Senin, 15 Oktober 2012

"MANFAAT/KHASIAT PEPAYA"

"Buah serta bagian lain dari pohon "pepaya", mengandung papain, enzim yang membantu mencerna protein. Enzim ini terutama terkonsentrasi di buah bila mentah."


Tanaman "pepaya" dikenal sebagai tanaman multiguna, karena hampir seluruh bagian tanaman mulai dari akar hingga daun ber"manfaat" bagi manusia maupun hewan. Tanaman "pepaya" dapat di"manfaat"kan sebagai makanan, minuman, obat, kecantikan maupun sebagai pakan ternak.

Papain diekstrak untuk membuat suplemen enzim pencernaan makanan dan juga digunakan sebagai bahan dalam beberapa permen karet.

"MANFAAT" BUAH "PEPAYA"

1. Buah "Pepaya" merupakan sumber yang kaya nutrisi antioksidan seperti karoten, vitamin C dan flavonoid; vitamin B, asam folat dan pantotenat, dan mineral, kalium dan magnesium, dan serat. Bersama-sama, memberikan kesehatan sistem kardiovaskular dan juga memberikan perlindungan terhadap kanker usus besar. Selain itu, "pepaya" mengandung enzim pencernaan, papain, yang digunakan seperti bromelain, enzim serupa yang ditemukan pada nanas, untuk mengobati cedera olahraga, penyebab lain trauma, dan alergi.

2. Buah "pepaya" dapat mengencangkan payudara. Enzim di dalam buah "pepaya" dapat membantu pertumbuhan payudara sehingga lebih kencang dan kenyal. "Pepaya" juga diperkaya dengan hormone pengencang serta vitamin A yang merangsang pengeluaran hormon wanita dan merangsang indung telur mengeluarkan hormone betina. Dari hormon tersebut kelenjar susu akan lancar dan bentuk payudara semakin ideal.

3. Buah "Pepaya" Melawan Penyakit Jantung. Nutrisi dalam "pepaya" membantu mencegah oksidasi kolesterol dalam tubuh Anda. Hal ini penting karena ketika kolesterol menjadi teroksidasi dapat menempel pada dinding pembuluh darah Anda, menyebabkan plak yang dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke. 

4. Buah "pepaya" membuat awet muda. Kadar vitamin C dalam "pepaya" adalah 48 kali lipatnya buah apel!!. "Pepaya" juga aktif sebagai detoksifikasi sehingga dapat menyegarkan kulit dari dalam. "Pepaya"  juga dapat mendorong proses metabolisme kulit. "Pepaya" juga baik melumerkan lapisan kulit dan zat tanduk penuaan yang timbul dipori-pori sehingga kulit lebih kencang dan cerah. Jadi, mulai sekarang rajin-rajin saja pakai masker buah "pepaya" atau facial "pepaya".

5. Buah "pepaya" punya "khasiat" menguruskan tubuh. Dengan rajin mengkonsumsi "pepaya" muda dapat menghasilkan enzim dua kali lipat dari "pepaya" matang. Nah, enzim tersebut berperan sebagai pengurai lemak dalam tubuh kita. Enzim itu juga mengurai protein lebih baik serta melenyapkan daging berlebih.

6. Gunakan untuk kapalan, tumit pecah-pecah, luka, panu, digigit serangga. Caranya, buah "pepaya" muda dipotong ujungnya lalu ambil getahnya dengan menggunakan kapas, lalu oleskan pada bagian kulit yang sakit. Buah "pepaya" mengkal diblender atau dihaluskan, lalu airnya dioleskan pada bagian yang sakit. Lakukan secara rutin.

7. Pada penderita luka bakar, gunakan getah "pepaya" muda dioleskan pada luka bakar, atau "pepaya" muda dihaluskan kemudian dibalurkan pada bagian yang sakit (dikompres).

8. Bila menderita susah buang air besar, gunakan 300 gram "pepaya" masak yang telah dikupas kulitnya kemudian direncam dengan air garam secukupnya lalu dimakan. Lakukan dua kali sehari. Konsumsikan "pepaya" matang secara teratur.

9. Untuk haid yang berlebihan, gunakan 200 gram buah  "pepaya" muda, 100 gram rimpang teratai direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu airnya diminum dan bahan lainnya dimakan. Sedangkan untuk mengobati panas dalam pada anak-anak, gunakan 200 gram buah "pepaya" matang, 300 gram labu parang/labu kuning, gula batu secukupnya, diblender dengan air secukupnya dan diminum. 

 

"MANFAAT" DAUN "PEPAYA"

Daun "pepaya" merupakan salah satu daun daunan yang sangat ber"manfaat" bagi kesehatan. Masyarakat luas mengenalnya selain sebagai pengobatan herbal daun "pepaya" digunakan untuk keperluan memasak yaitu sebagai pelunak daging. "Manfaat" dan "khasiat" daun "pepaya". antara lain:

1. Daun "pepaya" mempunyai "khasiat" sebagai solusi bagi mereka yang mempuyai jerawat yang membandel. Cara pembuatannya yaitu; petik 2-3 helai daun tua "pepaya" kemudian jemur sebentar sehingga daun tampak layu. Setelah itu daun yang sudah layu ditumbuk sampai halus. Hasil tumbukan diberi sedikit air ( setengah sendok ) dan oleskan pada bagian wajah yang terdapat jerawat sampai beberapa saat ( sekiranya meresap pada jerawat ) setelah itu bilas dengan air bersih ( jangan menggunakan pembersih wajah ataupun sabun untuk membersihkan ramuan tersebut dari wajah). Atau dengan cara: Getah pohon "pepaya" muda dioleskan pada kulit yang berjerawat. Lakukan seacra rutin hingga jerawat kering. Hindari terkena mata.

2. Daun "pepaya" ber"khasiat" sebagai penolak atau pencegah kanker (Antikanker). Daun "pepaya" mengandung banyak getah putih seperti susu (white milky latex), yang berpeluang dikembangkan sebagai antikanker, sebagaimana dikutip dari Journal Society of Biology. Getah ini otomatis didapatkan saat kita mengkonsumsi daun "pepaya", dimasak dengan cara apa pun. 

3. Daun "pepaya" dapat ber"khasiat" sebagai penambah nafsu makan untuk orang dewasa maupun anak anak. Cara membuat ramuan penambah nafsu makan adalah dengan menumbuk halus atau bisa juga dengan blender campuran daun "pepaya" muda satu lembar ditambah sedikit garam dan air hangat secukupnya. Setelah dihaluskan dilanjut dengan menyaringnya. Setelah disaring ramuan siap diminum.

4. Daun "pepaya" juga dapat ber"khasiat" sebagai pengontrol tekanan darah yang ber"manfaat" bagi penderita  tekanan darah tinggi. Caranya; Siapkan 5 lembar daun "pepaya" kemudian rebus dengan air sebanyak 1/2 liter hingga tinggal 3/4 nya. Dinginkan kemudian airnya siap diminum. Saat minum bisa dicampur dengan madu sebagai pelengkap dan pemanis.

5. Untuk melancarkan ASI. Gunakan 30 gram daun "pepaya" diremas-remas, lalu diletakan di atas api hingga daun menjadi layu, dan tempelkan daun "pepaya" selagi hangat di sekeliling payudara, kecuali bagian putingnya.

6. Bila menderita sakit perut saat haid, gunakan 30 gram daun "pepaya", 30 gram kencur, 15 gram buah asam, garam secukupnya ditumbuk hingga halus tambahkan air masak secukupnya lalu diperas hingga tertampung 200 cc, dan diminum pada saat haid.

7. Untuk pasien rematik, gunakan 60 gram daun "pepaya"15 gram jahe merah direbus dengan 400 cc air hingga 200 cc lalu disaring dan diminum selagi hangat. Atau gunakan 30 gram buah "pepaya" setengah matang, 15 gram jahe merah direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan airnya diminum 2 kali sehari masing-masing 150 cc. 

8. Mengobati penderita anemia, gunakan 30 gram daun "pepaya", 20 gram daun blustru, 20 gram daun selasih, 10 gram lempuyang direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc lalu disaring, dan diminum airnya 2 kali sehari masing-masing 200 cc. 

9. Menderita masuk angin, gunakan 60 gram daun "pepaya", 20 gram daun sembung, 10 gram jahe, 3 batang sereh, 10 butir cengkeh, 1/2 sendok teh jintan, 30 gram gula aren/gula merah direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 450 cc, lalu disaring dan diminum airnya 3 kali sehari masing-masing 150 cc. 

"MANFAAT" BIJI "PEPAYA"

1. Mengatasi ubanan sebelum waktunya. Caranya, gunakan 30 gram biji "pepaya" yang telah matang disangrai kemudian dihaluskan hingga menjadi bubuk, tambahkan 1 sendok makan minyak kelapa, aduk rata lalu dioleskan pada rambut hingga merata. Biarkan selama 1-2 jam setelah itu bersihkan. Lakukan 1 kali seminggu.

2. Mengatasi influenza, gunakan 20 gram biji "pepaya", 10 gram jahe, 15 gram lempuyang wangi, 2 siung bawang putih direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 300 cc, tambahkan 2 sendok makan air jeruk nipis, madu secukupnya dan diminum 3 kali sehari, setiap kali minum 100 cc.

"MANFAAT" AKAR "PEPAYA"
 
 1. Pada pasien rematik, gunakan 30 gram akar "pepaya", 20 gram daun jeruk nipis, 15 gram sambiloto segar, 20 gram daun ketepeng china, 30 gram daun sirih segar, 5 buah cabai rawit, semuanya dihaluskan lalu direndam dalam alkohol 75 persen selama 7 hari, kemudian diperas dan disaring. Airnya digunakan untuk menggosok dan mengurut bagian yang sakit. Lakukan 2-3 kali sehari. Atau gunakan 1/2 sendok teh getah "pepaya" gantung, 1/2 sendok teh getah batang sesuru, minyak kayu putih secukupnya diaduk rata lalu digunakan untuk menggosok bagian yang sakit.

 2. Mengobati radang ginjal, dapat menggunakan 30 gram akar "pepaya" dibersihkan, direbus dengan 800 cc hingga tersisa 450 cc, saring tambahkan madu secukupnya dan diminum 3 kali sehari masing-masing 150 cc. Atau gunakan 30 gram akar pepaya dibersihkan, 30 sendok, 15 gram tanaman kumis kucing segar, 30 akar alang-alang direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, kemudian disaring dan diminum. Lakukan 2 kali sehari masing-masing 200 cc.

Sumber:
1. www.sarjanaku.com/2011/07/manfaat-buah-pepaya.html
2. www.bagi.me/2012/07/manfaat-daun-pepaya.html
3. theeazayoe.blogspot.com/2007/02/khasiat-pepaya.html

Sabtu, 13 Oktober 2012

"MANFAAT/KHASIAT TANAMAN PARE"

"Pare" adalah Tanaman yang mempunyai nama latin Momordica Charantia L ini memang merupakan salah satu jenis tanaman yang mempunyai rasa pahit". 


"Pare", dengan mendengar namanya saja kebanyakan orang sudah ampun-ampun, merasa takut. Bukan karena "pare" menakutkan, tapi karena rasa "pare" yang pahit sehingga membuat banyak orang tidak menyukainya. Namun ternyata di balik rasanya yang pahit itu tersimpan banyak sekali "manfaat" untuk kesehatan. 

"Pare" ini mudah ditemui dimana saja, baik di pasar tradisional sampai supermarket sekalipun, akan tetapi mungkin hanya sedikit orang yang menaruh "pare" di keranjang belanjaannya. Tanaman "Pare" ini berasal dari kawasan Asia Tropis namun tidak dapat diketahui sejak kapan tanaman "pare" ini masuk ke wilayah Indonesia. "Pare" biasanya ditanam di lahan pekarangan atau di sawah bekas padi sebagai penyelang pada musim kemarau. Tanaman "pare" termasuk dalam kategori tanaman herba menjalar yang hanya berumur satu tahun. Kandungan yang ada dalam akar "pare" adalah asam dan aleonolat momordial asam. Sedangkan biji "pare" mengandung saponin, alkaloid, triterprenoid, dan asam momordial. Di beberapa negara seperti Jepang, Korea dan China, selain dibuat makanan, "pare" juga digunakan untuk pengobatan.

"MANFAAT" TANAMAN "PARE"

a. Dapat merangsang nafsu makan

b. Dapat menyembuhkan penyakit kuning

c. Memperlancar pencernaan

d. Obat malaria

e. Dapat menurunkan kadar gula

f. Memperlambat virus HIV-Aids. Biji "pare" mengandung zat yang menurut professor riset dari New York, Amerika Serikat, "pare" ternyata dapat memperlambat perkembangan virus HIV-AIDS yang mematikan.

g. Dengan kandungan vitamin C 120ml/100 gram. "Pare" dapat berfungsi juga menjaga kecantikan kulit.

h. Melawan sel kanker

i. Mencegah kanker payudara. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Saint Louis di Amerika Serikat, "pare" terbukti mampu membunuh sel kanker sehingga "pare" dapat mencegah kanker payudara.

j.  "Pare" dapat menjadi obat KB alami bagi pria karena mengandung zat antifertilitas. 

k. "Pare" mampu mencegah timbulnya bintik hitam di kulit yang diakibatkan oleh sinar matahari. 

l. "Pare" juga dapat mencegah munculnya kerutan di wajah sehingga membuat wajah tampak muda. 

m. "Pare" ber"manfaat" sebagai obat demam. 

n. m. "Pare" juga ber"manfaat" sebagai obat diare 

o. "Pare" juga digunakan sebagai penangkal dalam hal keracunan makanan.

p. "Pare" juga diyakini mampu mencegah penyakit liver.

Selain buah "pare", daun "pare" juga mempunyai "manfaat" yang tidak kalah dengan buahnya:

a. Dapat menyembuhkan mencret pada bayi
b. Membersihkan darah bagi wanita yang baru melahirkan
c. Dapat menurunkan panas
d. Dapat mengeluarkan cacing kremi
e. Dapat menyembuhkan batuk

Walaupun "pare" memiliki "khasiat" yang luar biasa, sebaiknya jangan mengkonsumsi "pare" secara berlebihan, terutama bagi wanita hamil. Menurut penelitian pada sebuah percobaan terhadap tikus hamil, pemberian jus "pare" dapat menimbulkan keguguran. Sebaiknya konsultasikan hal tersebut kepada dokter Anda. Menurut penelitian lainnya, tanaman "pare" dapat membuat turunnya jumlah sperma. Dengan kata lain "pare" dapat dikatakan menjadi obat KB alami bagi pria karena mengandung zat antifertilitas.

Sumber:
1. gugling.com/.../dahsyatnya-manfaat-sayur-pare-di-balik-rasa-pahit/
2. kesehatan.segiempat.com/makanan.../manfaat-dan-khasiat-sayur-pare...
3. www.berita86.com ›Kesehatan

"KHASIAT/MANFAAT TANAMAN TURI"

"Turi" bisa di"manfaat"kan untuk tanaman peneduh di kebun maupun halaman rumah. Banyak orang me"manfaat"kan bunganya sebagai bahan baku lalapan yang enak dan bergizi."
 
 
Bukan hanya itu, hampir seluruh bagian tanaman ini ber"manfaat" untuk meredam beragam keluhan. Bukan hanya sebagai campuran nasi pecel, "turi", terutama bunganya, bisa digunakan untuk membuat urap, yakni sayur-mayur rebus dicampur kelapa parut yang dibumbui. Selain untuk dikonsumsi, bunga berwarna putih atau merah tua itu juga ber"khasiat" obat.

"MANFAAT" DAN "KHASIAT" TANAMAN "TURI".

Isnandar, ahli dan pengembang tanaman obar dari Sidoarjo, Jawa Timur, menilai bahwa hampir seluruh bagian tanaman "turi" ini bisa di"manfaat"kan untuk beragam keperluan. "Manfaat" dan "khasiat" tanaman "turi" antara lain:
 
1. Serat dalam pepagan (jaringan terluar yang melapisi batang kayu) dapat diolah dan dipintal menjadi benang untuk jala. Daun dan ranting mudanya untuk pakan ternak.

2. Bunga "turi" mengandung vitamin B. Polong mudanya bisa digunakan sebagai sayur. 
 
3. Biji "turi" bisa di"manfaat"kan sebagai pengganti kedelai dalam pembuatan tempe, meski saat ini sudah jarang dilakukan.
 
4. Daun "turi" bersifat tonik dan digunakan sebagai obat kuat dan antipiretik, penyembuh perut kembung, kolik (perut kejang), diare, dan kolera. Tumbukan daun "turi" juga ber"khasiat" sebagai obat luar.

5. Cairan daun dan batang "turi" sering digunakan sebagai obat kumur pembersih mulut dan kerongkongan. 
 
6. Getahnya, dalam bentuk tepung atau perasan, bersifat astrigen. Getah tersebut mengandung beberapa zat pewarna seperti agatin, basorin, dan zantoagatin. 
 
7. Di India, "turi" dianggap sangat ber"khasiat". Semua bagian pohonnya dapat digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit buta senja karena mengandung banyak vitamin A.

8. Daun "turi" oleh penduduk Pulau Karimunjawa, Jawa Tengah, biasa digunakan sebagai bahan pewarna tradisional. 
 
9. Daun "turi" juga di"manfaat"kan untuk  mengatasi hidung berlendir atau sakit kepala. Segenggam daun dan bunga "turi" digiling halus, tambahkan 1/2 cangkir air masak.Aduk merata, lalu diperas dan disaring. Minum.

10. Untuk meredakan demam nifas, daun "turi" ditumbuk, lalu air perasannya diminum. 
 
11. Bagian akar "turi" di"manfaat"kan untuk pegal linu. Caranya: Akar dari pohon "turi" berbunga merah secukupnya digiling halus,tambahkan sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur. Gosokkan kebagian badan yang sakit.  

12. Kayu "turi" menjadi bahan baku kertas, kayu bakar, dan arang.
 
13. Daun dan ranting muda juga merupakan makanan ternak yang kaya protein dan tak jarang di"manfaat"kan sebagal pupuk hijau.
 
14. Daun "turi" mengandung saponin, sehingga dapat digunakan sebagai pengganti sabun setelah diremas-remas dalam air untuk mencuci pakaian.
 
15.  Sari kulit batang pohon "turi" digunakan untuk menguatkan dan mewarnai jala ikan. Kulit batang "turi" merah kadang dijual dengan nama kayu timor.
 
16. "Turi" berbunga merah lebih banyak dipakai dalam pengobatan karena memang lebih ber"khasiat". Mungkin karena kadar taninnya lebih tinggi, sehingga lebih manjur untuk pengobatan luka ataupun disentri. Kulit batang sebesar ibu jari dari pohon "turi" yang bunganya merah direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas, setelah dingin disaring, lalu diminum. Lakukan 2 kali sehari.
 
17. Hasil beberapa penelitian, bunga "turi" memiliki potensi untuk melembutkan kulit dan obat pencahar.
 
18. Kulit batang "turi" dapat mengurangi rasa sakit (analgetik), penurun panas (antipiretik), astringen, perangsang muntah, dan tonik.
 
19. Daun "turi" memiliki kemampuan mencairkan gumpalan darah, menghilangkan sakit, sebagai pencahar ringan dan peluruh kencing (diuretik).
 
20. "Manfaat" rebusan daun "turi" untuk mengurangi sariawan. Rebus sepuluh tangkai daun "turi" dicampur beberapa butir cengkih. Setelah hangat, disaring, lalu airnya dipakai sebagai obat kumur. Hasilnya ternyata cukup efektif, keluhan sariawan dalam dua hari sudah membaik. Atau bisa juga dengan resep: Daun "turi" secukupnya dicuci bersih lalu diremas-remas dalam air matang. Kemudian untuk kumur-kumur pada tenggorokan (gargle).
 
21. Bisa juga untuk mengobati radang tenggorokan. Segenggam daun "turi" merah direbus dengan air bersih secukupnya. Setelah dingin disaring, airnya dipakai untuk kumur-kumur. Lakukan kumur-kumur sebanyak 4 kali sehari.
 
22. "Manfaat" daun "turi" untuk melancarkan ASI. Caranya, daun maupun bunga "turi" yang masih muda dikukus, kemudian dimakan sebagai lalap. 
 
23. Untuk mengobati kuku jari bengkak akibat atau terpukul. Daun "turi" secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Taruh diatas kuku yang sakit dan kulit sekitarnya, lalu dibalut. Ganti 2-3 kali sehari. Bekukan darah dibawah kuku akan hilang dan sakitnya akan berkurang. 

24. Daun "turi" juga ber"manfaat" untuk menyembuhkan keputihan. Segenggam daun turi putih dan kunyit sebesar ibu jari dicuci bersih lalu digiling halus. Tambahkan 3/4 cangkir air minum, diaduk merata lalu diperas dan disaring, minum. Lakukan 2 kali sehari.
 
25. Daun "turi" juga di"manfaat"kan untuk menyembuhkan  batuk. Daun "turi" merah dan daun inggu masing-masing 1 genggam dicuci lalu ditumbuk halus, tambahkan air perasan sebuah jeruk pecel. Aduk merata, lalu diperas dan disaring, minum.
   
26. Untuk  penyembuhan  batuk  berdahak. Akar  "turi"  sebesar jari telunjuk dicuci bersih lalu digiling halus, tambahkan 1/2 cangkir air masak dan 1 sendok madu. Aduk sampai  merata, lalu diperas dan disaring dengan sepotong kain. Minum.
 
27. Cacar air, demam dengan erupsi kulit. Caranya: Kulit batang "turi" sebesar ibu jari direbus dengan air secukupnya. Setelah dingin disaring, lalu diminum.

"Turi" merupakan tananam asli Indonesia, tetapi kini banyak ditanam di Amerika Latin, Australia, dan Afrika Selatan. Pohon "turi" bisa tumbuh dengan cepat, sehingga dalam satu tahun saja "turi" sudah menghasilkan bunga dan polong. Dari banyak tumbuhan yang ada, "turi" tergolong tumbuhan yang hampir seluruh bagian pohonnya dapat di"manfaat"kan.

Sumber:
1. www.pondok-citra.com/manfaat.../106-manfaat-kembang-turi.html
2. cybermed.cbn.net.id/cbprtl/cybermed/detail.aspx?x=Natural...y...
3. emamedusa.blogspot.com/2012/05/manfaat-daun-turi.html

Rabu, 10 Oktober 2012

"KHASIAT/MANFAAT BUNGA PEPAYA"

"Pepaya" adalah tanaman yang serba guna untuk kesehatan .Karena tanaman "pepaya" selain  "manfaat" buah "pepaya", "bunga pepaya" juga dapat di"manfaat"kan untuk kesehatan."

Walaupun rasanya yang pahit, justru dibalik rasanya yang pahit itulah "bunga pepaya" menyimpan beragam "manfaat" untuk kesehatan maupun kecantikan. Sebenarnya "manfaat" "bunya pepaya" hampir sama dengan "manfaat" daun "pepaya". "Khasiat" "bunga" dan daun "pepaya" ini, diduga disebabkan oleh getahnya. Seluruh bagian tanaman "pepaya" memang mengandung getah. 

Berikut ini beberapa "khasiat" "bunga pepaya", antara lain:

1. Secara tradisional, getah "pepaya" yang mengandung papain ini, di"manfaat"kan masyarakat untuk menghilangkan kutil, katimumul dan gangguan kulit lainnya. 

2. Kemampuan papain dalam memecah protein dan mematikan jaringan sel, telah mengilhami dunia medis untuk me"manfaat"kannya sebagai pembunuh sel tumor. 

3. Namun enzime papain, paling banyak justru di"manfaat"kan oleh dunia industri.

4. "Bunga pepaya" atau daun "pepaya" itu bisa mencegah penyakit malaria.

5. "Bunga pepaya" apabila dikonsumsi mentah alias masih benar2 fresh bisa membersihkan peredaran darah.

Sumber:
1. kesehatan.kompasiana.com/.../bunga-pepaya-pahit-rasanya-manis-kh...
2. polahidupsehatku.blogspot.com/2012/05/manfaat-bunga-pepaya.html
3. foragri.blogsome.com/bunga-pepaya-gantung-antioksidan

Selasa, 09 Oktober 2012

"MANFAAT/KHASIAT KENIKIR"


"Biasanya daun "kenikir" di"manfaat"kan sebagai lalapan atau pecel. Tapi selain nikmat dikonsumsi, tanaman ini ternyata ber"khasiat" untuk mencegah kanker". 
 
 
Apa saja kandungan "kenikir" yang memiliki rasa serta aroma khas ini? "Kenikir" bernama latin Cosmos caudatus dari suku Asteraceae dan termasuk ke dalam tumbuhan tropik yang berasal dari Amerika Latin. Karena mudah tumbuh, "kenikir" juga mudah ditemukan.

Sebagai tanaman perdu yang tingginya maksimum mencapai 100 cm, "kenikir" mempunyai bunga berwarna kuning yang terletak di ujung batang. Ada pula jenis "kenikir" yang bunganya berwarna ungu. Daun "kenikir" berwarna hijau, berukuran sekitar 15 – 25 sentimeter dengan tepi yang khas, yaitu berbagi menyirip.

"Khasiat" dan "manfaat" "Kenikir":

Daun "kenikir" mengandung saponin, flavonoida polifenol dan minyak atsiri. Juga ada protein, lemak, karbohidrat dan kalsium.

Yang sangat menakjubkan adalah "kenikir" terbukti mempunyai "khasiat" dan daya antioksidan yang sangat tinggi. Sebuah hasil penelitian ilmiah menemukan bahwa tanaman ini mempunyai daya antioksidan ekivalen dengan daya antioksidan 2400 mg vitamin C per 100 gram bahan segar yang diteliti.

Diketahui pula bahwa tingginya daya antioksidan itu ditimbulkan oleh "khasiat" lebih kurang 20 senyawa kandungan, yang mayoritas adalah dari golongan proantosianidin. Berikut ini beberapa "manfaat" dan "khasiat" "kenikir", antara lain:
 
1. Pemakaian "kenikir" ini secara tradisional di berbagai negara adalah untuk memperbaiki sirkulasi atau peredaran darah dan penguat tulang.

2. "Kenikir" sangat populer di Malaysia. Secara tradisional, penduduk di sana menggunakan "kenikir" untuk memperbaiki sirkulasi darah, pencegah penuaan dini, menurunkan suhu tubuh, dan memperkuat tulang karena kandungan kalsium yang tinggi, serta menghilangkan bau napas yang kurang sedap.

3. Kegunaan yang menarik perhatian peneliti dari negara itu adalah  "kenikir" untuk pengobatan infeksi kuman penyebab penyakit.

4. Melalui sebuah penelitian in vitro, seorang peneliti dari perguruan tinggi di Malaysia membuktikan, ekstrak daun "kenikir" terbukti berhasil membunuh berbagai jenis kuman dan jamur penyebab penyakit. Beberapa di antara kuman itu adalah yang menyebabkan penyakit pada saluran cerna. Berdasarkan temuannya, peneliti itu menyarankan untuk mempertimbangkan pe"manfaat"an "kenikir" sebagai salah satu alternatif obat pencegah infeksi kuman penyakit.
 
5. Banyak peneliti meyakini, sesungguhnya data hasil penelitian ini cukup mendukung "manfaat" "kenikir" sebagai bahan pencegah gangguan kanker. Hal itu erat berkaitan dengan kerja senyawa antioksidan dalam mencegah kerusakan sel tubuh manusia yang disebabkan oleh radikal bebas yang berkeliaran di sekitar kita, yaitu antara lain dalam bentuk polusi di lingkungan kita.

6. Sementara itu, antioksidan adalah senyawa yang bekerja melindungi sel tubuh dari kerusakan yang ditimbulkan oleh oksigen reaktif (termasuk radikal bebas), dan menetralisir racun lain yang membahayakan sel.

7. Kerusakan akibat radikal bebas akan menyebabkan berbagai gangguan, termasuk penyempitan pembuluh darah arteri, alzheimer dan parkinson. Melalui sebuah penelitian lain yang mempelajari secara lebih dalam kandungan senyawa antioksidan "kenikir", ditemukan 4 senyawa kuersetin yang memang menunjukkan aktivitas antioksidan yang kuat yang dapat menangkal radikal bebas, yang dibandingkan dengan senyawa antioksidan standar, yaitu tokoferol (vitamin E).

8. Penambah Nafsu Makan. Caranya: Cuci 100 gram daun "kenikir" segar. lalu makan sebagai lalap mentah. 
 
9. Ber"khasiat" mengobati Lemah Jantung. Caranya: Cuci 100 gram daun "kenikir" segar. lalu makan sebagai lalap mentah, atau kukus daun "kenikir" segar dan makan sebagai lalap setengah matang. Cara lainnya, rebus daun "kenikir" dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Minum air hasil rebusannya.
 
10. Ber"khasiat" sebagai Pengusir Serangga. Bau tanaman yang spesifik menyebabkan penggunaannya juga sebagai pengusir serangga.  Caranya: Tanam "kenikir" diantara tumbuhan yang akan dilindungi.
 
11. Daun "kenikir" juga ber"khasiat" untuk menguatkan lambung kita. 

Orang Melayu menyebut "kenikir" sebagai ulam raja, yang kira-kira artinya adalah king of salad (rajanya salad). Memang awalnya "kenikir" digunakan dalam menu makanan asli Melayu, namun sekarang sudah termasuk ke dalam kelompok makanan yang digemari oleh mayoritas masyarakat Malaysia. Bahkan, orang asing yang berkunjung ke sana pun tidak segan untuk mencoba salad yang menggunakan daun "kenikir" dalam campuran dengan sayur lain.

Masyarakat Jawa Tengah pada umumnya banyak menggunakan daun "kenikir" dalam campuran bahan masakan tradisional Jawa, yaitu urap dan pecel. Penggunaan itu bersifat turun temurun, dan berlanjut karena rasanya yang memang spesifik dan relatif dapat diterima orang pada umumnya. Jumlah yang digunakan memang tidak pernah banyak, karena memang demikianlah kebiasaan yang berlaku.

Oleh sebab itu, melalui pembuktian ilmiah terhadap "manfaat" "kenikir", harus ada anjuran khusus untuk dikonsumsi setiap hari dalam jumlah yang cukup. Dengan cara inilah, kebutuhan tubuh manusia akan bahan vitamin dan mineral yang diperlukan sel tubuh akan terpenuhi secara mudah, aman dan relatif murah.

Pemenuhan kebutuhan itu, dapat mencegah manusia dari kerusakan sel, yaitu yang menjadi cikal bakal penyakit kanker.

Tapi agar "manfaat"nya optimal, perlu diketahui cara memasaknya yang benar. Ambil segenggam "kenikir" mentah, cuci bersih dan kukus sebentar untuk menghilangkan kuman, kotoran dan bahan kimia lainnya. Bubuhkan sambal pecel atau sambal urap buatan sendiri (tanpa pengawet) secukupnya, dan langsung dilahap.

Sumber:
1. www.yusarcahyadi.com/.../manfaat-daun-kenikir-untuk-melawan.ht...
2. www.togasehat.com/2012/02/khasiat-kenikir.html
3. kesehatan.kompasiana.com/.../daun-kenikir-dan-khasiatnya-seri-...
4. diaheko.multiply.com/journal/item/3

Senin, 08 Oktober 2012

"KHASIAT/MANFAAT BUNGA ALAMANDA"

"Bunga Alamanda" ("Bunga" Terompet) berasal dari negara Amerika Tengah dan Selatan, lebih dikenal dengan sebutan Yellow Bell, Golden Trumpet, atau Buttercup Flower". 
 

"Bunga Alamanda" ini bentuknya lebih mirip Terompet yang berwarna kuning, maka dari itu juga sering disebut dengan "Bunga" Terompet.. "Bunga Alamanda" umumya memang berwarna kuning. Tanaman ini dapat berkembangbiak dengan biji, namun perbanyakan yang umum dilakukan yaitu dengan stek batang. Hal ini disebabkan, beberapa varietas hibrida sulit memunculkan kapsul biji.  Seiring dengan perkembangan, "Bunga Alamanda" diperbanyak dengan cara penyilangan atau stek dan dapat menghasilkan "Bunga Alamanda" berwarna putih, ungu, merah muda atau oranye. "Alamanda" tergolong tanaman yang tumbuhnya cepat sehingga harus sering dilakukan pemangkasan untuk menjaga penampilannya.

"Bunga Alamanda" banyak ditanam sebagai tanaman hias di halaman atau sebagai tanaman rambat untuk penghias pergola atau pagar rumah. Penggemar "Bunga Alamanda" percaya bahwa tanaman yang ber"bunga" kuning ini dapat dipakai sebagai penolak bala jika ditanam di halaman rumah.

"Bunga Alamanda" dapat ditemukan pada daerah sekitar sungai atau tempat terbuka yang terkena banyak sinar matahari dengan hujan yang cukup dan kelembaban tinggi sepanjang tahun. Tanaman ini tidak mampu tumbuh pada tanah yang bergaram atau terlalu basa dan tanaman ini juga tidak tahan suhu rendah. Suhu -1 °C dapat mematikan tanaman tersebut karena tanaman ini sangat sensitif terhadap suhu dingin.

"Bunga Alamanda" dapat tumbuh dan mekar pada setiap tahun, pada tanaman yang dapat tumbuh hingga lebih dari 2 meter. Tangkai "Bunga Alamanda" berwarna hijau muda dan mempunyai daun yang agak kasar. Warna kuning pada "Bunga Alamanda" sangat cerah. Bentuk "bunga"nya sendiri mencapai ukuran diameter 5 sampai 7, 5 cm. 

"KHASIAT" DAN "MANFAAT" "BUNGA ALAMANDA"

"Bunga Alamanda" selain cantik juga memiliki "manfaat" yang lain. Kita dapat menggunakan akar, daun dan "Bunga Alamanda" sebagai bahan untuk obat-obatan. Daun "allamanda" cathartica mengandung alkaloida, kulit batang dan buahnya mengandung saponin, disamping itu kulit batangnya juga mengandung tannin dan buahnya mengandung flavonoida dan polifenol. "Khasiat" dan "manfaat" "Alamanda", antara lain:

1. Getah "Alamanda" yang berwarna putih memiliki sifat antibakteri dan juga antibiotik yang dapat dijadikan sebagai obat penyakit kanker dan pencegah kuman atau bakteri. 

2.  "Bunga alamanda" juga umum di"manfaat"kan sebagai obat untuk mencegah komplikasi dari malaria dan pembengkakan limpa. 

3. Akar "Alamanda" juga dapat digunakan untuk mencegah penyakit kuning.

4. Daun "Alamanda" cathartica ber"khasiat" untuk penawar keracunan. Untuk penawar keracunan dipakai -+ 15 gram daun segar "Alamanda" cathartica, dicuci, direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit, dinginkan dan disaring. Hasil saringan diminum dua kali sama banyak selang satu jam.

5. Batang "Alamanda" keras dan bergetah, getahnya dapat di"manfaat"kan untuk menyembuhkan penyakit disentri.

6. Getah dari batang tanaman "Alamanda", katanya juga bisa di"manfaat"kan untuk mematikan belatung dan juga jentik nyamuk. 
 
7. Daun "Almanda" juga ternyata bisa dipakai sebagai obat luar untuk penyakit  abses, eksim, bisul dan kurap. Cukup dicuci bersih, kemudian ditumbuk halus, dan dibalurkan pada yang sakit.

8, Rasa daun "Alamanda" ini pedas, pahit, bersifat hangat dan beracun. Ber"khasiat" laksatif (pencahar), dan penyebab muntah (emetik).

9. Untuk mengobati demam. Rebus daun "Alamanda" dan masukkan dalam ember atau baskom. Dan gunakan untuk menguapi badan yang panas.

10. Untuk mengobati sembelit. Seduh daun "Alamanda" kemudian diminum.

Sumber:
1. iguidepost.blogspot.com/2008/06/alamanda-bunga-terompet.html
2. masarees.blogspot.com/2012/06/manfaat-tanaman-alamanda.html
3. girladventures.wordpress.com/2011/07/18/bunga-alamanda/
4. therainbowmiracle.blogspot.com/2012/06/namaku-alamanda.html
5. cimtyasd.blogspot.com/
6. books.google.co.id/books?isbn=9791480184

Minggu, 07 Oktober 2012

"SEMBELIT DAN PENGOBATANNYA"

"Sembelit" adalah penyakit yang umum pada saluran pencernaan. Dalam kondisi ini, perut tidak bergerak dan berkerja secara teratur, atau tidak benar-benar kosong selama gerakannya". 
 
 
"Sembelit" adalah kelainan pada sistem pencernaan mengalami pengerasan feses atau tinja yang berlebihan sehingga sulit untuk dibuang atau dikeluarkan dan dapat menyebabkan kesakitan yang hebat pada penderitanya. "Sembelit" berarti sesuatu yang berbeda untuk orang yang berlainan. Untuk banyak orang, hal ini hanya berarti jarang BAB. Penderita "sembelit" akan sulit mengeluarkan tinja.

Pada dunia kesehatan dan dalam ilmu kesehatan penyakit perut atau gejala gangguan lambung disebut juga dengan istilah "sembelit" atau konstipasi. "Sembelit" merupakan penyakit perut yang menyerang sistem pencernaan pada bagian usus. Pada dasarnya penyebab "sembelit" adalah kurangnya asupan makanan berserat tinggi dan juga air mineral.

"Sembelit" yang cukup hebat disebut juga dengan obstipasi. Dan obstipasi yang cukup parah dapat menyebabkan kanker usus yang berakibat fatal bagi penderitanya. Kondisi ini adalah penyebab utama dari banyak penyakit, karena memproduksi racun yang masuk ke aliran darah, Ia mencapai seluruh bagian tubuh. Radang usus buntu, rematik, radang sendi, ketegangan tinggi dari arteri,  katarak dan kanker hanya beberapa penyakit  "sembelit" kronis yang merupakan faktor penting dalam kerentanan.

PENYEBAB "SEMBELIT"

Penyebab paling penting dari "sembelit" kronis adalah pola makan yang buruk dengan tidak pantas dalam gaya hidup. Konsumsi makanan rendah vitamin dan mineral, kurangnya konsumsi air atau konsumsi yang berlebihan daging, kopi dan teh, adalah penyebab "sembelit". Yang tidak mengunyah dengan benar dan seksama dapat membuat masalah "sembelit" dan kerusakan usus. Kurangnya aktivitas fisik sangat penting dalam memicu "sembelit". Secara rinci penyebab "Sembelit" adalah:

Penyebab utama "sembelit" meliputi:
  • Pengerasan tinja
    • Kurangnya asupan serat makanan
    • Dehidrasi dari setiap penyebab atau asupan cairan yang tidak memadai
    • Obat, misalnya, diuretik dan yang mengandung zat besi, kalsium, aluminium
    • Kelumpuhan atau diperlambat transit, di mana tindakan peristaltik berkurang atau tidak ada, sehingga feses tidak bergerak bersama
      • Hipotiroidisme (kelenjar tiroid kurang aktif)
      • Hipokalemia
      • Cedera sfingter anal (anus patulous)
      • Obat-obatan, seperti loperamide, opioid (misalnya, kodein dan morfin) dan antidepresan trisiklik tertentu
      • Karena penyebab lain penyakit yang parah
      • Porfiria akut (suatu kondisi warisan jarang)
      • Keracunan timbal
      • Intoleransi laktosa
      • Dyschezia (biasanya merupakan hasil dari buang air besar menekan)
      • Diverticula
        • Tumor, baik dari usus atau jaringan sekitarnya
        • Terhalang buang air besar, karena:
          • Mekanikal penyebab dari kelainan morfologi anorectum termasuk megarectum, prolaps rektum, rectocele, dan enterocele
          • Fungsional penyebab dari gangguan neurologis dan disfungsi otot-otot dasar panggul atau otot anorektal, termasuk anismus, turun sindrom perineum, dan penyakit Hirschsprung
          • Saldo asing tubuh atau bezoar
          • Psikosomatis "sembelit", berdasarkan kecemasan atau ketidakbiasaan dengan lingkungannya.
            • Fungsional "sembelit"
            • "Sembelit"-dominan sindrom iritasi usus besar, ditandai dengan kombinasi dari "sembelit" dan perut tidak nyaman dan / atau nyeri
            • Penghentian merokok (nikotin memiliki efek pencahar)
            • Perut operasi, jenis operasi, melahirkan
            • Parah dehidrasi
            • Beberapa penyebab yang dengan hormat khusus untuk bayi:
              • Berpindah dari ASI feed botol, atau makanan padat
              • Potty pelatihan kecemasan
              • Penyakit Hirschsprung - suatu kondisi di mana anak sejak lahir memiliki cacat sel saraf yang mempengaruhi komunikasi antara otak dan perut

GEJALA "SEMBELIT"

Gejala yang paling umum terjadinya "sembelit" adalah penyimpangan atau kesulitan dalam pembuangan kotoran keras/ tinja padat. Gejala seperti lidah Tebali, bau, sakit kepala, depresi, insomnia, kehilangan nafsu makan, pusing, luka pada mulut, keasaman dan pusing adalah gejala klasik bagi mereka yang menderita "sembelit". Namun gejala "Sembelit" akan berbeda antara orang yang satu dengan orang yang lain, karena pola makan, hormon, gaya hidup dan bentuk usus besar setiap orang berbeda-beda. berikut gejala "sembelit" :
  • Tubuh tidak fit, tidak nyaman, lesu, cepat lelah, dan terasa berat sehingga malas mengerjakan sesuatu bahkan kadang-kadang sering mengantuk.
  • Tinja atau feses lebih keras, lebih panas, dan berwarna lebih gelap daripada biasanya, dan lebih sedikit daripada biasanya.
  • Pada saat buang air besar feses atau tinja sulit dikeluarkan atau dibuang, tubuh berkeringat dingin, dan kadang-kadang harus mengejan ataupun menekan-nekan perut terlebih dahulu supaya dapat mengeluarkan dan membuang tinja (bahkan sampai mengalami ambeien).
  • Terdengar bunyi-bunyian dalam perut.
  • Bagian anus atau dubur terasa penuh, tidak plong, dan terganjal sesuatu disertai sakit akibat bergesekan dengan tinja atau feses yang kering dan keras atau karena mengalami ambeien atau wasir sehingga pada saat duduk terasa tidak nyaman.
  • Perut terasa begah, penuh, dan bahkan terasa kaku.

PENCEGAHAN "SEMBELIT"
 
"Sembelit" dapat dicegah dengan banyak mengkonsumsi air putih dan makanan berserat. Untuk mencegah dan mengelola "sembelit", lakukan langkah-langkah sederhana yang dapat diambil antara lain:

1. Melatih kebiasaan untuk buang air besar secara teratur. Yang paling baik adalah satu kali sehari terutama pada pagi hari. Keinginan buang air besar dapat dipicu dengan meminum segelas air putih pada pagi hari segera setelah bangun tidur. Hal ini akan menimbulkan rangsangan pergerakan usus halus dan usus besar sehingga kotoran didorong ke rectum dan akhirnya timbul keinginan buang air besar.

2. Minum air putih minimal 1,5 liter sehari

3. Makan makanan yang berserat tinggi seperti sayur-sayuran, gandum, buah-buahan, agar-agar, dan lain-lain.

4. Olahraga yang teratur misalnya jalan-jalan pagi.

5. Istirahat yang cukup minimal 4 jam sehari

6. Sarana yang dapat merilekskan anda dari tekanan aktivitas sehari-hari

7. Penggunaan suplemen serat dapat dilakukan setelah anda memiliki pola buang air besar yang teratur

8. Bila penyebab sembelit adalah penyakit sistemik maka menjaga kestabilan kesehatan sesuai anjuran dokter anda adalah pencegahan yang baik.

Dalam berbagai kondisi (seperti penggunaan kodein atau morfin), kombinasi hydrating (misalnya, lactulose atau glikol), membentuk sebagian besar (misalnya, psyllium) dan agen-agen stimulan mungkin diperlukan untuk mencegah "sembelit".

PENGOBATAN ALAMI UNTUK "SEMBELIT"

1. Mengobati "sembelit" dengan Buah pir
Buah Pir sangat efektif dalam pengobatan "sembelit". Pasien yang menderita "sembelit" kronis harus mengadopsi diet yang eksklusif berdasarkan jus Buah pir atau Buah pir selama beberapa hari. Dalam kasus luar biasa, buah pir berukuran sedang dikonsumsi setelah sarapan atau makan malam akan memiliki efek yang diinginkan.

2. Buah anggur mengobati "Sembelit"
Anggur ini telah terbukti sangat bermanfaat sebagai obat alami untuk "sembelit". Kombinasi fitur dari selulosa, gula dan asam organik anggur adalah makanan pencahar. Makanlah setidaknya 350 gram buah anggur setiap hari untuk mencapai hasil yang diinginkan.

3. Buah jeruk mengobati "Sembelit"
Jeruk merupakan obat alami untuk "sembelit" sehat. Mengkonsumsi satu atau dua jeruk sebelum tidur dan bangun. Buah jeruk ini membantu mencegah akumulasi sisa makanan dalam usus besar.

4. Sayur Bayam sebagai obat alami untuk "Sembelit"
Dari semua sayuran, bayam dianggap makanan yang paling penting untuk saluran pencernaan. Bayam mengandung bahan organik sangat kaya serat baik untuk membersihkan, membangun kembali dan regenerasi daerah usus. Makan dua kali sehari 100 ml bayam mentah, dicampur dengan jumlah yang sama air merupakan obat alami yang sangat baik untuk "sembelit".

DIET UNTUK "SEMBELIT"
Faktor yang paling penting dalam menyembuhkan "sembelit" adalah diet alami dan sederhana. Ini terdiri dari makanan yang tidak diolah seperti gandum, madu, lentil, sayuran hijau, buah-buahan segar dan produk susu seperti mentega dan krim. Jangan lupa untuk mengunyah makanan dengan benar, untuk menghindari makan yang tidak teratur dan dikonsumsi terburu-buru. Makanan yang harus dihindari adalah: semua produk tepung putih, beras, roti, kue, biskuit, keju, daging, gula dan telur.

Sumber:
1. tipsehatcantikalami.blogspot.com › pencernaan
2. xamherbal.com › XAMthone Plus
3. www.news-medical.net/.../Causes-of-Constipation-(Indonesian).aspx
4. www.dechacare.com/Tips-Mengatasi-Susah-Buang-Air-Besar-I540.ht...


MusicPlaylistView Profile