"Prestasi Diri" adalah hasil usaha yang dicapai dari segala usaha yang
telah dikerjakan dan merupakan puncak dari pengembangan potensi "diri"
baik karena hasil belajar, bekerja/berlatih keterampilan dalam bidang
tertentu."
MAKNA "PRESTASI DIRI".
"Prestasi Diri" berarti
hasil yang dicapai dari apa yang dikerjakan atau diusahakan. "Prestasi Diri" menggambarkan hasil yang diperoleh seseorang dari satu waktu tertentu
yang
menunjukkan perubahan kemajuan.
"Prestasi Diri" merupakan perwujudan dari potensi "diri"
seseorang. Potensi "diri" diartikan
sebagai segala sesuatu yang dimiliki seseorang baik sudah atau belum
nyata yang
dapat digunakan dalam pembangunan "diri"nya.
Ber"prestasi" dapat dilakukan di berbagai aspek kehidupan,
antara lain:
Aspek Politik.
Misalnya seseorang mampu mengelola sebuah partai kecil menjadi partai
besar pemenang pemilu.
Aspek Ekonomi.
Misalnya seseorang mampu menjalankan usahanya. Keberhasilan itu dapat
diperoleh berkat pengerahan daya dan kekuatan dalam usahanya.
Aspek Sosial Budaya.
Misalnya sebuah grup musik menjadi sangat terkenal tidak hanya di
tingkat nasional, namun sampai tingkat internasional berkat
ketekunannya.
Aspek Pendidikan.
Misalnya seorang siswa lulus dengan nilai yang memuaskan berkat
ketekunan dan belajar yang keras.
PENTINGNYA "PRESTASI DIRI" BAGI KEUNGGULAN BANGSA.
Kita harus mampu mempertahankan hidup dalam kehidupan. Kita harus
menjadikan hidup lebih bermakna. Untuk itu, setiap manusia pasti
memiliki berbagai macam kebutuhan. Menurut Maslow, seorang ahli ilmu
jiwa, manusia memiliki 5 kebutuhan diantaranya :
1. Kebutuhan dasar atau kebutuhan fisik yang menyangkut pemenuhan keperluan
jasmani, seperti makan, minum, pakaian, perumahan, dan sebagainya.
2. Kebutuhan rasa aman.
3. Kebutuhan akan cinta kasih dan perhatian.
4. Kebutuhan akan harga "diri".
5. Kebutuhan akan aktualisasi "diri".
Untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan, manusia harus mengusahakan
dengan daya kekuatan yang dimilikinya. Setiap manusia harus ber"prestasi"
agar tercapai hal berikut:
a. Dapat memenuhi kebutuhanya sehingga dapat mampu mempertahankan hidup dan
kehidupanya.
b. Sebagai bentuk aktualisasi "diri", setiap manusia perlu pengakuan atas
keberadaanya (eksistensinya). Pengakuan tersebut diberikan oleh
masyarakat, lembaga ataupun negara. Semakin tinggi "prestasi" seseorang,
pengakuan masyarakat semakin tinggi pula.
c. Memberi makna atau manfaat pada orang lain, bangsa dan negara. Manusia
sebagai makhluk sosial dalam kehidupanya, selalu bersama orang lain dan
saling membutuhkan.
d. Memberi kepuasan batin kepada "diri" sendiri dan motivasi untuk lebih
ber"prestasi". Manusia melakukan sesuatu untuk mengharapkan sesuatu hasil
yang memuaskan.
"Prestasi diri" memiliki peran yang sangat penting bagi keunggulan bangsa.
Peran "Prestasi Diri" sebagai berikut:
a. Meningkatkan taraf hidup bangsa dan negara.
b. Memperkokoh stabilitas nasional, persatuan dan kesatuan.
c. Mengharumkan nama baik bangsa dan negara di mata internasional.
d. Menjaga kedaulatan bangsa dan negara.
PENGERTIAN POTENSI.

Kamu dapat menjadi sukses ketika mampu mengubah potensi dalam
"diri"mu
menjadi kompetensi yang diharapkan. Potensi dapat diartikan sebagai
kemampuan, kekuatan baik yang belum terwujud maupun yang sudah terwujud
yang dimiliki seseorang, tetapi belum sepenuhnya. Terlihat atau
dipergunakan secara maksimal.
Pengertian tersebut dapat dipahami bahwa potensi merupakan suatu
kekuatan (daya) yang dimiliki oleh manusia. Tetapi belum dipergunakan
dengan optimal sehingga kewajibanya adalah bagaimana mendayagunakan
potensi yang ada dalam
"diri"mu menjadi kompetensi untuk meraih
"prestasi"
seperti yang kamu inginkan.
Menyadari ketergantungan pengembangan potensi inilah, manusia dituntut
untuk kreatif dan ber
"prestasi" menciptakan sarana dan prasarana guna
mendukung keoptimalan pengembangan potensi masyarakat dan warga
negaranya.
JENIS-JENIS POTENSI.
Menurut sifatnya, potensi dikelompokkan menjadi potensi jasmaniah dan
rohaniah.
1. Potensi jasmaniah, berupa daya atau kekuatan fisik seseorang yang dapat
dikembangkan guna meraih "prestasi" hidup.
2. Potensi rohaniah, merupakan potensi manusia yang bersifat kejiwaan,
seperti potensi intelektual, estetika, dan etika.
Atas dasar SUMBERnya, merupakan potensi manusia dibedakan menjadi tiga
macam, sebagai berikut:
1. Potensi yang bersumber daya cipta . potensi yang bersumber dari cipta
yaitu potensi intelektual atau intelektual quotient (IQ)
2. Potensi yang bersumber dari rasa. Potensi yang bersumber dari rasa ada
dua macam yaitu potensi emosional dan potensi spiritual.
a Potensi emosional atau emotional quotient (EQ). EQ merupakan kemampuan
yang bersumber pada perasaan manusia.
b. Potensi spiritual atau spiritual quotient (SQ). SQ merupakan kemampuan
seseorang menghayati nilai-nilai kaidah dan pranata.
3. Potensi yang bersumber pada karsa ada
dua macam yaitu potensi ketahan malangan dan potensi potensi
vokasional.
a. Potensi ketahanmalangan atau adversity quotient (AQ). AQ yaitu potensi
manusia untuk menghadapi berbagai hambatan dan tantangan hidup.
Misalnya: sikap tabah, tangguh, memiliki daya juang, dan kreativitas.
b. Potensi vokasional.
Potensi vokasional yaitu potensi manusia yang cenderung pada
bidang-bidang keterampilan atau kejuruan. Misalnya tekhnik, bidang olah
raga, kesenian dan tekhnik.
MENGENAL POTENSI "DIRI" UNTUK BER"PRESTASI" SESUAI KEMAMPUAN.
Ada berbagai upaya yang dapat saya lakukan dalam meraih "prestasi" menjadi
penjahit, yaitu sebagai berikut :
1. Tekun, terbiasa dengan tindakan yang bermanfaat, menghindari perbuatan
sia-sia, baik dalam belajar, rajin dalam bekerja, dan bersungguh-sungguh
dalam mengerjakan sesuatu.
2 Berdisiplin, selalu mengahargai waktu, selalu melakukan latihan
menjahit, biasa bekerja secara tuntas dan bertanggung jawab, biasa
memenuhi tata tertib, dan selalu menghindari sikap malas-malasan latihan
menjahit, dan tidak suka menunda tugas atau pekerjaan.
3. Bekerja keras, berdisiplin dan bertanggung jawab bekerja secara
terencana dan tuntas, selalu belajar dan mengait pengetahuan untuk masa
depan, selalu menghindari sikap mengabaikan peraturan.
4. Rajin, selalu bertindak secara terus-menerus atas dorongan "diri" sendiri,
berusaha untuk mencapai tujuan, dan selalu menghindari sikap malas
belajar menjahit.
5. Percaya "diri", berperilaku atas dasar keselarasan dengan keseimbangan
antar kemampuan menjahit dan dengan latihan menjahit yang akan
menumbuhkan keyakinan pada "diri" sendiri, tidak mudah terpengaruh oleh
ucapan ataupun perbuatan orang lain. Tidak rendah "diri" dan tidak
tergantung pada orang lain.
6. Tanggung jawab dan ulet, selalu bersikap dan bertindak lurus, selalu
menghindari sikap dan tindakan plin-plan, selalu berupaya mencari
alternatif yang terbaik dalam belajar atau bekerja. Menyelesaikan tugas,
mengembangkan potensi menjahit maupun aktivitas lain, selalu
menghindari sikap dan tindakan menggampangkan segala urusan.
7. Mandiri, selalu bersikap dan berperilaku yang lebih mengandalkan
inisiatif, kemampuan dan tanggung jawab pada "diri" sendiri secara
konsekuen dan menghindari dari sikap ketergantungan pada orang lain.
8. Kreatif, selalu mengisi waktu luang dengan kegiatan menjahit, dapat
menciptakan kreasi baru dan menularkannya kepada orang lain, dan tidak
membiasakan "diri" untuk berperilaku konsumtif dalam segala hal.
CARA MENGGALI POTENSI "DIRI".

Bagaiamana cara kamu mengenali potensi
"diri"? Saya mengenali potensi
"diri"
dengan cara mempraktekkan apa yang saya pelajari. Mengetahui potensi
"diri" atau bakat tidak semudah saya mengenali nama teman-teman
sepermainan saya. Akan tetapi, diperlukan adanya usaha dalam menemukan
atau menggali potensi
"diri".
Saya dapat mengelompokkan berbagai cara dalam mengenali potensi
"diri"
saya, baik secara intern maupun ekstern.
1. Faktor intern atau faktor yang berasal dari
"diri" kita sendiri.
Cara mengenali potensi
"diri" dilihat dari faktor intern dapat dicapai
dengan hal-hal sebagai berikut :
a. Memiliki informasi yang lengkap tentang
"diri" kita sendiri.
b. Memahami kemampuan atau kelebihan-kelebihan yang kita miliki,
c. Selanjutnya setelah mengetahui utuh siapa
"diri" kita dan mempercayai apa
yang diberikan Tuhan berupa bakat pada
"diri" kita, kewajiban kita adalah
mengasah potensi yang kita miliki. Potensi
"diri" tersebut dapat menjadi
kompetensi yang dapat kita banggakan.
2. Faktor ekstern atau faktor yang berasal dari luar
"diri" kita sendiri
Cara mengenali potensi
"diri" dilihat dari faktor ekstern dapat dicapai
dengan hal-hal sebagai berikut :
a. Kita perlu menguji coba kemampuan
"diri" kita dengan mengikuti
perlombaan-perlombaan yang ada di sekitar kita,
b. Menguji atau mengukur kemampuan dan bakat kita kepada para ahli yang
berkompeten dalam bidangnya.
BERSIKAP POSITIF TERHADAP SETIAP PELUANG UNTUK BER"PRESTASI".
Memiliki motivasi dalam mencapai tujuan hidup Hal-hal yang dapat mempengaruhi motif disebut motivasi. Jadi, motivasi
merupakan keadaan dalam "diri" seseorang yang mendorong perilaku ke arah
tujuan.
Dengan demikian, motivasi mempunyai 3 aspek yaitu sebagai
berikut :
1. Keadaan terdorong dalam "diri" seseorang, yaitu kesiapan bergerak karena
kebutuhan-kebutuhan, keadaan lingkungan dan keadaan mental.
2. Perilaku yang timbul dan terarah karena keadaan.
3. Tujuan yang ingin didapat (dituju) oleh pelaku
Orang yang memiliki MOTIVASI "diri" yang baik adalah orang yang:
1. Memiliki
cita-cita dinamis, serta tekun mencurahkan "diri" dan kemampuannya untuk
menjadi cita-cita tersebut.
2. Memiliki kreativitas
Kreativitas adalah kemampuan mental dan berbagai jenis keterampilan
manusia yang dapat melahirkan pengungkapan yang unik. Orisinil, berbeda
sama sekali baru, efisien, tepat sasaran dan tepat guna.
3. Memiliki optimisme yang realistis
Optimisme yang baik adalah optimisme yang relaistis, yaitu optimisme
yang masih dalam jangkauan dan dimungkinkan untuk dapat dicapai.
4. Memiliki kualitas mental dan etos kerja
Seseorang yang memiliki kualitas mental dan etos kerja yang baik, tidak
akan tergantung dan terpengaruh orang lain sehingga "prestasi"nya akan
membawa kedaiaman dalam hidupnya.
5. Memiliki rasa percaya "diri"
Untuk membangun rasa percaya "diri", kita harus menghilangkan rasa cemas,
takut, dan sikap ragu-ragu pada "diri" kita.
MENUNJUKKAN KESIAPAN UNTUK BERKOMPETISI SECARA SEHAT.
Beberapa sikap yang menunjukkan kesiapan untuk berkompetisi dengan orang
lain secara sehat, yaitu sebagai berikut :
1. Fisik dan mental yang sehat dan kuat
Orang yang secara fisik sehat dan kuat adalah seseorang yang selalu
menghargai kesehatan.
2. Memiliki cita-cita yang dinamis
Artinya adalah seseorang yang berpikir jauh ke depan. Cita-cita dan
tujuan yang dinamis merupakan dua hal yang berbeda.
3. Memiliki kecerdasan
4. Percaya "diri" dan berdikari
Percaya "diri" merupakan sikap yang penuh keyakinan pada "diri"nya, mantap
dalam melaksanakan aktivitasnya sehari-hari, tidak mudah terpengaruh
ucapan, tindakan atau perbuatan orang lain.
5. Bertanggung jawab dan berani mengambil resiko
Bertanggung jawab dalam arti mampu menyelesaikan tugas atau pekerjaan
tepat pada waktunya, menghindarkan "diri" dari sikap ingkar janji dan
dapat melaksanakan tugas sampai selesai.
6. Ulet dan tekun
Ulet dalam arti tidak mudah menyerah (putus asa) walaupun dalam keadaan
yang paling sulit.
CARA-CARA UNTUK MENCAPAI KEBERHASILAN.
Menurut Paul J. Meyer dari California, ada enam cara untuk mencapai
keberhasilan :
1. Menentukan tujuan yang ingin dicapai dengan jelas.
2. Menyusun rencana untuk mencapai tujuan dan menentukan tenggang waktu
yang diperlukan untuk mencapainya.
3. Motivasi yang kuat untuk mencapai tujuan.
4. Mengembangkan keyakinan pada "diri" atas apa yang diperbuat.
5. Mengembangkan kemampuan untuk selalu setia pada rencana meskipun
terdapat tantangan atau hambatan.
6. Berpegang teguh pada prinsip “tidak pernah ada kesempatan yang datang
dengan sendirinya kepada orang yang diam menanti di tempat”.
Sumber:
1. seratupersencopas.blogspot.com/2012/02/makna-prestasi-diri.html
2. www.tetukoinposting.com/.../materi-pkn-kelas-9-prestasi-diri.html
3. laely.widjajati.Facebool.Profile.Pictures/Alhamdulillah-sudah-bisa-istirahat....
4. laely.widjajati.Facebool.Timeline.Photos/ALLAHU-AKBAR....
5. laely.widjajati.Facebool.Timeline.Photos/MANFAAT/KHASIAT-BUNGA-KAMBOJA...