnya. Semua berjalan sebagaimana biasa.  Fenomena "Anu" sudah menjangkiti semua segmen kehidupan. Rakyat masih saja suka dengan kata "Anu". Bahkan mereka setuju saja ketika "Anu" dipakai dalam hukum, politik, pendidikan, birokrasi, media cetak, TV, kebijakan ekonomi.  Orang dengan enteng saja menjawab kebingungannya dengan kata-kata, “Tanya saja pada "Anu".

Negara akhirnya hukumnya berdasar hukum "Anu", moralnya moral "Anu", budayanya budaya "Anu", sistem pendidikannya pendidikan "Anu", cara kerja birokrasi cara kerja "Anu", ekonominya dikelola dengan cara "Anu", riset dan teknologi dengan dana "Anu", kehidupan rakyat diserahkan pada "Anu", kesejahteraan rakyat adalah masalah "Anu".

Kesilang-sengkarutan yang kasat mata.  Kekacauan dalam keteraturan. Keamburadulan dalam ketentraman. Kebohongan dalam kejujuran, kemunafikan dalam kemuliaan. "Anu" berada dalam banyak aspek.  Mondar-mandir tanpa orang ketahui.  Lalu-lalang tanpa orang sadari.  Masa depan bangsa adalah masa depan "Anu".

Bagaimana mungkin sesuatu yang nampak kecil bisa mempengaruhi yang demikian besar?  Karena banyak orang lupa bahwa dari sesuatu yang kecil itulah kita menemukan kekuatan diri. Kalau tidak percaya pada hal-hal yang kecil, lama kelamaan negara pun akhirnya bisa menjadi negara "Anu".

Kata "Anu" sudah mengakar di seluruh pelosok Indonesia untuk mewakili kata atau kalimat yang ingin diungkap oleh pembicara. Misalnya di daerah Jawa kita biasa mendengar dengan pernyataan "Anu" loh, mbak!  Di Makassar kita biasa mendengar "Anu" yang ambilki bukumu! 

Selain gambaran di atas, bisa bahwa kata "Anu" tidak bisa dijelaskan pada aspek morfologi dan sintaksis jika tidak didukung oleh referensi dan konteks yang sama antara pembicara dengan pendengar. Oleh karena itu, pada kajian morfologi dikenal dengan istilah kata, maka dalam kajian semantik dikenal dengan istilah leksem dan pada kajian sintaksis dikenal dengan kalimat, maka pada kajian semantik dikenal dengan istilah proposisi. Pada kajian semantik yang mengkaji tentang proposisi, tidak bisa berdiri sendiri tanpa adanya argumentasi dan predikatif yang mendukungnya. 

Namun, satu yang pasti bahwa bagi penulis jika ditinjau dari segi kualitas, kata ‘anu’ merupakan kata yang lemah (lower word) sehingga kalau dimasukkan dalam kalimat, meminjam istilah Bolinger dalam Aspect of Language dikenal dengan istilah Lower Sentences (kalimat yang sangat lemah). 


Selain kata "Anu" kata yang lemah itu seperti ‘mungkin’. ‘Malam ini mungkin hujan’. Kalimat tadi belum bisa dikatakan kuat kualitas maknanya jika belum dibuktikan. Oleh karena itu, pada kalimat tadi akan menjadi higher sentences (kalimat yang sangat kuat) jika sudah dihilangkan kata ‘mungkin’ menjadi Malam ini hujan’.

Pada konteks kemasyarakatan kata "Anu"  merupakan penyelamat dalam berkomunikasi. Kata "Anu" bisa mewakili kekerabatan. Kata "Anu" digunakan untuk menutupi kata yang dilupa. Kata "Anu" bisa dimaknai sebagai jeda. Kata "Anu" bisa mengganti ‘kata ganti’. Kata "Anu" bahkan bisa mengganti semua kata. Namun, pada akhirnya kata "Anu" merupakan kata yang sangat lemah (lower word). Sama dengan posisi kata ‘mungkin’ yang jika dihubungkan dengan kalimat pada kajian sintaksis atau proposisi pada kajian semantik. 

Sumber:
1. daenggassing.com/2011/03/.../postingan-anu/
2. id.wikipedia.org/wiki/Anu
3. herrybsancoko.wordpress.com/.../anu-itu-sebaiknya-di...
4. andi-karman.blogspot.com/.../untung-ada-kata-anu.ht...
5. laely.widjajati.photos.facebook/ALHAMDULILLAH............Sehari-Halal-Bi-Halal-Dua-Kali........
6. muji.kusrini.photos.facebook/mekarsari.....
7. laely.widjajati.photos.facebook/nyantai-sejenak......

Jumat, 04 Oktober 2013

"MANFAAT/KHASIAT JAMBU AIR"

"Salah satu buah yang banyak dijumpai di pekarangan masyarakat, khususnya di Indonesia, adalah "Jambu Air".




Tanaman yang satu ini memang cukup mudah tumbuh khususnya di wilayah tropis macam Indonesia. "Jambu Air" sendiri merupakan anggota dari kerabat Myrtaceae dan dikabarkan berasal dari Asia Tenggara. Sama seperti namanya, "Jambu Air" ini memang memiliki kandungan "air" yang melimpah di setiap buahnya. Hal ini yang menjadikan ia begitu nikmat dan segar saat disantap. Banyak yang menjadikannya buah pelepas dahaga oleh karena efeknya yang memang membuat tubuh lebih fresh. Selain kandungan "air" yang melimpah, buah dengan warna cerah yang satu ini juga mengandung sejumlah senyawa. Hal ini kemudian menjadikan "manfaat jambu air" menjadi beragam bagi kesehatan pun kecantikan. Tak percaya?

"Jambu Air", pasti kita semua telah familiar dengan buah yang satu ini, buah yang mempunyai beragam jenis serta varietas, buah yang mempunyai banyak bentuk dan warna yang bermacam ada yang hijau, orange, merah serta kaya kandungan "air". "Jambu Air" juga merupakan bahan pokok didalam pembuatan rujak buah-buahan, dikarenakan selain kandungan "air"nya yang amat banyak dan segar, rasanya juga semakin menambah enaknya rujak buah kita, bukan sekedar untuk rujak saja, "Jambu Air" juga amat enak untuk dinikmati pada saat cuaca panas sebagai pelepas dahaga. tetapi tahukan anda "Manfaat jambu air" untuk kesehatan tubuh.ini? Hal ini karena selain mengandung banyak "air", "Jambu Air" juga mempunyai zat-zat lain yang amat ber"manfaat" didalam pengobatan bermacam penyakit, diantaranya adalah bunga "Jambu Air" memiliki kandungan zat tanin yang ber"manfaat" sebagai obat diare serta demam. 

KANDUNGAN YANG TERDAPAT DALAM "JAMBU AIR".

Kandungan gizi didalam Jambu Air sesungguhnya bukan hanya terbatas padaAir, Vitamin A dan Vitamin C saja, tetapi juga memiliki kandungan serat yang tinggi, mineral yang berbentuk kalsium, besi, magnesium, fosfor, kalium, seng, tembaga, mangan, protein, asam sitrat serta asam sulfuric. untuk lebih jelasnya silakan di lihat pada daftar kandungan jambu air di bawah ini.

jambu Air
Jambu Air

Dalam 100g Jambu Air terkandung :

Water (Air)     93 g
Energy    25 kcal
Energy  105 kj
Protein     0.6 g
Total lipid (fat)     0.3 g
Ash     0.4 g
Carbohydrate, 5.7 g
Calcium, Ca     29 mg
Iron, Fe     0.07 mg
Magnesium, Mg     5 mg
Phosphorus, P     8 mg
Potassium, K     123 mg
Zinc, Zn     0.06 mg
Copper, Cu     0.016 mg
Manganese, Mn     0.029 mg
Vitamin C, 22.3 mg
Thiamin     0.02 mg
Riboflavin     0.03 mg
Niacin     0.8 mg
Vitamin A, RAE     17 mcg_RAE
dan kandungan gizi lain seperti : protein, zat besi, kalsium, fosfor, asam sitrat dan asam sulfurik.

"MANFAAT" DAN "KHASIAT JAMBU AIR".

1. Cegah Dehidrasi
Jambu air memiliki kadar "air" yang cukup tinggi. Penelitian menyebutkan bahwa kandungan "air" dalam setiap 100 gram "jambu air" bisa mencapai 93% sehingga efektif untuk mencegah dehidrasi. Kandungan "air" yang melimpah dan segar tersebut juga dapat membantu meningkatkan mood baik bagi siapa saja yang mengonsumsinya. Jadi
"Manfaat jambu air" yaitu dapat mencukupi keperluan "air" tubuh dikarenakan kandungan "air"nya meraih 93% dari tiap-tiap buahnya. ini artinya didalam 100 gram buah "jambu air", terdapat lebih kurang 93 gram "air". kandungan "air" inilah yang mengakibatkan tubuh anda terasa lebih Segar
 
2. Menjaga kesehatan mata
"Jambu air" juga dilengkapi dengan vitamin A. Seperti kita ketahui bahwa vitamin A diperlukan mata agar tetap berfungsi optimal seiring bertambahnya usia, serta menambah imunitas tubuh dengan mendongkrak kinerja sel darah putih atau leukosit yang disebut antibodi serta antivirus. Mengonsumsi "jambu air" juga baik untuk mengatasi mata lelah akibat bekerja terlalu lama di depan layar komputer. Kekurangan vitamin A terjadi pada orang yang terinfeksi HIV.
 
3. Untuk Kecantikan 
Selain kita mendapatkan kesehatan dari buah ini, ternyata buah ini juga bisa mendatangkan kecantikan bagi yang mengkonsumsinya. Hal itu disebabkan karena buah ini mengandung vitamin C. Vitamin ini selain untuk menjaga tubuh dari serangan penyakit juga dikenal untuk meremajakan kulit dari dalam. Vitamin C yang terkandung didalam "Jambu Air" juga cukup tinggi. Pada setiap 100 gram "jambu air", terkandung Vitamin C sebesar 22 mg yang hampir setara dengan Jeruk Mandarin.Vitamin C mempunyai "Manfaat" sebagai antioksidan yang dapat melindungi Kesehatan sel, meningkatkan Penyerapan zat besi, serta melakukan perbaikan mutu sperma dengan menghindar radikal bebas yang mengakibatkan kerusakan pembungkus sperma. Dalam Perawatan kecantikan, Vitamin C mempunyai peran sangat penting dan mutlak. Dalam melancarkan peredaran darah sehingga kulit terlihat lebih Segar..Vitamin C akan merangsang pembentukan kolagen kulit serta menjaganya dari kerusakan. Vitamin C mempunyai karakter sebagai water holder ( menyimpan "air" ) hingga dapat melindungi kelembapan kulit serta mencegahnya dari kekeringan. 
 
4.  Obat Penurun Panas atau Demam.
Di sebagian Negara di Asia, Bunga "Jambu Air" sering dipakai sebagai obat demam serta diare, dikarenakan bunga "Jambu Air" memiliki kandungan Tanin, serta zat-zat Fitokimia berbentuk Asam Oleanik, Bsitosterol, serta desmethoxymatteucinol ( zat antibiotik yang melawan jamur sebagai pemicu penyakit, diantaranya Staphylococcus aureus, Mycobacterium Smegmatis, serta Candida Albicans. Disampaing buah serta pohon yang amat berguna, daun dari "Jambu air" juga dapat dipakai untuk obat turunkan panas. Caranya cukup gampang Yaitu rebus "air", sesudah itu remas daun "jambu air" tersebut sampai kecil-kecil serta masukkan ke didalam "air" hangat atau panas yang telah ditaruh di baskom. lantas ambillah handuk kecil celupkan ke "air" panas yang telah dicampuri daun "jambu air". Aroma daun "jambu air" yang harum dapat berikan ketentraman atau artinya rilexasing. tak hanya itu, aroma daun "jambu air" juga menetralkan bau keringat dari tubuh, dikarenakan biasanya orang sakit tidak diperbolehkan mandi. sesudah dikompres dengan rebusan "air" yang dicampuri daun "jambu", rasakan kedamaiannya terlebih bila semua tubuh diusap dengan rebusan "air" tersebut tentu terasa enak.  
 
5.  Tingkatkan kesuburan
Tidak ada yang menyangka jika buah yang satu ini juga baik untuk membantu meningkatkan kesuburan pria. Kandungan vitamin C dalam "jambu air" berfungsi sebagai antioksidan yang ber"manfaat" untuk menjaga kesehatan sel-sel tubuh, termasuk sel-sel sperma dari kerusakan akibat paparan radikal bebas.
 
6.  Cegah diare
Menurut PK Warrier dari Universitas Purdue, ekstrak biji "jambu air" dapat digunakan untuk mencegah diare. Bahkan di India, ramuan bunga "jambu air" sering digunakan sebagai obat penurun panas dan demam pada anak-anak.
 
7. Untuk Memelihara Ginjal
Untuk memelihara kesehatan ginjal juga dianjurkan untuk banyak mengonsumsi buah dengan kandungan air yang banyak ini. Ini karena asam urine dan urea yang mengotori ginjal dapat dibersihkan dengan cairan tadi. Sebagaimana kita ketahui batu ginjal bisa terjadi karena ginjal dalam keadaan kurang cairan yang pada akhirnya menyebabkan tidak lancar dalam mengeluarkan kotoran, selanjutnya terbentuklah batu ginjal.
 
8. Untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh.
"Khasiat jambu air" lainnya adalah buah ini bisa sebagai sumber vitamin A alami. Vitamin A mempunyai fungsi sebagai sumber peningkat imunitas dalam tubuh. Dengan mengonsumsi vitamin A secara cukup, kekebalan tubuh akan baik. Selain itu vitamin A juga dapat berfungsi sebagai penambah cara kerja sel darah putih dan penjaga kesehatan mata. 
 
Anda tidak begitu menyukai buah "jambu air" ini? Sepertinya tidak bijak bila tidak menyukai buah ini dikarenakan banyak sekali "manfaat"nya.Jadi, tunggu apalagi? Sering - seringlah mengkonsumsi buah "jambu air" ini!

Semoga ber"manfaat"
 
Sumber:
1. organ1k.blogspot.com/.../kandungan-dan-manfaat-ja...
2. www.waspada.co.id/index.php?...khasiat-jambu-air...
3. infobuahjambu.blogspot.com/.../beragam-manfaat-ja...
4. inovasikesehatan.blogspot.com/.../manfaat-jambu-air....
5. ormitamedia.com › Kesehatan
6. blog-kangsun.blogspot.com/.../manfaat-buah-jambu-a...
7. wichaa.blogspot.com/Khasiat-Jambu-air.....
8. manfaat-buah-sayur.blogspot.com/manfaat-buah.... 
9. laely.widjajati.photos.facebook/Bismillahir-Rahmanir-Rahiim...Moga-Aktivitas-Hari.....

"KISAH PARA WANITA/PEREMPUAN BERJENGGOT DAN BERKUMIS"

"Wanita" Cantik "Berjenggot" (Bagian I) Reef - Australia

Dear Dad/Ta's dan KoKiers dimana pun Anda berada. Salam damai dari Oz
Ilustrasi:
"Wanita cantik"
itu berpose setengah menantang. Ia berbaring dengan satu tangan diletakkan di pinggangnya dan tangan lainnya menyangga kepalanya yang berwajah sendu. Kedua matanya setengah terpejam, nampak begitu pasrah sekaligus mengundang.

Dengan baju model korset, bagian dada sangat ketat makin menonjolkan keseksiannya, sementara itu roknya sedikit tersingkap memamerkan pahanya yang mulus. Sekilas foto tersebut nampak normal dan wajar, seorang "wanita" cantik berpose sensual. Yang 'tidak' wajar hanyalah wajah sang "wanita". "Wajah" sendu "wanita" tersebut lebat ditumbuhi "jenggot"!
Annie Jones, Annie Jones carte de visite, 4 x 2.5 inches, circa 1880 photographer’s logo stamped on reverse and signed in pencil "Miss Annie Jones Age 18yrs" photographer: Chas. Eisenmann, 229 Bowery, New York
Dear KoKiers,
 
Sesuai dengan hukum Tuhan, banyak hal normal maupun tidak normal yang kita jumpai dalam kehidupan di dunia ini. Ketika Tuhan menciptakan sesuatu yang normal, tidak ada manusia yang mempertanyakannya. Tetapi, ada kalanya, Tuhan menciptakan sesuatu yang dianggap tidak normal oleh manusia, banyak orang bertanya-tanya. Lepas dari ketidaknormalan itu, pasti ada hikmah yang tersembunyi.

Ketimpangan atau ketidaknormalan kondisi fisik adalah satu dari sekian banyak ketimpangan atau ketidaknormalan. Penciptaan fisik tidak lepas dari campur tangan Tuhan. Kita tidak bisa memilih dalam bentuk yang bagaimana kita akan dilahirkan. Apakah akan berhidung mancung atau pesek, berkulit putih atau hitam? We simply have no choice. Kalau saja boleh memilih, sebagai perempuan, kita mungkin ingin dilahirkan seperti Angelina Jolie. Atau, bagi laki-laki, mereka ingin seperti Tom Cruise, misalnya.

Karena penciptaan fiisk di luar wewenang manusia, rasanya tidak pantas jika kita mengolok-olok kekurangan fisik orang lain yang kita anggap 'buruk'. Pepatah kuno “Don’t judge a book by its cover”, kecantikan fisik hanya sebatas kulit, pas untuk menggambarkannya.

Di beberapa daerah, ada yang menganggap kelainan fisik sebagai berkah. Tetapi ada juga yang mengganggapnya sebagai malapetaka. Ada yang wajahnya cantik atau ganteng, ada pula yang buruk rupa. Ada yang gemuk, ada pula yang kurus. Ada yang berkulit putih, ada yang berkulit hitam. Apapun kondisinya, semua wajib disyukuri.

Tetapi, ada juga yang mengganggap keabnormalan sebagai sesuatu yang unik. Bahkan, in other word, terkesan menggelikan. Apa sesungguhnya hikmah di balik penciptaan ini? Hanya Tuhan yang mengetahuinya.

"Jenggot" Di Wajah Cantik

Jika kita melihat seorang lelaki, lengkap dengan "kumis" dan "jenggot" panjang, mungkin tidak aneh lagi. Hampir setiap hari, kita banyak menemukan pemandangan seperti ini. Lelaki dari sononya memang mempunyai hormon bulu jauh lebih banyak dibanding "wanita". Bagi sebagian "perempuan", pria "berjenggot" lebih menggairahkan dan terkesan berwibawa. Mereka menganggap aneh jika seorang lelaki berwajah mulus bak pualam.

Lalu, bagaimana jika yang "berjenggot" bukan seorang lelaki, namun seorang "perempuan"? Jika melihat seorang "perempuan" berwajah menarik, lengkap dengan "kumis" dan "jenggot", kita tentu akan melotot dan mengucek mata, seolah tidak percaya.

Memang, kita banyak menemui "perempuan" yang dihiasi "kumis" tipis di atas bibirnya, seperti seorang pelukis legendaris terkenal dari Mexico Frieda. Di Indonesia, siapa yang tidak kenal dengan penyanyi dangdut Iis Dahlia atau Astri Ivo. Mereka memiliki "kumis" tipis yang membuat mereka semakin manis.

"Wanita" "berkumis" tipis mungkin tampak normal. Namun, bagaimana jika "perempuan berjenggot" sekaligus ber"kumis"? Is it a joke? The answer bukan sebuah joke. Ini memang benar-benar ada.

Dear KoKiers,
Menurut Wikipedia, seorang "perempuan"
"berkumis" dan "berjenggot" adalah seorang "perempuan" berwajah lembut tetapi mempunyai "kumis" dan "jenggot" yang terlihat nyata. Ia jelas tidak ubahnya seorang lelaki.

"Wanita berjenggot" atau "berkumis" lebat bisa jadi akan menjadi sebuah fenomena tersendiri bahkan melegenda. Karena keunikan ini akan menimbulkan rasa ingin tahu yang besar. Bukan tidak mungkin, keunikan ini akan menjadi buah bibir, bahan ejekan atau lelucon. Dari sekian "perempuan berjenggot" yang tercatat dalam sejarah, yang paling popular adalah 'The Bearded Lady of Guildford'.

KELAINAN HORMON

Ada sejumlah kecil "perempuan" yang mempunyai "jenggot", meskipun sangat tipis namun jelas terlihat. "Perempuan"-"perempuan" ini banyak kita temukan di ras manapun. Di Yunani, misalnya, "perempuan" di desa-desa tradisional nampak maskulin dengan garis rahang tegas dan kumis tipis. Atau, "wanita" Sicilia yang raut mukanya mirip "perempuan" tradisional di Yunani. Di Indonesia sendiri banyak kita temukan "perempuan" dengan
"kumis" tipis. Bahkan, kadang rambut-rambut di sekitar pipi dan leher yang merupakan cikal bakal "jenggot".

Dari sekian banyak "perempuan" dengan kelainan hormon ini, ada di antara mereka yang memelihara "kumis" dan "jenggot"nya seperti seorang lelaki. Apa yang menyebabkan para "wanita" ini mempunyai "kumis" dan "jenggot" lebat seperti laki-laki?

Munculnya "jenggot" atau "kumis" pada "perempuan" umumnya disebabkan adanya kelainan hormon yang disebut androgen excess. Ada juga yang disebabkan kelainan genetik langka yang disebut hypertrichosis. Kadang-kadang, pada kasus tertentu, juga disebabkan pemakaian anabolic steroids.

"Perempuan berjenggot" bisa jadi memang sengaja menumbuhkan "jenggot" maupun "kumis". Tujuannya untuk menghibur masyarakat seperti yang terjadi di arena-arena sirkus di abad 19 dan 20. Sudah jamak, di dunia hiburan seperti Circus menampilkan hal-hal yang aneh dan unik untuk menarik perhatian penonton. Dari sekian keunikan, tidak jarang mereka memajang "wanita berjenggot". Jika "jenggot" mereka palsu kemungkinan disebabkan pemakaian anabolic steroid.

Namun, yang terjadi baru-baru ini bukan di arena sirkus dimana "perempuan" sengaja menumbuhkan "kumis" dan "jenggot". Kejadian ini benar-benar ada di masyarakat awam. Sekitar bulan Febuari 2010, beberapa media online maupun cetak mengabarkan seorang diplomat Arab yang membatalkan pernikahannya. Ternyata, "perempuan" yang baru saja dinikahinya diketahui memiliki "jenggot"!

Konon, sang diplomat Arab tersebut percaya saja ketika ditawarkan kepadanya foto seorang "wanita" yang kemudian menjadi calon istrinya. Disebutkan, "wanita" yang akan disunting itu bergelar dokter. Karena tinggal di negara Arab, wajar jika "wanita" tersebut mengenakan penutup wajah atau burqa. Demikian pula halnya foto yang ditawarkan ke diplomat tersebut. Prosesi pernikahan pun digelar. Selama prosesi akad nikah berlangsung, sesuai adat setempat, sang mempelai pria yang tak disebutkan identitasnya itu belum dibolehkan membuka burqa untuk melihat wajah calon istrinya. Begitu ijab kabul sah dilakukan, mempelai pria hendak mencium "wanita" yang sudah resmi menjadi istrinya. Namun, dia begitu kaget ketika mengetahui wajah istrinya. "Dia memiliki "jenggot" dan bermata juling," katanya, seperti dikutip kanal berita Arab, Alrabiya, di Uni Emirat Arab, Rabu (10/2).
 
Diplomat Arab untuk Dubai itu pun buru-buru mengajukan pembatalan pernikahan. Dia merasa telah ditipu oleh mertua barunya karena kondisinya tak sesuai dengan cerita diawal. Foto yang diterimanya bukan foto istrinya. Pengadilan telah membatalkan pernikahan itu, tapi menolak pengembalian mahar sebesar 230 ribu dolar AS.

Setelah Melahirkan, Wanita Asal Jerman Ini Mulai Berjenggot!

Bearded-Lady-Mariam-wanita berjenggot 01

Seorang ibu asal Jerman mulai tumbuh "jenggot" setelah kelahiran anaknya 28 tahun lalu. Selama ini dia selalu mencabuti rambut di dagu itu namun sekarang mulai malas dan membiarkannya tumbuh.

Bearded-Lady-Mariam-wanita berjenggot 02Situs asiaone.com melaporkan, Kamis (11/4/2013), "perempuan" bernama Mariam itu terkadang memakai penutup di dagunya seolah-olah habis mengalami kecelakaan.

Dalam sebuah tayangan televisi di Inggris dia mengatakan sudah mulai enggan mencabuti "jenggot" itu maupun menutupinya.

“Setelah dicabuti kulit saya nampak kemerahan. Sudah banyak orang bertanya dan mereka tidak percaya akan semua itu,” ujarnya.

Keluarga Mariam kerap mengkritik agar dia selalu mencabut bulu di dagunya itu.
Bearded-Lady-Mariam-wanita berjenggot 04Pada 2008 dia pernah memanjangkan "jenggot"nya sekedar mengetahui bagaimana rupanya bila rambut itu tumbuh subur di dagunya.

Akhirnya setelah satu dekade hidup tanpa pasangan lantaran malu punya "jenggot" Mariam memutuskan memelihara rambut itu dan merasa seksi karenanya.

Mariam pun ikut dalam rombongan sirkus dan punya waktu pertunjukannya sendiri.

Dokter setempat mengatakan kemungkinan gen ini bisa diwarisi anak "perempuan" Mariam kelak. (asiaone/merdeka/berbagai sumber)
Bearded-Lady-Mariam-wanita berjenggot 03
Video: Bearded lady Mariam, from Germany http://youtu.be/1O1P-BTkwRE

Kisah Agustina Si Wanita Berjenggot

Rabu, 17 Juli 2013 22:45 WIB
Kisah Agustina Si Wanita Berjenggot
Tribunnewsbatam.com/Taufan Wijaya
Agustina (38) warga Kampung Tanah Merah, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau ini dari awal lahir hingga menikah, memiliki jenggot. 

Laporan Tribunnews Batam, Muhammad Ikhsan

BINTAN, TRIBUN - "Jenggot" memang identik dengan kaum pria. Namun di Kampung Tanah Merah, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, seorang ibu dua anak justru punya sejumput "jenggot" khas yang dipeliharanya hingga kini.

Menjadi "wanita berjenggot". Itulah identitas yang melekat pada diri Agustina (38). Dari awal lahir hingga menikah, "wanita" murah senyum ini mengaku tak ada yang aneh dengan wajahnya. Namun sejak anaknya berusia tiga tahun, di suatu pagi, Agustina menyadari ada bebarapa bulu yang tumbuh di dagunya. Hal itu bermula sejak 15 tahun lalu.

Awalnya, istri dari Samen (40) ini mengaku ditumbuhi bulu biasa. Namun lama kelamaan bulu-bulu itu tumbuh subur dan bahkan panjang layaknya "jenggot". Tina pun mulai risih, bahkan pernah ia pernah mencukur "jenggot"nya tersebut. Namun saat itu, entah iya atau tidak, upaya mencukur "jenggot"nya ini justru berbuah kesialan.

"Saye pernah haid tapi tak berhenti hingga 3 bulan sehabis mencukur "jenggot". Saye tak tahu penyakitnye ape. Yang jelas Haid saye berhenti setelah "jenggot" saye tumbuh lagi. Sejak itu saye tak pernah cukur "jenggot" sampai habis, paling cuma dirapikan dan dipendekkan saja," ujar Tina, saat dijumpai Tribun di rumahnya di RT 04/02, Desa Penaga, Rabu (17/7/2013).

Punya "jenggot", menjadikan Tina cukup terkenal di Desa Penaga. Perlahan namun pasti, ia berupaya untuk menghilangkan rasa mindernya itu. Kini Tina pun bisa berbaur biasa, walau tetap banyak yang memperhatikan "jenggot"nya tersebut.

Ibu dari Azizah (19) dan Fauzan (3,8) ini punya sekelumit cerita tak mengenakkan bagaimana ia melakoni pribadi sebagai "wanita berjenggot". Ia mengaku jarang bepergian ke acara kenduri atau nikahan. Bahkan sempat takut keluar rumah dan bergaul. Tapi itu dulu. Kini Agustina mengaku cuek dengan pandangan orang yang tertuju ke dagunya. "Ye macam mane lagi. Tak keluar rumah kite tak bisa ape-ape juge kan? Nak diliat orang saye selambe (cuek) aje ke sana kemari. Pas nonton bola di Kampung Bukit Batu pun tak peduli saye," tukasnya sambil tertawa.

Rasa minder itu, kini sudah tak dirasakannya. Ia pun bersyukur bisa hidup bersama keluarga besarnya di tepi pantai Desa Penaga. Dalam kesederhanaan itu, suaminya Samen yang bekerja sebagai nelayan itu nampak masih romantis bercanda dengan Agustina. Samen sendiri mengaku jika ia tak suka memelihara "jenggot". "Saya cuma malu ditengok-tengok (dilihat-lihat) semua pandangan. Nak dicukur macam mane lah, ini kan tuhan punya kuase. Biasanya saye berjilbab keluar, tapi tetap aje "jenggot" ini nampak," ceritanya.

Ketika melahirkan anak keduanya, Fauzan Agustina sempat akan dioperasi cesar. Namun pihak rumah sakit sempat mengira ia seorang pria. "Mereka orang rumah sakit sempat bertanya, kok pria dioperasi kebidanan pula. Saye sempat dikira pria," kenang "wanita" kelahiran 25 Desember 1974 ini.

Seorang saudara di Malaysia sempat mengabadikan foto Agustina, dan bahkan foto itu membuat heboh orang-orang di Malaysia. Begitu cerita Dormat, bapak Agustina.

Tina menceritakan, jika pegawai di kantor Kecamatan pun sempat kaget lihat fotonya saat akan membagikan e-KTP. Petugas itu lantas mengusap dadanya serasa tak percaya ada "wanita" yang "berjenggot".

Begitupun saat naik kapal Roll in Roll out (RoRo) dari Batam ke Tanjunguban, Tina mengatakan kerap menjadi pusat perhatian penumpang lain.

Tumbuhnya "jenggot" ini rupanya membawa suatu kelebihan pada dirinya semacam kemampuan penerawangan. Tina kerap bermimpi jika ada sesorang yang berniat jahat di rumahnya.  "Ya kadang saye bisa mimpi ada anak kecil datang, memberitahukan kalau ada sesuatu yang ditanam (jimat untuk mencelakakan) dekat rumah saye. Ada yang berniat jahat ke keluarga. Saya biasanya tahu aja letaknya di mana," sebut dia.

Keinginan untuk berwajah seperti "wanita" biasa tanpa "jenggot" sebenarnya ada, namun beberapa kali berobat, dokter mengaku tak tahu penyebab penyakit ini. Ia pun hanya diberikan obat-obat supaya tak tumbuh bulu. Namun hal itu tak berhasil. Tina akhirnya berhenti di sana. Ia kini menjalani hidup apa adanya. Terkait hasil analisa kedokteran terhadap "jenggot"nya ia mengaku tak tahu, karena memang tak pernah diberitahu dokter.

Tina merupakan anak kedua dari enam bersaudara. Siang itu saat Tribun datang ke tempatnya, Agustina mengaku sedang tak berpuasa Ramadan, pasalnya ia tengah merawat ibunya yang tengah sakit.

Editor: candrappusponegoro 

Mengapa Perempuan Tidak Berjenggot?

 
 
 
 
 
 
1 Vote

Apakah anda seorang pria "berjenggot"? Atau Anda seorang "perempuan" yang menyukai pria "berjenggot"? Terserah sajalah, yang penting Anda bukan pria tapi "wanita" atau "wanita" tapi pria. Kenapa membahas soal "jenggot".

Mungkin sudah banyak orang yang membahasnya, dan saya yakin mereka sudah mengupas segalanya tentang "jenggot". Hanya saja, saya masih penasaran kenapa pria "berjenggot" dan terkadang bisa tumbuh dengan lebat. Sementara "perempuan" tidak. Kalau pun ada "perempuan" yang "berjenggot" atau "berkumis", sangat tipis.


Tapi kita akui, Vivian Wheeler, seorang "perempuan" yang memiliki "jenggot" terpanjang sedunia menurut Guinness Book of Records dengan panjang 11 inchi atau 27,94 cm. Namun demikian, jumlah "perempuan" yang "berjenggot" bisa dibilang jumlahnya 1000 berbanding satu atau bahkan 10 ribu, 100 ribu atau lebih baru ketemu satu orang. Sangat-sangat jarang.

Pertanyaannya, kenapa pria bisa "berjenggot" sementara "perempuan" tidak? Akhirnya, setelah buka-buka buku, akhirnya ketemu juga penyebabnya mengapa pria bisa "berjenggot" dan sebaliknya "perempuan" tidak.

Penjelasannya begini. Sejak dalam masa kandungan, seorang janin sudah ditumbuhi rambut dan bulu-bulu halus, baik laki-laki maupun "perempuan". Namun, begitu bayi lahir, maka lama kelamaan bulu-bulu halus yang sudah melekat akhirnya berganti menjadi rambut-rambut yang cukup tipis.

Dan puncaknya, saat memasuki masa pubertas, usia sekitar 12-17 tahun, maka pertumbuhan rambut antara laki-laki dan "perempuan" sudah mulai berbeda. Apalagi semakin dewasa, maka pertumbuhan rambut atau bulu-bulu makin berbeda.

Kenapa demikian? Dalam buku “Aku Ingin Tahu, Mengapa?” dijelaskan bahwa perkembangan tumbuhnya rambut atau bulu itu disebabkan oleh pertumbuhan kelenjar seks, baik pada pria maupun "perempuan". Pada pria, hormon yang berlebihan ini akan menyebabkan tumbuhnya rambut di dagu ("jenggot"), atas bibir ("kumis"), dan di badan. Sementara, pada rambut di kepala yang menjadi sumber tumbuhnya rambut, akan mengalami penurunan. Ia beralih ke dagu, atas bibir ("kumis"), dan dada.

Sebaliknya, pada "perempuan", kelenjar seksnya tetap sama tinggi. Hanya saja, arahnya yang berbeda. Pada "perempuan", pertumbuhan akan semakin maksimal pada kepala, sedangkan pertumbuhan minimal ada di bagian tubuhnya terutama dagu. Sebab, berbagai kelenjar dan hormon dalam badan "perempuan" memang berfungsi mencegah pertumbuhan tersebut. Karena itulah, dagu "perempuan" tidak ditumbuhi bulu ("jenggot").
Jadi, bagaimana menurut anda?

Penyebab Tumbuhnya Kumis Pada Wanita

Rabu, 12 Januari 2011

Bagikan :
Anda sudah bolak-balik waxing ke salon untuk menghilangkan bulu-bulu tipis di atas bibir ("kumis"), tapi terus saja tumbuh. Anehnya, tak hanya di atas bibir, tapi juga di bawah dagu, rahang, bahkan di dada. Bukan hanya itu, Anda pun harus pikir-pikir seribu kali dulu untuk pakai rok, apalagi rok mini. Pasalnya, betis mulus Anda ditumbuhi bulu yang lumayan lebat, bahkan agak keriting, seperti betis pria dewasa. Kalau ada yang iseng nyeletuk, “Wanita", kok, kakinya berbulu…,” Anda pun gemas setengah mati. Iiih, rasanya kepingin nendang!Tapi, mengapa hanya segelintir "wanita" saja yang mengalami kondisi ini? Sebenarnya, apa, sih, penyebabnya?

ULAH HORMON ANDROGEN

Sebagai "wanita", tentu Anda merasa kurang nyaman dengan kondisi tersebut. Tapi, jangan hanya mencari pemecahan ke salon, cobalah cek ke dokter. Setelah menjalani tes darah, mungkin Anda bisa mendapatkan jawaban yang jelas.

Selama ini, jika bicara soal hormon reproduksi "wanita", mungkin yang langsung terlintas di benak Anda adalah estrogen, yaitu hormon utama "wanita", yang salah satu tugasnya adalah untuk mematangkan sel telur. Sedangkan pada pria, hormon utama yang berperan adalah androgen, atau dikenal juga sebagai hormon seks (testosteron). Namun, bukan berarti "wanita" tidak memilikinya. Dalam tubuh "wanita" juga terdapat hormon androgen, meski jumlahnya hanya sedikit sekali.

Menurut androlog dr. Anita Gunawan MS. Sp. And. dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta, hormon androgen memainkan peran penting dalam pengaturan fungsi tubuh "wanita", baik sebelum, selama, maupun sesudah menopause. Hormon inilah yang memicu tumbuhnya rambut di ketiak dan pubis saat dimulainya masa puber pada gadis remaja.

Selain itu, androgen juga diperlukan "wanita" dalam proses pembentukan estrogen, sekaligus memainkan peran penting dalam men-cegah pengeroposan atau hilangnya massa tulang (osteoporosis), mempertahankan gairah seks (libido), dan menyeimbangkan mood.

Bedanya, bila pada pria hormon androgen diproduksi di testis dan anak ginjal (kelenjar yang menempel di atas ginjal), maka pada "wanita" hanya diproduksi di anak ginjal. Jenis dan jumlahnya juga berbeda. Pada "wanita", kadar hormon androgen hanya boleh ada maksimal 10% dibanding pada pria. Jadi, bila pria memproduksi hormon androgen sekitar 6-8 mg per hari, maka "wanita" seharus-nya hanya memproduksi kurang dari 0,5 mg per hari. Kadarnya sulit dinyatakan dengan pasti, karena nilainya berfluktuasi, tergantung pada usia, siklus haid, dan status menopause "wanita" yang bersangkutan.

Tapi, dalam hal apa pun, apabila kekurangan atau berlebihan, tentu ada efek negatifnya. Jika tubuh seorang "wanita" memproduksi hormon pria tersebut secara berlebihan, maka tak perlu heran bila kondisi fisiknya pun menjadi cenderung maskulin (antara lain: "berkumis", tumbuh bulu-bulu berlebihan di beberapa bagian tubuh, berbadan kekar). "Wanita" yang mengalami kelainan hormonal seperti ini biasa disebut "wanita" androgenik. Namun, untuk memastikan kondisi ini, dibutuhkan tes darah di laboratorium.

Sumber: 
1. kolomkita.detik.com/.../wanita_cantik_berjenggot_ba...
2. indocropcircles.wordpress.com/.../wanita-berjenggot-s...
3. batam.tribunnews.com › Kepulauan RiauBatam
4. ureport.news.viva.co.id/.../309960-mengapa-perempu...
5. old.tahukahkamu.com/.../penyebab-tumbuhnya-kumis...


MusicPlaylistView Profile