Rabu, 22 Juli 2009

"OBAT HATI --- TOMBO ATI"

"Obat hati" --- Tombo Ati (Bahasa Jawa); Adalah salah satu tembang karya Sunan Bonang., salah satu penyebar agama Islam di Pulau Jawa yang disebut 'Wali Songo'."



Di dalam tembang tersebut, Sunan Bonang mengajarkan kepada kita bagaimana seseorang harus menjalani hidup dengan benar supaya kita memiliki "hati" yang bersih, "hati" yang suci. Dengan itu, kita akan terhindar dari segala godaan duniawi dan tidak mudah terpengaruh oleh perilaku destruktif. Melalui karya seninya itulah, dulu Sunan Bonang berdakwah.


"Obat hati" (Tombo Ati) dalam tembang karya Sunan Bonang, ada lima perkara, yaitu :


1. Membaca Al-Qur'an dengan memahami maknanya.
Membaca Al-Qur'an dengan memahami maknanya, dengan sendirinya kita akan memperoleh ketentraman dan kedamaian hidup. Orang yang selalu membaca Al-Qur'an "hati"nya akan selalu bersih dan Tuhan akan selalu melapangkan jalan kita.


2. Melakukan sholat malam.
Dengan memperbanyak melakukan sholat malam, kita akan semakin dekat dengan Allah SWT. Bahkan orang-orang suci menggambarkan, bahwa ketika bertahajud (sholat malam) akan seselalu terjadi perjumpaan dengan Allah. Bahkan pintu ampunan dan pintu do'a selalu dibuka selepas tengah malam.




3. Memperpanjang dzikir.
Apabila sholat malam dibarengi atau diteruskan dengan dzikir malam, maka sempurnalah perjumpaan kitga dengan Allah, sempurna pulalah do'a-do'a kita sampai kepada Allah SWT.





4. Sering melakukan puasa.
Dengan senantiasa melakukan puasa merupakan wahana paling ampuh bagi setiap muslim untuk berprosesmenjadi pribadi yang tangguh, memiliki jiwa yang kuat. Ini juga nerupakan salah satu cara untuk selalu berdekat-dekat dengan Allah.


5. Bergaullah dengan orang saleh.
Apabila kita selalu berkumpul dengan orang saleh, maka kita akan selalu mendapat teman hidup yang akan selalu tulus memberikan nasihat tentang kebijakan, selalu dapat menunjukkan jalan keluar yang benar.


Barang siapa telah melaksanakan nasihat-nasihat yang ada dalam tembang Tombo Ati ("Obat Hati") karya Sunan Bonang ini, Insya'Allah do'a-do'a kita akan terkabulkan, dan hisup kita akan penuh dengan harapan. Karena kita akan menjadi orang yang ber"hati" bersih, berjiwa suci, selalu mengingat (iling) dan dekat dengan Allah, berpribadi tangguh, dan memiliki temnan yang bersedia memberi nasihat.

Minggu, 19 Juli 2009

"ISRA' MI'RAJ DAN SHALAT 5 WAKTU"

"Isra' Mi'raj" ini dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. 1 1/2 (satu setengah) tahun sebelum Nabi Muhammad hijrah ke Madinah."


"Isra'" merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW pada suatu malam dari Masjidil Haram (Mekah) ke Masjidil Aqsha (Palestina). Hal ini seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat Al-Israa' Ayat 1 : "Maha Suci Allah yang memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha (Baitul Maqdis) yang Kami berkahi sekelilingnya agar Kami memperlihatkan kepadanya sebahagian tanda-tranda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat".


Sedangkan "Mi'raj" adalah kenaikan Nabi Muhammad SAW dari alam bawah (dimulai dari Masjidil Aqsha) ke alam atas (langit) sampai ketujuh petala langit dan seterusnya ke Sidratil Muntaha. Hal ini dikisahkan dalam Al-Qur'an Surat An-Najm Ayat 1 sampai dengan 18.
 





Dari "Isra' dan Mi'raj " itu Nabi Muhammad memperoleh Wahyu tentang kewajiban "shalat 5 (lima) waktu" dalam sehari semalam yang wajib dilaksanakan oleh Nabi Muhammad SAW dan ummatnya sampai akhir jaman. "Isra' Mi'raj" ini dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. 1 1/2 (satu setengah) tahun sebelum Nabi Muhammad hijrah ke Madinah.

Wahyu yang diterima Nabi pada saat "Isra' Mi'raj" ini adalah Wahyu yang istimewa, karena wahyu tentang "shalat" ini disampaikan oleh Allah SWT. secara langsung kepada Nabi Muhammad SAW. tanpa melalui perantara Malaikat Jibril.


Nilai utama "shalat 5 (lima) waktu" ini antara lain adalah :


1. Batas antara orang kafir dengan orang mukmin. Pembeda yang utama antara orang kafir dengan orang mukmin adalah "shalat 5 (lima) waktu". Orang yang meninggalkan "shalat 5 (lima) waktu" adalah termasuk orang yang kufur.


2. Rukun Islam. "Shalat" merupakan Rukun Islam yang kedua. Rukun Islam merupakan pilar penyangga Islam. Orang Islam wajib melaksanakan ke 5 (lima) Rukun Islam yang ada. Tanpa melaksanakan Rukun Islam, Islam tidak akan bisa berdiri dengan kokoh.


3. Tiang Agama. "Shalat" ini merupakan tiang agama, maka dari itu harus selalu ditegakkan. Orang yang meninggalkan "shalat" berarti orang tersebut termasuk orang yang menghancurkan agama.

Hal penting dalam "shalat" ini adalah merupakan sarana yang sangat efektif untuk berhubungan antara manusia dengan Allah SWT., karena dalam "shalat" ini terkandung :

1. Dzikir
. Dalam ibadah "shalat" ada bacaan-bacaan yang mengagungkan Allah, mensucikan Allah dan memuliakan Allah SWT.


2. Do'a. Dalam "shalat" mengandung do'a-do'a mohon pengampunan, mohon diberi kesehatan, mohon perlindungan, mohon rezki, mohon dijauhkan dari siksa api neraka dan mohon dimasukkan dalam surga dan sebagainya. Semua item kegiatan dalam kehidupan ini ada dalam bacaan "shalat". Dalam bacaan "shalat" ini kita mohon dikaruniai kebahagiaan dunia maupun akhirat. Karena shalat ini kita dalam keadaan memohon, maka sudah seharusnya kalau kita dalam keadaan yang khusyuk, supaya permohonan kita dapat dikabulkan oleh Allah SWT.


3. Tilawatil Qur'an. Dalam ibadah "shalat", kita membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an. Ada bacaan Surat Al-Fatihah dan setelah membaca Al-Fatihah kita membaca Surat-Surat lain yang ada dalam Al-Qur'an. Kitab Al-Qur'an adalah kitab yang berisi hal-hal yang fundamental, baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat. Al-Qur'an adalah merupakan "way of life" bagi semua umat Islam di dunia ini. Di dalam Al-Qur'an tercantum apa-apa yang harus dilakukan dan apa-apa yang harus ditinggalkan.



Semoga kita termasuk orang-orang yang khusyuk melaksanakan "shalat", karena salah satu ciri orang yang beriman adalah orang yang menjalankan ibadah "shalat" dengan khusyuk.

"AKTA KEMATIAN"

"Setiap "Kematian" wajib dilaporkan oleh penduduk kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di tempat terjadinya peristiwa paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah/sejak "kematian"."


"Akta Kematian" Umum adalah "Akta Kematian" yang diperoleh sebelum melampaui batas waktu pelaporannya, yakni 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal "kematian"nya.
Bagi Warga Negara Indonesia yang meninggal dunia di Luar Negeri, wajib dilaporkan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari sejak keluarga yang bersangkutan kembali ke Indonesia.


Untuk Warga Negara Asing batas waktu pelaporannya adalah 10 (sepuluh) hari sejak tanggal "kematian"nya dan apabila melebihi batas waktu yang ditetapkan, maka lebih dulu harus melalui Sidang Pengadilan Negeri.


Sedangkan persyaratan administrasi untuk pengurusan "Akta Kematian" adalah sebagai berikut :


Persyaratan Umum :

a. Surat "Kematian" asli dari Rumah Sakit/Dokter/Puskesmas.

b. Surat "Kematian" asli dari Desa/Kelurahan.

c. Foto copy KTP dan KK dengan menunjukkan aslinya.

d. Kutipan Akta Kelahiran Asli yang bersangkutan.

e. Mengisi blangko permohonan.


Persyaratan Khusus (Bagi Orang Asing):

a. Keterangan "Kematian" dari Dolter/Paramedis.

b. Foto copy KTP dan KK bagi orang asing yang memiliki Izin Tinggal Tetap.

c. Foto copy Surat Keterangan Tempat Tinggal, bagi orang asing yang memiliki Izin Tinggal Terbatas atau

d. Foto copy Paspor.

Adapun manfaat dari "Akta Kematian" adalah :

a. Untuk pengurusan hak keperdataan.

b. Untuk mengurus asuransi.

c. Sebagai persyaratan untuk melaksanakan perkawinan bagi janda/duda almarhum yang akan melaksanakan perkawinan lagi.


Prosedur pengurusan "Akta Kematian" adalah :

a. Pemohon/pelapor berkewajiban mengisi formulir "kematian" dan melampirkan persyaratan lengkap dan benar yang telah ditentukan.

b. Dinas berkewajiban menerima dan meneliti permohonan beserta persyaratannya. Apabila persyaratan sudah lengkap dan benar, maka Pejabat mencatat pada Register "Akta Kematian" dan menerbitkan Kutipan "Akta Kematian".

(Sumber : Petunjuk Praktis Pengurusan Penyelenggaraan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil, Dinas Kepemdudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sidoarjo).


Setiap "Kematian" wajib dilaporkan oleh penduduk kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di tempat terjadinya peristiwa paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah/sejak "kematian".


Pelaporan "Kematian" yang melampaui batas waktu 30 (tiga puluh) hari sampai dengan 1 (satu) tahun dikenai sanksi administrasi berupa denda paling banyak Rp.1000.000,00 (satu juta rupiah).


Pengurusan pencatatan dan penerbitan kutipan "Akta Kematian" dilaksanakan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil selama 2 (dua) hari kerja.

"AKTA PERCERAIAN"

Setiap "perceraian" yang telah mendapatkan penetapan Pengadilan Negeri harus didaftarkan selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari sejak Keputusan Pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.



Persyaratan administrasi yang dibutuhkan dalam mengurus "Akta Perceraian" adalah :

1. Persyaratan Umum :

a. Surat Keputusan "Perceraian" asli dari Pengadilan Negeri'

b. Kutipan Akta Perkawinan Asli.

c. Foto copy KTP dan KK'

d. Foto copy Akta Kelahiran.

e. Pas foto ukoran 3X4 cm sebanyak 2 (dua) lembar.

f. Mengisi formulir permohonan.


2. Persyaratan Khusus (Bagi Warga Negara Asing) melampirkan :

a. Foto copy dan menunjukkan dokunen asli dari imigrasi Pasrpor, KITAP, KITAS, Visa dan STMD dari Kepolisian.

b. Semua dokumen yang berbahasa asing harus diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.


Sedangkan prosedur pengurusan "Akta Perceraian" adalah :

1. Pemohon (suami dan istri) berkewajiban mengisi formulir pencatatan "perceraian"; dan melampirkan persyaratan yang telah ditentukan.

2. Dinas berkewajiban menerima dan meneliti permohonan bersyaratannya. Apabila persyaratannya sudah lengkap dan benar, Pejabat mencatat pada Register dan menerbitkan Kutipan "Akta Perceraian".




(Sumber : Petunjuk Praktis Pengurusan Penyelenggaraan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sidoarjo)


Pengurusan pencatatan dan penerbitan Kutipan "Akta Perceraian" dilaksanakan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan prosesnya selama 14 (empat beloas) hari kerja.

Sabtu, 18 Juli 2009

"TANDA TANDA CINTA"

"Tanda-tanda" orang yang men"cinta"i (Allah dan Rasulullah):


1. Selalu ingat sama Allah dan Rasul-Nya.




















2. Suka menyebut Asma Allah dan Rasul-Nya.


3. Taat kepada Allah dan Rasul-Nya.


4. Sanggup berkorban demi Allah dan Rasul-Nya.


Ya Allah..........
Aku men"cinta"i-Mu dalam nafasku, senyumku, air mataku, dan dalam semua kehidupanku.....


Ya Allah.....
Semoga hatiku selalu menjadi kompas yang jujur,
yang selalu mengarah kepada-Mu........


Ya Allah.....
Aku men"cinta"i-Mu, aku hanya men"cinta"i-Mu.
Dengan "cinta" yang tidak akan padam sampai matahari menjadi beku,
dan bintang menjadi renta,
dan halaman Buku Pengadilan Terakhir terbuka.....
Aku hanya men"cinta"i-Mu.....

"KESUKARAN - KEMUDAHAN"

"Kesukaran" tidak selalu "kesukaran" !. "Kesukaran" seringkali merupakan jalan Allah untuk membuat kita berlutut, diam, berdo'a, bekerja lebih keras atau mulai dari awal lagi."


Kehidupan ini bagaikan perputaran roda. Kadang kita berada di atas, kadang pula kita harus berada di bawah. Kalau sedang berada di atas kita akan merasa bergembira dan berbahagia karena kita selalu mendapat "kemudahan". Namun apabila kita sedang berada di bawah, kita mengalami berbagai "kesukaran", kebanyakan diantara kita akan merasa bersedih dan kadang merasa berputus asa. Na'udzubillah min dzaliik.....


Islam mengajarkan kita, apabila mendapat kenikmatan/"kemudahan" kita harus selalu bersyukur, dan apabila mendapat "kesukaran" hendaknya kita bersabar. Bagi orang yang beriman dan bertaqwa, apakah kita berada di bawah atau di atas, tidak ada bedanya. Di dunia ini, kebanyakan orang lebih siap berada di atas dari pada di bawah. Padahal berada dalam "kemudahan" ataupun "kesukaran", itu sama-sama merupakan ajang untuk mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.


Ada beberapa piranti yang harus kita siapkan dalam rangka menghadapi "kesukaran" (Sumber : Renungan Fajar Radio Suara Surabaya), antara lain :

1. Kekuatan Aqidah. Kita harus yakin bahwa Allah akan selalu membantu hamba-Nya yang mengalami "kesukaran", karena sesungguhnya dibalik "kesukaran" pasti ada "kemudahan". Dan hal ini merupakan janji Allah seperti yang difirmankan-Nya dalam Al-Qur'an Surat Al-Insyiraah Ayat 5 dan kalimat ini diulangi-Nya lagi dalam ayat 6. Allah akan menguji umatnya yang beriman, baik itu berupa "kesukaran" maupun "kemudahan". Allah akan menguji kesetiaan umat-Nya. Allah akan makin cinta terhadap umat-Nya apabila umat-Nya mau bersyukur apabila mendapat kenikmatan/"kemudahan" dan bersabar apabila mendapat "kesukaran". Maka dari itu kita harus selalu mengasah kekuatan aqidah kita, supaya kita selalu siap dalam menghadapi ujian yang diberikan oleh Allah SWT., baik itu ujian berupa "kesukaran" maupun ujian berupa "kemudahan".


2. Kesinambungan Ibadah. Kita harus semakin memperbanyak ibadah kita, baik ibadah wajib maupun sunnah. Baik pada saat mengalami "kesukaran" maupun "kemudahan" (kebahagiaan), kita harus selalu dekat dengan Allah. Kita harus selalu menghubungkan diri kita dengan Allah pada setiap aspek kehidupan kita. Sesulit apapun permasalahan kita, pasti Allah akan memberi "kemudahan" kepada hamba-Nya yang mau berusaha dan berdo'a kepada-Nya., karena hanya kepada Allah lah tempat kita selalu berharap, seperti dalam firman-Nya dalam Al-Qur'an Surat Al-Insyiraah Ayat 8 : "dan hanya kepada Tuhanmu hendaklah engkau berharap". Kita semua membutuhkan bantuan pada suatu saat, maka jangan terlalu sombong untuk memintanya jika saat itu tiba. Kekuatan ibadah ini sangat penting, karena untuk menjaga kita supaya selalu berada pada jalan yang lurus yang diridhai oleh Allah SWT.


3. Kekuatan Moral. Kekuatan moral ini penting, karena dengan menjaga moral, kita akan memiliki kemampuan untuk menjaga keseimbangan diri kita. Kita akan yakin bahwa dibalik "kesukaran" pasti akan ada "kemudahan". Orang yang sukses, biasanya orang yang banyak ditempa "kesukaran" dan mereka selalu mencari celah-celah "kemudahan"nya. Kita harus selalu siap menerima "kemudahan" juga harus siap menerima "kesukaran". Orang sukses akan menjadi tahan banting dan tahan uji.


Apabila kita mau mendekatkan diri kita kepada Allah SWT pasti Allah akan meringankan beban kita yang memberatkan, seperti firman-Nya dalam Al-Qur'an Surat Al-Insyiraah ayat 2 dan 3: "dan Kami meringankan bebanmu yang berat. Yang memberatkan punggungmu".


"Kesukaran" tidak selalu "kesukaran" ! "Kesukaran" seringkali merupakan jalan Allah untuk membuat kita berlutut, diam, berdo'a, bekerja lebih keras atau mulai dari awal lagi.


Hari ini mengalami "kesukaran"? Jangan mengutukinya, jangan merawatnya, tapi sebarkanlah, dan balikkan yang negatif menjadi positif. "Kesukaran" hanyalah berkah tersembunyi, maka bersyukurlah kepada Allah --- walaupun anda menghadapi "kesukaran". Hapuskan hal yang negatif ---- lalu sambutlah hal yang positif.


Waktu yang "sukar" tidak pernah berkesudahan, tapi orang yang tegar akan terus maju !


Kita semua membutuhkan bantuan pada suatu saat, maka jangan terlalu sombong untuk memintanya jika saatnya tiba.

Kesabaran dan ketekunan mempunyai efek yang ajaib sebelum "kesukaran" hilang dan rintangan musnah. (John Quincy Adams). 

"Kesukaran"-"kesukaran" itu ada supaya manusia dapat bangkit, bukan patah semangat. Jiwa manusia tumbuh kuat oleh karena "kesukaran". (William Ellery Channing).

"LEDAKAN BOM 17-O7-07.47"

Pada saat bertepatan dengan orang-orang sedang menikmati sarapan pagi di Hotel J W Marriott dan Hotel Ritz Carlton Jakarta, booooom...... "Ledakan bom", yang lagi-lagi menewaskan 9 orang, dan juga puluhan korban lainnya mengalami luka, baik luka ringan maupun berat......



Itulah ulah manusia yang senang membuat kerusakan di dunia.
Ternyata memang benar apa yang dikisahkan dalam Al-Qur'an, bahwa dunia ini rusak karena ulah manusia itu sendiri.
Hidup ini sangat indah, kenapa banyak orang ingin merusaknya ?
Kenapa orang lain dengan susah payah membangun dunia ini, namun banyak pula orang yang justru ingin merusaknya.


Semoga Allah menyadarkan hati orang-orang yang senang mengadakan kerusakan di dunia ini dan bersama-sama membangun dan melestarikan keindahan dunia ciptaan Illahi Robbi....... Sehingga peristiwa "17-07-07.47" pada tahun 2009 ini tidak sampai terulang kembali

.....


MusicPlaylistView Profile