Sabtu, 15 Mei 2010

"PENGERTIAN DAN PROSES KOMUNIKASI"

"Istilah "Komunikasi" = "communication" berasal dari kata Latin "communicatio", dan bersumber dari kata "communis" yang berarti sama. Sama disini maksudnya adalah sama makna."



PENGERTIAN "KOMUNIKASI".


Jadi, apabila dua orang terlibat dalam "komunikasi", misalnya dalam bentuk percakapan, maka "komunikasi" akan terjadi atau berlangsung selama ada kesamaan makna mengenai apa yang di percakapkan. Kesamaan bahasa yang dipergunakan dalam percakapan itu belum tentu menimbulkan kesamaan makna. Dengan kata lain, mengerti bahasanya saja belum tentu mengerti makna yang dibawakan oleh bahasa itu. Percakapan kedua orang tersebut dapat dikatakan "komunikatif" apabila kedua-duanya, selain mengerti bahasa yang dipergunakan, juga mengerti makna dari bahan yang dipercakapkan.


"Komunikasi" --- minimal harus mengandung kesamaan makna antara dua pihak yang terlibat. Dikatakan minimal karena kegiatan "komunikasi" tidak hanya informatif, yakni agar orang lain mengerti dan tahu, tetapi juga persuasif, yaitu supaya orang lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan, melakukan suatu perbuatan atau kegiatan dan lain-lain.


Ilmu "Komunikasi" menurut Carl I. Hovland, adalah upaya yang sistematis untuk merumuskan secara tegar asas-asas penyampaian informasi serta pembentukan pendapat dan sikap.


Definisi Hovland tersebut menunjukkan bahwa objek studi ilmu "komunikasi" bukan saja penyampaian informasi, melainkan juga pembentukan pendapat umum (public opinion) dan sikap publik (public attitude) yang dalam kehidupan sosial dan kehidupan politik memainkan peranan yang amat penting. Secara khusus Hovland memberikan definisi "komunikasi" adalah proses mengubah perilaku orang lain ("communication" is the process to modify the behavior of other individuals).


Namun seseorang akan dapat mengubah sikap, pendapat atau perilaku orang lain apabila "komunikasi"nya itu memang "komunikatif" seperti yang telah diuraikan tadi.


Menurut Harold Lasswell, bahwa cara yang baik untuk menjelaskan "komunikasi" adalah dengan menjawab pertanyaan: Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect?. Paradigma ini menunjukkan bahwa "komunikasi" meliputi lima unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan tadi, yaitu:


1. Komunikator (communicator, source, sender).


2. Pesan (Message).


3. Media (channel, media).


4. Komunikan (communicant, "communicatee". receiver, recipient).


5. Efek (effect, impact, influence).


Jadi, berdasarkan paradigma Laswell tersebut, "komunikasi" adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu.


Dapat dikatakan bahwa "komunikasi" adalah merupakan sebuah proses interaksi yang kompleks antara pikiran, bahasa dan tindakan.



PROSES "KOMUNIKASI".


Proses "komunikasi" pada hakikatnya merupakan proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Pikiran disini dapat berupa gagasan, informasi, opini dan lain-lain yang muncul dari benaknya. Perasaan dapat berupa keyakinan, kepastian, keragu-raguan, kekhawatiran, kemarahan, keberanian, kegairahan dan sebagainya yang timbul dari lubuk hati.


Adakalanya seseorang menyampaikan buah pikirannya tanpa menampakkan perasaan tertentu. Pada saat lain seseorang menyampaikan perasaan tanpa pemikiran. Namun tidak jarang pula seseorang menyampaikan pikirannya disertai perasaan tertentu, disadari atau tidak. --- "Komunikasi" akan berhasil apabila pikiran disampaikan dengan menggunakan perasaan yang disadari --- Sebaliknya "komunikasi" akan gagal apabila sewaktu menyampaikan pikiran, perasaan tidak terkontrol.


Apapun yang di"komunikasi"kan orang kepada orang lain, ia meng"komunikasi"kan sesuatu melalui medium khusus dan dengan tujuan yang khusus pula. Pesan membentuk relasi antara pengirim dan penerimanya. "Komunikasi" antar pribadi selalu merupakan kegiatan timbal-balik dan umpan-balik (feedback) memainkan peranan yang penting dalam mempengaruhi akibat dari suatu "komunikasi". Gangguan-gangguan dapat mempengaruhi seluruh proses maupun bagian-bagian yang berbeda-beda dalam proses tersebut.


Yang menjadi permasalahan disini adalah bagaimana caranya supaya gambaran dalam benak dan isi kesadaran pada komunikator dapat dimengerti, diterima dan bahkan dilakukan oleh komunikan.


Proses "komunikasi" terbagi menjadi dua tahap, yakni secara primer dan secara sekunder.


1. Proses "Komunikasi" secara Primer.

Proses "komunikasi" secara primer adalah proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang (symbol) sebagai media. Lambang sebagai media primer dalam proses "komunikasi" adalah bahasa, kial (gesture=ekspresi secara fisik), isyarat (dengan menggunakan alat), gambar, warna dan sebagainya yang secara langsung mampu menterjemahkan pikiran dan atau perasaan komunikator kepada komunikan.


2. Proses "Komunikasi" secara Sekunder.

Proses "komunikasi" secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama. Seorang komunikator menggunakan media kedua karena komunikan sebagai sasarannya berada di tempat yang relatif jauh atau jumlahnya banyak. Surat, telepon, teleks, surat kabar, majalah, radio, televisi, film dan banyak lagi merupakan media sekunder yang sering digunakan dalam "komunikasi".



UNSUR UNSUR DALAM PROSES "KOMUNIKASI".


Penegasan unsur-unsur dalam proses "komunikasi" adalah:


1. Sender: Komunikator yang menyampaikan pesan kepada seseorang atau sejumlah orang.


2. Encoding: Penyandian, yaitu proses pengalihan pikiran ke dalam bentuk lambang.


3. Message: Pesan yang merupakan seperangkat lambang bermakna yang disampaikan oleh komunikator.


4. Media: Saluran "komunikasi" tempat berlalunya pesan dari komunikator kepada komunikan.


5. Decoding: Pengawasandian, yaitu proses dimana komunikan menetapkan makna pada lambang yang disampaikan oleh komunikator kepadanya.


6. Receiver: Komunikan yang menerima pesan dari komunikator.


7. Response: Tanggapan, seperangkat reaksi pada komunikan setelah diterpa pesan.


8. Feedback: Umpan balik, yakni tanggapan komunikan apabila tersampaikan atau disampaikan kepada komunikator.


9. Noise: Gangguan tak terencana yang terjadi dalam proses "komunikasi" sebagai akibat diterimanya pesan lain oleh komunikan yang berbeda dengan pesan yang disampaikan oleh komunikator kepadanya.

(Sumber: Ilmu "Komunikasi", Teori Dan Praktek, Oleh Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, M.A.).


"Komunikasi" sangat memegang peranan penting dalam hubungan antar manusia. Tanpa ada "komunikasi" hubungan antar manusia tidak akan dapat terjalin dengan baik. Dalam Islam ada Hablum minannas (hubungan antar manusia) dan Hablum minallah (hubungan manusia dengan Allah). Dari kedua hubungan itu tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya "komunikasi" yang baik. Apabila "komunikasi " berjalan dengan baik, itu yang disebut hubungan yang "komunikatif". Karena hubungan terjalin dengan komunikatif, maka akan terjadi interaksi, baik antar manusia maupun manusia dengan Allah.



0 komentar: