Kamis, 03 Maret 2011

"SUPAYA GELAS ATAU PIRING TIDAK PECAH"

"Apakah anda sering memecahkan "gelas" atau "piring", karena dituangi air ataupun sesuatu yang panas? Jangan kuatir, cara mengatasinya sangatlah praktis dan mudah."


Cara supaya "gelas" atau "piring" tidak "pecah",adalah:

Sebelum menuang air panas, taruhlah sendok pada "gelas" atau "piring". Dengan cara ini anda tidak perlu takut menuang air panas ke "gelas" atau "piring", sebab sendok tersebut berfungsi menyerap panas yang ada.

Silahkan anda mencobanya.........

"CARA MEMBERSIHKAN KACA"

"Tidak jarang "kaca" mobil atau "kaca" jendela atau "kaca" pintu rumah kotor dan kusam akibat debu dan lainnya. Cara mem"bersih"kannya sangatlah mudah."


Untuk mem"bersih"kan "kaca" yang kotor dan kusam, adalah:
1. Ambillah shampo, jenis dan merk apa saja.
2. Kemudian basahi "kaca" yang akan kita "bersih"kan.
3. Lalu tuangkan shampo pada lap.
4. Selanjutnya lap itu digosokkan pada "kaca", sampai hilang busanya.
5. Setelah itu keringkan "kaca" dengan lap halus sampai cairan dan busanya benar-benar kering.

Anda dapat mencobanya.... "Kaca" mobil, jendela atau pimtu rumah anda pasti akan "bersih", bening dan tidak kusam lagi.


Ada cara lain juga yang dapat anda coba untuk mem"bersih"kan "kaca" yang kotor, yaitu:
1. Ambil kapur sirih yang baru, lembek dan tidak kasar.
2. Kemudian dicairkan dengan sedikit air.
3. Setelah itu dipoleskan pada permukaan "kaca" yang akan kita "bersih"kan, biarkan sampai kering.
4. Setelah kering, dilap dengan kain flanel yang lembut, sampai "bersih".

Maka "kaca" anda akan kelihatan "bersih" dan bening. Silahkan buktikan sendiri.......

Rabu, 02 Maret 2011

"SUPAYA IKAN MENJADI GURIH"

"Bagaimana caranya supaya kita dapat menikmati "ikan" yang kita masak rasanya jadi "gurih"? Ada cara tradisional yang biasa dilakukan oleh ibu saya."

Ibu saya punya cara sendiri untuk membuat "ikan" yang dimasaknya menjadi sangat "gurih". Caranya adalah sebagai berikut:

1. Bersihkan garis-garis badan "ikan".
2. Setelah itu sediakan 1/2 sendok makan asam tanpa biji, 1/2 sendok makan merica bubuk, 1/2 sendok makan garam, 1/2 sendok makan kunyit bubuk.
3. Kemudian semua bumbu campur jadi satu, beri air kira-kira 75 cc, lalu diremas-remas sampai rata.
4. Selanjutnya masukkan "ikan" tersebut sambil diratakan di badan "ikan" tersebut. Kalau sudah, diamkan sekitar 10-15 menit.
5. Setelah itu silahkan anda menggoreng "ikan" tadi dengan menggunakan sedikit minyak, tapi wajannya harus ditutup.
6. Apabila anda ingin membakar "ikan" di atas arang atau kulit kelapa yang kering, gunakan api sedang saja.
7. Nah, kalau "ikan" sudah masak, biarkan "ikan" disimpan 1-3 hari, "ikan" tersebut masih tetap "gurih" dimakan.

Selamat mencoba...........

"SUPAYA KENTANG LEBIH RENYAH"

"Apabila kita ingin mendapatkan "kentang" goreng berupa camilan yang "renyah", cobalah tips tradisional berikut ini."
Caranya:
1. "Kentang" yang telah dipotong-potong, dicuci bersih. 
2. Setelah itu, "kentang" direndam dengan air kapur sirih. 
3. Diamkan kira-kira 30 menit.
4. Selanjutnya, "kentang" yang sudah direndam, dicuci kembali dan tiriskan.
5. Lalu gorenglah "kentang" dengan minyak, penuh dan panas.

Nah...... Hasilnya akan kita dapatkan "kentang" yang sangat "renyah".....

Selamat mencoba................... 

Selasa, 01 Maret 2011

"CARA MENGHILANGKAN KETOMBE"

"Ketombe" adalah gangguan pada kulit kepala yang kadang sangat sulit untuk diatasi. Selain rasa gatal, "ketombe" juga mengganggu keindahan rambut."


Ada cara yang murah yang dapat anda gunakan untuk mengatasi gangguan "ketombe" tersebut. 

Ambil garam dapur dua sendok makan, sedu dengan air dingin hingga tercampur. Gosoklah kulit kepala anda dengan campuran air tersebut hingga merata. Biarkan selama kira-kira lima menit. Setelah itu baru anda keramas sebagaimana biasanya. Ulangi setiap mau keramas sampai "ketombe" benar-benar hilang.

Selamat mencoba....... Semoga "ketombe" anda hilang....... 

Senin, 28 Februari 2011

"BAYI RAMBUT KERITING?"

"Apabila anda menginginkan anak ("bayi") ber"rambut keriting", meskipun sebenarnya anda (suami-istri) tidak ber"rambut keriting", maka anda dapat mengikuti petunjuk-petunjuk di bawah ini."

Apabila anda sedang hamil, maka sering-seringlah anda makan daging kerang. Waktu bayi lahir, memang "rambut" perut masih halus, namun begitu empat puluh hari "rambut" perut dicukur, waktu tumbuh lagi "rambut" "bayi" akan menjadi ikal dan "keriting". Jumlah daging kerang yang dimakan tidak dibatasi, asal sesering dan sebanyak mungkin yang bisa kita mampu memakannya. Kalau terlalu banyak memakan daging kerang, umumnya akan membuat mual, karena cukup amis. Namun jumlah 10-20 daging kerang tiap kali makan itu sudah mencukupi, asal setiap minggu selama hamil memakannya satu kali. Insya'Allah "bayi" anda akan memiliki "rambut" yang "keriting".

Silahkan anda mencobanya apabila anda mengidamkan punya "bayi" yang memiliki "rambut keriting".

Jumat, 25 Februari 2011

"SISTEM EKONOMI ISLAM"

"Sistem Ekonomi Islam" terdiri atas hubungan unit-unit dan pelaku-pelaku "ekonomi" dalam "sistem" itu. "Sistem" ini mempunyai struktur dan dan dalam struktur ini unit-unit serta pelaku "ekonomi" bekerja dan berhubungan satu sama lain dalam putaran lengkap".


Dalam strutktur "sistem ekonomi Islam" terdapat sembilan institusi yang pokok, dengan pengertian bahwa institusi adalah serangkaian norma, aturan tingkah laku atau cara berpikir yang sudah mantap, misalnya hak milik, perusahaan, rumah tangga, pemerintah, uang, pajak pendapatan, perencanaan, serikat kerja, pembentukan keuntungan, gotong royong dan sebagainya.


Sembilan institusi dalam struktur "sistem ekonomi Islam" tersebut adalah:
1. Milik mutlak; yakni bahwa segala sesuatu itu dimiliki oleh Allah secara mutlak, karena Allah adalah Khalik, dan karenanya menjadi Pemilik Mutlak.

2. Milik relatif; Allah sebagai Pemilik mutlak melimpahkan dan mempercayakan  kepada kita untuk memiliki secara relatif segala sesuatu untuk dimanfaatkan guna kehidupan kita bersama. Hal ini adalah amanah. Milik relatif dibagi menjadi dua:
a. Pemilikan relatif untuk kepentingan kolektif, misalnya wakaf; dan
b. Milik relatif untuk kepentingan individu, misalnya 'buku saya'.

3. Usaha Swasta; yakni usaha kita dengan mempergunakan pemilikan relatif yang individual itu untuk mencari keuntungan, dengan catatan bahwa membungakan uang sama sekali dilarang.

4. Pasar; baik pasar benda dan jasa untuk konsumsi maupun pasar jasa produksi dan pasar benda modal. Pasar ini berfungsi untuk mengkoordinasikan alokasi sumber di antara berbagai kegiatan "ekonomi", menyesuaikan produksi, konsumsi dan sumber-sumber kepada satu dan lain unit atau pelaku "ekonomi".

5. Tradisi; yakni adat kebiasaan masyarakat yang disampaikan dari generasi ke generasi berikutnya. Tradisi ini berbentuk pola hubungan antara unit-unit dan para pelaku "ekonomi" yang dapat diterima oleh mereka.Dalam per"ekonomi"an modern, meskipun makin menipis namun tidak dapat dihilangkan sama sekali, tradisi ini dapat berbentuk antara lain amal shaleh, pertukaran dan pemberian, tolong-menolong, gotong-royong, sopan-santun, kerja sama guna mengurangi persaingan, persaudaraan dan sebagainya. Dalam "Islam" tradisi demikian ini sangat kuat. Bukan untuk memperlemah per"ekonomi"an, namun justru sebaliknya; dan ditambah lagi bahwa barang dan jasa harus halal, tidak sekedar ditanggung halal, dan tidak merusak lingkungan, karena "Islam" tidak menolak innovasi teknologi dan adanya produk baru.

6. Perataan pendapatan dan kekayaan secara otomatis; terutama dalam "Islam", karena ketaqwaannya, dibayarkan zakat harta, sadakah, infaq dan disamping itu masih ada kewajiban membayar berbagai pajak, supaya harta tidak berkisar di antara  yang kaya saja.

7. Dorongan bekerja keras untuk mendapatkan rezki yang halal bagi kehidupan di dunia yang baik sebagai bekal kehidupan di akhirat yang baik pula. Hal ini berlaku bagi unit-unit maupun para pelaku "ekonomi" yang "Islam".

8. Badan-badan atau Organisasi-organisasi; misalnya organisasi pemerintah, organisasi "ekonomi", sosial, pendidikan, kebudayaan, keagamaan dan sebagainya. Badan atau organisasi ini mempunyai mekanisme pengurusan kebutuhan dan persoalan masing-masing; mekanisme ini disebut birokrasi. Birokrasi ini mempunyai tingkat-tingkat kewenangan, peraturan-peraturan yang nampak 'impersonal', pembagian kerja, pemilihan pelamar untuk menjadi karyawan sesuai dengan persyaratan, promosi dan sebagainya.

9. Kekuasaan; kekuasaan ini berasal dari pemilikan faktor-faktor produksi dan kekayaan. Pada dasarnya kekuasaan ini berasal dari Yang Maha Kuasa yang kemudian melimpahkannya kepada manusia. karena manusia telah diberi kebebasan yang bertanggung-jawab, karena pemilikan itupun berasal dari Tuhan. Oleh karena itu kekuasaan inipun relatif pula. Dengan demikian, di pihak lain, kekuasaan ini menimbulkan kepentingan-kepentingan yang seringkali bertentangan satu sama lainnya.


Dari sembilan institusi dalam struktur "sistem ekonomi Islam" itu lima diantaranya terdapat secara implisit dalam model tersebut. Lima institusi  dalam struktur "sistem ekonomi Islam" itu adalah: milik mutlak, tradisi, perataan pendapatan secara otomatis, dorongan kerja keras dan kekuasaan.

Dari empat institusi lainnya timbullah sepuluh institusi; dari milik relatif individual timbul pertama rumah tangga wajib zakat dan rumah tangga penerima zakat sebagai nomor dua; dari usaha swasta timbul ketiga perusahaan barang konsumsi dan keempat perasaan benda produksi; dari pasar timbul nomor lima pasar barang konsumsi dan pasar benda-benda produksi sebagai nomor enam serta pasar jasa produksi sebagai nomor tujuh; dari organisasi timbul pemerintah sebagai nomor delapan, baitul mal sebagai nomor sembilan, dan nomor sepuluh badan sosial.

Jadi kesepuluh institusi dalam struktur "sistem ekonomi Islam" itu adalah:
1. Rumah tangga wajib zakat;
2. Rumah tangga penerima zakat;
3. Perusahaan barang konsumsi;
4. Perusahaan benda produksi;
5. Pasar barang konsumsi;
6. Pasar benda-benda produksi;
7. Pasar jasa produksi;
8. Pemerintah;
9. Baitul mal; dan
10.Badan sosial.


 Dari sepuluh institusi, kecuali rumah tangga penerima zakat, baitul mal dan badan sosial, tujuh institusi lainnya merupakan institusi yang ada dalam "sistem ekonomi" modern.

(Sumber: Sepercik Pemikiran Tentang "Ekonomi Islam", disunting oleh M. Natsir Arsyad.).


MusicPlaylistView Profile