"Dari kunci "sukses" diatas, Ridha Allah menjadi penentu akhir ikhtiar kita untuk memperoleh ke"sukses"an berupa kemuliaan surga, namun ridha itu tidak akan kita dapatkan bila kita tidak berikhtiar sungguh-sungguh dan sepenuh hati."
"Sukses" anda akan selalu diuk
Dari dulu, "sukses" itu mudah diukur. "Sukses" adalah jarak antara asal mula seseorang dengan prestasi finalnya. (Michael Korda)
"Sukses" merupakan dambaan bagi semua orang, tidak ada orang yang tidak ingin"sukses". Segala daya upaya dan seluruh potensi dikerahkan untuk dapat meraih ke"sukses"an. Bahkan banyak orang rela menempuh segala cara untuk dapat meraih predikat sebagai orang "sukses".
Ada tips manajemen untuk meraih "sukses", antara lain (Sumber : Buletin Baitul Izzah) :
1. Personal Improvement.
Kunci "sukses" pertama adalah selalu meningkatkan kualitas individu dengan selalu belajar dan menggali ilmu-ilmu yang bermanfaat. Kaum Muslimin disamping membaca (mengkaji) Al-Qur'an, juga dihimbau untuk mencari ilmu yang dapat dipelajari dan bermanfaat.
2. Spiritual Improvement.
Kunci "sukses" kedua adalah selalu meningkatkan kualitas spiritual dengan beribadah dan senantiasa mendekatkan diri kepada Sang
3. Social Empowerment.
Kunci "sukses" ketiga adalah dengan cara pemberdayaan msyarakat. Menafkahkan sebagian rezeki kepada yang membutuhkan diartikan sebagai pemberdayaa
Dalam beberapa firmanNya, Allah dengan tegas telah memberi definisi tentang ke"sukses"an hidup manusia, yaitu dalam Surat Al-Maidah Ayat 119: "Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran (iman) mereka. Bagi mereka surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadapnya. Itulah ke"sukses"an yang paling besar."
Firman-Nya yang lain dalam Surat Al-Ahzab Ayat 71, Allah menegaskan: "Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat ke"sukses"an yang amat besar."
Dari kunci "sukses" diatas, Ridha Allah menjadi penentu akhir ikhtiar kita untuk memperoleh ke"sukses"an berupa kemuliaan surga, namun ridha itu tidak akan kita dapatkan bila kita tidak berikhtiar sungguh-sungguh dan sepenuh hati.
"Sukses" adalah sembilan puluh sembilan persen sikap mental. "Sukses" menuntut kasih, sukacita, optimisme, keyakinan, ketenangan, penguasaan diri, iman, keberanian, keceriaan, imajinasi, inisiatif, toleransi, kejujuran, kerendahan hati, kesabaran dan antusiasme. (Wilfred A. Peterson).
Berbicaralah seperti orang "sukses", berpikirlah seperti
Apa yang dianggap atau dirasa "sukses" oleh seseorang adalah unik menurutnya sendiri. Dalam pengalaman kita, telah kita temukan bahwa setiap individu mengartikan serta bersikap berbeda terhadap apa yang disebut "sukses" itu. (Alfred Adler).
Sementara itu, Allah dengan lebih spesifik men
Marilah kita menjalin kebersamaan ............... untuk meraih "sukses" abadi.
0 komentar:
Posting Komentar