Senin, 16 Januari 2012

"Koleksi Batu Pantai Di Kamar Mandi"

"Kamar mandi" berlantai keramik? Sudah biasa.... Kalau pingin "kamar mandi" yang lebih unik, anda bisa meletakkan "batu"-"batu pantai" di lantai "kamar mandi" anda."


Tidak dapat disangkal lagi, bahwa "kamar mandi" merupakan ruang yang paling sering dipakai apabila dibandingkan dengan ruang-ruang lain di rumah kita. Kegiatan rutin membersihkan bagian-bagian tubuh merupakan kebutuhan vital yang tidak dapat ditinggalkan. Dengan demikian pada tempatnyalah kalau "kamar mandi" diupayakan supaya menyenangkan pemakainya bahkan dibuat indah dan unik.

"Kamar mandi" saya dulu berlantai keramik, karena sudah bosan.... Lantai keramik yang ada saya suruh tukang untuk menumpuki plesteran dan saya letakkan "batu"-"batu pantai" di atas plesteran. Saya jadi lebih suka mengkoleksi "batu"-"batu pantai" yang telah saya kunjungi. "Batu pantai" yang ada antara lain saya koleksi dari "Pantai" Lovina - Singaraja - Bali, "Pantai" Parangtritis - Yogyakarta dan "Pantai" Delegan - Lamongan.
Ternyata asyik juga mengkoleksi "batu pantai". "Mandi" di "kamar mandi" serasa "mandi" di "pantai".

Sabtu, 14 Januari 2012

"Tampil Gaya Dengan Kacamata"

"Ada sesuatu yang seksi dan misterius, saat seorang wanita melintas dengan "kacamata" hitamnya, penuh percaya diri."


Pria yang berniat iseng, pasti akan berpikir dua kali melihatnya. Bila ingin tampil trendy dengan "kacamata" hitam, pastikan dulu bingkai "kacamata"nya sudah sesuai bentuk wajah. Jika wajah anda berbentuk hati, pilih "kacamata" segi empat ukuran besar. Untuk wajah oval, pilih bingkai model aviator yang klasik. Bila wajah anda persegi, pilih "kacamata" kucing berukuran kecil. Nah! Kalau ingin tampil lebih gaya, pakai lensa yang warnanya bervariasi. Pink, kuning, ungu muda, atau biru, pasti seru!!!!!!

"Tidur Nyenyak"

"Buat anda yang susah "tidur", obyek bergerak dapat menolong anda untuk "tidur" lebih cepat dan "tidur" lebih "nyenyak".


Usaha keras untuk dapat terlelap, biasa dimulai pada jam 22.00 WIB. "Jika anda berpikir keras untuk bisa ter"tidur", justru tak akan bisa "tidur", kata Richard D. Simon, M.D., direktur dari Kathryn Severyns Dement "Sleep" Disorder Center, Washington. "Melihat sesuatu yang lambat dan mengalir seperti ikan berenang atau gelembung udara dalam lampu kaca dapat membimbing pikiran anda beristirahat." Coba letakkan aquarium atau lampu kaca di sebelah tempat "tidur" anda. Berbaring dan fokuskan perhatian pada obyek yang bergerak.

Bonus tips: Pijat kening, kelopak mata, mulut dan rahang anda perlahan sebelum berbaring.  

(Sumber: Majalah Cosmopolitan, edisi April 2003).

"Wisata Religi - Sunan Drajat - Lamongan"

" Sabtu yang indah (14 Januari 2012), saya dan rombongan menikmati "wisata" religi ke "Sunan Drajat - Lamongan".



Jam menunjukkan pukul 07.26 WIB, saya masih malas-malasan sambil menikmati hari Sabtu, HP berbunyi. Ternyata sudah ada miss call sebanyak enam kali. Teman-teman telepon, katanya mau menjemput untuk diajak bepergian. Kemana? Sudah pokoknya harus ikut! Sampai di rumah, ternyata teman-teman berombongan mau pergi "wisata" ke "Lamongan".... Tujuannya kemana saja? Sudah pokoknya jalan saja.....

Sampai di "Lamongan", perut terasa lapar, memang saya belum sarapan, karena memang tidak berencana bepergian. Mulailah teman-teman menikmati "wisata" kuliner. Rombongan mampir ke sebuah rumah makan, dan kami menikmati soto ayam "Lamongan" yang memang sudah terkenal kelezatannya; sebagian ada yang menikmati rawon yang katanya juga enak.

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan "wisata". Sudah terdengar suara adzan, rombongan langsung belok ke masjid yang letaknya di depan lokasi Makam "Sunan Drajat". Kami menunaikan salat jamak dhuhur dan ashar. Setelah itu baru berziarah ke Makam "Sunan Drajat" yang letaknya berseberangan  jalan dengan masjid  dimana kami menunaikan salat tadi.

Untuk menuju ke Makam "Sunan Drajat", ada tangga naik yang jumlahnya ada tujuh sap. Konon critanya itu adalah filosofi "Sunan Drajat"  dalam pengentasan kemiskinan yang terabadikan dalam sap tangga ke tujuh dari tataran komplek Makam "Sunan Drajat". Secara lengkap makna filosofis ke tujuh sap tangga tersebut sebagai berikut :
  1. Memangun resep teyasing Sasomo (kita selalu membuat senang hati orang lain)
  2. Jroning suko kudu eling Ian waspodo (di dalam suasana riang kita harus tetap ingat dan waspada)
  3. Laksitaning subroto tan nyipto marang pringgo bayaning lampah (dalam perjalanan untuk mencapai cita - cita luhur kita tidak peduli dengan segala bentuk rintangan)
  4. Meper Hardaning Pancadriya (kita harus selalu menekan gelora nafsu-nafsu)
  5. Heneng - Hening - Henung (dalam keadaan diam kita akan mem­peroleh keheningan dan dalam keadaan hening itulah kita akan mencapai cita - cita luhur).
  6. Mulyo guno Panca Waktu (suatu kebahagiaan lahir batin hanya bisa kita capai dengan salat lima waktu)
  7. Menehono teken marang wong kang wuto, Menehono mangan marang wong kang luwe, Menehono busono marang wong kang wudo, Menehono ngiyup marang wongkang kodanan
    (Berilah ilmu agar orang menjadi pandai, Sejahterakanlah kehidupan masya­rakat yang miskin, Ajarilah kesusilaan pada orang yang tidak punya malu, serta beri perlindungan orang yang menderita)
    (Sumber: Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas).
    Di Makam "Sunan Drajat" sudah ramai para pengunjung. Kami disitu mendo'akan arwah beliau ("Sunan Drajat"), semoga arwah beliau diterima di Sisi-Nya, dan semua amal perbuatannya mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT., serta perjuangan beliau diteruskan oleh generasi penerusnya.
    Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan menuju "Wisata" Bahari "Lamongan"(WBL). Disana kami menikmati berbagai macam "wisata" bahari yang ada. Tidak lupa juga menikmati "wisata" belanja yang ada di lokasi "Wisata" Bahari "Lamongan"
    Setelah   kami  puas  ber"wisata"  di WBL, kami  melanjutkan  perjalanan  "wisata" ke  Pantai Delegan. Pantai Delegan atau yang terkenal dengan nama WISID alias "Wisata" Segoro Indah Delegan ini terletak di Desa Delegan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik. Pantai Delegan juga bisa menjadi alternatif tujuan wisata tambahan sebelum atau setelah anda ber"wisata" ke "Wisata" Bahari "Lamongan" (WBL) atau Goa Maharani. Pantai Delegan terletak di perbatasan antara Gresik dan "Lamongan". Jarak dengan "Wisata" Bahari "Lamongan" (WBL) pun cukup dekat kurang lebih 10 km. Sesuai dengan namanya, "Wisata" Pantai Delegan ini menyuguhkan pemandangan khas pantai di pesisir utara Pulau Jawa. Dengan bermodal uang Rp 4.500,- untuk tiket masuk dewasa dan Rp 3.000,- untuk tiket masuk anak-anak, pengunjung bisa menikmati pemandangan eksotis dari laut yang berwarna biru serta butiran pasir putih yang terhampar luas di sepanjang bibir pantai.  Yang lebih berkesan lagi, rombongan kami menikmati buah durian yang sengaja saya bawa dari rumah yang jumlahnya juga cuma dua buah dimakan ramai-ramai.  

    Setelah kami puas menikmati indahnya Pantai Delegan, kami melanjutkan perjalanan pulang. Tidak lupa kami membeli oleh-oleh khas "Lamongan", yaitu wingko dan lain-lainnya. Setelah membeli oleh-oleh, kami mampir ke rumah teman (Mas Antok). Di rumah Mas Antok, rombongan kami disambut oleh keluarga Mas Antok. Banyak aneka kue dan buah dihidangkan, dan Mas Antok menyediakan makan malam (nasi goreng) yang lezat untuk kami. Terimakasih atas semua hidangan yang nikmat dan sambutan yang hangat dari keluarga Mas Antok.

    Setelah itu kami melanjutkan perjalanan pulang. Hujan deras menyertai perjalanan kami. Rombongan kami sampai di Sidoarjo sekitar pukul 09.00 WIB.  Terimakasih kepada teman-teman yang telah mengajak saya ber"wisata" secara mendadak, sehingga tidak ada persiapan sama sekali. Namun karena kami sangat menikmati "wisata" ini, sehingga "wisata" ini jadi sangat indah dan sangat berkesan.  


Senin, 09 Januari 2012

"Menangkap Basah Si Pembohong"

"Meski kita mati-matian menutupi ke"bohong"an dengan gerak-gerik yang direkayasa sedemikian rupa, pasti ada yang terungkap lewat bahasa tubuh. Sekecil apapun. Pasalnya ucapan dan tingkah laku selalu berhubungan."

"Apa yang kita rasakan terwujud dalam tingkah laku", kata  ahli bahasa tubuh  Lorna Marshall dalam buku The Body Speaks (Methuen). Tertarik untuk mencoba? Ikuti saja temuan FBI ini, niscaya anda dapat langsung membuka kedok si penipu ulung dalam sekejap!

1. KATA-KATA YANG TERUCAP.

Para "pembohong" selalu berusaha menghilangkan jejak diri saat bercerita. Secara alami, saat ber"bohong" seseorang merasa tidak nyaman. Karena itu mereka akan mengambil jarak dengan ke"bohong"an yang mereka buat sendiri, papar Dr. Wiseman.

Jika orang yang anda interogasi tidak pernah menyebut kata saya, anda patut curiga. Para "pembohong" juga enggan menyebut nama orang yang disangkalnya.

2. PANCING LEWAT PERTANYAAN SAMA.

"Pembohong" biasanya sudah menyiapkan sebuah jawaban. Jadi saat anda bertanya, dia akan serta merta menjawab dengan lancar. Jika anda menanyakan pertanyaan yang sama untuk kedua kalinya, dijamin jawaban itu juga yang meluncur dari mulutnya. Tapi, ketika anda bertanya untuk yang ketiga kalinya, kemungkinan besar ke"bohong"annya akan terbongkar. Bagaimana mungkin?

Manusia punya kecenderungan alami untuk jujur. Ber"bohong" adalah suatu keadaan yang direkayasa secara fisik maupun psikis, kata Mandy Cresswell ahli bahasa tubuh. "Detak jantung dan tekanan darah naik, tenggorokan terasa kering ketika ber"bohong". Jadi cara terbaik untuk mengorek ke"bohong"an seseorang: Ajukan beberapa pertanyaan yang sama beberapa kali. Tanyakan dulu dua kali. Lihat responsnya. Kemungkinan besar mereka akan memberi respons yang sama. Tunggu beberapa saat sebelum anda bertanya ketiga kalinya. Biarkan mereka rileks sebentar dan mengira telah lolos dari kejaran anda. Begitu lengah, sergap dengan pertanyaan sama. Saat itu, secara fisik dan psikis, mereka pasti tidak siap. Jadi kemungkinan besar, mereka akan keceplosan bicara."

3. MATA IKUT BICARA.

Para "pembohong" setengah mati berkonsentrasi memfoluskan tatapan mata mereka ke mata anda. Saking konsentrasinya, bola mata mereka menjadi kering dan membuat mereka lebih sering mengerdipkan mata.

Tes yang lebih akurat adalah dengan memperhatikan arah tatapan mata seseorang ketika sedang mengingat-ingat sebuah peristiwa yang anda tanyakan. Dr. Harry Alder dalam buku NLP in 21 Days, mengatakan: "Mayoritas orang melihat ke arah kanan ketika sedang mereka-reka sebuah cerita atau bayangan (dengan kata lain Sedang ber"bohong"). Jika seseorang sedang berusaha mengingat-ingat sesuatu yang memang pernah terjadi, mata akan mengarah ke kiri. Itu sebuah tindakan instingtif yang spontan dan hampir tidak mungkin dibuat-buat."

4. "PEMBOHONG" TAK PERNAH LUPA.

Menurut Wiseman, "Kalau jujur, orang itu pasti sulit menceritakan kembali kegiatannya dengan lancar dan teratur sesuai urutan kejadian. Sesekali dia akan merevisi ucapan sebelumnya, "Sampai di rumah, saya nonton TV, eh bukan, saya telepon teman dulu sebentar, baru nonton TV. Tapi kalau "bohong", cerita akan mengalir  selancar air. Pasalnya, si "pembohong" sudah menyiapkan skenario lengkap di kepala", jelasnya. Mereka tidak bakal bilang, 'Sebentar ya, rasanya bukan begitu'. Salah omong pantangan besar bagi "pembohong". Resikonya fatal. Ke"bohong"an bisa terbongkar."  

5. MAKNA SEBUAH SENYUM.

Perhatikan senyum yang tersungging di wajah orang yang dicurigai. Kalau cukup jeli, anda bisa menangkap senyum kaku si penipu, meski hanya beberapa detik. "Senyum yang tulus bentuknya simetris, ujung bibir tertarik ke atas dengan seimbang, terjadi secara spontan, lalu hilang perlahan-lahan", jelas Susan Qulliam, penulis buku Body Language Secrets (Harper Collins). "Senyum itu menggerakkan sekian banyak garis wajah mulai dari hidung sampai sudut mulut, termasuk kerutan di sekitar mata. Biasanya terjadi pada detik ke -48 setelah anda mengatakan sesuatu yang membuat lawan bicara tersenyum"

"Senyum "pembohong" biasanya agak telat dan sedikit asimetris. Satu sisi wajah ingin berkata jujur, tapi sisi lainnya tidak", kata Qulliam lagi. "Pada senyum yang dibuat-buat, otot garis samping hidung dan mata tidak terlalu tertarik, layaknya senyum dingin penjahat di film aksi laga." 

6. SEKELEBAT KEJUJURAN.

Dalam keadaan terjepit, ekspresi asli seseorang terpampang jelas di wajahnya, yaitu sesaat sebelum dia mengenakan 'topengnya'. Para psikolog menyebutnya 'ekspresi mikro'. "Kalau terlewat membaca ekspresi sekelebat itu, gunakan perubahan ekspresi yang terjadi sebagai patokan anda. Ekspresi wajah yang muncul belakangan adalah ekspresi palsu," kata ahli perilaku manusia David J Lieberman dalam buku Never Be Lied To Again (St. Martin's Press).

Seperti kata Mandy Cresswell, "Ekspresi mikro adalah kerutan  kecil di dahi. Dalam keadaan normal, ekspresi wajah seseorang biasanya bertahan beberapa detik, tapi saat ber"bohong", orang cepat sekali mengubah ekspresinya. Terutama saat menghilangkan ekspresi mikro di dahi. Jadi fokuskan perhatian ke daerah itu. 

7. HIDUNG TAK PERNAH BER"BOHONG".

"Tahukah anda bahwa "hidung" kita akan mengembang saat ber"bohong"? "Jadi dongeng Pinokio itu ada benarnya," kata Cresswell. Saat ber"bohong", tubuh akan bereaksi akibat aliran darah yang berlebih di wajah. Ada orang yang wajahnya langsung merah. Ada juga yang "hidung"nya memerah dan agak mengembang, kira-kira satu milimeter. Reaksi ini memang tidak terlihat dengan mata telanjang, tapi si "pembohong" akan merasakan sendiri sensasi menggelitik itu di "hidung". Karena secara tak sengaja saat ber"bohong" orang suka memegang "hidung". Ini pertanda jelas kalau mereka ber"bohong".

(Sumber: Majalah Cosmopolitan, edisi Agustus 2002).

"Menjebak Si Pembohong"

"Haruskah menggunakan alat pendeteksi ke"bohong"an untuk membuktikan ke"bohong"an seseorang? Tidak perlu!"


Berterimakasihlah pada sebuah temuan yang fantastis di bidang psikologi. Dengan temuan ini, seorang penipu ulung sekalipun tidak bisa seratus persen menutupi ke"bohong"annya. Sinyal-sinyal yang muncul secara spontan lewat bahasa tubuhnya saat otak mulai merekayasa sebuah cerita, dapat langsung terdeteksi.
Bagaimana memancing si "pembohong" agar mengaku. Ikuti tips dari Mandy Creswell berikut ini:

1. Jangan main tuduh dengan pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan seperti ini, "Kenapa tidak datang?" atau, "Kamu "bohong" ya?". Dia malah akan bersikap defensif dan mempertahankan ke"bohong"annya. Ajukan pertanyaan terbuka seperti ini, "Jam berapa kamu kembali ke rumah?"
2. Tunjukkan bahasa tubuh yang benar. Tatap matanya langsung, miringkan kepala anda ke satu sisi dan majukan tubuh ke arahnya. Jangan silangkan tangan ke depan tubuh. Bahasa tubuh yang terbuka akan mendorongnya berkata jujur.

3. Minta dia mengulang cerita. Simak baik-baik kata demi kata, apakah ada yang meleset dari cerita sebelumnya.

4. Beri dia kesempatan sekali lagi. Kalau dia masih mengulang cerita yang sama, tapi anda tetap tidak yakin, gunakan tak-tik seolah-olah anda tidak peduli lagi pada ke"bohong"annya. Katakan saja begini, "Oke, sekarang bagaimana saya bisa tahu tidak akan terjadi seperti ini lagi?" Ucapan ini mengesankan anda memberinya kesempatan untuk memperbaiki diri. Walhasil, dia jadi lebih percaya diri untuk mengaku.

(Sumber: Majalah Cosmopolitan, edisi Agustus 2002).

"Hidung Tak Pernah Berbohong"

"Tahukah anda bahwa "hidung" kita akan mengembang saat "berbohong"?

"Jadi dongeng Pinokio itu ada benarnya," kata Cresswell. Saat "berbohong", tubuh akan bereaksi akibat aliran darah yang berlebih di wajah. Ada orang yang wajahnya langsung merah. Ada juga yang "hidung"nya memerah dan agak mengembang, kira-kira satu milimeter. Reaksi ini memang tidak terlihat dengan mata telanjang, tapi si pem"bohong" akan merasakan sendiri sensasi menggelitik itu di "hidung". Karena secara tak sengaja saat "berbohong" orang suka memegang "hidung". Ini pertanda jelas kalau mereka "berbohong".

(Sumber: Majalah Cosmopolitan, edisi Agustus 2002).


MusicPlaylistView Profile