Selasa, 07 Juni 2011

"FUNGSI EKOSISTEM MANGROVE"

"Ekosistem Mangrove" di sepanjang pesisir merupakan aset sumberdaya alam pesisir yang mampu menopang kelestarian perikanan serta jasa lingkungan lainnya, termasuk "fungsi" perlindungan pantainya".


"Fungsi" ekonomi "Ekosistem Mangrove" sangat banyak, baik kuantitas maupun kualitasnya. Menurut Saenger, ada 70 macam kegunaan tumbuhan "Mangrove" bagi kepentingan manusia, baik produk langsung maupun tidak langsung. Produk langsung, misalnya bahan bakar, bahan bangunan, alat perangkap ikan, pupuk pertanian, bahan baku kertas, makanan, obat-obatan, minuman, dan tekstil. Sedangkan produk tidak langsung, misalnya tempat-tempat rekreasi dan bahan makanan; dan produk yang dihasilkan sebagian besar telah dimanfaatkan oleh masyarakat.
Nilai pakai lain yang penting dari "Ekosistem Mangrove" adalah berbagai akuatik yang beberapa diantaranya memiliki nilai komersial memilih habitat "Mangrove" sebagai tempat hidupnya. 30% produksi perikanan laut tergantung pada kelestarian hutan "Mangrove", karena kawasan "Mangrove" menjadi tempat perkembangan jenis-jenis ikan yang tinggi nilai komersilnya. Daun-daun berjatuhan dan berakumulasi pada sedimen "Mangrove" sebagai leaf litter (lapisan sisa-sisa daun) yang mendukung komunitas organisme detrial yang besar jumlahnya.

Tanaman "Mangrove", termasuk  bagian batang, akar dan daun yang berjatuhan memberikan habitat bagi spesies akuatik yang berasosiasi   dengan "Ekosistem Mangrove". "Ekosistem" ini ber"fungsi" sebagai tempat untuk memelihara larva, tempat bertelur dan tempat pakan bagi berbagai spesies akuatik, khususnya udang Penaeidae dan ikan bandeng.

Nilai pakai tidak langsung dari "Ekosistem" hutan "Mangrove" adalah dalam bentuk "fungsi"-"fungsi" ekologi yang vital, ttermasuk pengendalian terhadap erosi pantai, stabilisasi sedimen, perlindungan bagi terumbu karang di dekatnya terhadap padatan-padatan tersuspensi, perlindungan bagi tata guna lahan di wilayah pantai dari badai dan tsunami, pencegahan terhadap intrusi garam, pemurnian alami perairan pantai terhadap polusi.

"Mangrove" yang berkembang dengan baik akan memberikan "fungsi" dan keuntungan yang besar, baik untuk mendukung sumberdaya perikanan laut dan budidaya, memberi pasokan bahan bangunan dan produk-produk lain, maupun untuk melindungi pantai dari ancaman erosi.

Minggu, 05 Juni 2011

"KEBAIKAN -KEBURUKAN DALAM KEHIDUPAN"

"Keindahan adalah keindahan budi pekerti. "Kebaikan" adalah "kebaikan" tatakrama. Dan keelokan adalah keelokan akal."

Melakukan perbuatan jahat tidaklah "baik"; melakukan perbuatan yang "baik", tanpa menimbulkan bahaya, cukup sering terjadi. Namun, adalah sikap dari seorang yang "baik" untuk melakukan tindakan besar dan terhormat walaupun ia harus mempertaruhkan segalanya.

Apa resep untuk mencapai kesuksesan? Bagiku hanya ada empat bumbu dasar:
1. Pilihlah karier yang kau sukai.
2. Berikan yang ter"baik" yang ada pada dirimu.
3. Manfaatkan kesempatan.
4. Dan jadilah anggota tim. (Benjamin F.Fairless). 
Segala sesuatu yang dilakukan dengan "baik" adalah lebih "baik" dari pada sesuatu yang dikatakan dengan "baik". (Ben Franklin).

Orang yang memiliki semangat akan menjadi yang ter"baik". (Andrew Jackson).

Hiduplah dengan berani dan tak mengenal rasa takut. Rasakan kenikmatan berada dalam sebuah kompetisi - dengan menunjukkan yang ter"baik" yang ada dalam dirimu. (Henry Kaiser).

Sebetulnya kita terus dihadapkan pada kesempatan-kesempatan yang "baik" yang tampak bagi kita sebagai masalah-masalah yang tak dapat diselesaikan. (Anonim).

Apapun yang layak untuk dilakukan adalah layak dilakukan dengan "baik". (Earl of Chesterfield).

Kita hanya perlu belajar memanfaatkan kesempatan "baik" karena kesempatan "baik" selalu ada. (Goethe).

Suatu hari setiap orang pasti akan dihadapkan pada "kebaikan" dan "keburukan" yang pernah diperbuatnya.

Dosa besar di mata Allah, menyuruh orang lain untuk melakukan "kebaikan" sementara diri sendiri tidak melakukannya.

Hasad memakan "kebaikan" laksana api membakar kayu kering.

Rasulullah SAW bersabda: Mintalah kepada Allah ampunan dan kesehatan, karena setelah keimanan tak ada "kebaikan" yang lebih besar bagi seseorang selain kesehatan.

Dan kami jadikan tidurmu se"baik"-"baik"nya istirahat.

Makna asal taqwa adalah menjaga diri. Jadi orang yang bertaqwa sesungguhnya adalah orang yang selalu menjaga diri dari berbagai akibat "buruk" setiap perbuatan. Karena itu orang yang bertaqwa selalu waspada terhadap apa yang akan diperbuatnya, apakah perbuatannya akan mendatangkan akibat "buruk" atau tidak. Jika dinilainya berakibat "buruk", dijauhilah perbuatan itu. Bila terlanjur melakukan perbuatan tercela, ia segera mengingat Allah dan beristighfar atas dosanya.

Bagaimana mungkin kamu menyuruh orang lain berbuat "baik", sedangkan dirimu sendiri terlupakan.

Dan barangsiapa mengerjakan "kebaikan" meskipun setitik, niscaya ia akan melihat balasannya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan walaupun setitik, niscaya ia akan melihat balasannya pula.

Mralitas adalah melakukan apa yang "baik".... Walaupun tidak anda sukai.

Pemborosan yang paling menyedihkan adalah pemborosan ide yang "baik".

Percayalah yang ter"baik" tentang orang lain dan jika anda salah dalam hal ini --- anda hanya membuat kesalahan di sisi kasih.

Impian adalah tanda bahwa Tuhan bekerja dalam hidup anda. Khususnya jika impian itu untuk membantu orang lain atau melakukan sesuatu yang "baik" yang tidak dilakukan oleh orang lain.

Tidak ada orang besar di dunia ini; yang ada hanya orang biasa. Perbedaannya hanyalah, beberapa orang menetapkan tujuan yang lebih tinggi, bermimpi yang lebih besar, dan tidak mendirikan sesuatu yang kurang dari yang ter"baik".

Mencegah konflik lebih "baik" dari pada menyelesaikan konflik.

Yang penting adalah anda mengendalikan suasana hati anda untuk menjadikan anda orang yng lebih "baik".

Lihatlah pada kesalahan dan kelemahan anda dan percayalah bhwa anda akan memper"baik"i diri anda sendiri.

Ingatlah sikap positif menghasilkan persepsi positif dan mengubah situasi menjadi lebih "baik".

Kebahagian dan "kebaikan" seseorang tidak akan pernah sempurna.

Belajar agama dapat menyinari hati dan membuat Tuhan ridha, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: 'Jika Allah menghendaki seorang hamba menjadi "baik", maka Allah akan menjadikannya mengerti tentang agama.'

Ketahuilah, se"baik"-"baik" amal adalah jika engkau mengetahui apa yang dikehendaki oleh Allah dalam Kitab-Nya, dan mengetahui apa yang dimaksudkan oleh utusan-Nya dalam sunnahnya.

'Ketaqwaan, bagi orang yang berakal, adalah sebab lahirnya semua "kebaikan".

Janganlah engkau memperhatikan sesuatu yang engkau sendiri lemah untuk melakukannya. Hendaklah engkau memper"baik"i sesuatu yang engkau mampu memper"baik"inya.

Gubuk dengan keimanan (lebih "baik" dari pada) istana dengan kemungkaran.

Berbahagialah mereka yang sibuk memper"baik"i diri sendiri ketimbang repot memperhatikan aib manusia.

Bergembiralah dengan kehidupan, karena hidup itu indah. Dengan segala "kebaikan", jadikanlah hidup ini indah.

Berpikirlah positif dan optimis. Jika engkau mengalami hari yang "buruk", maka itu adalah permulaan untuk hari yang lain yang dekat, yang menggembirakan dan menyenangkan.

Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat "baik".

Seseorang dapat hidup "baik" dengan malu.
Kayu tetap kayu meski kulitnya mengelupas.
Demi Allah, tak ada "baik"nya hidup ini,
juga di dunia ini bila rasa malu itu telah hilang.

Sesungguhnya nikmat besar yang harus dijaga adalah ketika "kebaikan" itu memenuhi jiwa dan membahagiakan hati.

Orang yang berilmu tahu bahwa kejahatan dan "kebaikan" punya batasnya dan akan berakhir.

Kehidupan orang itu akan menjadi kisah untuk sesudahnya. Maka, jadilah kisah yang "baik" bagi orang yang sadar.

Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang berbuat "baik".

Lidah yang keji akan lebih banyak memberikan dampak "buruk" kepada pelakunya dari pada yang diterima oleh korbannya.

Kepuasan yang paling "baik" bagi seorang laki-laki adalah seorang istri penurut.

Kebanyakan manusia melupakan kemurahan, berpaling dari Yang Maha Indah, dan kufur terhadap "kebaikan".

'Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, "baik" laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan ...... kepadanya kehidupan yang "baik" dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih "baik" dari apa yang telah mereka kerjakan'. (Al-Qur'an. Surat An-Nahl, Ayat 97).

"Kebaikan" itu banyak, tetapi pelakunya hanya sedikit (Hadits Soheh). Semoga kita termasuk yang sedikit itu.

Ketika  merasa letih dalam melakukan "kebaikan", ketahuilah sungguh keletihannya akan segera sirna dan "kebaikan"nya akan abadi. Sekiranya merasa bahagia ketika melakukan dosa dan maksiat, ketahuilah bahwa kebahagiaannya akan segera sirna, dosa dan kemaksiatannya akan abadi. (Ali bin Abi Thalib ra.) 

Sabtu, 04 Juni 2011

"KETAN KUKUS dan VARIASInya"

"Ketan" atau  beras pulut, kalau dimasak biasanya menjadi lengket atau lekat; "Ketan" juga enak apabila dikukus, apalagi kalau diberi variasi."

Berikut ini resep "ketan" kukus beserta variasinya:
BAHAN:
500 gram beras "ketan" putih/hitam, rendam, tiriskan.
1 sendok teh garam.
125 cc santan.
2 lembar daun pandan, sobek-sobek buat simpul.

CARA MEMBUAT:
1. Didihkan air santan, garam dan daun pandan.
2. Pada saat bersamaan kukuslah "ketan" kurang lebih selama 15 menit. 
3. Keluarkan "ketan" kukus dari dandang masukkan ke dalam panci berisi air santan yang baru mendidih, aduk rata hingga air santan terhisap habis oleh "ketan".
4. Kukus kembali "ketan" sampai matang kurang lebih 30 menit.

VARIASI UNTUK MAKAN "KETAN":

1. Urap kelapa.
1/3 butir kelapa, parut kasar dan 1/4 sendok teh garam dikukus kurang lebih 5 menit supaya tidak mudah basi.

2. Juruh.
200 gram gula merah, disisir, 2 lembar daun pandan, buat simpul, 100 cc air rebus hingga kental lalu saring.

3. Bubuk kedelai.
100 gram kedelai hitam/putih, cuci, tiriskan. 1 sendok teh kencur cincang, 1 buah cabai merah, 2 lembar daun jeruk purut, 1 buah bawang putih, semuanya disangrei hingga kering, lalu ditumbuk halus bersama 1 sendok teh garam dan 1 sendok makan gula pasir.

4. Kinca.
500 cc santan, 200 gram gula merah, 2 lembar daun pandan dibuat simpul. 1/4 sendok teh garam, didihkan hingga gula larut, saring.
5. Kinca durian/nangka.
750 cc santan, 200 gram gula merah diiris halus, 2 lembar daun pandan dibuat simpul, 5 mata buang nangka/durian (ambil dagingnya, potong-potong), rebus semuanya hingga gula larut dan nangka/durian matang.

6. Unti.
1/2 butir kelapa agak muda diparut kasar, 100 gram gula merah diiris halus, 2 sendok makan gula pasir, 159 cc air, 2 lembar daun pandan dibuat simpul, semuanya dimasak sambil diaduk hingga gula larut dan kelapa matang (dapat dipulung).

"PEMBUATAN SIROP SARI BUAH - NANAS"

"Tahapan pembuatan sirop sari buah "nanas" adalah sebagai berikut:

a. Bahan:
- buah "nanas" yang matang.
- gula pasir 750 g/500 cc sari buah
- asam sitrat 2g/500 cc sari buah

Untuk pembuatan 10 liter sirop "nanas" diperlukan buah "nanas" sebanyak 10-15 kg. Buah "nanas" yang akan diolah dipilih yang matang penuh dan tidak busuk.

b. Cara Membuat:
1. "Nanas" dikupas, mata dan empulurnya dibuang.
2. Kemudian buah dicuci hingga bersih dan dipotong-potong.
3. Daging buah "nanas" dihancurkan dengan blender.
4. Sari "nanas" diperas dengan kain saring.
5. Untuk setiap 500 cc sari buah ditambahkan gula pasir sebanyak 750 g. Campuran ini semua dimasak sampai semua gula larut. Sambil dimasak, adonan ini ditambahkan asam sitrat.
6. Sirop "nanas" kemudian dimasukkan dalam botol tinggi yang bersih dan steril.
7. Botol ditutup rapat, kemudian disterilisasi selama 15 menit dengan cara dikukus.

Demikianlah cara pembuatan sirop sari buah "nanas". Selamat mencoba, semoga anda berhasil........

Jumat, 03 Juni 2011

"MENGUSIR KESEDIHAN"

"Hari esok akan menghapus semua mimpi buruk, mengusir semua "kesedihan" dan menggantinya dengan canda dan tawa"


Mandi, wudlu, wewangian dan siwak adalah obat yang mujarab untuk segala "kesedihan" dan kesempitan.

Tak akan kekal suka cita yang engkau rasakan kini, dan "kesedihan" tidak akanmengembalikan yang telah hilang.

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu ber"sedih" hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu 0rang-orang yang beriman. (Al-Qur'an, Surat Ali 'Imran, ayat 139).
Jika rasa "sedih" datang mengurung, duka lara menggunung, ucapkanlah: La ilaha illa Allah.
'Wahai Allah, aku berlindung kepada-Mu dari resah dan gelisah, dari "sedih" dan derita, ari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pelit dan pengecut, dan dari lilitan hutang dan tekanan orang'. Jika anda selalu membaca do'a ini, dan merenungi makna-maknanya, maka Allah akan melapangkan dada anda dari resah, gelisah dan derita. Tentu saja dengan izin Allah.

Shalat itu penjamin kelapangan dada dan enyahnya "kesedihan".

Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan rasa "sedih" dariku.

Semoga "kesedihan" yang saya alami bisa berlalu dan kebahagiaan segera menggantikan deritaku.

Ada seorang Syaikh yang bertutur: 'Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, maka Allah akan menjadikan baginya jalan kesenangan dari setiap "kesedihan", dan jalan keluar dari setiap kegelisahan'.
Sesunggunya Allah Maha mengabulkan setiap permohonan, menghilangkan "kesedihan" dan keburukan. 

Jangan pernah menjadikan kesusahan dan "kesedihan"mu sebagai tema pembicaraan, karena dengan demikian engkau akan menjadikannya sebagai penghalang antara dirimu dan kebahagiaan.
Beberapa hal yang seringkali menyebabkan "kesedihan" dan kegundahan adalah menganggap orang lain tidak ada, menekan mereka, mencela mereka dan meremehkan mereka.

Jadilah orang yang selalu bersyukur ketika senang, dan bersabar ketika tertimpa musibah. Jangan bermimpi hidup di alam ideal, yang tidak ada sakit, tidak ada kemiskinan, tidak ada "kesedihan", suami yang tanpa cela, dan teman tanpa aib. Tentu hal ini tidak akan mungkin.

Orang yang terlalu mengejar kenikmatan dan keinginan hatinya, tidak peduli halal atau haram, mereka sebenarnya tidak bahagia. Mereka dalam kesempitan, "kesedihan" dan kegelisahan. Sebab, setiap orang yang menyimpang dari aturan Allah dan berbuat maksiat tidak akan pernah bahagia selamanya.

Orang-orang yang menyimpang dari agama, maka hari-harinya akan dihiasi dengan "kesedihan", hartanya akan menjadi beban, amal perbuatannya akan merugikannya, dan ujungnya ia tercampakkan hina.

Sesungguhnya keruhnya pikiran, "kesedihan" dan kegelisahan adalah buah dari segala perbuatan yang engkau lakukan. seperti ceroboh dalam shalat, menggunjing wanita muslimah, meremehkan hijab atau melakukan hal-hal yang diharamkan.

Jangan ber"sedih" atas pekerjaan yang belum engkau tuntaskan. Ketahuilah, pekerjaan besar tidak akan pernah berujung.

Seseorang yang berwawasan akan sadar bahwa dirinya adalah bagian dari alam yang luas. Ia juga sadar bahwa dirinya juga akan mendapatkan jatah penyakit, musibah, "kesedihan" dan juga kegembiraan. Maka, dia tidak akan kaget dan tidak akan gelisah.

Sering kita lihat saudara kita ber"sedih" luruh. Setelah itu berlalu, ia berjingkrak kegirangan.
Janganlah tampak senang di hadapan orang yang sedang ber"sedih". Dan jangan pula ber"sedih"  ketika ada orang yang sedang berbunga-bunga.

Kepada orang beriman yang sedang ber"sedih" dan untuk orang yang sedang diuji yang gundah gulana: Semoga Allah memberikan pahala yang besar, meningkatkan derajat dan menambal kekuranganmu.

Kegundahan hati itu lebih berbahaya dari pada penyakit jasmani.

Kita tidak kuasa mengubah masa lalu dan melukis masa depan sesuai dengan keinginan kita. Lalu, mengapa kita membunuh diri sendiri dengan ber"sedih" atas sesuatu yang tidak mungkin kita ubah.
Kalau tahta, istana dan perniagaan dapat membeli kebahagiaan, tentu kita tidak akan melihat para konglomerat, para penguasa dan saudagar yang hidup sengsara dan selalu mengeluh karena tertimpa musibah dan "kesedihan".

Hidup ini pendek, maka jangan kau perpendek lagi dengan "kesedihan".

Berbuat baik kepada sesama akan menghapuskan "kesedihan".

Selama gelap malam masih akan tersibak, maka rasa sakit itu akan hilang, tekanan pasti akan berlalu, dan "kesedihan" akan segera sirna.

Nikmatilah "kesedihan"mu, karena tidak ada sesuatu yang abadi. "Kesedihan"mu itu juga tak akan abadi.

'Maka Kami kabulkan permintaannya dan Kami selamatkan dari "kesedihan". Demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman. (Al-Qur'an, Surat Al-Anbiya', Ayat 88).

Jadikanlah laksana wajah bintang yang berbinar, dan jangan takut "kesedihan" yang menghadang dan kegelapan malam.

Lupakan "kesedihan"mu dan isi dengan pekerjaan.

Sekuat apapun kamu mengikat rambutmu, dan membiarkan "kesedihan" dan kedukaan hati bergelayut di lehermu, maka engkau tidak akan dapat mengembalikan masa lalu sedikit apapun.

Mengenal Yang Maha Kasih akan menghilangkan "kesedihan".

Rabu, 01 Juni 2011

"PAKAI BATIK CANTIK YUK....."

 "Kata "batik" berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: 'amba', yang bermakna 'menulis' dan 'titik' yang bermakna 'titik'."

Walaupun kata "batik" berasal dari bahasa Jawa, kehadiran "batik" di Jawa sendiri tidaklah tercatat. G.P. Rouffaer berpendapat bahwa tehnik "batik" ini kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilangka pada abad ke-6 atau ke-7. Di sisi lain, J.L.A. Brandes (arkeolog Belanda) dan F.A. Sutjipto (arkeolog Indonesia) percaya bahwa tradisi "batik" adalah asli dari daerah seperti Toraja, Flores, Halmahera, dan Papua. Perlu dicatat bahwa wilayah tersebut bukanlah area yang dipengaruhi oleh Hinduisme tetapi diketahui memiliki tradisi kuna membuat "batik".

Dalam literatur Eropa, teknik "batik" ini pertama kali diceritakan dalam buku History of Java (London, 1817) tulisan Sir Thomas Stamford Raffles. Ia pernah menjadi Gubernur Inggris di Jawa semasa Napoleon menduduki Belanda. Pada 1873 seorang saudagar Belanda Van Rijekevorsel memberikan selembar "batik"  yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke Museum Etnik di Rotterdam dan pada awal abad ke-19 itulah "batik" mulai mencapai masa keemasannya. Sewaktu dipamerkan di Exposition Universelle di Paris pada tahun 1900, "batik" Indonesia memukau publik dan seniman.
Semenjak industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi, "batik" jenis baru muncul, dikenal sebagai "batik" cap dan "batik" cetak, sementara "batik" tradisional yang diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam disebut "batik" tulis. Pada saat yang sama imigran dari Indonesia ke Persekutuan Malaya juga membawa "batik" bersama mereka.
" Batik" adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu "batik" bisa mengacu pada dua hal.
 Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. "Batik" Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009
 (Sumber: Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)
Berikut ini beberapa koleksi "batik" cantik, baik "batik" untuk wanita maupun pria yang dapat dijadikan model untuk anda pakai sehari-hari:

"BATIK" 1

 "BATIK" 2

"BATIK" 3


"BATIK" 4


"BATIK" 5


"BATIK" 6


"BATIK" 7



"BATIK" 8


"BATIK" 9


"BATIK" 10


"BATIK" 11


"BATIK" 12


"BATIK" 13


"BATIK" 14


"BATIK" 15


"BATIK" 16


"BATIK" 17


"BATIK" 18


"BATIK" 19


"BATIK" 20


"BATIK" 21


"BATIK" 22


"BATIK" 23


"BATIK" 24


"BATIK" 25


"BATIK" 26


"BATIK" 27


"BATIK" 28


"BATIK" 29


"BATIK" 30


"BATIK" 31


"BATIK" 32


"BATIK" 33


"BATIK" 34


"BATIK" 35


"BATIK" 36


Selasa, 31 Mei 2011

"HATI-HATI PEMBESARAN PROSTAT"

"Prostat" merupakan organ khusus pada lokasi yang kecil, yang hanya dimiliki oleh kaum pria.


"Prostat" terletak di dasar kandung kemih, merupakan kelenjar melingkari saluran kencing berbentuk buah pir. "Prostat" menghasilkan cairan yang merupakan bagian dari cairan mani. Selain itu dapat menimbulkan kontraksi terhadap otot saluran kencing sehingga menunjang fungsi kencing dan ejakulasi.

Pada pria dewasa, cairan "Prostat" terbentuk dari sedikit sampai banyak. Setelah menikah sekresi cairan "Prostat" bertambah hebat dan menjamin cairan mani tidak habis-habis. Dalam keadaan fungsi seperti ini "Prostat" menanggung beban yang berkepanjangan, kelelahan yang melampaui batas, sehingga mudah terjadi pendarahan, ditambah dengan serangan kuman/virus maka timbullah peradangan "Prostat"/"Prostat"itis

Pria pada usia lebih dari 50 tahun, kelenjar "Prostat" mulai mengalami penuaan. Kondisi hormon dalam tubuh mulai tidak seimbang. Terjadi timbunan hormon DHT (dihidroklorotestosteron) yang mengakibatkan pembesaran kelenjar "Prostat" yang dikenal sebagai pembesaran "Prostat" jinak.


Pembesaran "Prostat" makin sering terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Pria yang mencapai usia di atas 35 tahun memiliki derajat pembesaran "Prostat" yang berbeda-beda. Setelah usia 45 tahun barulah timbul gejala pembesaran "Prostat". Pada usia 60-70 tahun pembesaran "Prostat" mencapai masa puncak. Pembesaran "Prostat" menunjukkan jumlah sel bertambah dan membesar yang mengakibatkan "Prostat" bertambah besar. Pada saat jaringan pembesaran menekan saluran kencing dan bagian bawah kandung kemih, maka timbullah gejala hambatan saluran kencing. Ini disebabkan karena pembesaran "Prostat" berkembang secara bertahap, maka timbulnya penyakit lambat dan perjalanan penyakit panjang.

Pada masa dini gejala tidak jelas, tidak menarik perhatian dan juga tidak mudah ditemukan. Dengan mengikuti bertambahnya pembesaran, maka bertambah pula beratnya gejala, dan hal ini menimbulkan gejala hambatan /obstruksi, gejala rangsangan dan komplikasi dari hambatan.

GEJALA HAMBATAN/OBSTRUKSI.
Kencing harus menunggu, membuang tenaga, kencing halus, pancaran tidak jauh, tidak lampias, di akhir kencing masih menetes, waktu kencing jadi lama, makin lama makin berat sampai tidak dapat kencing sehingga di kandung kemih tertimbun air kencing.

GEJALA RANGSANGAN/IRITATIF.
Sering kencing, kencing tidak tertahan dan nyeri kencing.

HAL-HAL YANG MENYEBABKAN PRIA DI ATAS 20 TAHUN TERSERANG RADANG "PROSTAT":
1. Aktivitas seksual berlebihan dan kebiasaan masturbasi dengan mudah menyebabkan pendarahan pada "Prostat" dan itu merangsang terjadinya peradangan "Prostat".

2. Stress, kelelahan yang berlebihan menyebabkan daya tahan tubuh menurun.

3. Terlalu lama duduk bekerja, menggunakan komputer, atau mengemudikan mobil.

4. Minum alkohol, makan makanan yang pedas dan merangsang berlebihan.

PENCEGAHAN PEMBESARAN KELENJAR "PROSTAT"

1. Setiap hari berendam 20 menit dalam air hangat 40-42 derajat Celsius.

2. Kehidupan seks yang sehat.

3. Perhatikan suhu daerah lokal harus tetap hangat, jangan pilek, hindari dingin, jangan terlalu lama duduk dan mengendarai kendaraan bermotor.

4. Jangan minum minuman beralkohol berlebihan, kurangi makanan yang pedas, banyak makan makanan yang mengandung Zn (seng) dan antioksidan misalnya kacang-kacangan, buah-buahan dan lain-lain.

5. Jangan menahan kencing, banyak minum, memelihara kelancaran buang air besar.

6. Menjaga kondisi tubuh dan mengobati penyakit saluran kencing dengan tuntas.


MusicPlaylistView Profile