Sabtu, 01 Juni 2013

"DIAMNYA ORANG MUKMIN"

"Jika kita berbicara dan menyebabkan kerugian sebesar sebongkah emas, maka "diam" adalah emas".


Sahabatku, "diam"nya "orang mukmin" adalah dzikir, tafakkaur, dan muhasabah, kalaupun bicara, bicaranya santun, mulia dan dakwah, hatinya "husnodzdzon" baik sangka dan doa. Melihat suami istri berjalan, ia doakan semoga rumah tangganya sakinah. Melihat orangtuanya, ia doakan semoga husnul khotimah. Melihat anak-anak,  ia doakan semoga menjadi anak-anak sholeh sholeha...h. Melihat pemimpinnya, ia doakan semoga menjadi pemimpin amanah. Melihat faqir miskin setelah ikhtiarnya menolong, ia doakan semoga Allah hiasi dengan kesabaran dan Allah balas kesabarannya dengan ridha dan surgaNYA. Mendengar dirinya dipergunjing, ia balas dengan doa kasih sayang semoga ALLAH memaafkannya. Melihat yang berbeda dengan keyakinan, ia doakan semoga hidayah ALLAH untuknya. Melihat saudaranya dianiaya di Gaza Palestina, di Afghan dan di Irak, hatinya perih, ia pun maksimalkan jihadnya, dengan doa air matanya di penghujung malamnya. Ya ALLAH tolong lindungi selamatkan saudara-saudara kami, menangkan para mujahidin, muliakan mereka yang wafat sebagai syuhada tanpa ia melupakan mendoakan keberkahan negerinya, sahabatnya, juga sahabat FBnya dan keluarganya...

Sungguh dunia ini menjadi "Taman Surga" bagi hamba yang sungguh-sungguh TAAT, BERDOA dan SELALU BAIK SANGKA...aamiin".

Sumber:
1. K.H.Muhammad.Arifin.Ilham's.Status.Facebook/diamnya-orang-mukmin...
2. Mario.Teguh.Kata.Mutiara/quote-Mario-Teguh...
3. Laely.Widjajati.Facebook.Photoes/Ayo-Jalan2-Dulu-Biar-Sehat.........
4. Hepi.Say.Facebook.Photoes/3-angel...-Menyelesaikan-misi..

Jumat, 31 Mei 2013

"13 PERKARA YANG HARUS DIJAGA OLEH WANITA"

"Pesan-pesan untuk para "Wanita" yang sangat bagus dampaknya apabila dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari."


13 PERKARA YANG PERLU DIJAGA OLEH "WANITA":

1. Bulu kening –
... Menurut Bukhari, Rasullulah melaknat perempuan("Wanita") yang mencukur atau menipiskan bulu kening atau meminta supaya dicukurkan bulu kening. (Petikan dari Hadits Riwayat Abu Daud Fi Fathil Bari.)

2. Kaki dan semacam hantu loceng –
Dan janganlah mereka (perempuan/
"Wanita") membentakkan kaki (atau mengangkatnya) agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan – (Petikan dari Surah An-Nur Ayat 31.)
Keterangan : Menampakkan kaki dan mengayunkan/melenggokkan badan mengikut hentakan kaki terutamanya pada mereka yang mengikatnya dengan lonceng…sama juga seperti pelacur dizaman jahiliyah ….

3. Wangian –
Siapa sahaja
"Wanita" yang memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium baunya, maka "Wanita" itu telah dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zinanya terutamanya hidung yang berserombong.
(Petikan dari Hadits Riwayat Nasaii, Ibn Khuzaimah dan Hibban.)

4. Dada –
Hendaklah mereka (perempuan/
"Wanita") melabuhkan kain tudung hingga menutupi bahagian hadapan dada-dada mereka.
(Petikan dari Surah An-Nur Ayat 31.)

5. Gigi –
Rasullulah melaknat perempuan/
"Wanita" yg mengikir gigi atau meminta supaya dikikirkan giginya(Petikan dari Hadis Riwayat At-Thabrani)
Dilaknat perempuan/
"Wanita" yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik, yang merubah ciptaan Allah.
(Petikan dari Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim.)

6. Muka dan leher –
Dan tinggallah kamu (perempuan/
"Wanita") di rumah kamu dan janganlah kamu menampakkan perhiasan mu seperti orang jahilliah yang dahulu. Keterangan : Bersolek (make-up) dan menurut Maqatil sengaja membiarkan ikatan tudung yang menampakkan leher seperti orang Jahilliyah.

7. Pakaian yang tipis (jarang) –
Asma Binte Abu Bakar telah menemui Rasullulah dengan memakai pakaian yang tipis. Sabda Rasullulah: Wahai Asma! Sesungguhnya seorang gadis yang telah berhaid tidak boleh baginya menzahirkan anggota badan kecuali pergelangan tangan dan wajah saja (Petikan dari Hadits Riwayat Muslim dan Bukhari.)

8. Tangan –

Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya.(Petikan dari Hadits Riwayat At Tabrani dan Baihaqi.)

9. Mata –
Dan katakanlah kepada perempuan/
"Wanita" mukmin hendaklah mereka menundukkan sebahagian dari pandangannya. (Petikan dari Surah An Nur Ayat 31)Sabda Nabi Muhamad SAW, Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya. Kamu hanya boleh pandangan yang pertama sahaja manakala pandangan seterusnya tidak dibenarkan hukumnya haram.
(Petikan dari Hadits Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi.)

10. Mulut (suara) –
Janganlah perempuan-perempuan/
"Wanita"-"Wanita" itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga berkeinginan orang yang ada perasaan serong dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik (Petikan dari Surah Al Ahzab Ayat 32.)Sabda SAW, Sesungguhnya akan ada umat ku yang minum arak yang mereka namakan dengan yang lain, yaitu kepala mereka dilalaikan oleh bunyi-bunyian (muzik) dan penyanyi perempuan/"Wanita", maka Allah akan tenggelamkan mereka itu dalam bumi.
(Petikan dari Hadits Riwayat Ibn Majah.)

11. Kemaluan –
Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan/
"Wanita"-"Wanita" mukmin, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka.(Petikan dari Surah An Nur Ayat 31.)
Apabila seorang perempuan itu solat lima waktu, puasa di bulan Ramadan, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya, maka masuklah ia ke dalam Syurga daripada pintu-pintu yang ia kehendakinya. (Hadis Riwayat Riwayat Al Bazzar.)
Tiada seorang perempuan/
"Wanita"pun yang membuka pakaiannya bukan di rumah suaminya, melainkan dia telah membinasakan tabir antaranya dengan Allah.(Petikan dari Hadits Riwayat Tirmidzi, Abu Daud dan Ibn Majah.)

12. Pakaian –
Barangsiapa memakai pakaian yang berlebih-lebihan terutama yang menjolok mata , maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan di hari akhirat nanti.(Petikan dari Hadis Riwayat Ahmad, Abu D , An Nasaii dan Ibn Majah.)

Petikan dari Surah Al Ahzab Ayat 59. Bermaksud : Hai nabi-nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak perempuan/"Wanita"mu dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka memakai baju jilbab (baju labuh dan longgar) yang demikian itu supaya mereka mudah diken ali . Lantaran itu mereka tidak diganggu. Allah maha pengampun lagi maha penyayang. Sesungguhnya sebilangan ahli Neraka ialah perempuan-perempuan /"Wanita"-"Wanita" yang berpakaian tetapi telanjang yang condong pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk Syurga dan tidak akan mencium baunya.
(Petikan dari Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)
Keterangan :
"Wanita" yang berpakaian tipis/jarang, ketat/ membentuk dan berbelah/membuka bahagian-bahagian tertentu.

13. Rambut –
Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan/
"Wanita"-"Wanita" yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam Neraka adalah mereka itu di dunia tidak mau menutup rambutnya daripada dilihat oleh lelaki yang bukan mahramnya.(Petikan dari Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim.)Riwayat Imran bin Hushain ra.:Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya penghuni syurga yang paling sedikit adalah kaum "Wanita".
(Shahih Muslim No.4921)

Sumber:
1. Photo.profile.facebook.laely.widjajati/
2. laely.widjajati.facebook/Jangan-pernah-katakan-umurlah-telah-bertambah,..
3. hepi.say.facebook/allowed-on-timeline...

Sabtu, 25 Mei 2013

"KANDUNGAN GIZI TIKUS DAN HUKUM (ISLAM) MEMAKANNYA"

"Mendengar "Tikus" sebagai bahan makanan belum begitu biasa bagi sebagian orang".  

 
Tetapi mengkonsumsi "Tikus" (Bandikut) sebagai bahan pangan bukanlah hal yang baru bagi sebagian komunitas penduduk asli di Afrika dan beberapa tempat lainnya. Di Sulawesi Utara, khususnya kelompok etnik Minahasa/Manado "Tikus" hutan merupakan sumber protein hewani alternatif yang sampai saat ini tetap dikonsumsi. Bagi masyarakat di Papua, "Tikus" tanah atau Bandikut adalah jenis satwa yang intensitas pemanfaatannya sangat tinggi, karena habitatnya yang sangat dekat dengan manusia, biasanya di sekitar kebun.  Disebut "Tikus" tanah karena jenis hewan ini membuat sarangnya di dalam tanah dan jika dilihat, secara morfologi, hewan ini menyerupai "Tikus".

APA ITU "TIKUS" TANAH?

"Tikus" tanah atau Bandikut adalah salah satu jenis satwa yang tekah dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat di Papua sebagai sumber protein hewani keluarga.  Dibandingkan species satwa lainnya,  "Tikus" Tanah mudah ditangkap karena habitatnya dekat dengan pemukiman (Petocz, 1994), selain itu satwa ini juga tergolong dalam jenis mamalia prolifik, karena cepat berkembang biak, mampu beranak 5-6 kali dalam setahun dengan jumlah anak per kelahiran 3-4 ekor (Crysostomus, 2003).  Hampir di sebagain besar daerah di Papua, masyarakat setempat memanfaatkan satwa ini sebagai salah satu sumber protein hewani alternatif. Penyebaran "Tikus" Tanah di Papua sangat luas dan ditemukan hampir di seluruh kepulauan Papua (Papua New Guinea dan Papua) serta Australia.  Jenis mamalia ini terdapat hampir di seluruh wilayah Papua dan di beberapa pulau-pulau kecil di sekitarnya termasuk di kawasan Teluk Cenderawasih dan Kepulauan Raja Ampat.  Petocz (1994) menggambarkan bahwa "Tikus" Tanah menghuni spektrum habitat yang meliputi padang rumput, hutan terbuka, hutan sekunder dan di kebun-kebun masyarakat karena dikenal sebagai predator untuk hama kebun seperti keong dan serangga tanpa merusak tanaman perkebunan.  Penyebarannya mulai dari permukaan laut sampai dengan ketinggian 4000 meter di atas permukaan lain di daerah hutan tropis.
MENGAPA "TIKUS" TANAH DIKONSUMSI?

Umumnya hewan buruan sangat ditentukan oleh banyaknya kandungan daging yang dimilikinya. Sama halnya dengan "Tikus" Tanah, meskipun kisaran bobot badannya bervariasi antara 200-750gr bahkan bisa lebih, persentase karkasanya cukup tinggi.  Persentase karkas "Tikus" Tanah yang ditemukan di dataran rendah Manokwari yaitu di Amban, dan di daerah dataran tinggi Manokwari khususnya di Lembah Kebar dapat dilihat dalam Tabel 1.
Lokasi
Jenis Kelamin
Berat Badan (gr)
Persentase Karkas (%)
Sex
Jumlah
Amban1
6
240–1200
70.4 – 80
 
8
560–760
63.3 – 75
Kebar2
7
455–1670
64.6 – 77.4
 
7
501–1395
61.4 – 74.6

Keterangan: 1Djumadiyadin (2001), 2 Chrysostomus (2003)

Dibandingkan beberapa ternak konvensional yang sudah sering dikonsumsi masyarakat, seperti kambing (40-50%), domba (55%), sapi (50-60%) dan kelinci (49-52%), karkas bandikut relatif lebih tinggi. Hal ini kemungkinan disebabkan karena sebagai hewan omnivora, pakan  "Tikus" Tanah selalu tersedia dan mudah didapat di sekitarnya. Jika dilihat menurut kandungan gizi dagingnya, perbandingan komposisi gizi daging "Tikus" Tanah (Chrysostomus, 2003) dan beberapa ternak lainnya ditunjukkan dalam Tabel 2.

Tabel 2.  Perbandingan kandungan gizi daging "Tikus" Tanah dengan beberapa produk daging lainnya
Kandungan gizi
Bandikut
Ayam1
Babi2
Rusa3
Sapi3
Domba3
Air (%)
72.62
68
41,1
70.8
63.6
Protein (%)
18.62
31,5
11,2
24.7
22
17.4
Lemak (%)
3.22
1,3
47,0
3.3
6.5
18.2
Abu
2.63
0,6
Energi ME (kj/100g)
1090
621
545
891
969
Kolesterol (mg/100g)
66
67
72
 Keterangan:  1 Mountney & Parkhurs (1995); 2 Pearson & Tauber (1984); 3 Subekti (1995)

DAPATKAH "TIKUS" TANAH DIMANFAATKAN?

UU No 7 / 1976 menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan pangan yaitu makanan dan minuman yang berasal dari tumbuhan, hewan, ikan; baik produk primer ataupun olahan.  Sedangkan Husain (2005) menjelaskan bahwa pangan lokal adalah pangan yang diproduksi setempat (suatu wilayah / daerah tertentu) untuk tujuan ekonomi dan / atau dikonsumsi.   Menurut Prescott-Allen and Prescott-Allen (1982) sedikitnya di 62 Negara, satwa liar memberikan sumbangsih sekitar 20 % sebagai sumber protein hewani masyarakat. Di daerah terpencil Di Amazon misalnya satwa menyediakan sumber kalori kepada masyarakat sekitar dan juga zat-zat nutrisi yang esensil seperti protein dan lemak.  Hal yang sama juga umum ditemukan di benua Afrika (Ntiamoa-Baidu, 1997), Serawak dan Sabah (Benner et al., 2000), Northeastern Luzon, Philipina (Griffin and Griffin, 2000), Sulawesi Tengah (Alvard, 2000) dan Sulawesi Utara (Lee, 2000 dan Clayton dan Milner-Gulland, 2000).

Dengan demikian, kita bisa melihat adanya korelasi antara satwa liar sebagai sumber protein hewani masyarakat dengan aspek ketahanan pangan masyarakat di Papua. Hal ini berkaitan erat dengan pendapat Hoskins (1990) bahwa ketahanan pangan yaitu akses fisik dan ekonomi terhadap pangan untuk setiap individu pada setiap saat dan selalu berkaitan erat dengan ketersediaan pangan tersebut. 
 
Sedangkan Suryana (2001) menjelaskan bahwa ketahanan pangan adalah kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangan anggota keluarga dari waktu ke waktu yang berkelanjutan agar dapat hidup sehat dan mampu melakukan kegiatan sehari-hari secara produktif, yang jumlah, mutu dan ragamnya sesuai dengan lingkungan sosial budaya masyarakat tersebut berdomisili.  
 
Selanjutnya dijelaskan bahwa tiga faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan, yaitu 
1) faktor ketersediaan pangan, 
2) faktor kemampuan keluarga/masyarakat dan 
3) faktor kemauan masyarakat. 

Bagi masyarakat Papua yang tinggal di daerah-daerah terpencil akses terhadap hasil buruan satwa yang selalu tersedia di lingkungan sekitarnya menjadi indikator bahwa aktivitas perburuan merupakan usaha untuk menjaga ketahanan pangan keluarga.  Di sisi lain kondisi ini dapat diartikan sebagai usaha pengeanekaragaman pangan oleh masyarakat setempat, dan menurut Budi (2005) usaha penganekaragaman pangan yaitu proses pemilihan pangan yang tidak tergantung pada satu jenis bahan saja, tetapi terhadap macam-macam bahan pangan mulai dari aspek produksi, pengolaan, distiribusi hingga aspek konsumsi pangan di tingkat rumah tangga.  Pattiselanno (2004) menjelaskan bahwa nilai ekonomi hasil buruan, kemudahan dalam memperolehnya serta terbatasnya akses terhadap daging ternak domestikasi merupakan alasan utama perburuan satwa dianggap sebagai faktor yang memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan masyarakat di daerah pedalaman Papua.

Catatan:   Tulisan merupakan bagian dari artikel yang dipresentasikan dalam Seminar Nasional di Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, 15 Oktober 2011

HUKUM (ISLAM) MEMAKAN "TIKUS".

Kita tidak boleh mengklaim suatu makanan itu halal atau haram tanpa dalil dari Al-Qur'an dan hadist yang shahih. Bila seseorang mengharamkan tanpa dalil, maka dia telah membuat kedustaan kepada Allah. Firman Allah :

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. (QS.An Nahl: 116)

Karena asal hukum makanan baik dari hewan, tumbuhan, laut maupun daratan adalah halal sesuai dengan firman Allah:

"Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi "(QS Al Baqarah: 168)

Maka Alah tidak merinci satu persatu makanan halal di Al-Qur'an begitu pula tidak dirinci dalam hadits Rasulullah SAW. Namun untuk makanan haram Allah telah merinci secara detail dalam Al-Qur'an atau melalui lisan RasulNya. Allah berfirman :
"Sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya
atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya" (QS. Al-An'am: 119)

Mengenai perincian makanan haram bisa dilihat dalam surat Al-Maidah ayat 3, sebagai berikut:

"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya" (QS. Al-Maidah: 3)

Semua hewan yang diperintahkan untuk dibunuh tanpa melalui proses penyembelihan adalah haram dimakan, karena seandainya hewan-hewan tersebut halal untuk dimakan maka tentunya Nabi tidak akan mengizinkan untuk membunuhnya kecuali lewat proses penyembelihan yang syar’iy. Rasulullah SAW. bersabda:

خَمْسٌ فَوَاسِقُ يُقْتَلْنَ فَي الْحِلِّ وَالْحَرَمِ: اَلْحَيَّةُ وَالْغُرَابُ الْاَبْقَعُ وَالْفَأْرَةُ وَالٍْكَلْبُ وَالْحُدَيَّا

"Ada lima (binatang) yang fasik (jelek) yang boleh dibunuh baik dia berada di daerah halal (selain Mekkah) maupun yang haram (Mekkah): Ular, gagak yang belang, "Tikus", anjing, dan rajawali (HR. Muslim). Adapun tokek dan -wallahu a’lam- diikutkan juga kepadanya cicak, maka telah warid dari hadits Abu Hurairah riwayat Imam Muslim tentang anjuran membunuh wazag (tokek).
[Bidayatul Mujtahid (1/344) dan Tafsir Asy-Syinqithy (1/273)]

"Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk" (QS. Al-A'Raf: 157).

Makna : segala yang baik adalah lezat/enak, tidak membahayakan, bersih atau halal. (Fathul Bari (9/518) oleh Ibnu Hajar)

Makna segala yang buruk berarti sesuatu yang menjijikkan seperti barang-barang najis, kotoran atau hewan-hewan sejenis ulat, kumbang, jangkrik, "Tikus", tokek/cecak, kalajengking, ular dan sebagainya. sebagaimana pendapat Abu Hanifah dan Syafi'i (lihat Al-Mughni (13/317) oleh Ibnu Qudamah) dan sesuatu yang membahayakan seperti racun, narkoba dengan aneka jenisnya, rokok dan sebagainya.

Dari definisi diatas masalah "Tikus" menurut saya pribadi bersifat subjektif , yang jelas asalnya halal namun bila anda memandang "Tikus" tidak menjijikan mungkin boleh dimakan namun bila merasa jijik tentu saja bisa digolongkan haram. Namun bila ragu-ragu sebaiknya jangan dimakan. Sumber : Al-Furqon edisi 12 Th.II

Sumber:
1.fpattiselanno.wordpress.com/.../tikus-tanah-sebagai-sumber-protein-hewani-alternatif-mungkinkah/
2. kaahil.wordpress.com/tag/hukum-daging-tikus/
3. artikelassunnah.blogspot.com/2010/02/hukum-makan-bekicot.html
4. sitaro.wordpress.com/daging-tikus-masakan-khas-orang-minahasa/
5. forum.kompas.com/ayam-panggang-daging-tikus/
6. ente.blogdetik.com/mitos-daging-tikus-membuat-bakso-lebih-gurih/
7. armstrongproduct.blogspot.com/photo-pengolahan-daging-tikus-jadi-ayam-tiruan/

Minggu, 28 April 2013

"MANFAAT/KHASIAT KENTANG"

"Kentang" merupakan penawar racun alami asam yang berlebihan atau asidosis." 

 
"Kentang" merupakan tanaman umbi dan menjadi makanan pokok di beberapa negara Eropa. "Kentang" juga menjadi bahan pokok dan bisa diolah menjadi aneka makanan "Kentang". Kandungan "Kentang" yang terdiri dari nutrisi dan unsur-unsur lain yang ber"manfaat" bagi tubuh, maka "Kentang" sangat dianjurkan untuk dikonsumsi.

Olahan "Kentang" yang begitu banyak karena "Kentang" memang bisa dibuat macam-macam sebagai bahan makanan. "Kentang" bisa direbus, digoreng, atau sebagai bahan untuk membuat roti, "Kentang" tetap enak untuk dinikmati. Namun tahukah anda apa sebenarnya kandungan gizi dan "manfaat " yang ada pada "Kentang"

"Kentang" penting membantu pertumbuhan bakteri dalam saluran pencernaan tubuh kita. Kandunagn garam alkali menjadikan "Kentang" sebagai salah satu makanan basah yang paling kuat, karena itu "Kentang" sangat berguna untuk menjaga cadangan alkali tubuh. "Kentang" mempunyai banyak "khasiat". Diantaranya potassium, vitamin c ( sumber kedua selepas oren), membekalkan karbohidrat komplek dan fiber atau gentian kepada gula darah ( blood sugar) dan pengawalan tekanan darah. Ia juga mengandungi vitamin B1,B2 dan B3 serta sedikit kandungan protein dan zat besi.

Kandungan potassium "Kentang", dua kali lipat dari kandungan potassium dalam pisang dan fiber. Jumlah lemaknya di bawah paras 25%, sehingga dapat menghalang endapan kolesterol di dalam lapisan saluran darah. "Kentang" cocok bagi yang mengalami kekurangan gula dalam darah. Selain itu "Kentang" merupakan sumber terbaik dalam pembentukan zat besi dalam darah. Menjamin system ketahanan badan, karena kandungan vitamin serta kalsium yang tinggi. 

Berikut ini adalah "khasiat" dan "manfaat Kentang" bagi kesehatan:
  • Berat Badan
    "Kentang" merupakan gundukan karbohidrat dan juga mengandung sedikit protein. Mengkonsumsi "Kentang" merupakan salah satu cara diet alami karena "Kentang" menjadi salah satu alternatif pengganti karbohidrat bagi anda yang ingin menurunkan berat badan.
  • Melancarkan Fungsi Pencernaan
    Karena "Kentang" mengandung banyak karbohidrat dan cukup lunak saat dikonsumsi membuat tanaman ini mudah untuk dicerna dan membantu memperlancar sistem pencernaan. Tapi perlu anda ingat, makan terlalu banyak "Kentang" dapat menyebabkan keasaman dalam jangka panjang.
  • Skin Care
    Vitamin-C dan B kompleks dan mineral yang terdapat pada "Kentang" sangat baik untuk kulit. Selain itu "Kentang" mentah yang ditumbuk dan dicampur dengan madu, dapat berfungsi sebagai masker muka dan juga sangat baik untuk kesehatan kulit anda agar terasa lembut.
  • Tekanan Darah Tinggi
    "Kentang" dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi karena di dalamnya terdapat banyak vitamin C dan B, tapi bagi anda penderita diabetes harus menghindari mengkonsumsi "Kentang" secara berlebihan. Selain itu adanya kandungan serat di dalamnya membantu menurunkan kolesterol dan meningkatkan fungsi insulin di dalam tubuh.
  • Penyakit Jantung:
    Selain kandungan vitamin, mineral, dan serat "Kentang" juga mengandung zat yang disebut Karotenoid yang ber"manfaat" untuk kesehatan jantung dan organ internal lainnya. Tetapi sebagai peringatan untuk anda yang menderita obesitas dan diabetes sangat tidak dianjurkan mengkonsumsi "Kentang" karena banyak mengandung karbohidrat dan glukosa.
  • Batu Ginjal
    "Manfaat Kentang" selanjutnya adalah mencegah batu ginjal. Bagi penderita batu ginjal sebisa mungkin harus menghindari makanan berprotein tinggi, khususnya protein hewani seperti daging, ikan, bayam, dan lain-lain. "Kentang" sangat kaya magnesium yang dapat menjegah pengendapan kalsium (pengapuran) pada ginjal dan jaringan lain, sehingga mencegah terbentuknya batu ginjal
  • Fungsi otak
    Kinerja otak sangat tergantung pada pasokan oksigen, kadar glukosa, magnesium, vitamin B kompleks dan beberapa hormon, seperti asam amino dan asam lemak seperti omega-3 asam lemak. "Kentang" memenuhi hampir semua kebutuhan yang disebutkan di atas. Selain itu, "Kentang" juga mengandung zat tertentu seperti seng dan fosfor yang baik untuk otak juga.
  • Peradangan
    Nutrisi yang terkandung dalam "Kentang" seperti vitamin C, vitamin B dan potasium adalah sumber yang baik untuk meredakan peradangan, baik internal maupun eksternal seperti radang usus dan sistem pencernaan. Karena lembut dan mudah dicerna membuat "Kentang" makanan yang baik bagi mereka yang memiliki luka mulut.
  • Rematik
    Beberapa nutrisi seperti vitamin, kalsium dan magnesium dalam "Kentang" dapat membantu mengurangi rematik.
  • Menurut penelitian, jus "Kentang" mentah bisa membantu mengurangi penyakit yang menyerang sendi-sendi( arthritis), radang otot ( rematik). Sakit yang disebabkan salah urat atau terkilir, luka-luka kecil dan luka bakar ringan dan bisul, dapat diletakkan dengan cara menempelkan irisan "Kentang" atau Jus "Kentang" pada luka atau nyeri yang dirasakan selama 15 menit atau lebih.
  • Saos "Kentang" yang digunakan untuk saos salad, dipercaya bisa mengurangi luka, mengurangi rasa sakit, serta pencemaran bakteri. Parutan "Kentang" yang ditempelkan pada kelopak mata, mampu menghilangkan noda hitam pada mata (dark circles) dan sekitarnya dicampur bersama krim, bisa memperlambat kerut dimuka.
  • "Kentang" sangat cocok bagi Anda yang memiliki penyakit maag atau sering mengalami sakit karena kelebihan asam lambung. Sebab dalam "Kentang" terkandung atropine yang dapat emmbantu mengurangi asam lambung dan mengurangi sakit pada lambung.
  • Biasanya zat lysine tidak terdapat pada nabati, tetapi didalam "Kentang" terdapat lysine yang sangat penting dlama pertumbuhan badan dan otak. Dengan "Kentang" kita dapat mengkonsumsi Vitamin C secara mudah. Karena vitamin C didalam "Kentang" tidak hilang setelah masak karena dikelilingi oleh sari pati. Walaupun kalorinya cukup rendah, "Kentang" dapat menyebabkan kegemukan Karena adanya Glycemic Index.
  • "Kentang" mempunyai "khasiat" membuat mata yang lelah kembali bersinar serta dapat menghilangkan bengkak pada mata. Parutlah "Kentang" lalu masukkan ke dalam kain tipis yang bersih ( kain kasa atau kain mori) dan kompreskan ke kelopak mata.
  • "Kentang" juga ber"khasiat" untuk mengatasi stres. "Kentang" kaya akan vitamin B6, zat yang diperlukan dalam pembaharuan sel dalam menghilangkan stres pikiran dan tubuh. "Kentang" membantu hormon adrenalin merespon stres dan membuat pikiran menjadi tenang kembali.
  • "Kentang" ber"manfaat" untuk mengatasi masalah kulit dan juga dapat melawan kanker prostat dan rahim dan melawan pembentukan kristal atau tumor.
Sumber:
1. www.facebook.com/.../manfaat-dan-khasiat-kentang/395154267204557
2. www.earlly.com/kandungan-gizi-dan-manfaat-kentang.html
3. www.ngikik.com/9-manfaat-kentang-bagi-kesehatan.html
4. klinikherbalxamthone.com/sayuran/khasiat-dan-manfaat-kentang/
5. kentangputer.blogspot.com

Sabtu, 27 April 2013

"PRESTASI DIRI"

"Prestasi Diri" adalah hasil usaha yang dicapai dari segala usaha yang telah dikerjakan dan merupakan puncak dari pengembangan potensi "diri" baik karena hasil belajar, bekerja/berlatih keterampilan dalam bidang tertentu." 

MAKNA "PRESTASI DIRI".

"Prestasi Diri" berarti hasil yang dicapai dari apa yang dikerjakan atau diusahakan. "Prestasi Diri" menggambarkan hasil yang diperoleh seseorang dari satu waktu tertentu yang menunjukkan perubahan kemajuan.

"Prestasi Diri" merupakan perwujudan dari potensi "diri" seseorang. Potensi "diri" diartikan sebagai segala sesuatu yang dimiliki seseorang baik sudah atau belum nyata yang dapat digunakan dalam pembangunan "diri"nya.

Ber"prestasi" dapat dilakukan di berbagai aspek kehidupan, antara lain:

Aspek Politik.

Misalnya seseorang mampu mengelola sebuah partai kecil menjadi partai besar pemenang pemilu.

Aspek Ekonomi.

Misalnya seseorang mampu menjalankan usahanya. Keberhasilan itu dapat diperoleh berkat pengerahan daya dan kekuatan dalam usahanya.

Aspek Sosial Budaya.

Misalnya sebuah grup musik menjadi sangat terkenal tidak hanya di tingkat nasional, namun sampai tingkat internasional berkat ketekunannya.

Aspek Pendidikan.

Misalnya seorang siswa lulus dengan nilai yang memuaskan berkat ketekunan dan belajar yang keras.

PENTINGNYA "PRESTASI DIRI" BAGI KEUNGGULAN BANGSA.

Kita harus mampu mempertahankan hidup dalam kehidupan. Kita harus menjadikan hidup lebih bermakna. Untuk itu, setiap manusia pasti memiliki berbagai macam kebutuhan. Menurut Maslow, seorang ahli ilmu jiwa, manusia memiliki 5 kebutuhan diantaranya :

1. Kebutuhan dasar atau kebutuhan fisik yang menyangkut pemenuhan keperluan jasmani, seperti makan, minum, pakaian, perumahan, dan sebagainya.
2. Kebutuhan rasa aman.
3. Kebutuhan akan cinta kasih dan perhatian.
4. Kebutuhan akan harga "diri".
5. Kebutuhan akan aktualisasi "diri".
 
Untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan, manusia harus mengusahakan dengan daya kekuatan yang dimilikinya. Setiap manusia harus ber"prestasi" agar tercapai hal berikut:

a. Dapat memenuhi kebutuhanya sehingga dapat mampu mempertahankan hidup dan kehidupanya.
b. Sebagai bentuk aktualisasi "diri", setiap manusia perlu pengakuan atas keberadaanya (eksistensinya). Pengakuan tersebut diberikan oleh masyarakat, lembaga ataupun negara. Semakin tinggi "prestasi" seseorang, pengakuan masyarakat semakin tinggi pula.
c. Memberi makna atau manfaat pada orang lain, bangsa dan negara. Manusia sebagai makhluk sosial dalam kehidupanya, selalu bersama orang lain dan saling membutuhkan.
d. Memberi kepuasan batin kepada "diri" sendiri dan motivasi untuk lebih ber"prestasi". Manusia melakukan sesuatu untuk mengharapkan sesuatu hasil yang memuaskan.
 
"Prestasi diri" memiliki peran yang sangat penting bagi keunggulan bangsa. Peran "Prestasi Diri" sebagai berikut:
a. Meningkatkan taraf hidup bangsa dan negara.
b. Memperkokoh stabilitas nasional, persatuan dan kesatuan.
c. Mengharumkan nama baik bangsa dan negara di mata internasional.
d. Menjaga kedaulatan bangsa dan negara.

PENGERTIAN POTENSI.

Kamu dapat menjadi sukses ketika mampu mengubah potensi dalam "diri"mu menjadi kompetensi yang diharapkan. Potensi dapat diartikan sebagai kemampuan, kekuatan baik yang belum terwujud maupun yang sudah terwujud yang dimiliki seseorang, tetapi belum sepenuhnya. Terlihat atau dipergunakan secara maksimal.

Pengertian tersebut dapat dipahami bahwa potensi merupakan suatu kekuatan (daya) yang dimiliki oleh manusia. Tetapi belum dipergunakan dengan optimal sehingga kewajibanya adalah bagaimana mendayagunakan potensi yang ada dalam "diri"mu menjadi kompetensi untuk meraih "prestasi" seperti yang kamu inginkan.

Menyadari ketergantungan pengembangan potensi inilah, manusia dituntut untuk kreatif dan ber"prestasi"  menciptakan sarana dan prasarana guna mendukung keoptimalan pengembangan potensi masyarakat dan warga negaranya.

JENIS-JENIS POTENSI.

Menurut sifatnya, potensi dikelompokkan menjadi potensi jasmaniah dan rohaniah.

1. Potensi jasmaniah, berupa daya atau kekuatan fisik seseorang yang dapat dikembangkan guna meraih "prestasi" hidup.
 
2. Potensi rohaniah, merupakan potensi manusia yang bersifat kejiwaan, seperti potensi intelektual, estetika, dan etika.

Atas dasar SUMBERnya, merupakan potensi manusia dibedakan menjadi tiga macam, sebagai berikut:

1. Potensi yang bersumber daya cipta . potensi yang bersumber dari cipta yaitu potensi intelektual atau intelektual quotient (IQ)
 
2. Potensi yang bersumber dari rasa. Potensi yang bersumber dari rasa ada dua macam yaitu potensi emosional dan potensi spiritual.
a Potensi emosional atau emotional quotient (EQ). EQ merupakan kemampuan yang bersumber pada perasaan manusia.
b. Potensi spiritual atau spiritual quotient (SQ). SQ merupakan kemampuan seseorang menghayati nilai-nilai kaidah dan pranata.
 
3. Potensi yang bersumber pada karsa ada dua macam  yaitu potensi ketahan malangan dan potensi potensi vokasional. 
a. Potensi ketahanmalangan atau adversity quotient (AQ). AQ yaitu potensi manusia untuk menghadapi berbagai hambatan  dan tantangan hidup. Misalnya: sikap tabah, tangguh, memiliki daya juang, dan kreativitas. 
b. Potensi vokasional.
Potensi vokasional yaitu potensi manusia yang cenderung pada bidang-bidang keterampilan atau kejuruan. Misalnya tekhnik, bidang olah raga, kesenian dan tekhnik.

MENGENAL POTENSI "DIRI" UNTUK BER"PRESTASI" SESUAI KEMAMPUAN.

Ada berbagai upaya yang dapat saya lakukan dalam meraih "prestasi" menjadi penjahit, yaitu sebagai berikut :
1. Tekun, terbiasa dengan tindakan yang bermanfaat, menghindari perbuatan sia-sia, baik dalam belajar, rajin dalam bekerja, dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu.
2 Berdisiplin, selalu mengahargai waktu, selalu melakukan latihan menjahit, biasa bekerja secara tuntas dan bertanggung jawab, biasa memenuhi tata tertib, dan selalu menghindari sikap malas-malasan latihan menjahit, dan tidak suka menunda tugas atau pekerjaan.
3. Bekerja keras, berdisiplin dan bertanggung jawab bekerja secara terencana dan tuntas, selalu belajar dan mengait pengetahuan untuk masa depan, selalu menghindari sikap mengabaikan peraturan.
4. Rajin, selalu bertindak secara terus-menerus atas dorongan "diri" sendiri, berusaha untuk mencapai tujuan, dan selalu menghindari sikap malas belajar menjahit.
5. Percaya "diri", berperilaku atas dasar keselarasan dengan keseimbangan antar kemampuan menjahit dan dengan latihan menjahit yang akan menumbuhkan keyakinan pada "diri" sendiri, tidak mudah terpengaruh oleh ucapan ataupun perbuatan orang lain. Tidak rendah "diri" dan tidak tergantung pada orang lain.
6. Tanggung jawab dan ulet, selalu bersikap dan bertindak lurus, selalu menghindari sikap dan tindakan plin-plan, selalu berupaya mencari alternatif yang terbaik dalam belajar atau bekerja. Menyelesaikan tugas, mengembangkan potensi menjahit maupun aktivitas lain, selalu menghindari sikap dan tindakan menggampangkan segala urusan.
7. Mandiri, selalu bersikap dan berperilaku yang lebih mengandalkan inisiatif, kemampuan dan tanggung jawab pada "diri" sendiri secara konsekuen dan menghindari dari sikap ketergantungan pada orang lain.
8. Kreatif, selalu mengisi waktu luang dengan kegiatan menjahit, dapat menciptakan kreasi baru dan menularkannya kepada orang lain, dan tidak membiasakan "diri" untuk berperilaku konsumtif dalam segala hal.

CARA MENGGALI POTENSI "DIRI".

Bagaiamana cara kamu mengenali potensi "diri"? Saya mengenali potensi "diri" dengan cara mempraktekkan apa yang saya pelajari. Mengetahui potensi "diri" atau bakat tidak semudah saya mengenali nama teman-teman sepermainan saya. Akan tetapi, diperlukan adanya usaha dalam menemukan atau menggali potensi "diri".

Saya dapat mengelompokkan berbagai cara dalam mengenali potensi "diri" saya, baik secara intern maupun ekstern.

1. Faktor intern atau faktor yang berasal dari "diri" kita sendiri.
Cara mengenali potensi "diri" dilihat dari faktor intern dapat dicapai dengan hal-hal sebagai berikut :
a. Memiliki informasi yang lengkap tentang "diri" kita sendiri.
b. Memahami kemampuan atau kelebihan-kelebihan yang kita miliki,
c. Selanjutnya setelah mengetahui utuh siapa "diri" kita dan mempercayai apa yang diberikan Tuhan berupa bakat pada "diri" kita, kewajiban kita adalah mengasah potensi yang kita miliki. Potensi "diri" tersebut dapat menjadi kompetensi yang dapat kita banggakan.

2. Faktor ekstern atau faktor yang berasal dari luar "diri" kita sendiri
Cara mengenali potensi "diri" dilihat dari faktor ekstern dapat dicapai dengan hal-hal sebagai berikut :
a. Kita perlu menguji coba kemampuan "diri" kita dengan mengikuti perlombaan-perlombaan yang ada di sekitar kita,
b. Menguji atau mengukur kemampuan dan bakat kita kepada para ahli yang berkompeten dalam bidangnya.

BERSIKAP POSITIF TERHADAP SETIAP PELUANG UNTUK BER"PRESTASI".

Memiliki motivasi dalam mencapai tujuan hidup Hal-hal yang dapat mempengaruhi motif disebut motivasi. Jadi, motivasi merupakan keadaan dalam "diri" seseorang yang mendorong perilaku ke arah tujuan. 

Dengan demikian, motivasi mempunyai 3 aspek yaitu sebagai berikut :

1. Keadaan terdorong dalam "diri" seseorang, yaitu kesiapan bergerak karena kebutuhan-kebutuhan, keadaan lingkungan dan keadaan mental.
2. Perilaku yang timbul dan terarah karena keadaan.
3. Tujuan yang ingin didapat (dituju) oleh pelaku

Orang yang memiliki MOTIVASI "diri" yang baik adalah orang yang:
1. Memiliki cita-cita dinamis, serta tekun mencurahkan "diri" dan kemampuannya untuk menjadi cita-cita tersebut.

2. Memiliki kreativitas
Kreativitas adalah kemampuan mental dan berbagai jenis keterampilan manusia yang dapat melahirkan pengungkapan yang unik. Orisinil, berbeda sama sekali baru, efisien, tepat sasaran dan tepat guna.

3. Memiliki optimisme yang realistis
Optimisme yang baik adalah optimisme yang relaistis, yaitu optimisme yang masih dalam jangkauan dan dimungkinkan untuk dapat dicapai.

4. Memiliki kualitas mental dan etos kerja
Seseorang yang memiliki kualitas mental dan etos kerja yang baik, tidak akan tergantung dan terpengaruh orang lain sehingga "prestasi"nya akan membawa kedaiaman dalam hidupnya.

5. Memiliki rasa percaya "diri"
Untuk membangun rasa percaya "diri", kita harus menghilangkan rasa cemas, takut, dan sikap ragu-ragu pada "diri" kita.

MENUNJUKKAN KESIAPAN UNTUK BERKOMPETISI SECARA SEHAT.

Beberapa sikap yang menunjukkan kesiapan untuk berkompetisi dengan orang lain secara sehat, yaitu sebagai berikut :

1. Fisik dan mental yang sehat dan kuat
Orang yang secara fisik sehat dan kuat adalah seseorang yang selalu menghargai kesehatan.

2. Memiliki cita-cita yang dinamis
Artinya adalah seseorang yang berpikir jauh ke depan. Cita-cita dan tujuan yang dinamis merupakan dua hal yang berbeda. 

3. Memiliki kecerdasan

4. Percaya "diri" dan berdikari
Percaya "diri" merupakan sikap yang penuh keyakinan pada "diri"nya, mantap dalam melaksanakan aktivitasnya sehari-hari, tidak mudah terpengaruh ucapan, tindakan atau perbuatan orang lain.

5. Bertanggung jawab dan berani mengambil resiko
Bertanggung jawab dalam arti mampu menyelesaikan tugas atau pekerjaan tepat pada waktunya, menghindarkan "diri" dari sikap ingkar janji dan dapat melaksanakan tugas sampai selesai.

6. Ulet dan tekun
Ulet dalam arti tidak mudah menyerah (putus asa) walaupun dalam keadaan yang paling sulit.

CARA-CARA UNTUK MENCAPAI KEBERHASILAN.

Menurut Paul J. Meyer dari California, ada enam cara untuk mencapai keberhasilan :

1. Menentukan tujuan yang ingin dicapai dengan jelas.
 
2. Menyusun rencana untuk mencapai tujuan dan menentukan tenggang waktu yang diperlukan untuk mencapainya.
 
3. Motivasi yang kuat untuk mencapai tujuan.
 
4. Mengembangkan keyakinan pada "diri" atas apa yang diperbuat.
 
5. Mengembangkan kemampuan untuk selalu setia pada rencana meskipun terdapat tantangan atau hambatan.
 
6. Berpegang teguh pada prinsip “tidak pernah ada kesempatan yang datang dengan sendirinya kepada orang yang diam menanti di tempat”. 

Sumber:
1. seratupersencopas.blogspot.com/2012/02/makna-prestasi-diri.html
2. www.tetukoinposting.com/.../materi-pkn-kelas-9-prestasi-diri.html
3. laely.widjajati.Facebool.Profile.Pictures/Alhamdulillah-sudah-bisa-istirahat....
4. laely.widjajati.Facebool.Timeline.Photos/ALLAHU-AKBAR....
5. laely.widjajati.Facebool.Timeline.Photos/MANFAAT/KHASIAT-BUNGA-KAMBOJA...

"DAFTAR JULUKAN KOTA DI INDONESIA"

"Berikut adalah daftar julukan "kota" di "Indonesia". Perlu diketahui, istilah "kota" di sini tidak hanya  "kota" otonom (dahulu: kotamadya), namun juga mencakup "kota" kabupaten".

  

SUMATERA

  • Banda Aceh: "Kota" Serambi Mekkah
  • Bagansiapiapi: "Kota" Ikan
  • Binjai: "Kota" Rambutan
  • Sidempuan: "Kota" salak
  • Bukittinggi: "Kota" Tri Arga, "Kota" Jam Gadang, "Kota" Wisata, Paris Van Andalas 
  • Dumai: "Kota" Pelabuhan
  • Lampung: "Kota" Kain Tapis, Kota Pisang
  • Medan: "Kota" Melayu Deli
  • Padang: "Kota" Tercinta
  • Padang Panjang: "Kota" Serambi Mekkah
  • Pekanbaru: "Kota" Bertuah
  • Palembang: "Kota" Pempek 
  • Tanjungbalai: "Kota" Kerang
  • Tapaktuan: "Kota" Naga
  • Teluk Kuantan: "Kota" Jalur
  • Tembilahan: "Kota" Seribu Parit

JAWA


DKI Jakarta
  • Jakarta: "Kota" Metropolitan

BANTEN

  • Cilegon: "Kota" Baja
  • Pandeglang: "Kota" Badak
  • Serang: "Kota" Santri
  • Tangerang: "Kota" 1000 Industri

JAWA BARAT

  • Bandung: "Kota" Kembang, Parijs van Java, "Kota" Pramuka, "Kota" Zakat, "Kota" Mode
  • Bekasi: "Kota" Patriot
  • Bogor: "Kota" Hujan, "Kota" Petir
  • Ciamis: "Kota" Tertib Lalu Lintas, "Kota" Galendo
  • Cirebon: "Kota" Udang, "Kota" Wali, "Kota" Terasi
  • Garut: "Kota" Domba, Swiss van Java
  • Indramayu: "Kota" Mangga
  • Karawang: "Kota" Pangkal Perjuangan, "Kota" Industri
  • Majalengka: "Kota" Angin
  • Sumedang: "Kota" Tahu
  • Tasikmalaya: "Kota" Santri, "Kota" Resik, Mutiara Dari Timur, Tasikmalaya
  • Kuningan: "Kota" Kuda

JAWA TENGAH

  • Blora: "Kota" Sate
  • Brebes: "Kota" bawang merah, "Kota" telor asin, Bombay van Java
  • Demak: "Kota" Wali
  • Jepara: "Kota" Ukir, Beauty of Java, "Kota" Durian, Scheveningen van Java, "Kota" 1000 Ponpes, The World Carving Centre
  • Karimunjawa: Surga Bawah Laut, The Paradise of Java, "Kota" Wisata, Caribbean van Java
  • Pati: "Kota" Pensiunan
  • Pekalongan: "Kota" Batik
  • Kudus: "Kota" Kretek
  • Lasem: "Kota" Santri
  • Magelang: "Kota" Getuk, "Kota" Santri
  • Purwokerto: "Kota" Satria
  • Semarang: "Kota" Lumpia, "Kota" Jamu, Venice van Java
  • Surakarta: "Kota" kebudayaan, "Kota" Batik, "Kota" Liwet, The Spirit of Java
  • Tegal: "Kota" Bahari

YOGYAKARTA

  • Bantul: "Kota" Geplak, "Kota" seniman, "Kota" Pasar tradisional
  • Gunungkidul: "Kota" seribu sungai bawah tanah, Pantai dan Goa, "Kota" Tandus
  • Progo: "Kota" Menoreh, "Kota" West Prog
  • Sleman: "Kota" Mbah Marijan, "Kota" Salak Pondoh
  • Yogyakarta: "Kota" Gudeg, "Kota" Pelajar, "Kota" Seni dan Budaya, "Kota" Istimewa, "Kota" Pariwisata, "Kota" Republik, "Kota" Buku

JAWA TIMUR

  • Babat: "Kota" Wingko
  • Bangkalan: "Kota" Sapi
  • Blitar: "Kota" Patria
  • Banyuwangi: "Kota" Pisang, The Sunrice of Java, "Kota" Banteng
  • Bojonegoro: "Kota" Tayub, "Kota" Jati
  • Bondowoso: "Kota" Tape
  • Gresik: "Kota" Pudak
  • Jombang: "Kota" Santri
  • Jember: "Kota" Suwar-suwir
  • Nganjuk: "Kota" Angin
  • Kediri: "Kota" Tahu
  • Lamongan: "Kota" Soto
  • Malang: "Kota" Pendidikan, "Kota" Pariwisata, "Kota" Pelajar, "Kota" Bunga
  • Mojokerto: "Kota" Onde-onde
  • Pasuruan: "Kota" Santri
  • Ponorogo: "Kota" Reog
  • Porong: "Kota" Ote-Ote
  • Sampang: "Kota" Sate, "Kota" Bahari
  • Sidoarjo: "Kota" Udang, "Kota" Lumpur, "Kota" Petis
  • Surabaya: "Kota" Pahlawan
  • Trenggalek: "Kota" Keripik Tempe, "Kota" Alen-Alen
  • Tuban: "Kota" Tuak

NUSA TENGGARA

  • Bali: Pulau Dewata
  • Lombok: Pulau Seribu masjid

KALIMANTAN

  • Balikpapan: "Kota" Beriman (Bersih, Indah, Aman, Nyman), "Kota" Minyak
  • Banjarmasin: "Kota" Seribu Sungai, Bumi Antasari, "Kota" Bungas (Bersih, Unggul, Aman, Asri)
  • Martapura: "Kota" Intan, "Kota" Serambi Makkah, "Kota" Santri
  • Bontang: "Kota" Taman
  • Mempawah: "Kota" Bestari
  • Ngabang: "Kota" Intan
  • Palangkaraya: "Kota" Cantik
  • Pontianak: "Kota" Khatulistiwa, "Kota" Bersinar, "Kota" Seribu Parit
  • Samarinda: "Kota" Tepian
  • Sanggau: Bumi Dara Nante
  • Sendawar: "Kota" Beradat
  • Singkawang: "Kota" Amoi, "Kota" Seribu Kelenteng
  • Tarakan: "Kota" Paguntaka, "Kota" Singapura Kecil, "Kota" Bakau, "Kota" Makanan Laut
  • Tenggarong: "Kota" Raja

SULAWESI

  • Makasar: "Kota" Daeng
  • Manado: "Kota" Tinutuan
  • Palu: "Kota" Kaledo, "Kota" Tadulako, "Kota" Teluk
  • Gorontalo: "Kota" Serambi Madinah

MALUKU DAN PAPUA

  • Ambon: "Kota" Manise
  • Biak: "Kota" Karang
  • Merauke: "Kota" Rusa
Sumber: 
1. id.wikipedia.org/wiki/Daftar_julukan_kota_di_Indonesia
2. laely.widjajati.photos.facebook/ALHAMDULILLAH...................Sdh-bs-istirahat............
3. laely.widjajati.photos.facebook/ULTAH-ke-51.....
4. laely.widjajati.photos.facebook/wisata-pulau-dewata.....
5. Hepi.Say.photos.facebook/3-angel... Menyelesaikan-misi..

Jumat, 26 April 2013

"LANJUT USIA (LANSIA)"

"LANSIA", siapapun yang membaca atau mendengar kata tersebut ("Lansia") maka akan tergamnbar secara pasti dalam benak kita tentang suatu keadaan yang sangat jauh berbeda dari keadaan semula 3o tahun sebelumnya". 


"Lanjut Usia" adalah seseorang baik wanita maupun laki-laki yang telah ber"usia" 60 tahun ke atas.  Menurut UU No.13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan "Lanjut Usia", "Lanjut Usia" teridiri dari "Lanjut Usia" potensial dan "Lanjut Usia" tidak potensial.  Beberapa jenis permasalahan yang dialami "Lanjut Usia" antara lain secara fisik, mental, sosial dan psikologis. Sehingga hal ini akan mengakibatkan gangguan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. 

Perbaikan perawatan dan penyediaan fasilitas kesehatan serta semakin baiknya gizi masyarakat selama tiga dekade terakhir berdampak pada meningkatnya "usia" harapan hidup penduduk Indonesia yang membawa konsekuensi meningkatnya jumlah
"Lanjut Usia" dari tahun ke tahun. Dengan semakin panjangnya "usia" harapan hidup, akan berimplikasi pada permasalahan sosial yang berkaitan dengan kondisi fisik, psikologis, sosial dan ekonomi dimana jumlah "Lanjut Usia" terlantar semakin meningkat.
Masa inilah yang disebut dengan masa Tua.  Menjadi tua adalah proses dimana terjadi perubahan fisik yang menyebabkan seseorang berkurang harapan hidupnya dikarenakan adanya banyak faktor yang mempengaruhinya. Selama hal ini merupakan kebenaran yang mutlak bahwa perubahan kondisi fisik terjadi pada "usia lanjut" dan sebagian besar perubahan itu terjadi ke arah yang memburuk, proses dan kecepatannya sangat berbeda untuk masing-masing individu walaupun "usia" mereka sama. Selain itu juga pada bagian-bagian tubuh yang berbeda pada individu yang sama terjadi proses dan kecepatan kerusakan yang bervariasi. Misalnya, organ reproduksi lebih cepat usang dibanding organ yang lain.

Masa tua ini merupakan pase terakhir pertumbuhan dan perkembangan yang dilalui oleh setiap manusia. Hal ini menggiring para ahli melakukan kajian dan penelitian mendalam. Lalu berdasarkan hasil kajian tersebut menghasilkan teori-teori tentang "usia" tua atau "usia lanjut" itu.

Secara garis besar teori tentang "Lansia" tersebut terdiri atas: 
1. Teori yang kajiannya didasari oleh sifat-sifat dan kecendrungan yang menyangkut hal ikhwal biologis.
2.. Teori activitas. 
Teori ini memperhatikan masalah berbagai peran yang perlu dilakukan sesuai dengan tugas-tugas perkembangan pada "usia lanjut". Hal ini dapat berhubungan dengan perubahan dalam sikap dan tingkah laku individu sebagai keseluruhan, mungkin dengan aktivitasnya dalam peran-peran sosial tertentu, misalnya peran sebagai orang tua, pekerja, peran dalam waktu luang.

Kedua teori tersebut membawa aperubahan pada diri manusia yang sedang dalam fase tua tersebut..
Ad 1.- Perubahan bagian dalam tubuh
Walaupun pada bagian tubuh tidak dapat diamati seperti pada bagian luar namun perubahan tersebut juga jelas terjadi dan menyebar ke seluruh bagian dalam juga. Perubahan yang terjadi pada perubahan tubuh diakibatkan dari mengerasnya tulang-tulang, menumpuknya garam-garam mineral dan modifikasi pada susunan organ tulang bagian dalam. Akibatnya tulang menjadi mengapur dan mudah retak atau patah dan sembuhnya lambat sesuai bertambahnya "usia".
Teori mengenai proses menjadi tua melukiskan betapa proses tersebut dapat diintervensi sehingga dapat mencapai hasil yang optimum. Menurut Thomae teori-teori yang ada dapat dibagi menjadi teori yang bersifat biologis dan yang bersifat sosiologis.

Dalam teori yang bersifat biologis terdapat dua macam teori yaitu :
- Teori mikrobiologi (microbiological theories of aging): melihat ke dalam sel-sel tubuh untuk menjelaskan penuaan.
- Teori makrobiologi (macrobiological theories of aging): mempelajari kehidupan pada tingkat analisis yang lebih global dibandingkan sel.
Sedangkan dalam teori yang bersifat sosiologis terdapat tiga macam teori yaitu :
- Teori pemisahan (disengagement theory): menyatakan bahwa orang-orang dewasa "lanjut" secara perlahan-lahan menarik diri dari masyarakat

Ad 2.- Teori aktivitas (activity theory): semakin orang-orang dewasa "lanjut" aktif dan terlibat, semakin kecil kemungkinan mereka menjadi renta dan semakin besar kemungkinan mereka merasa puas dengan kehidupannya.
- Teori rekonstruksi gangguan sosial (social breakdown-recontruction theory): Teori ini menyatakan bahwa penuaan dikembangkan melalui fungsi psikologis negatif yang dibawa oleh pandangan-pandangan negatif tentang dunia sosial dari orang-orang dewasa "lanjut" dan tidak memadainya penyediaan layanan untuk mereka.

Di samping teori-teori di atas dikemukakan juga teori psikologi perkembangan dalam perspektif sepanjang hidup yang dikemukakan Erikson (1963), Charlotte Büchler (1959, 1972) dan Havighurst (1953). Sedangkan Ryff (1982) menyebutnya sebagai teori optimalisasi karena menitik beratkan dalam kemungkinan berkembangnya seseorang sampai pada "usia lanjut".

Berbeda dengan pendapat Thomae yang dipandang kurang bersifat normatif yaitu mengenai teori kognitif integratif yang dikemukakannya. Landasan teori ini mengenai proses menjadi tua disebutkan bahwa orang yang menjadi tua tidak secara pasif menerima perubahan dalam fisik maupun lingkungannya, tetapi ia juga mengambil sikap, memilih, memberikan bentuk pada situasi yang dialaminya.

Dari gambaran faktual di sekitar kita, kita sering melihat perilaku orang-orang yang telah "lanjut usia" tersebut dengan perilaku seperti mencari perhatian, mau menang sendiri, tempramental, sensitif terhadap situasi tertentu dengan TINGKAH LAKU SALAH SUAI ( TLSS).....

LAYANAN SOSIAL UNTUK "LANJUT USIA".


Tantangan yang dihadapi akibat meningkatnya jumlah "Lanjut Usia", terutama mereka yang tidak potensial dan terlantar, adalah penyediaan jaminan sosial baik formal maupun informal. Penyiapan lapangan kerja yang sesuai dengan kemampuan fisik "Lanjut Usia" akan menjadi kendala bagi "Lanjut Usia" yang masih potensial. Di samping itu tantangan lain adalah penyediaan pelayanan yang dibutuhkan oleh "Lanjut Usia" sebagaimana yang diatur dalam Undang – Undang Nomor 13  Tahun 1998 tentang Kesejahteraan "Lanjut Usia".

Visi :
"Lanjut Usia" Indonesia Sejahtera 2020"

Misi :
1.Meningkatkan kualitas pelayanan sosial
"Lanjut Usia" secara fisik,mental, sosial serta diliputi  rasa keselamatan dan kenyamanan.
2. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif agar selama mungkin "lansia" menjadi subyek pembangunan.
3. Meningkatkan kepedulian masyarakat agar "lansia" yang memerlukan/mendapatkan pelayanan, perlindungan/bantuan dan perawatan secara manusiawi dan bermartabat. 

Tugas Pokok
Direktorat Pelayanan Sosial
"Lanjut Usia" mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, standarisasi dan pemberian bimbingan teknis serta evaluasi di bidang pelayanan sosial "Lanjut Usia".

Fungsi :
Dalam melaksanakan tugas Direktorat Pelayanan Sosial
"Lanjut Usia" mempunyai fungsi :
1. Penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pelayanan sossila dalam panti, pelayanan sosial luar panti, kelembagaan sosial serta perlindungan sosial dan aksesibilitas sosial
"Lanjut Usia".
2. Melaksanakan kebijaksanaan teknis di bidang pelayanan sosial dalam panti, pelayanan sosial luar panti, kelembagaan sosial serta perlindungan sosial dan aksesibilitas sosial
"Lanjut Usia" sesuai peraturan perundang-perundangan yang berlaku;
3. Penyusunan standar teknis, norma, pedoman, kriteria dan prosedur dibidang pelayanan sosial dalam panti, pelayanan sosial luar panti, kelembagaan sosial serta perlindungan sosial dan aksesibilitas sosial
"Lanjut Usia".
4. Bimbingan teknis di bidang pelayanan sosial dalam panti, pelayanan sosial luar panti, kelembagaan sosial
"Lanjut Usia" serta perlindungan sosial dan aksesibilitas sosial "Lanjut Usia".
5.Evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pelayanan sosial dalam panti, pelayanan sosial luar panti, kelembagaan sosial serta perlindungan sosial dan aksesibilitas sosial
"Lanjut Usia".
6.Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. 

Bentuk-bentuk Pelayanan Sosial "Lanjut Usia":
1.Pelayanan Sosial dalam Panti
2.Pelayanan Sosial Luar panti
3.Pelayanan Sosial Perlindungan dan Aksesibilitas
4.Pelayanan Sosial  Kelembagaan 

"Usia lanjut" adalah suatu kejadian yang pasti akan dialami oleh semua orang yang dikaruniai "usia" panjang, terjadinya tidak bisa dihindari oleh siapapun. Pada "usia lanjut" akan terjadi berbagai kemunduran pada organ tubuh. Namun tidak perlu berkecil hati, harus selalu optimis, ceria dan berusaha agar selalu tetap sehat di "usia lanjut". Jadi walaupun "usia" sudah "lanjut", harus tetap menjaga kesehatan.

Ada satu pendapat yang mengatakan “KESEHATAN TIDAK BERARTI SEGALA-GALANYA, TETAPI TANPA KESEHATAN SEGALANYA TIDAK BERARTI”, yang maksudnya orang yang sehat belum tentu hidupnya makmur, segala keinginannya terpenuhi, bisa saja hidupnya sederhana atau biasa saja. Akan tetapi kesehatan itu milik kita yang paling berharga, karena bila sakit kita tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa menikmati dengan baik apa yang dimiliki. Oleh karena itu kita harus selalu menjaga, merawat, memelihara dan menyayangi kesehatan. 

Sumber:
1. rehsos.kemsos.go.id/modules.php?name=Content&pa...pid=6
2. creasoft.wordpress.com/2008/04/15/lansia/
3. laely.widjajati.photos.facebook.com/Mbah-Buyut-&-Banda....
4. laely.widjajati.photos.facebook.com/NARSIS-Bareng,-mumpung-ketemu...........
5. laely.widjajati.photos.facebook.com/pulang-kantor-narsis-dulu.....
6.laely.widjajati.photos.facebook.com/Jangan-pernah-katakan-umurlah-telah-bertambah,-tapi- katakanlah-umurmu-telah-berkurang,-karena-dosalah-yg-selalu-bertambah........- ASTAGHFIRULLAHAL-ADZIIM.........


MusicPlaylistView Profile