Sabtu, 11 Juni 2011

"PERAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT"

"Pemberdayaan "masyarakat" memberikan kepercayaan lebih kepada "masyarakat" seluas-luasnya untuk dapat mempercepat pemulihan ekonomi nasional, mempercepat kemajuan desa dalam menghadapi persaingan global di berbagai bidang dengan menggunakan "teknologi tepat guna".


Hal tersebut sesuai dengan Instruksi Presiden RI No 3 Tahun 2001 tentang Penerapan dan Pengembangan "Teknologi Tepat Guna".

Tujuan pengembangan suatu "teknologi" pada dasarnya adalah untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan, baik yang telah nyata, ataupun yang dirasakan dan diinginkan adanya, dan bahkan yang diantisipasi akan diinginkan. Suatu upaya pengembangan "teknologi" yang efektif, pertama-tama harus didasarkan pada permintaan pasar, baik yang telah nyata ada atau yang mulai tampak dirasakan adanya. Prasyarat tersebut memang perlu, namun belum cukup. Kemampuan itu harus dilengkapi dengan kemampuan menterjemahkan perkembangan kebutuhan pasar tersebut dengan kemampuan untuk menggagas spektrum "teknologi" bagaimana yang dapat menanggapi kebutuhan yang diamati tersebut.

Istilah ke"tepat"-"guna"an merupakan istilah yang samar-samar pengertiannya, kalau tidak diikuti dengan pernyataan ke"tepat"-"guna"an terhadap apa. Yang terakhir ini sangat kontekstual, tergantung dari lingkungan "masyarakat" tempat "teknologi" tersebut akan di"guna"kan.
"Teknologi Tepat Guna" adalah "teknologi" yang cocok dengan kebutuhan "masyarakat" sehingga dapat dimanfaatkan pada saat rentang waktu tertentu. Biasanya dipakai sebagai istilah untuk "teknologi" yang terkait dengan budaya lokal. "Teknologi Tepat Guna" sebagai salah satu jalur penting untuk mencapai tujuan yang mendasar, yakni meninkatkan kesejahteraan "masyarakat". Mayoritas "masyarakat" Indonesia dengan keanekaragaman ilmu pengetahuan dan "teknologi" (iptek) dapat diposisikan, tidak hanya sebaga pendukung, tapi juga sebagai pionir perambah jalan menuju terwujudnya "masyarakat" sejahtera berkeadilan bagi semua lapisan "masyarakat" di Indonesia yang berada di bebagai penjuru tanah air dengan tingkat kemampuan penguasaan "teknologi" dan ekonomi yang terbatas. "Teknologi Tepat Guna" berarti "teknologi" yang sesuai dengan kondisi budaya, dan kondisi ekonomi serta peng"guna"annya harus ramah lingkungan. 

Program Pemerintah menyebutkan bahwa pemberdayaan "masyarakat" miskin merupakan jalan untuk mengentaskan "masyarakat" miskin dan diarahkan melalui dua jalur, yaitu penurunan berbagai biaya hidup yang harus dipikul oleh keluarga miskin dan peningkatan kemampuan "masyarakat" dalam meningkatkan kehidupan keluarga dan keduanya harus terlaksana secara seiring. Sedangkan tujuan pemberdayaan "masyarakat" miskin yang menggunakan "Teknologi Tepat Guna", adalah:

a. Mempercepat pemulihan ekonomi, meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usaha ekonomi produktif "masyarakat", memperluas lapangan kerja, lapangan usaha, meningkatkan produktivitas dan mutu produksi.

b. Menunjang pengembangan wilayah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab menuju keunggulan kompetitif dalam persaingan lokal, regional dan global.

c. Mendorong tumbuhnya inovasi di bidang "teknologi".

 Sasaran yang ingin dicapai adalah:

a. Meningkatkan taraf hidup "masyarakat" di daerah perbatasan dengan pendidikan, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta "Teknologi Tepat Guna" yang sesuai dengan daerah perbatasan sehingga mempunyai dampak penting bagi kedaulatan NKRI.

b. Pemberdayaan "Masyarakat" meng"guna"kan "Teknologi Tepat Guna" merupakan faktor pendorong bagi peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi "masyarakat" di sekitar perbatasan dan peningkaan kawasan perbatasan itu sendiri.

c. Meningkatkan lembaga/institusi yang secara fungsional menangani pemberdayaan "masyarakat" serta inovasi "Teknologi Tepat Guna" sehingga mempunyai dampak terhadap kondisi pertahanan dan keamanan, baik skala regional maupun nasional.

Rabu, 08 Juni 2011

"KERANG BATIK"

"Motifnya indah dan cantik, sehingga "kerang batik" ini digemari banyak orang. Memang untuk mendapatkan hasil tangkapan "kerang batik" itu tidak mudah, karena nelayan harus berhadapan dengan kondisi alam yang kurang bersahabat."

 
"Kerang" dalam arti luas adalah semua moluska dengan sepasang cangkang. Orang biasanya menyebutnya dengan "kerang"-"kerang"an dan sepadan dengan arti clam yang dipakai di Amerika."
Kata "kerang" dapat pula berarti semua "kerang"-"kerang"an yang hidupnya menempel pada suatu obyek. Disini termasuk jenis"kerang" yang dapat dimakan. Semua "kerang"-"kerang"an memiliki sepasang cangkang (disebut juga cangkok atau katup) ysng biasanya simetri cermin yang terhubung dengan suatu ligamen (jaringan ikat). Pada mayoritas "kerang" terdapat dua otot adduktor yang mengatur buka-tutupnya cangkang. "Kerang" tidak memiliki kepala (juga otak) dan hanya simping yang memiliki mata. Organ yang dimiliki adalah ginjal, jantung, mulut, dan anus. "Kerang" dapat bergerak dengan kaki berupa semacam organ pipih yang dikeluarkan dari cangkang sewaktu-waktu atau dengan membuka-tutup cangkang secara mengejut. Sistem sirkulasinya terbuka, berarti tidak memiliki pembuluh darah. Pasokan oksigen berasal dari darah yang sangat cair yang kaya nutrisi dan oksigen yang menyelubungi organ-organnya. Makanan "kerang" adalah plankton, dengan cara menyaring. "Kerang" sendiri merupakan mangsa bagi cumi-cumi dan hiu. Semua "kerang" adalah jantan ketika muda. Beberapa bulan akan menjadi betina seiring dengan kedewasaan.
Salah satu jenis "kerang" adalah "kerang batik". "Kerang" ini dinamakan "kerang batik" karena pada cangkangnya terdapat motif-motif yang dentik dengan gambar "batik". Motifnya indah dan cantik, sehingga "kerang batik" ini digemari banyak orang. Memang untuk mendapatkan hasil tangkapan "kerang batik" itu tidak mudah, karena nelayan harus berhadapan dengan kondisi alam yang kurang bersahabat. Pada umumnya musim "kerang batik" adalah cuaca mendung, hujan dan angin kencang, sehingga para nelayan harus berpikir dua kali untuk melaut.  

"PULAU-PULAU KECIL DI KABUPATEN SIDOARJO"

"Di "Kabupaten Sidoarjo" terdapat "pulau-pulau kecil" yang selama ini belum banyak diketahui oleh masyarakat "Sidoarjo" sendiri."
"Pulau-pulau kecil" yang teridentifikasi di wilayah pesisir "Kabupaten Sidoarjo" adalah:

1. "Pulau" Dem.
"Pulau" Dem berlokasi di Desa Kedungpandan Kecamatan Jabon. Jarak dari Pusat Kota kurang lebih 35 Km. Luas "pulau" ini adalah 500 ha. "Pulau" ini dihuni oleh 9 Kepala Kelurga, yang terdiri dari 35 jiwa.

2. "Pulau" Kedung.
"Pulau" Kedung berlokasi di Kecamatan Jabon. Jarak dari Pusat Kota kurang lebih 28 Km. Luas "pulau" Kedung adalah 1.080.000 M2. "Pulau" ini sebagian besar merupakan area tambak.
3. "Pulau" Pitu.
"Pulau" Pitu berlokasi di Kecamatan Jabon. Jarak dari Pusat Kota kurang lebih 29,4 Km. Luas "pulau" ini adalah 62.208 M2. "Pulau" Pitu ini tidak berpenghuni.

Selasa, 07 Juni 2011

"FUNGSI EKOSISTEM MANGROVE"

"Ekosistem Mangrove" di sepanjang pesisir merupakan aset sumberdaya alam pesisir yang mampu menopang kelestarian perikanan serta jasa lingkungan lainnya, termasuk "fungsi" perlindungan pantainya".


"Fungsi" ekonomi "Ekosistem Mangrove" sangat banyak, baik kuantitas maupun kualitasnya. Menurut Saenger, ada 70 macam kegunaan tumbuhan "Mangrove" bagi kepentingan manusia, baik produk langsung maupun tidak langsung. Produk langsung, misalnya bahan bakar, bahan bangunan, alat perangkap ikan, pupuk pertanian, bahan baku kertas, makanan, obat-obatan, minuman, dan tekstil. Sedangkan produk tidak langsung, misalnya tempat-tempat rekreasi dan bahan makanan; dan produk yang dihasilkan sebagian besar telah dimanfaatkan oleh masyarakat.
Nilai pakai lain yang penting dari "Ekosistem Mangrove" adalah berbagai akuatik yang beberapa diantaranya memiliki nilai komersial memilih habitat "Mangrove" sebagai tempat hidupnya. 30% produksi perikanan laut tergantung pada kelestarian hutan "Mangrove", karena kawasan "Mangrove" menjadi tempat perkembangan jenis-jenis ikan yang tinggi nilai komersilnya. Daun-daun berjatuhan dan berakumulasi pada sedimen "Mangrove" sebagai leaf litter (lapisan sisa-sisa daun) yang mendukung komunitas organisme detrial yang besar jumlahnya.

Tanaman "Mangrove", termasuk  bagian batang, akar dan daun yang berjatuhan memberikan habitat bagi spesies akuatik yang berasosiasi   dengan "Ekosistem Mangrove". "Ekosistem" ini ber"fungsi" sebagai tempat untuk memelihara larva, tempat bertelur dan tempat pakan bagi berbagai spesies akuatik, khususnya udang Penaeidae dan ikan bandeng.

Nilai pakai tidak langsung dari "Ekosistem" hutan "Mangrove" adalah dalam bentuk "fungsi"-"fungsi" ekologi yang vital, ttermasuk pengendalian terhadap erosi pantai, stabilisasi sedimen, perlindungan bagi terumbu karang di dekatnya terhadap padatan-padatan tersuspensi, perlindungan bagi tata guna lahan di wilayah pantai dari badai dan tsunami, pencegahan terhadap intrusi garam, pemurnian alami perairan pantai terhadap polusi.

"Mangrove" yang berkembang dengan baik akan memberikan "fungsi" dan keuntungan yang besar, baik untuk mendukung sumberdaya perikanan laut dan budidaya, memberi pasokan bahan bangunan dan produk-produk lain, maupun untuk melindungi pantai dari ancaman erosi.

Minggu, 05 Juni 2011

"KEBAIKAN -KEBURUKAN DALAM KEHIDUPAN"

"Keindahan adalah keindahan budi pekerti. "Kebaikan" adalah "kebaikan" tatakrama. Dan keelokan adalah keelokan akal."

Melakukan perbuatan jahat tidaklah "baik"; melakukan perbuatan yang "baik", tanpa menimbulkan bahaya, cukup sering terjadi. Namun, adalah sikap dari seorang yang "baik" untuk melakukan tindakan besar dan terhormat walaupun ia harus mempertaruhkan segalanya.

Apa resep untuk mencapai kesuksesan? Bagiku hanya ada empat bumbu dasar:
1. Pilihlah karier yang kau sukai.
2. Berikan yang ter"baik" yang ada pada dirimu.
3. Manfaatkan kesempatan.
4. Dan jadilah anggota tim. (Benjamin F.Fairless). 
Segala sesuatu yang dilakukan dengan "baik" adalah lebih "baik" dari pada sesuatu yang dikatakan dengan "baik". (Ben Franklin).

Orang yang memiliki semangat akan menjadi yang ter"baik". (Andrew Jackson).

Hiduplah dengan berani dan tak mengenal rasa takut. Rasakan kenikmatan berada dalam sebuah kompetisi - dengan menunjukkan yang ter"baik" yang ada dalam dirimu. (Henry Kaiser).

Sebetulnya kita terus dihadapkan pada kesempatan-kesempatan yang "baik" yang tampak bagi kita sebagai masalah-masalah yang tak dapat diselesaikan. (Anonim).

Apapun yang layak untuk dilakukan adalah layak dilakukan dengan "baik". (Earl of Chesterfield).

Kita hanya perlu belajar memanfaatkan kesempatan "baik" karena kesempatan "baik" selalu ada. (Goethe).

Suatu hari setiap orang pasti akan dihadapkan pada "kebaikan" dan "keburukan" yang pernah diperbuatnya.

Dosa besar di mata Allah, menyuruh orang lain untuk melakukan "kebaikan" sementara diri sendiri tidak melakukannya.

Hasad memakan "kebaikan" laksana api membakar kayu kering.

Rasulullah SAW bersabda: Mintalah kepada Allah ampunan dan kesehatan, karena setelah keimanan tak ada "kebaikan" yang lebih besar bagi seseorang selain kesehatan.

Dan kami jadikan tidurmu se"baik"-"baik"nya istirahat.

Makna asal taqwa adalah menjaga diri. Jadi orang yang bertaqwa sesungguhnya adalah orang yang selalu menjaga diri dari berbagai akibat "buruk" setiap perbuatan. Karena itu orang yang bertaqwa selalu waspada terhadap apa yang akan diperbuatnya, apakah perbuatannya akan mendatangkan akibat "buruk" atau tidak. Jika dinilainya berakibat "buruk", dijauhilah perbuatan itu. Bila terlanjur melakukan perbuatan tercela, ia segera mengingat Allah dan beristighfar atas dosanya.

Bagaimana mungkin kamu menyuruh orang lain berbuat "baik", sedangkan dirimu sendiri terlupakan.

Dan barangsiapa mengerjakan "kebaikan" meskipun setitik, niscaya ia akan melihat balasannya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan walaupun setitik, niscaya ia akan melihat balasannya pula.

Mralitas adalah melakukan apa yang "baik".... Walaupun tidak anda sukai.

Pemborosan yang paling menyedihkan adalah pemborosan ide yang "baik".

Percayalah yang ter"baik" tentang orang lain dan jika anda salah dalam hal ini --- anda hanya membuat kesalahan di sisi kasih.

Impian adalah tanda bahwa Tuhan bekerja dalam hidup anda. Khususnya jika impian itu untuk membantu orang lain atau melakukan sesuatu yang "baik" yang tidak dilakukan oleh orang lain.

Tidak ada orang besar di dunia ini; yang ada hanya orang biasa. Perbedaannya hanyalah, beberapa orang menetapkan tujuan yang lebih tinggi, bermimpi yang lebih besar, dan tidak mendirikan sesuatu yang kurang dari yang ter"baik".

Mencegah konflik lebih "baik" dari pada menyelesaikan konflik.

Yang penting adalah anda mengendalikan suasana hati anda untuk menjadikan anda orang yng lebih "baik".

Lihatlah pada kesalahan dan kelemahan anda dan percayalah bhwa anda akan memper"baik"i diri anda sendiri.

Ingatlah sikap positif menghasilkan persepsi positif dan mengubah situasi menjadi lebih "baik".

Kebahagian dan "kebaikan" seseorang tidak akan pernah sempurna.

Belajar agama dapat menyinari hati dan membuat Tuhan ridha, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: 'Jika Allah menghendaki seorang hamba menjadi "baik", maka Allah akan menjadikannya mengerti tentang agama.'

Ketahuilah, se"baik"-"baik" amal adalah jika engkau mengetahui apa yang dikehendaki oleh Allah dalam Kitab-Nya, dan mengetahui apa yang dimaksudkan oleh utusan-Nya dalam sunnahnya.

'Ketaqwaan, bagi orang yang berakal, adalah sebab lahirnya semua "kebaikan".

Janganlah engkau memperhatikan sesuatu yang engkau sendiri lemah untuk melakukannya. Hendaklah engkau memper"baik"i sesuatu yang engkau mampu memper"baik"inya.

Gubuk dengan keimanan (lebih "baik" dari pada) istana dengan kemungkaran.

Berbahagialah mereka yang sibuk memper"baik"i diri sendiri ketimbang repot memperhatikan aib manusia.

Bergembiralah dengan kehidupan, karena hidup itu indah. Dengan segala "kebaikan", jadikanlah hidup ini indah.

Berpikirlah positif dan optimis. Jika engkau mengalami hari yang "buruk", maka itu adalah permulaan untuk hari yang lain yang dekat, yang menggembirakan dan menyenangkan.

Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat "baik".

Seseorang dapat hidup "baik" dengan malu.
Kayu tetap kayu meski kulitnya mengelupas.
Demi Allah, tak ada "baik"nya hidup ini,
juga di dunia ini bila rasa malu itu telah hilang.

Sesungguhnya nikmat besar yang harus dijaga adalah ketika "kebaikan" itu memenuhi jiwa dan membahagiakan hati.

Orang yang berilmu tahu bahwa kejahatan dan "kebaikan" punya batasnya dan akan berakhir.

Kehidupan orang itu akan menjadi kisah untuk sesudahnya. Maka, jadilah kisah yang "baik" bagi orang yang sadar.

Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang berbuat "baik".

Lidah yang keji akan lebih banyak memberikan dampak "buruk" kepada pelakunya dari pada yang diterima oleh korbannya.

Kepuasan yang paling "baik" bagi seorang laki-laki adalah seorang istri penurut.

Kebanyakan manusia melupakan kemurahan, berpaling dari Yang Maha Indah, dan kufur terhadap "kebaikan".

'Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, "baik" laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan ...... kepadanya kehidupan yang "baik" dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih "baik" dari apa yang telah mereka kerjakan'. (Al-Qur'an. Surat An-Nahl, Ayat 97).

"Kebaikan" itu banyak, tetapi pelakunya hanya sedikit (Hadits Soheh). Semoga kita termasuk yang sedikit itu.

Ketika  merasa letih dalam melakukan "kebaikan", ketahuilah sungguh keletihannya akan segera sirna dan "kebaikan"nya akan abadi. Sekiranya merasa bahagia ketika melakukan dosa dan maksiat, ketahuilah bahwa kebahagiaannya akan segera sirna, dosa dan kemaksiatannya akan abadi. (Ali bin Abi Thalib ra.) 

Sabtu, 04 Juni 2011

"KETAN KUKUS dan VARIASInya"

"Ketan" atau  beras pulut, kalau dimasak biasanya menjadi lengket atau lekat; "Ketan" juga enak apabila dikukus, apalagi kalau diberi variasi."

Berikut ini resep "ketan" kukus beserta variasinya:
BAHAN:
500 gram beras "ketan" putih/hitam, rendam, tiriskan.
1 sendok teh garam.
125 cc santan.
2 lembar daun pandan, sobek-sobek buat simpul.

CARA MEMBUAT:
1. Didihkan air santan, garam dan daun pandan.
2. Pada saat bersamaan kukuslah "ketan" kurang lebih selama 15 menit. 
3. Keluarkan "ketan" kukus dari dandang masukkan ke dalam panci berisi air santan yang baru mendidih, aduk rata hingga air santan terhisap habis oleh "ketan".
4. Kukus kembali "ketan" sampai matang kurang lebih 30 menit.

VARIASI UNTUK MAKAN "KETAN":

1. Urap kelapa.
1/3 butir kelapa, parut kasar dan 1/4 sendok teh garam dikukus kurang lebih 5 menit supaya tidak mudah basi.

2. Juruh.
200 gram gula merah, disisir, 2 lembar daun pandan, buat simpul, 100 cc air rebus hingga kental lalu saring.

3. Bubuk kedelai.
100 gram kedelai hitam/putih, cuci, tiriskan. 1 sendok teh kencur cincang, 1 buah cabai merah, 2 lembar daun jeruk purut, 1 buah bawang putih, semuanya disangrei hingga kering, lalu ditumbuk halus bersama 1 sendok teh garam dan 1 sendok makan gula pasir.

4. Kinca.
500 cc santan, 200 gram gula merah, 2 lembar daun pandan dibuat simpul. 1/4 sendok teh garam, didihkan hingga gula larut, saring.
5. Kinca durian/nangka.
750 cc santan, 200 gram gula merah diiris halus, 2 lembar daun pandan dibuat simpul, 5 mata buang nangka/durian (ambil dagingnya, potong-potong), rebus semuanya hingga gula larut dan nangka/durian matang.

6. Unti.
1/2 butir kelapa agak muda diparut kasar, 100 gram gula merah diiris halus, 2 sendok makan gula pasir, 159 cc air, 2 lembar daun pandan dibuat simpul, semuanya dimasak sambil diaduk hingga gula larut dan kelapa matang (dapat dipulung).

"PEMBUATAN SIROP SARI BUAH - NANAS"

"Tahapan pembuatan sirop sari buah "nanas" adalah sebagai berikut:

a. Bahan:
- buah "nanas" yang matang.
- gula pasir 750 g/500 cc sari buah
- asam sitrat 2g/500 cc sari buah

Untuk pembuatan 10 liter sirop "nanas" diperlukan buah "nanas" sebanyak 10-15 kg. Buah "nanas" yang akan diolah dipilih yang matang penuh dan tidak busuk.

b. Cara Membuat:
1. "Nanas" dikupas, mata dan empulurnya dibuang.
2. Kemudian buah dicuci hingga bersih dan dipotong-potong.
3. Daging buah "nanas" dihancurkan dengan blender.
4. Sari "nanas" diperas dengan kain saring.
5. Untuk setiap 500 cc sari buah ditambahkan gula pasir sebanyak 750 g. Campuran ini semua dimasak sampai semua gula larut. Sambil dimasak, adonan ini ditambahkan asam sitrat.
6. Sirop "nanas" kemudian dimasukkan dalam botol tinggi yang bersih dan steril.
7. Botol ditutup rapat, kemudian disterilisasi selama 15 menit dengan cara dikukus.

Demikianlah cara pembuatan sirop sari buah "nanas". Selamat mencoba, semoga anda berhasil........


MusicPlaylistView Profile