"Pada hakikatnya manusia memiliki kecenderungan kepentingan yang ber"beda"-"beda". Persoalannya bagaimana caranya supaya kita dapat mencapai titik temu dari segala "perbedaan".
"Perbedaan" dan keragaman adalah hukum alam yang memang merupakan kekuasaan Allah SWT. Justru dengan "perbedaan" dan keragaman itu dimungkinkan adanya kerjasama dan persaingan dalam mengejar kebaikan. Namun..... Kita seringkali melihat "perbedaan" dengan penuh prasangka dan pandangan-pandangan yang negatif. Karena itu kita menganggap setiap yang ber"beda" dengan kita sebagai lawan yang layak ditaklukkan. Dan akibatnya pula kita tidak mampu membina kerjasama yang produktif dengan orang-orang yang kita anggap ber"beda" dengan kita tersebut. Yang selanjutnya berkembang adalah atmosfir kecurigaan dan suasana saling memata-mati menjadi kian mewabah di tengah-tengah masyarakat.

Bibit pertentangan selalu lahir dari sikap yang tidak mampu menenggang "perbedaan" dan keragaman. Padahal Allah SWT juga telah menjelaskan dalam firman-Nya dalam Al-Qur'an Surat Hud ayat 119, bahwa: "Seandainya Tuhan menghendaki, niscaya Dia menjadikan manusia satu umat (tetapi Tuhan tidak menghendaki itu) sehingga mereka akan terus-menerus ber"beda" pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu."
"Perbedaan" itu "indah" karena dengan adanya "perbedaan" kita akan mendapatkan khasanah perbendaharaan suatu permasalahan yang luas.
0 komentar:
Posting Komentar