"Seorang"ibu" mempunyai banyak cara untuk mengungkapkan kasih "sayang"nya kepada anaknya, misalnya :
- "Ibu" selalu menyimpan foto bayi (anaknya) dan memandanginya berlama-lama.
- "Ibu" selalu bisa menemukan banyak alasan mengapa anaknya harus selalu dekat dengan "ibu"nya
- Seorang "ibu" akan marah apabila anaknya dikritik oleh orang lain.
- "Ibu" bisa menerima kritik, asal bukan tentang anaknya.
- "Ibu" akan terus bertanya 'ada apa' selama anaknya tetap bersikeras tidak ada apa-apa.
- "Ibu" dapat mengubah hari yang muram menjadi kenangan indah hanya dengan mendengarkan
anaknya bercerita tentang permasalahannya.
- "Ibu" akan merasa senang kalau seorang anak membutuhkannya.
- "Ibu" akan selalu mendukung apa yang diinginkan anaknya.
- "Ibu" tidak langsung mengatakan anaknya berbuat kesalahan. "Ibu" menunggu sampai anaknya mengetahuinya sendiri-- Kecuali kalau itu terlalu lama.
- "Ibu" tidak pernah terkejut ketika anaknya melakukan hal-hal istimewa, karena "ibu" selalu tahu anaknya mampu dan mau.
- "Ibu" ikut sedih apabila anaknya sedih.
- "Ibu" dapat menyembunyikan kesedihan dan ketakutannya di balik senyuman.
- "Ibu" akan membantu menyembuhkan luka anaknya sebelum "ibu" menyadari bahwa "ibu" juga terluka.
-"Ibu" akan semakin baik seiring berjalannya waktu. Saat "ibu" dan anaknya semakin matang.
- "Ibu" tidak perlu mengikuti mode. "Ibu" memiliki gaya tersendiri.
- "Ibu" tidak keberatan memberikan resep masakan "ibu", namun rasanya tidak pernah seenak buatan "ibu".
- "Ibu" dapat mengubah setiap tempat menjadi ruang keluarga, hanya dengan berada disana.
- "Ibu" tidak berharap anaknya berterima kasih, namun itu adalah kejutan termanis yang diberikan oleh anaknya.
- "Ibu" dapat membuat dunia bagaikan tempat yang aman, ketika "ibu" mencium anaknya sebelum tidur.
- "Ibu" mendengarkan dengan matanya, "ibu" mendengarkan dengan hatinya. Begitulah cara "ibu" mendengar apa yang tidak dapat terucapkan dengan kata-kata.

- "Ibu" selalu terbuka pada sudut pandang lain, tapi tidak akan berubah pikiran.
- "Ibu" tahu cara berkata 'Tidak' tanpa menggunakan kata itu.
- "Ibu" mengatakan: 'Aku "sayang" padamu' dengan cara seperti: 'Buka bajumu yang basah'. 'Pakai mantel.' 'Pr-mu sudah selesai?' 'Cuci tangan sebelum makan'. 'Sini "ibu" ukur suhu tubuhmu'. 'Kamu sedang apa?'.
- Seorang "ibu" tidak akan menangis didepan anaknya, karena ingin selalu terlihat bahagia didepan
anaknya.
- Seorang "ibu" bisa senang membacakan buku ke"sayang"an anaknya untuk ke seratus kali.
- "Ibu" tahu suatu hari harus melepaskan anaknya. yaitu pada saat anda lebih dekat dengan suami/istrinya.... Pada saat itulah "ibu" menjadi sahabat.
Ada beribu-ribu cara seorang "ibu"
mengungkapkan kasih "sayang"nya kepada anaknya.
Namun bagaimana dengan seorang anak? Seharusnya demikian juga dengan anak, kasih "sayang" anak kepada "ibu" tidak boleh ada duanya, karena "Surga anak ada di bawah telapak kaki "ibu".
Makanya, seorang "ibu" harus selalu menjaga kesehatan telapak kakinya. Kalau telapak kaki "ibu" kudisan, kan kasihan anaknya............. He2 he...........
0 komentar:
Posting Komentar