Jumat, 29 Januari 2010

"KHASIAT DAUN LIDAH BUAYA"

"Tanaman "lidah buaya" dalam dosis sedikit, yakni sebanyak 20-100 mg merupakan obat penambah nafsu makan yang juga membantu pencernaan makanan."




Tanaman "lidah buaya" adalah tanaman yang dapat dipanen, diperas dan dibiarkan hingga mengering. Tanaman "lidah buaya" dapat menangkal efek samping yang terdapat pada obat-obatan lain jika dicampurkan. selain itu, berkhasiat pula untuk menyembuhkan bengkak pada kelopak mata, melancarkan penyumbatan pada lever, mengobati penyakit jamur dan penyakit kuning, serta banyak berkhasiat untuk mengobati infeksi pada lambung.


Hadits Riwayat Muslim, menjelaskan bahwa diriwayatkan oleh Usman bin Affan ra dari Rasulullah SAW tentang seorang lelaki yang mengadu kepada beliau atas sakit yang menimpa kedua matanya, sedangkan lelaki tersebut mengadu kepada beliau atas sakit yang menimpa kedua matanya, sedangkan lelaki tersebut sedang melakukan ihram. Beliau bersabda: "Balutlah keduanya (mata) dengan "lidah buaya".


Tanaman "lidah buaya" dikenal berkhasiat untuk mempertebal dan menghitamkan rambut.


Namun demikian, bagian dari tanaman ini, yaitu daun "lidah buaya", dapat dibuat menjadi masker wajah.

Caranya: daging daun "lidah buaya" yang sudah diblender, campurkan dengan bedak dingin. Setelah itu oleskan campuran daun "lidah buaya" dan bedak dingin itu di wajah anda kira-kira lima belas menit. Selanjutnya, bersihkan wajah dengan handuk kecil yang sudah direndam air hangat.


Di samping khasiat di atas, tanaman "lidah buaya" juga dapat dimanfaatkan sebagai obat pencahar, untuk membersihkan lambung, mengeringkan luka-luka dan mempercepat penyembuhannya. Selain itu, "lidah buaya" juga efektif untuk mengobati infeksi yang banyak terjadi pada alat reproduksi dan pantat, yaitu dengan cara ditaburkan.


Al-Hafizh adz-Dzahabi, berpendapat bahwa "lidah buaya" bermanfaat untuk mengobati pepmbengkakan mata, membuka penyumbatan lever, serta menghilangkan penyakit jamur dan penyakit kuning. Selain itu, "lidah buaya" dalam bentuk bubuk bermanfaat untuk mengobati luka-luka bernanah pada lambung.


Menurut pendapat Ibnu al-Qoyyim, "lidah buaya" , terutama dari jenis India, dapat membersihkan kelebihan cairan pada otak dan bola mata. Apabila dioleskan pada kening dengan campuran minyak bunga, "lidah buaya" bermanfaat untuk mengobati pusing., infeksi pada hidung dan mulut. Sementara "lidah buaya" dari jenis Persia, bermanfaat untuk mencerdaskan otak, memperkuat hati, membersihkan kantung empedu, dan mengatasi kelebihan air liur akibat asam lambung yang meningkat apabila diminum sebanyak dua sendok dengan air.


Tanaman "lidah buaya" dalam dosis sedikit, yakni sebanyak 20-100 mg merupakan obat penambah nafsu makan yang juga membantu pencernaan makanan.


"Lidah buaya" dalam dosis sedang, dapat digunakan sebagai obat pencahar dan dapat menyembuhkan penyakit kuning.


Sedangkan "lidah buaya" dalam dosis besar, yakni lebih dari 300 mg, dapat menjadi obat pencahar yang bekerja secara efektif, melancarkan menstruasi, serta mengurangi kadar air dalam tubuh.


"Lidah buaya" sebagai obat pencahar, berpengaruh kurang baik bagi usus besar. Pengaruh dapat dirasakan setelah 8-10 jam sejak pengonsumsian, yaitu dapat mengakibatkan penyumbatan pada pembuluh darah pelvis. Maka dari itu, "lidah buaya" tidak boleh dikonsumsi oleh wanita hamil, wanita yang sedang menstruasi, wanita yang mengalami pendarahan menstruasi, penderita kencing darah, bawasir dan pembesaran kelenjar prostat. (Sumber: Ensiklopedi Kemukjizatan Dalam Al-Qur'an dan Sunah).


Pada masa sekarang ini, "lidah buaya" banyak digunakan sebagai bahan utama dari berbagai macam kosmetik, misalnya sampo dan sabun. Selain kosmetik, "lidah buaya" dijadikan pula untuk obat radang sendi, seperti rematik yang mengakibatkan tulang dan sendi sulit untuk digerakkan.




Sebenarnya masih banyak lagi khasiat tanaman "lidah buaya" ini untuk kesehatan kita.

Selamat mencoba, semoga berhasil................

"MENGATASI MASALAH JERAWAT"

"Jerawat" merupakan masalah yang sering dihadapi oleh manusia, terutama para remaja. Apabila anda mempunyai masalah "jerawat" tidak perlu khawatir."


Ada beberapa resep tradisional untuk mengatasi masalah "jerawat", antara lain:

RESEP 1:

Ambillah beberapa helai daun jambu biji yang masih muda, bagian pucuknya. Kemudian cuci bersih dan remas-remaslah daun tersebut dengan air. Nah... setelah selesai, cucilah wajah anda dengan air perasan daun jambu biji tersebut.
Lakukan secara rutin. Insya'Allah "jerawat" anda akan hilang dan wajah anda akan menjadi mulus.


RESEP 2:

Ambil satu siung bawang putih, kemudian kupas dan dicuci, lalu potong jadi dua. Selanjutnya gosoklah bawang tersebut pada bagian wajah anda yang ber"jerawat". Biarkan beberapa saat. Setelah itu bilaslah wajah anda dengan air hangat. Ulangilah beberapa kali. Niscaya kulit wajah anda bebas "jerawat".


RESEP 3:


Ambillah satu butir putih telur dan havermouth secukupnya. Buatlah kedua bahan itu menjadi adonan kental tetapi tidak terlalu keras. Oleskan pada wajah secara merata dan pijit-pijitlah supaya meresap masuk ke dalam kulit selama kurang lebih lima belas menit. Bersihkan dengan air hangat. Dengan mempergunakan adonan ini untuk melepas dan membersihkan "jerawat" dari wajah. Dengan sering mempergunakan adonan ini niscaya wajah anda dapat terhindar dari "jerawat", karena ini merupakan salah satu cara pencegahan yang paling sesuai dan juga sebagai penyembuhan kulit dari "jerawat".
Selamat mencoba, semoga berhasil...................

Kamis, 28 Januari 2010

"OBAT/PENYEMBUHAN AMBEIEN/WASIR"

"Wasir"............. Aduh!!!!!!!....... Itu penyakit yang sangat menyiksa. Itu kata orang yang pernah menderita "wasir".



PENCEGAHAN "WASIR/AMBE
IEN".

Bagi anda yang kebetulan tidak pernah menderita "wasir", alangkah baiknya kalau anda mencegah "wasir" supaya anda tidak tersiksa.


Mencegah "wasir" sebenarnya mudah dan tidak mahal. Cujup dengan cara menghindari penyebabnya. Salah satunya adalah anda sebaiknya mencegah jangan sampai mengalami sembelit. Apabila sembelit dibiarkan terus menerus berkepanjangan dapat menimbulkan "wasir", dan tumor pada us
us besar. Hal ini terjadi karena zat-zat dan kotoran yang merugikan yang seharusnya dikeluarkan mengendap terlalu lama di usus, sehingga akan menjadi toksin (racun) yang memicu sel kanker atau bersifat karsinogen.


Untuk mencegah sembelit, harus diterapkan gaya hidup sehat dengan pola makan yang seimbang. Salah satunya adalah banyak mengkonsumsi buah dan
sayuran berserat tinggi. Buah apel termasuk yang sangat disarankan dan unsure lainnya yang efektif mencegah berbagai penyakit, termasuk "wasir", sembelit dan kanker kolon (usus besar).


Sebuah penelitian yang dilakukan di Italia, mengatakan bahwa setiap makan sedikitnya
sebuah apel dapat mengurangi tingkat terjangkitnya banyak jenis kanker, misalnya kanker rongga mulut dan tenggorokan dapat dikurangi 21 %, kanker kerongkongan 25 %, kanker usus besar 20 %, kanker payudara 18 %, kanker indung telur 15 % dan kanker prostat 9 %.


OBAT/PENYEMBUHAN "AMBEIEN/WASIR".


"Ambeien/wasir" merupakan penyakit yang sangat menyusahkan. Penderita penyakit "ambeien/wasir" tidak akan dapat bertahan duduk berlama-lama di kursi.


Penyakit "ambeien/wasir" disebut juga hemorrhoid. Biasanya penderita "ambeien/wasir" jika buang air besar disertai keluarnya darah dari lubang dubur (anus). Jangan biarkan penyakit "ambeien/wasir" berlarut-larut sampai menahun.

Ada beberapa resep tradisional untuk mengatasi penyakit "ambeien/wasir".

RESEP 1 :

Bahan-bahan:

1. Beberapa daun jambu yang masih muda.

2. Pisang klutuk (pisang yang banyak bijinya).
Cara membuatnya:
Daun jambu dan pisang klutuk dicuci bersih. Pisang klutuk jangan dikupas kulitnya. Pisang diparut diparut lalu dicampur dengan daun jambu dan ditumbuk sampai halus. Kemudian diperas.


Minumlah air perasan pisang dan daun jambu tersebut. Lakukan hal itu berkali-kali. Pengobatan penyakit "ambeien/wasir" memang membutuhkan waktu lama. Sekalipun penderita "ambeien/wasir" sudah tidak merasa ada keluhan, pengobatan perlu diteruskan sekurang-kurangnya sampai satu bulan secara teratur.


RESEP 2 :

Biasakan makan tape, baik tape ketela pohon maupun tape ketan setiap hari. Dalam waktu tiga hari (bila sudah keluar darah dari dubur), darah akan berhenti/mampet, dan Insya'Allah dalam waktu satu minggu akan sembuh. Atau kalau "ambeien/wasir" anda belum parah atau masih gejala, dapat juga dicoba resep 3 sebagai berikut:


RESEP 3 :

Tiga helai daun salak direbus dengan air sebanyak satu gelas. Lalu air rebusan tadi disaring dan diminum dengan gula merah.
Minumlah dua kali sehari, pagi dan malam. Lakukan secara rutin. Insya'Allah "ambeien/wasir" anda akan hilang.


RESEP 4 :

Ambil daun lidah buaya, kemudian kupas dan bersihkan lendir berwarna kuning. Setelah selesai, masak dengan air setengah matang, supaya lendir yang berwarna kuning hilang semua. Selanjutnya angkat lidah buaya yang sudah dimasak. Kemudian dimasak lagi dengan air kira-kira dua gelas (lidah buaya sudah dipotong kecil-kecil). Setelah matang, ramuan ini dapat diminum dengan gula atau sirup. Insya'Allah anda akan segera terbebas dari penyakit "ambeien/wasir" yang sangat mengganggu ini. Silahkan dicoba. Semoga lekas sembuh............


Dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi makanan yang merangsang kambuhnya penyakit "ambeien/wasir", terutama pedas, masam, dan yang terlampau berserat (selulosa) serta alkohol, kopi maupun teh, ikan bandeng, daging kambing dan jenis makanan yang bersifat pasan, hendaknya dikurangi, karena dapat mencetuskan timbulnya serangan "ambeien/wasir". Akan lebih aman dan baik jika berpantang makan makanan tadi bagi penderita "ambeien/wasir" meskipun sudah sembuh.

Rabu, 27 Januari 2010

"KHASIAT PUCUK DAUN SALAM"

"Daun salam" mempunyai banyak manfaat untuk kita semua. Selain dapat digunakan untuk bumbu, "daun salam" juga dapat dimanfaatkan sebagai obat."



Jika anda atau salah seorang keluarga anda atau kerabat anda menderita kencing manis (diabetes militus), anda tidak usah terlalu cemas. Ada sebuah resep orang kuno yang dapat kita pakai yang biayanya tidak mahal. Bahannyapun mudah kita cari, yaitu "daun salam".


Caranya mudah sekali:

Ambillah beberapa pucuk "daun salam" yang masih muda (pupus) dan segar. Kemudian cuci "daun salam" tersebut yang bersih. Setelah itu Remaslah "daun salam" itu agar pori-pori "daun salam" terbuka, masukkan ke dalam gelas, beri air hangat kuku 1/2 gelas, diamkan sebentar supaya sari "daun salam" mengendap dan air berwarna hijau. Minumlah air "daun salam" ini. Lakukan setiap pagi dan sore. Untuk membantu agar obat/ramuan ini sempurna, jangan lupa melakukan olah raga jogging/lari pagi.



Semoga anda atau keluarga atau kerabat anda lekas sembuh dengan ramuan pucuk "daun salam" ini. Amin..........



























Sabtu, 23 Januari 2010

"PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PEMBERDAYAAN LINGKUNGAN HIDUP"

"Sudah selayaknya kalau kita menjaga "lingkungan hidup" dengan penuh tanggung jawab, karena "lingkungan" merupakan tempat tinggal kita."


Namun sayang, kesadaran untuk menjaga "lingkungan" seringkali terabaikan. Efeknya, manusia sendiri yang menuai akibatnya.



TUJUAN PENGELOLAAN "LINGKUNGAN HIDUP".

Tujuan pengelolaan "Lingkungan Hidup" adalah:

a. Tercapainya keselarasan hubungan manusia dengan "Lingkungan Hidup".

b. Terkendalinya pemanfaatan sumber daya secara bijaksana.

c. Terwujudnya manusia sebagai pembina "Lingkungan Hidup".

d. Terlaksananya pembangunan berwawasan "Lingkungan" untuk kepentingan generasi sekarang dan mendatang.

e. Terlindunginya negara terhadap dampak kegiatan di luar wilayah negara yang menyebabkan kerusakan dan pencemaran "Lingkungan".


PERMASALAHAN GLOBAL YANG BERKAITAN DENGAN "LINGKUNGAN".

Menurut Kepala Pusat Informasi (Kapusinfo) Kementerian Kehutanan, Masyhud, ada 4 (empat) persoalan global yang tengah mengancam penduduk dunia, yaitu:

1. Krisis air.
2. Persoalan pangan.
3. Kekurangan energi.
4. Perubahan iklim.


Keempat persoalan di atas muncul salah satu seb abnya karena perusakan "lingkungan". Terutama penebangan dan perusakan hutan yang menyebabkan terjadinya lahan kritis. Kritisnya lahan akan berdampak pada menipisnya sumber mata air. Survei Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Besar (Ecoton) di daerah Toyomerto, Gunung Arjuno dan Sumberdem, Gunung Kawi, beberapa sumber mata air mengecil, bahkan sebagian mati.


Untuk antisipasi persoalan-persoalan di atas antara lain dengan upaya penanaman pohon kembali. Sebagai salah satu kekayaan hayati, pohon mampu menghasilkan energi, juga menghasilkan pangan, menjaga air serta menyerap emisi karbon yang mencemari "lingkungan". Menanam pohon ini menjadi salah satu cara untuk melestarikan "lingkungan".



PERAN SERTA "MASYARAKAT" DALAM PENGELOLAAN "lINGKUNGAN HIDUP".


Semua pihak berkepentingan untuk melestarikan aset "lingkungan". Setiap orang mempunyai hak dan kewajiban untuk berperan-serta dalam rangka pengelolaan "Lingkungan Hidup". Menjaga kelestarian "lingkungan" bukan hanya menjadi tugas pihak-pihak tertentu, melainkan kewajiban kita bersama. Maka uluran tangan dan aksi dalam merawat kelestarian alam, sekecil apapun akan memberikan perubahan yang nyata. "Lingkungan" yang lestari akan memberikan manfaat nyata meningkatkan kualitas hidup "masyarakat".


Peran serta atau pelibatan "masyarakat" dalam pengelolaan "Lingkungan Hidup" adalah dalam hal:

a. Proses perencanaan.


b. Pengambilan keputusan.


c. Pelaksanaan kegiatan.


d. Pembiayaan.


e. Pemanfaatan hasil.

f. Pemeliharaan

Sedangkan kelompok "masyarakat" atau Lembaga Swadaya "Masyarakat" yang tumbuh secara swadaya, atas kehendak dan keinginannya sendiri, di tengah "masyarakat" dan berminat serta bergerak dalam bidang "Lingkungan Hidup", antara lain terdiri dari:


a. Kelompok Profesi, Misalnya Himpunan Ahli Air, Ahli Biologi, Arsitek, Ahli Tanah.


b. Kelompok Hobi, misalnya Himpunan Pencinta Alam, Penjelajah Gua, Penyelam Laut, Pengamat Burung, Pencinta Tanaman Langka.


c. Kelompok Minat, misalnya Organisasi Wanita, Ulama, Seniman, Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa.


PEMBERDAYAAN "LINGKUNGAN HIDUP".

Pemberdayaan dapat diartikan upaya memberi daya/kekuatan kepada yang tidak berdaya, agar mampu berdaya sendiri.


Membahas masalah pemberdayaan "Lingkungan Hidup", mempunyai 3 konteks:


a. Menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan berkembangnya potensi atau daya yang dimiliki oleh "Lingkungan".

b. Memperkuat potensi atau daya yang dimiliki "masyarakat" melalui pemberian bantuan (empowering).


c. Melindungi "Lingkungan Hidup" yang telah tersedia.


"Lingkungan Hidup" terdiri dari "Lingkungan" sosial, "Lingkungan" Buatan/Binaan dan "Lingkungan" Alami.


a. "LINGKUNGAN" SOSIAL.


"Lingkungan" sosial adalah "Lingkungan" yang berkaitan dengan aktifitas manusia dengan manusia di sekelilingnya.


Pemberdayaan "Lingkungan" sosial dalam bentuk antara lain:


1. Meningkatkan keserasian hubungan antara sesama, dalam Islam disebut Hablum minannas.


2. Menumbuhkan sikap tenggang rasa.


3. Meningkatkan sikap gotong royong.


4. Dan lain-lain.



b. "LINGKUNGAN" BUATAN/BINAAN.

"Lingkungan" Buatan/Binaan adalah "Lingkungan" yang diciptakan oleh manusia untuk mencukupi kebutuhannya, misalnya fasilitas, pemukiman, jasa (pelayanan), dan lain-lain.
Pembangunan "Lingkungan" buatan/binaan sering merusak sumber daya alam dan kadang mengancam "Lingkungan" buatan itu sendiri.
Pemberdayaan "Lingkungan" buatan/binaan, antara lain:


1. Jasa, misalnya:
- Pelayanan fasilitas pendidikan: SD/Ibtida'iyah, SMP, SMA dan lain-lain.
- Pelayanan fasilitas kesehatan: Rumah Sakit, Puskesmas, Posyandu, dan lain-lain.
- Pelayanan fasilitas perekonomian: Pasar, Toko, Koperasi dan lain-lain.


2. Fasilitas:
- Tersedianya Jamban.
- Tempat Pembuangan Sampah.


3. Pemukiman:
- Pabrik.
- Kandang ternak.
- Jalan "lingkungan".
- Saluran pembuangan air hujan dan air limbah.


c. "LINGKUNGAN" ALAMI.

"Lingkungan" Alami adalah "Lingkungan Hidup" yang berkaitan dengan masalah alam yang meliputi air, udara/atmosfir, tanah/lahan yang hidup ai atasnya (flora dan fauna) serta berbagai aktivitas yang berkaitan dengannya.
Pemberdayaan "Lingkungan" alami, antara lain:


1. Pemberdayaan lahan, bagaimana lahan digunakan bagi kemakmuran "masyarakat" setempat dengan memperhatikan keseimbangan alam dan daya dukungnya.


2. Pertambangan dan penggalian.


3. Sunber mara air.

4. Pantai dan lain-lain.


Peran serta "Masyarakat" dalam pemberdayaan "Lingkungan Hidup" dimaksudkan supaya "Masyarakat" tidak bergantung pada berbagai program pemberian (charity). Apa yang dinikmati oleh "masyarakat" harus hasil atas usaha sendiri. Jadi usahanya bersifat dari, oleh dan untuk "masyarakat" itu sendiri.

Peningkatan kualitas "Lingkungan Hidup" adalah merupakan bagian dari peningkatan kesejahteraan "masyarakat" selain merupakan tugas dan tanggung-jawab Pemerintah, juga tidak terlepas dari tanggung-jawab dan peran serta "masyarakat".



"LINGKUNGAN" YANG SEHAT.


Persyaratan "Lingkungan" yang sehat adalah:


a. Penyediaan prasarana "lingkungan" yang memadai sehingga memenuhi kebutuhan "masyarakat" (misalnya: jalan "lingkungan"/setapak, saluran pembuangan air limbah/kotor, dan lain-lain).


b. Penyediaan utilitas umum sebagai sarana penunjang untuk pelayanan "lingkungan" (misalnya: jaringan air, tempat pembuangan sampah, jaringan listrik, telepon, dan lain-lain).


c. Penyediaan sarana "lingkungan" untuk memudahkan "masyarakat" dalam melakukan kegiatan sosial, ekonomi, budaya (misalnya: fasilitas peribadatan, kesehatan, pemerintahan, pendidikan, belanja, rekreasi dan lain-lain).


d. Adanya "masyarakat" yang guyub.



"LINGKUNGAN PERUMAHAN YANG SEHAT"

"Untuk menciptakan lingkungan "perumahan" yang "sehat", ada beberapa hal yang perlu dipenuhi, yaitu antara lain:"


A. POLA TATA LETAK "RUMAH".

Semua warga masyarakat membutuhkan tinggal di "rumah" yang "sehat". Disamping itu, lingkungan "perumahan" harus memungkinkan adanya kehidupan bersama yang rukun antar tetangga.


Untuk itu untuk pemenfaatan ruang diperlukan pengaturan tata letak "perumahan" dengan mengelompokkan rumah secara harmonis. Disamping untuk memudahkan penyediaan dan pemanfaatan prasarana lingkungan, utilitas umum, serta sarana lingkungan juga untuk menghemat biaya pembangunannya.


Pengelompokkan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing dimana lingkungan itu berada.


Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Jarak Antara "Rumah" Harus Cukup.
Pengaturan jarak antara "rumah" dengan tetangga sekitarnya di sekitar "rumah" menentukan tingkat ke"sehat"an, keamanan dan kenyamanan dalam penghunian. "Rumah" yang tidak berdempetan memungkinkan penyinaran matahari dan peredaran udara yang cukup serta pencegahan terhadap bahaya kebakaran.


2. Letak "Perumahan".
Sebaiknya "perumahan" terletak di daerah datar. Kemiringan lahan untuk memudahkan air dalam saluran mengalir dengan lancar adalah 2 Cm setiap 1 m panjang saluran.


a. Jarak antara bangunan "rumah" dan jalan sekurang-kurangnya setengah dari jarak antar pagar sehingga halaman di depan "rumah" cukup untuk tanaman pelindung maupun penyaring debu dan suara.


b. Disamping itu bangunan "rumah" tidak disarankan terlalu dekat dengan lubang yang curam tanpa perkuatan, sehingga membahayakan bila terjadi longsoran.


3. Kelestarian Lingkungan.
Seluruh anggota masyarakat harus selalu menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan. Pemeliharaan pohon pelindung disamping memberikan kesegaran juga menguatkan struktur tanah. Mengupayakan lingkungan yang bersih, tertib dan teratur merupakan tugas setiap anggota masyarakat. Hasil yang akan dinikmati adalah mayarakat dapat hidup dengan tenteram, "sehat", aman dan nyaman dalam lingkungan yang bersih dan "sehat".


4. Lingkungan "Perumahan" Yang Serasi dan Seimbang.
Dalam lingkungan "perumahan" tidak disarankan ada kelompok "rumah" yang membentuk lingkungan tertutup dan tampil secara menyolok diantara lingkungan "perumahan" sekitarnya.


5. Ketertiban.
Untuk menjaga ketertiban dalam pembangunan "rumah" baru atau pengembangan "rumah" perlu konsultasi dan ijin dari instansi yang berwenang.


B. PRASARANA LINGKUNGAN.

1. Jalan Lingkungan/Setapak.
Dalam pembuatan jalan ada tiga hal yang harus diperhatikan:


a. Adanya pengerasan jalan sehingga jalan tidak becek, tidak berdebu dan memungkinkan dilalui orang atau kendaraan.


b. Adanya kemiringan permukaan jalan, supaya air hujan cepat mengalir ke selokan.


c. Adanya selokan air hujan yang dibuat pada kedua tepi jalan sehingga memudahkan pengaliran air.


2. Saluran Pembuangan Air Hujan.
Saluran pembuangan air hujan boleh berupa saluran terbuka atau saluran tertutup. Namun, sebaiknya saluran terbuka. Hal ini untuk mempermudah pengontrolan aliran air hujan tersebut.
Saluran terbuka, dapat terbuat dari tanah liat, beton, pasangan batu bata dan bahan lain. Sedangkan saluran tertutup, dapat menggunakan bahan dari PVC, tanah liat dan bahan-bahan lain. Untuk saluran tertutup ini perlu dilengkapi dengan lubang pemeriksa pada tiap perubahan arah (belokan atau persimpangan).


3. Saluran Pembuangan Air Limbah/Air Kotor.
Lingkungan "perumahan" harus dilengkapi dengan:


a. Sistem pembuangan air limbah/air kotor lingkungan yang harus dapat disambung pada sistem pembuangan air limbah/air kotor lingkungan atau kota dengan persyaratan sebagai berikut:
- Ukuran pipa pembawa minimum 200 m.
- Sambungan pipa harus rapat air.
- Pada jalur pipa pembawa harus dilengkapi dengan lubang pemeriksa pada tiap pergantian arah pipa dan minimum pada jarak 50 m pada bagian pipa yang lurus. Atau


b. Tangki septik bersama dengan ketentuan sebagai berikut:

- Permukaan air tanah harus cukup rendah.

- Jarak minimum antara bidang resapan bersama dengan sumur pantek adalah 10 m.

- Dibuat dari bahan kedap/rapat air.

- Ukuran tangki septik dengan sistem campur (jumlah kurang dari 50 orang).
+ Panjang 5 m.
+ Lebar 2,5 m.
+ Tinggi air dalam tangki 1 m.
- Ukuran tangki septik dengan sistem terpisah :
+ Panjang 5 m.
+ Lebar 1,5 m.
+ Kedalaman 1,8 m.
- Pengurasan kurang lebih 2 tahun sekali. Atau


c. Bidang resapan.
- Panjang 10 m.
- Lebar 9,6 m.
- Kedalaman 0,7 m


C. UTILITAS UMUM.

1. Jaringan Air Bersih.


a. Lingkungan "perumahan" harus mendapat air bersih yang cukup dan jaringan kota.


b. Apabila tidak tersedia sistem air bersih kota maka harus diusahakan menyediakan dari sumber lain yang memenuhi persyaratan air bersih.


c. Penyediaan air bersih kota atau penyediaan air bersih lingkungan harus dapat melayani kebutuhan "perumahan" dengan persyaratan sebagai berikut:

- Sambungan "rumah" dengan kapasitas minimum 60 liter/orang/hari.

- Sambungan halaman dengan kapasitas minimum 60 liter/orang/hari.

- Sambungan kran umum dengan kapasitas minimum 30 liter/orang/hari.



Kran Umum:

- Jumlah pemakai 200 jiwa/satu kran umum.

- Bahan pipa dari GIP dan PVC.

- Meter air harus dipasang tertutup dan diamankan terhadap pengrusakan.

- Tipe kran umum dengan pilar dari beton, pasangan batu bata atau bahan lain. Jumlah 2 s/d 6 buah.

- Diameter kran 1/2" - 3/4" bahan PVC atau GIP.

- Tinggi jatuh air 50-60 cm.

- Saluran pembuangan jalan atau

- Bidang peresapan yang berukuran 80 X 80 X 100 cm.


d. Sumber air bersih didapat dari:

- Air tanah (mata air, sumur).

- Air permukaan (sungai, danau).


Bila persediaan air tidak mencukupi dan kadar air tidak memenuhi persyaratan akan dapat mengganggu ke"sehat"an keluarga. Oleh karena itu, perlu dujaga dan disadari oleh seluruh anggota masyarakat untuk selalu menjaga sumber-sumber air. Sehingga sumber air tidak tercemar oleh sampah ataupun kotoran-kotoran yang dapat mengubah kadar atau kualitas air.


2. Pembuangan Sampah Lingkungan.
Di daerah pedesaan, sampah pada umumnya dapat diatasi oleh masing-masing keluarga dengan menimbun dalam tanah atau membakarnya. Sebab masing-masing keluarga memiliki tanah yang cukup untuk mengolah sampah sehingga lingkungan "perumahan" tetap bersih. Sampah yang telah diolah tersebut dapat digunakan sebagai pupuk atau kompos.
Di daerah perkotaan, penduduknya sangat padat serta luas tanah yang sangat terbatas sehingga memiliki "rumah" dengan halaman yang luasnya tidak memungkinkan lagi. Untuk itu perlu pengelolaan sampah lingkungan yang tertib dan teratur, seperti:

a. Sumber sampah dari "rumah" tangga ditampung pada masing-masing penampungan setempat.


b. Pengumpulan sampah lingkungan dengan menggunakan gerobag, dikumpulkan dan dikirim ke lokasi penampungan sementara.


c. Pengangkutan sampah dari lokasi penampungan sementara oleh truk menuju pembuangan akhir.


d. Pembuangan akhir diusahakan tidak menimbulkan gangguan atau pencemaran di lingkungan "perumahan" yang dapat berupa penimbunan, pembakaran atau pabrik kompos. Supaya kebersihan lingkungan terjaga, perlu kesadaran yang tinggi dari seluruh anggota masyarakat untuk selalu membuang sampah di tempat yang telah ditentukan. Sampah yang dikelola dengan teratur akan menjaga masyarakat terhadap pencemaran maupun penularan penyakit.


3. Jaringan Listrik.
Jaringan listrik hendaknya dipasang sesuai dengan syarat dan standart yang berlaku. Penyambungan listrik dilakukan oleh petugas yang telah ditunjuk dan ahli di bidangnya. Pergunakanlah lampu listrik sesuai kebutuhan.


4. Jaringan Telepon.
Telepon merupakan sarana hubungan/informasi, terutama bagi masyarakat yang perlu mendapat perhatian. Namun jaringan telepon perlu diusahan supaya tidak mengganggu kegiatan lainnya begitu juga aman dari gangguan, misalnya tertimpa pohon bila terjadi hujan angin.


5. Jaringan Gas.
Bagi masyarakat perkotaan, gas merupakan bahan bakar yang sudah umum digunakan ubtuk keperluan "rumah" tangga lainnya. Karena gas merupakan bahan yang mudah terbakar, maka perlu pengamanan jaringannya serta diusahakan untuj selalu dikontrol secara berkala.


6. Pemadam Kebakaran.
Penyediaan alat pemadam kebakaran merupakan suatu usaha untuk berjaga-jaga sehingga apabila terjadi kebakaran tidak akan menjadi fatal.


D. SARANA LINGKUNGAN.

Sarana lingkungan "perumahan" merupakan tempat dimana masyarakat melakukan kegiatan sosial, ekonomi dan budaya. Penyediaan sarana lingkungan "perumahan" disesuaikan dengan kedudukannya dalam suatu daerah.
Sarana lingkungan mempunyai daerah pelayanan sendiri-sendiri yang besarnya ditentukan oleh:

- Daya tampung terhadap jumlah penduduk yang mampu dilayani.

- Jarak pelayanan dimana yang terjauh masih dalam jarak yang mampu dicapai masyarakat.


Sarana lingkungan yang diperlukan sebaiknya disesuaikan dengan kedudukannya dalam suatu daerah yaitu sarana lingkungan yang berada di dalam lingkungan "perumahan". Sehingga sarana lingkungan yang memadai untuk suatu lingkungan dapat disesuaikan dengan besarnya kebutuhan lingkungan "perumahan" tersebut.

"KHASIAT DAUN SELEDRI UNTUK KULIT"

"Banyak sekali cara untuk mengatasi masalah kecantikan "kulit" wanita. Apabila anda membeli bahan-bahan dari luar negeri tentunya harganya sangat mahal."



Kalau cocok untuk "kulit" kita tidak masalah. Namun bila ternyata malah membuat "kulit" kita bermasalah, justru akan membuat pengeluaran kita malah lebih mahal lagi.


Ada resep untuk "kulit" anda yang berminyak. "Seledri" merupakan bahan penyegar yang bagus untuk menjadikan "kulit" muka yang berminyak menjadi lebih kering dan normal. Bermanfaat sekali untuk membersihkan iritasi-iritasi kecil.


"Seledri" dicuci, lalu dimasukkan ke dalam mangkok kecil dan tuang air mendidih. Biarkan 1/4 jam, maka akan tercium bau harum "seledri" dan siaplah pembilas untuk "kulit" muka anda.


Cara mempergunakannya adalah : Keluarkan daun "seledri", air seduhan di mangkok disimpan di dalam lemari es, dan malam hari setelah "kulit" muka dicuci bersih, cacapi (olesi merata) seluruh "kulit" muka dengan air "seledri" itu dan biarkan sampai beberapa lama menjadi kering, baru dicuci lagi sampai bersih.


MusicPlaylistView Profile